Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 

Buru Peredaran Narkoba, BNN Satroni Kos-kosan di Tulungagung

Rabu, 30 Maret 2016 | 02.22.00 | 1 komentar

Tulungagung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung menyatroni rumah kos yang dihuni para pemandu lagu yang bekerja di tempat karaoke. Guna memastikan tidak ada penghuni kos yang menyalahgunakan narkoba, petugas juga melakukan tes urine terhadap puluhan penghuni kos.

Sebanyak tiga rumah kos di Kelurahan Kutoanyar, Kelurahan Kepatihan, dan Kelurahan Jepun yang menjadi sasaran razia petugas.

“Kami geledah setiap kamar,“ ujar Kasi Pemberantasan BNN Tulungagung, Kompol Edi Herwiyanto kepada wartawan, Selasa (29/3/2016).

Rumah kos dengan puluhan kamar itu menerima penghuni tanpa memandang jenis kelamin. Beberapa petugas terpaksa menggedor pintu dan memaksa penghuni kamar untuk segera keluar. Sebagian besar para penghuni kos dalam kondisi tertidur. Maklum, mereka merupakan para pekerja malam.

Petugas BNN dan aparat kepolisian tidak hanya menyisir kamar. Kendaraan penghuni kos, baik roda empat maupun roda dua juga tidak luput dari pemeriksaan. Dalam penggeledahan itu, petugas juga mendapati pasangan mesum yang langsung digelandang ke kantor polisi.

“Setelah dipastikan di dalam kamar tidak ditemukan narkoba, kami langsung mengambil sampel urine penghuni kamar,“ terang Edi.

Hasil rapid tes dipastikan tidak ada penghuni kos yang positif menggunakan narkoba. Sementara, terkait pasangan mesum asal Kecamatan Kedungwaru, petugas hanya melakukan pendataan sebelum mengizinkan keduanya pulang.

Edi menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan razia mengingat maraknya kasus narkoba di wilayah Kabupaten Tulungagung. “Intinya pemberantasan narkoba akan terus kami lakukan,“ ujarnya.

Sementara, salah seorang penghuni kos mengeluhkan razia yang digelar petugas. Selain mengganggu kenyamanan beristirahat, razia itu juga menguatkan pandangan negatif kepada para pemandu lagu.

“Padahal pemandu lagu merupakan profesi dan tidak semuanya bisa disamaratakan berperilaku negatif,“ keluhnya. (okezone.com)
Rabu, 30 Maret 2016 | 1 komentar

Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2016

Jakarta - Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) telah resmi dibuka oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren) Kementerian Agama RI. Untuk masa pendaftaran dimulai pada tanggal 29 Maret - 22 April 2016, verifikasi data tanggal 23 - 26 April 2016, pengumuman peserta lolos verifikasi data tanggal 27 April 2016, pengumuman lokasi tes ujian peserta tanggal 29 April 2016, pelaksanaan test PBSB Online (CBT) tanggal 3 - 15 Mei 2016, dan pengumuman kelulusan tanggal 26 Mei 2016.

Adapun informasi lengkap terdapat di: http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id. Dalam informasi tersebut memuat syarat dan ketentuan, program studi yang ditawarkan, seleksi administrasi, alur registrasi, jadual pendaftaran, dan informasi PBSB secara umum.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, PBSB yang sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu pendaftarannya dibuka Maret. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen menegaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan karena selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"PBSB akan tetap dilanjutkan tapi dengan format dan sistem yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya jurusan yang disediakan adalah umum dan keagamaan, untuk tahun ini program PBSB dikhususkan untuk jurusan umum, sedangkan jurusan keagamaan (tafaqquh fiddin) akan dibuat dengan format yang berbeda," lanjutnya.

Perbedaan lainnya menurut Mohsen adalah sistem pendaftaran dan ujiannya yang memakai sistem online. "Meskipun pendaftarannya online, tapi berkas pendaftar tetap harus dikirim ke Kantor Kementerian Agama Propinsi setempat sebagai acuan untuk memverifikasi data peserta calon peserta seleksi PBSB," terangnya.

Untuk ujian juga akan dilakukan melalui sistem CBT (Computer-Based Test). "Untuk pelaksanaan ujian online ini panitia baru membuat ancang-ancang untuk melaksanakan test berbasis zona, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Tapi tidak menutup kemungkinan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan di banyak propinsi jika Kanwil Kementerian Agama Propinsi bisa menyediakan komputer dengan jaringan internetnya," terang Doktor yang pernah nyantri di Pesantren Al Khairat Palu ini. (Fathoni Ahmad/dod/kemenag.go.id)
| 0 komentar

Delapan Kecamatan di Tulungagung Terancam Banjir

Minggu, 14 Februari 2016 | 22.07.00 | 1 komentar

Tulungagung - Saluran air yang terlalu sempit jadi penyebab ancaman banjir di delapan kecamatan Kabupaten Tulungagung. Selain itu, limpahan air hujan dari wilayah Kabupaten Trenggalek juga akan menambah volume banjir.

Menurut Kepala Badan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Jito Prayogo, kedelapan kecamatan yang terancam banjir itu di antaranya Kecamatan Kedungwaru, Besuki, Pakel, Tanggunggunung, Gondang, Karangrejo, Kalidawir, dan Ngunut.

“Kasus saluran air sempit sebagian besar terjadi wilayah Kecamatan Kalidawir dan Tanggungunung. Ukuran sempit dan tersumbat sampah membuat got (selokan) tidak mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur. Akibatnya banjir bandang menjadi langganan di setiap musim penghujan datang," ungkap Jito, Senin (8/2/2016).

Hutan yang semakin gundul juga diyakini sebagai penyebab banjir di sejumlah desa. Terjangan air yang melanda permukiman warga di Kecamatan Bandung dan Besuki berasal dari wilayah Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Air hujan langsung meluncur ke Tulungagung yang secara topografis berada di dataran lebih rendah.

Pihaknya, kata Jito, sudah mengimbau para perangkat desa meningkatkan kewaspadaan karena hujan yang rutin turun setiap harinya.

Aktivis Pusat Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Imam Ma’ruf berharap pemerintah tidak hanya sekedar menghimbau dan menggencarkan sosialisasi. Jika memang penyebab banjir adalah saluran air sempit dan hutan gundul, maka akar permasalahannya harus segera ditangani.

“Jadi penanganan langsung pada sumber permasalahan. Sebab bencana ini sudah menjadi langganan setiap musim penghujan dan masyarakat yang dirugikan, “ ujarnya. (okezone.com)
Minggu, 14 Februari 2016 | 1 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan