Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan

Kejaksaan Tahan Anggota DPRD Tersangka Korupsi PSSI

Selasa, 04 Februari 2014 | 22.40.00 | 1 komentar

Tulungagung - Kejaksaan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, menahan Edy Tetuko (43), seorang anggota DPRD setempat yang telah lama ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah PSSI 2011 senilai Rp1,7 miliar.

Sinyalemen penahanan Edy telah lama dilontarkan Kepala Kejaksaan Neheri Tulungagung, I Made Murtika, pada akhir tahun 2013 dan awal Januari 2014. Read More

Sumber: ANTARA News | Selasa, 4 Februari 2014
Selasa, 04 Februari 2014 | 1 komentar

Dianggap Merugikan, Wasit Jadi Sasaran Amuk

Kamis, 05 April 2012 | 01.59.00 | 0 komentar

Tulungagung: Aksi kericuhan mewarnai laga sepak bola Divisi I Grup VII, Liga Indonesia putaran pertama di Stadion Rejoagung, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/4). Kedua tim ramai-ramai menghakimi wasit dengan bogem mentah.

Pertandingan tersebut mempertemukan PSID Jombang dengan Persenga Nganjuk. Kericuhan pecah di sepanjang babak pertama dan kedua. Wasit Yusman asal Makassar, menjadi sasaran pemukulan dan tendangan pemain kedua tim.

Sang wasit dikejar pemain hingga ke pinggir lapangan. Tidak berhenti menjadi bulan-bulanan pemain, Yusman pun dihakimi oficial kedua kesebelasan.

Penyebabnya, keputusan Yusman dianggap merugikan kedua kesebelasan. Namun ironis, meski dipukuli pemain dan oficial, Yusman hanya mengeluarkan satu kartu merah. Pertandingan pun berakhir dengan skor seri 3-3.(Wtr4)

Sumber: Metrotvnews.com | Kamis, 5 April 2012
Kamis, 05 April 2012 | 0 komentar

Divisi Satu | Dibuka di Tulungagung, Divisi Satu Resmi Bergulir

Sabtu, 31 Maret 2012 | 21.50.00 | 0 komentar

Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia XVII tahun 2012 resmi bergulir. Ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon ke udara, kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Liga Sepak Bola Amatir Indonesia (BLAI) itupun diharapkan nantinya bisa membantu meningkatkan pesepakbolaan di tanah air.

Demikian kata CEO BLAI, Syauqi Suratno dalam kata sambutannya di depan publik Tulungagung di Stadion Rejo Agung, Tulungagung, Sabtu (31/3). "Komitmen kami untuk meningkatkan sepak bola Indonesia melalui pembinaan usia muda sangat kuat," jelas Syauqi. "Hal ini terlihat lewat upaya kami menggelar Divisi Satu, Divisi Dua, Divisi Tiga, dan liga remaja U-15 dan U-18.

Selain lepas burung dan balon ke udara, pembukaan Divisi Satu juga diisi oleh beraneka hiburan, seperti modern dance dari Yamaha Tulungagung selaku pihak sponsor Perseta hingga musik dangdut yang dibawakan artis lokal Tulungagung.

Setelah itu, agenda pembukaan Divisi Satu pun dilanjutkan dengan pertandingan antara sang tuan rumah, Perseta Tulungagung melawan PSID Jombang di Grup VII. Dalam pertandingan itu, kedua tim yang bermain di bawah guyuran hujan berkali-kali membuat publik Tulungagung berteriak.

Hasil akhir, Tulungagung memetik kemenangan dengan skor tipis 2-1. Dua gol kemenangan Perseta diciptakan Dedik Kristiawan pada menit ke-40 dan ke-44 melalui titik putih. Sementara itu, gol milik PSID dicetak oleh Kadaffi ketika laga berjalan 19 menit. Berkat kemenangan itu, Perseta pun duduk di puncak klasemen Grup VII dengan tiga poin.

Selain di Tulungagung, dua pertandingan serupa yang notabenenya pembuka juga digelar di dua daerah berbeda, yakni di kota Asahan, Sumatera Utara dan Blora, Jawa Tengah. Di Asahan, PSSA Asahan melawan Medina Medan Jaya, sementara di Blora, Persikaba Blora ditantang Persipa Pati.

Sedikit catatan, Divisi Satu yang diselenggarakan BLAI diikuti oleh 56 tim dari berbagai daerah. Ke-56 tim itu dibagi ke dalam 12 grup, dengan perincian tiap grup berisi empat sampai enam tim.

Berbeda dibanding dengan ISL ataupun Divisi Utama, kompetisi amatir ini dimainkan dengan sistem home turnamen setengah kompetisi. Juara dan runner-up dimasing-masing grup nantinya berhak melaju ke putaran selanjutnya sebelum akhirnya dibagi kembali dalam enam grup.

Berikut tim-tim yang berkompetisi di Divisi Satu:

Grup I
-Persass Sabang
-Aceh Utara FC
-PSAB Aceh
-Pidie Jaya
-Persal Aceh Selatan
-Persidi Idi
Tempat: Banda Aceh, Aceh; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup II
-PSSA Asahan
-Medina Medan Jaya
-Poslab Labuhan Ratu
-PSSD Dairi
-PSTS Tanjung Balai
-PSDS Deli Serang
Tempat: Asahan, Sumatera Utara; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup III
-PS Bungo
-Persisko Bangko
-PSPP Padang Panjang
-Persiju Sijunjung
-PS Pasaman Barat
-Persis Solok
Tempat: Bungo, Jambi; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup IV
-Jakarta Timur FC
-PSBL Bandar Lampung
-Persista Sintang
-Persibabar Bangka Barat
-PS Bangka
Tempat: Jakarta Timur, DKI Jakarta; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup V
-Persibas Banyumas
-Persekap Kota Pekalongan
-PSISRA Sragen
-Persitas Kab Tasikmalaya
-Persikad Kota Depok
Tempat: Banyumas, Jawa tengah; Tanggal Dimulai: 2 April 2012

Grup VI
-Persikaba Blora
-Persipur Purwodadi
-Persipa Pati
-PSISA Salatiga
Tempat: Blora, Jawa Tengah; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VII
-Perseta Tulungagung
-PSID Jombang
-Persenga Nganjuk
-Persedikab Kab Kediri
Tempat: Tulungagung, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VIII
-Perseba Bangkalan
-Persida Sidoarjo
-Persekap Kota pasuruan
-Persisum Sumbawa
Tempat: Bangkalan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 15 April 2012

Grup IX
-Persekabpas
-Persebo Bondowoso
-Persikapro Probolinggo
-Protaba Bantul
Tempat: Pasuruan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 8 April 2012

Grup X
-Penajam Pasir Utara
-Persipas Paser
-PS Kabupaten Tapin
-Persehan Marahan
Tempat: Penajam, Kalimantan Timur; Tanggal Dimulai: 12 April 2012

Grup XI
-PSKT Tomohon
-Persipal Palu
-Persewar Waropen
-Yahokimo FC
Tempat: Tomohon, Sulawesi Utara; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup XII
-Persifa Fak Fak
-Perseka Kaimana
-Persigubin GN Bintang
-Persipan Paniaire
Tempat: Fak Fak, Papua Barat; Tanggal Dimulai: 14 April 2012


Sumber: bolanews.com | Sabtu, 31/03/2012
Sabtu, 31 Maret 2012 | 0 komentar

56 Tim Tampil di Divisi 1 PSSI Versi KPSI

Jumat, 30 Maret 2012 | 00.25.00 | 0 komentar

Sebanyak 56 tim segera tampil mengikuti kompetisi kompetisi Divisi I musim 2012/2013 PSSI-KPSI, yang menggunakan home tournament dan sistem setengah kompetisi.

Kompetisi amatir tersebut akan dibuka secara nasional di Tulungagung, Jawa Timur, 31 Maret, di mana akan digelar babak penyisihan Grup VII yang dihuni oleh tuan rumah Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, dan Persedikab Kabupaten Kediri.

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) Syauqi Suratno menjelaskan, sebenarnya pihaknya menyediakan slot 66 klub untuk mengikuti kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012. Namun, sampai batas akhir pendaftaran, hanya 56 klub yang mendaftar. Jumlah itu dinilai sudah lebih dari cukup, karena sudah mewakili seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan amanat dari PSSI yang tertuang dalam PO (peraturan organisasi), maka kami wajib menggulirkan kompetisi Divisi I. Pasalnya, kompetisi yang menjadi jembatan akhir klub sebelum menuju level profesional, juga akan menentukan klub yang akan promosi ke jenjang profesional. Apalagi, kompetisi Divisi Utama juga sudah bergulir,” papar Syauqi yang didampingi Acting Sekjen PSSI, Tigor Shalom Boboy.

Menurut Syauqi, 56 tim tersebut dibagi dalam 12 grup. Masing-masing grup ada yang terdiri dari empat klub sampai enam klub. Itu juga telah sesuai dengan PO kompetisi Divisi I.

Pada hari pertama, 31 Maret, selain di Tulungangung, juga digelar pertandingan di dua grup lainnya yaitu Grup VI di Blora yang dihuni oleh Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, dan PSISRA Sragen, serta Grup II di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara.

Grup II ini dihuni tuan rumah PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, dan PSDS Deli Serdang. Untuk grup-grup lainnya kompetisi mulai bergulir antara 8 April – 15 April.

Menurut Syauqi, BLAI benar-benar sangat komunikatif sejak melakukan sosialisasi pendaftaran Januari lalu. Sejak itu, BLAI selalu menjalani komunikasi dengan klub-klub yang terdaftar sebagai anggota Divisi I, baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Terakhir, BLAI mengirimkan formulir pendaftaran dan klub wajib mengembalikan beserta kesiapan mereka untuk mengikuti kompetisi.

“Kami selalu mengingatkan mereka sejak manager meeting di Golden Boutique Hotel. Setelah itu, kami kembali mengingatkan mereka juga Pengprov masing-masing klub saat Kongres di Swissbel Hotel. Terakhir di Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure. Artinya, klub-klub ini memang sudah siap berlaga,” jelas Syauqi.

Terkait sponsor dan pendanaan, lanjut Syauqi, pelaksanaan kompetisi semua dibiayai BLAI, termasuk biaya perangkat pertandingan. Namun, BLAI juga tetap memberikan peluang klub mencari sponsor sendiri.

“Klub bebas mencari sponsor. Mereka hanya wajib melaporkan nama sponsor itu. BLAI sama sekali tidak meminta bagian dari sponsor yang didapat klub,” tandas Syauqi.

Sementara itu, Acting Sekjen PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, pelaksanaan kompetisi merupakan program kerja yang telah diputuskan dalam Kongres Luar Biasa (KLB). Selain itu, kompetisi ini memang wajib digelar sesuai PO PSSI.

“Kompetisi amatir tidak bisa dilepaskan begitu saja. Apalagi Divisi I adalah jenjang terakhir klub sebelum masuk level profesional. Sinergi inilah yang harus berjalan dengan baik, sehingga pembinaan di PSSI juga berjalan dengan baik,” tandas Tigor.

Pembagian Grup Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012.

Grup I : Persass Sabang, Aceh Utara FC, PSAB Aceh Besar, Pidie Jaya, Persal Aceh Selatan, Persidi Idi

Grup II : PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, PSDS Deli Serdang.

Grup III: PS Bungo, Persisko Bangko, PSPP Padang Panjang, Persiju Sijunjung, PS Pasaman Barat, Persis Solok.

Grup IV : Jakarta Timur FC, PSBL Bandar Lampung, Persista Sintang, Persibabar Bangka Barat, PS Bangka.

Grup V : Persibas Banyumas, Persikap Kota Pekalongan, PSISra Sragen, Persitas Kab Tasikmalaya, Persikad Kota Depok.

Grup VI: Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, PSISa Salatiga.

Grup VII: Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, Persedikab Kab Kediri.

Grup VIII: Perseba Bangkalan, Persida Sidoarjo, Persekap Kota Pasuruan, Persisum Sumbawa.

Grup IX: Persikabpas Pasuruan, Persebo Bondowoso, Persikapro Probolinggo, Protaba Bantul.

Grup X: Penajam Pasir Utara, Persipas Paser, PS Kabupaten Tapin, Persehan Marabahan.

Grup XI: PSKT Tomohon, Persipal Palu, Persewar Waropen, Yahukimo FC.

Grup XII: Persifa Fak Fak, Perseka Kaimana, Pesigubin Gn Bintang, Persipan Paniai. (esa/end)

Sumber: Bola.net | 29-03-2012
Jumat, 30 Maret 2012 | 0 komentar

PSSI Versi KLB Mulai Gulirkan Liga Amatir

Rabu, 28 Maret 2012 | 23.55.00 | 0 komentar

Rencananya kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) versi PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Syauqi Suratno, mengatakan pihaknya bakal segera menggulirkan kompetisi liga amatir Divisi I, II, dan III.

Syauqi menegaskan BLAI menjadi satu-satunya pengelola liga amatir di Indonesia. Selain Divisi I, II, dan III, Syauqi mengatakan pihaknya juga mengagendakan liga remaja U-18 Piala Soeratin, serta liga U-15 Piala Kemenpora.

Rencananya, kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012. Sementara Divisi II akan dimulai pada 21 April 2012. Adapun untuk penyelenggaraan Divisi III, Syauqi mengatakan rencanaya digelar pada 30 April 2012.

"Pembukaan secara nasional Divisi I akan digelar di Tulungagung, Jawa Timur. Bersamaan dengan Tulungagung juga digelar pertandingan di tiga grup lainnya, di Blora dan Asahan, Sumatera Utara. Kami berharap dengan bergulirnya kompetisi liga amatir, sistem mata rantai kompetisi akan berjalan. BLAI dalam hal ini tidak hanya sebagai wadah kompetisi, tetapi juga menjaring bibit-bibit pemain," ujar Syauqi di Kantor BLAI, Senayan, Rabu 28 Maret 2012.

Untuk gelaran Divisi I akan menggunakan sistem home tournament dengan format setengah kompetisi. BLAI menyiapkan 66 slot untuk klub Divisi I, yang bisa diikuti oleh klub-klub amatir tanpa melihat batasan umur. Untuk gelaran musim 2012 ini, tercatat sudah 56 klub yang mendaftar kepada BLAI.

Sedangkan untuk gelaran Divisi II, Syauqi mengatakan saat ini sudah ada 100 klub yang bersiap mengikuti kompetisi. Sementara untuk gelaran Divisi III tidak ada batasan jumlah peserta. Kompetisi digulirkan oleh masing-masing Pengprov PSSI untuk kategori klub-klub sepakbola U-21.

"Pada saatnya, kami akan bekerjasama dengan klub-klub profesional ISL, untuk memaksa mereka membuat tim kelompok umur. Ini juga sejalan dengan tujuan PSSI meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini," papar Syauqi.

Saat ini, kompetisi Divisi III diakui Syauqi sudah berjalan terlebih dahulu. Sebanyak delapan Provinsi di Indonesia telah secara serentak menggelar kompetisi di tingkat Provinsi masing-masing. Rencananya, pada 30 April nanti, Provinsi-Provinsi tersebut sudah mendapatkan wakil mereka untuk berlaga di babak wilayah. Setelah tembus babak wilayah, klub pemenang akan tampil di tingkat nasional. (eh)

Sumber: VIVAbola | Rabu, 28 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012 | 0 komentar

Supriyono Klaim Tidak Terlibat

Jumat, 09 Maret 2012 | 02.00.00 | 1 komentar

TULUNGAGUNG – Ketua Pengcab PSSI Tulungagung Supriyono mengklaim tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI ke PSSI. Dia mengaku tidak pernah secara langsung terlibat dalam kegiatan keuangan yang menjadi wewenang bendahara.

Atas dasar itu, Supriyono yang juga anggota DPRD Kabupaten Tulungagung ini menyebut adalah di luar pengetahuannya jika penyidik kejaksaan menemukan indikasi korupsi Rp750 juta dan menetapkan bendahara Aang Pungky sebagai tersangka.“Karena semuanya ada bagiannya sendiri.Termasuk saya sendiri,” kata Supriyono. Dalam organisasi, tutur Supriyono yang juga Ketua DPC PDIP Tulungagung, semua pekerjaan terbagi atas masingmasing bidang.

Jenis kegiatan, jumlah kegiatan,jadwal pelaksanaan kegiatan hingga besaran anggaran, kata Supriyono disusun berdasarkan keputusan rapat bersama di masingmasing bidang. Hasil yang ada tersebut disampaikan ke dalam rapat pleno yang dipimpinya secara langsung. “Setelah itu semua kegiatan dikembalikan ke masing-masing bidang terkait, termasuk berapa besar anggaran yang dibutuhkan,tuturnya. Namun faktanya, penyidik Kejaksaan Negeri Tulungagung menemukan dugaan mark up.

Dana yang dibutuhkan dalam kegiatan tidak sebesar dengan apa yang dibelanjakan. Selain itu penyidik juga menemukan sejumlah kegiatan yang bersifat fiktif alias yang tidak pernah dilakukan, namun anggaran tetap dikucurkan. Dari alokasi dana Rp1,75 miliar dari APBD 2010 kepada KONI dan digelontorkan ke Pengcab PSSI, negara telah dirugikan sebesar Rp750 juta. Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan, jaksa akhirnya menahan bendahara Aang Pungky.

Aang dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Tulungagung. Dalam keterangannya kepada penyidik,tersangka Aang mengatakan apa yang dilakukannya atas sepengetahuan pimpinan, yaitu Ketua Pengcab PSSI Tulungagung Supriyono dan sekretaris pengcab Edi Tetuko.Artinya apa yang menjadi arah kegiatan organisasi merupakan hasil keputusan bersama.

Supriyono enggan menjelaskan soal evaluasi kegiatan dalam Pengcab PSSI.Dia hanya menyebutkan, secara garis besar, dia sebagai pimpinan tidak sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi di dalam organisasi.“ Ada hal-hal tertentu yang saya ketahui dan ada yang tidak, ”kilahnya. Namun,secara implisit Supriyono menolak membenarkan apa yang dilakukan tersangka Aang merupakan hasil inisiatifnya sendiri.“Saya tidak bisa mengatakan itu hasil inisiatifnya bendahara,”ucapnya.

Supriyono sempat mengeluhkan sebelum dirinya menjabat sebagai ketua, Pengcab PSSI Tulungagung sudah sarat masalah. Keadaan itu nyaris dipersamakan dengan mencuci piring kotor. Supriyono menyebut nama Edi Suyanto sebagai ketua lama pada tahun 2006. “Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan kepada beliaunya,”katanya.

Kasipidsus Kejari Tulungagung Santosa Hadi Pranawa mengatakan, selain Aang Pungky, tidak tertutup kemungkinan muncul tersangka baru.Namun untuk itu kejaksaan masih akan melakukan pendalaman penyidikan. “Sebab untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka minimal harus ada dua alat bukti,”ujarnya. ● solichan arif

Sumber: seputar-indonesia.com | Thursday, 08 March 2012
Jumat, 09 Maret 2012 | 1 komentar

Kejari Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi PSSI

Rabu, 07 Maret 2012 | 18.01.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kejaksaan Negeri Tulunagung, Selasa menahan seorang tersangka korupsi PSSI Tulungagung tahun 2010, atas nama Aang Pungky (30), setelah sebelumnya sempat mangkir di dua pemanggilan pertama.

Aang bersama dua kuasa hukumnya, Anthony LJ Ratang dan Andy Firasadi datang ke Kejari Tulungagung sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menghadap jaksa pemeriksa, Dodik Mahendra.

Sekitar pukul 14.00 WIB, didampingi kuasa hukum dan dua petugas Kejari Tulungagung, Aang dibawa ke Lapas Klas IIB Tulungagung dengan menggunakan mobil kijang plat merah AG 430 RP. Mereka langsug masuk melewati pintu gerbang lapas untuk mengurus administrasi penahanan tersangka.

Berselang sekitar 20 menit kemudian, rombongan pengantar ini keluar dari Lapas, namun kuasa hukum Aang menolak memberikan komentar. "Maaf saya tidak bisa berkomentar. Pokoknya kami mengikuti semua proses hukum," ujar Andy Firasady.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tulungagung, Santosa Hadi Pranawa menegaskan, penahanan tersebut berdasar penilaian subyektif jaksa, agar tersangka tidak melarikan diri, atau merusak barang bukti.

"Tahapannya sangat penjang, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, penetapan tersangka, hingga kami putuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka," ujarnya.

Lanjut Santosa, Aang yang saat itu menjabat sebagai bendahara PSSI Tulungagung menandatangani setiap bentuk pengeluaran. Namun hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan lanjutan, apakah perbuatan tersebut diketahui atasannya atau tidak. "Kami masih terus memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui keterlibatan pengurus (PSSI Tulungagung) yang lain," katanya.

Sejauh ini dari seluruh pengurus PSSI Tulungagung tahun 2010, baru Aang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun Kejari sudah memeriksa Ketua PSSI saat itu, Supriono dan Edi Tetuko yang menjabat sebagai sekretaris.

Korupsi PSSI Tulungagung bermula dari dana hibah APBD Kabupaten Tulungagung tahun 2010 kepada PSSI Tulungagung melalui KONI Tulungagung, sebesar Rp1,75 miliar. Dana tersebut lalu digunakan untuk kegiatan Perseta (Persatuan Sepakbola Tulungagung) yang mengarungi kompetisi Divisi II PSSI.

Pencairan dana hibah APBD 2010 dilakukan dalam lima tahap, tahap pertama dikucurkan dana, Rp275 juta, untuk kegiatan Triwulan pertama, tahap kedua antara bulan April-Juni 2010, dikucurkan dana Rp400 juta untuk kompetisi internal dan diklat.

Tahap ketiga, dikucurkan bantuan PSSI ke Perseta sebesar Rp100 juta untuk berlaga di Divisi II Liga Indonesia, tahap keempat dikucurkan tambahan dana untuk berlaga di Divisi II Liga Indonesia sebesar Rp475 juta. Dan terakhir, bantuan PSSI untuk kegiatan divisi II sebesar Rp500 juta.

Sayangnya dalam surat pertangungjawaban (SPJ) diketahui jika dari dana Rp1,75 miliar yang dikucurkan, berdasarkan pemeriksaan terdapat Rp750 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. (Destyan)

Sumber: antarajatim.com | 06 Mar 2012
Rabu, 07 Maret 2012 | 0 komentar

Musdalub PSSI Jatim Digelar Sebelum 22 Juli

Selasa, 31 Januari 2012 | 17.02.00 | 0 komentar

MALANG – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pengda PSSI Jatim ditargetkan digelar sebelum 22 Juli nanti. Saat ini, pengurus sementara PSSI Jatim secepatnya melakukan persiapan sebelum Musdalub digelar.

“Saya diberi deadline oleh PSSI Pusat menjabat ketua sementara sampai 22 Juli. Secepat mungkin kami menyiapkan musdalub itu. Beberapa pengurus cabang di daerah-daerah juga sudah menyatakan dukungannya,” urai Plt Pengprov PSSI Jawa Timur, Peni Suparto, Senin (30/1).

Peni yang juga Walikota Malang ini menambahkan, Surat Keputusan dari PSSI Pusat tentang penunjukkan dirinya sebagai Plt PSSI Jatim sudah diterima. SK itu juga sudah difoto-copi dan diberikan ke seluruh Pengcab PSSI di berbagai daerah.

Semua pengcab juga menyatakan dukungannya, bahkan ada yang datang secara langsung menemui Peni. Di antaranya, PSSI Probolinggo, Pasuruan, Situbondo Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk dan Lumajang. “Minggu ini juga kami menggelar pertemuan dengan pengurus daerah lain untuk persiapan musdalub ini,” papar Peni.

Selain Pengcab PSSI yang mengakui Djohar Arifin Husein sebagai ketua, sambung Peni, klub peserta Indonesia Premier League (IPL) juga akan diundang. “Tentu saja kami tidak akan mengundang klub peserta kompetisi ISL. Karena ISL itu kan kompetisi yang tidak diakui oleh FIFA,” tegas Peni.

Politisi PDIP ini juga mengaku belum bisa memutuskan lokasi dimana digelarnya musdalub. Musdalub ini untuk membentuk kepengurusan PSSI Jatim yang baru setelah dipecatnya La Nyala Mataliti sebagai ketua PSSI Jatim.

“Lokasi belum bisa dipastikan, tunggu hasil pertemuan selanjutnya,” tutur Peni.

Sekretariat PSSI Jatim sendiri memilih berkantor di Kota Malang. Pertimbangannya, demi efektifitas dan efisiensi waktu dari Peni Suparto yang juga Walikota Malang. “Kalau di Surabaya, saya sendiri juga bisa kelabakan, makanya sekretariat di Malang saja,” tandasnya.

Terkait beredarnya isu penolakan dari sejumlah klub terhadap penunjukkan dirinya sebagai Plt ketua PSSI Jatim, Peni menanggapinya dengan santai. Menurutnya, kubu penolak adalah mereka yang bergabung dalam kompetisi illegal. “Tidak ada penolakan, kemungkinan mereka itu klub yang ikut kompetisi yang tidak diakui FIFA,” pungkas Peni.

Sementara ketua Pengcab Surabaya, Cholid Ghoromah mengatakan, pengcab Surabaya sudah mendapat undangan dari Plt ketua PSSI, Peni Suparto dalam acara pertemuan untuk membahas pelaksanaan musdalub. Cholid menambahkan, para anggota atau pengcab baik yang berdiri dibawah naungan PT Liga Indonesia (kubu La Nyalla Mattaliti) atau pun Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dibawah naungan PSSI akan diundang. “Semua Pengcab yang berada di Jawa Timur harus diundang. Masalah datang atau tidak itu terserah mereka,” ungkap Cholid, Selasa (31/1) pagi tadi.

PSSI Pengprov bukan Jatim bukan satu-satunya yang dibekukan oleh PSSI Pusat. Ada sembilan pengurus provinsi di Indonesia yang dibekukan yaitu, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung dan Pengprov PSSI Bengkulu.

Selanjutnya, PSSI pusat menunjuk caretaker yang berperan sebagai pengganti di masing-masing provinsi. Mereka menjalankan tugas dan amanat organisasi dan hanya memiliki kewenangan sesuai dengan amanat dalam surat keputusan. Salah satunya menggelar Musdalub.zar, m39

Sumber: surabayapost.co.id | Selasa, 31/01/2012
Selasa, 31 Januari 2012 | 0 komentar

Melanggar Aturan, KONI Tulungagung Terancam Bubar

Kamis, 03 November 2011 | 18.44.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kebijakan re-organisasi pembubaran kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Tulungagung terpaksa dilakukan, akibat melanggar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomer: 800/2398/SJ/ tertanggal 28 juni 2011.

Kepengurusan KONI saat ini, akan berakhir 6 Nopember 2011 mendatang, karena dalam struktur kepengurusannnya didominasi pejabat kabupaten dan terbukti melanggar SE Mendagri tentang larangan rangkap jabatan pada kepengurusan KONI dengan jabatan struktural dan jabatan publik.

Maryoto Birowo, Sekda Pemkab Tulungagung membenarkan bahwa dalam waktu dekat akan segera menggelar musyawarah kabupaten untuk mencari pengurus baru yang komisioner.
Maryoto mengaku, pembubaran kepengurusan lama juga berlaku untuk organisasi kepengurusan yang dinaungi KONI, seperti PSSI. Sejumlah pejabat termasuk anggota legislatif DPRD Tulungagung yang terlibat dalam kepengurusan organisasi dibawahnya, sudah menandatangani persetujuan.

Sebagai Ketua PSSI cabang Tulungagung, Supriyono pada Selasa (01/11/2011) siang tidak mempermasalahkan adanya resiko dikeluarkannya dirinya dari pengurus PSSI, karena statusnya sebagai ketua Komisi D dari fraksi PDI-Perjuangan DPRD Tulungagung. Namun, Supriyono enggan berkomentar lebih mengenai posisinya di PSSI.

Sementara hingga kini, musyawarah kabupaten untuk mencari pengganti pengurus lama KONI belum dipastikan jadwalnya. Hanya saja, Pemkab berharap musyawarah itu dapat digelar dalam waktu secepatnya. [an-dn]

Sumber: radiopatria.net | 2011-11-02
Kamis, 03 November 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan