SEPUTAR TULUNGAGUNG | Berita Online Tulungagung

Pemkab Tulungagung Abaikan Tawaran Investasi Sistem "BOT"

Minggu, 28 Juni 2015 | 00.11.00 | 0 komentar

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengabaikan tawaran investor untuk membangun pasar modern berskala besar (supermarker/hypermarket) dengan sistem BOT (bulid, operate, and transfer) atau pinjam pakai aset lahan daerah, karena yakin bakal terganjal di tingkat DPRD. Read More

"Sistem BOT sulit dilakukan, karena implementasinya memerlukan persetujuan dewan," kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo di Tulungagung, Sabtu.

Ia tidak secara lugas menyatakan penolakan tawaran kerjasama investasi dari pihak pengusaha nasional melalui skema BOT tersebut.

Syahri hanya menyatakan bahwa prosedur pelepasan aset daerah untuk dikerjasamakan dengan sistem BOT memerlukan proses panjang dan berbelit, terutama untuk mendapat persetujuan DPRD melalui penetapan peraturan daerah (perda).

Kendati mengakui tawaran kerjasama investasi pasar modern dengan sistem BOT cukup menguntungkan karena daerah berhak atas aset bangunan setelah masa pinjam pakai lahan berdurasi 25 tahun habis, ia mengisyaratkan wacana itu rentan penolakan dari kalangan dewan.

Terlebih, isu politik terkait liberalisasi pembangunan daerah potensial menggelinding liar menjelang pilkada serentak yang diikuti Kabupaten Tulungagung pada 2018 mendatang.

"Saya belum berfikir untuk mengajukan wacana tersebut ke dewan," ujarnya.

Syahri menegaskan, pada dasarnya kebijakan ekonomi yang dia anut dalam membangun Kabupaten Tulungagung memberi "ruang terbuka" bagi masuknya arus investasi nasional maupun asing untuk masuk ke daerah, termasuk di sektor "ritel" atau pasar modern.

Komitmen itu diwujudkan Syahri dengan mempermudah seluruh proses perizinan yang diperlukan/dibutuhkan, hingga berdirinya pasar modern tersebut.

"Silahkan jika swasta ingin masuk ke Tulungagung dan membangun pasar modern besar sekalipun, tapi aset lahannya usahakan sendiri (beli putus), bukan pakai aset daerah dengan sistem BOT tadi," kata Syahri.
Sumber: @antarajatimcom | Sabtu, 27 Juni 2015
00.11.00 | 0 komentar

Konjen AS Tawarkan Program Pertukaran Pelajar Tulungagung

Tulungagung - Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate menawarkan program pertukaran pelajar antara siswa SMA/SMK di Tulungagung dengan siswa-siswi SMA di negaranya, saat berkunjung ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat. Read More

"Iya, tadi kami sudah sepakat dengan bapak bupati untuk melakukan program pertukaran pelajar," kata Joaquin usai bertemu Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

Ia tidak merinci jumlah maupun kriteria siswa yang diikutsertakan dalam program pertukaran pelajar dimaksud.

Menurut Joaquin, pada dasarnya program tersebut sudah berjalan dan akan ditingkatkan di masa mendatang guna meningkatkan pemahanan dan kesalingpengertian antara kedua negara.

"Kami bahkan sudah menempatkan beberapa relawan guru 'native' asal Amerika Serikat untuk mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah dan pondok pesantren di Tulungagung," ungkapnya.

Joaquin Monserrate mengatakan, program pertukaran pelajar serta penempatan relawan guru asal Amerika Serikat di Tulungagung menjadi prioritas utama pemerintahannya saat ini.

Selain bertujuan memperkenalkan ragam budaya masing-masing, lanjut Monserrate, program tersebut diharapkan membantu generasi muda AS dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun wawasan.

Perhatian yang sama juga diberlakukan terhadap sejumlah daerah lain yang sudah dikunjungi tim Konjen AS di 12 provinsi se-Indonesia.(Ant)

Sumber: antarajatim.com | Jumat, 26 Juni 2015
00.01.00 | 0 komentar

Puting Beliung Terjang Dua Desa di Tulungagung

Sabtu, 14 Februari 2015 | 01.15.00 | 1 komentar

Tulungagung - Belasan rumah warga dua desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rusak parah akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut saat turun hujan, Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 15 unit rumah, satu bangunan masjid dan sebuah tembok pabrik mi mengalami kerusakan.

"Kondisi yang paling parah tejadi di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Angin bertiup kencang mengakibatkan tembok sebuah pabrik mi di desa tersebut roboh dan menimpa lima rumah warga lainnya," ungkap Juli (52), salah satu korban yang bangunan kandang ternaknya ikut ambruk total tertimpa tembok pabrik.

Selain menerjang Desa Plosokandang, angin puting beliung juga sempat bergerak hingga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu dan menyebabkan sedikitnya 11 atap bangunan porak-poranda.

Belum diketahui kerugian akibat bencana lokal tersebut. Kepala Desa Plosokandang, Sunari yang daerahnya mengalami kerusakan paling parah akibat robohnya sejumlah bangunan warga, memgaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Untuk tafsir kerugian masih dilakukan penghitungan, dan kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak BPBD," ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya akan memfasilitasi warga untuk berdialog dengan pemilik pabrik mi Cap Nyonya untuk mendapatkan ganti rugi.

"Warga berharap ada sedikit ganti ruigi dari pihak pabrik nanti akan kita fasilitasi," terangnya
Beberapa saksi mata dan korban yang rumahnya ikut roboh atau rusak menuturkan, saat kejadian beberapa dari mereka berada di teras depan rumah.

Menurut warga, saat itu hujan turun tidak begitu deras, namun angin betiup kencang dan berputar. Tidak lama kemudian ada suara gemuruh seperti robohnya tembok.

Juli, salah satu korban yang saat itu telah siaga mengantisipasi puting beliung, segera berlari ke belakang rumah dan melihat dinding pabrik mi roboh menimpa kandang ternaknya.

"Saya beruntung bisa menyelamatkan beberapa hewan ternak saya," ujarnya. (Ant)

Sumber: Antara Jatim | Jumat, 13/02/2015
01.15.00 | 1 komentar

Follow Us