SEPUTAR TULUNGAGUNG | Berita Online Tulungagung

Puting Beliung Terjang Dua Desa di Tulungagung

Sabtu, 14 Februari 2015 | 01.15.00 | 1 komentar

Tulungagung - Belasan rumah warga dua desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rusak parah akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut saat turun hujan, Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 15 unit rumah, satu bangunan masjid dan sebuah tembok pabrik mi mengalami kerusakan.

"Kondisi yang paling parah tejadi di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Angin bertiup kencang mengakibatkan tembok sebuah pabrik mi di desa tersebut roboh dan menimpa lima rumah warga lainnya," ungkap Juli (52), salah satu korban yang bangunan kandang ternaknya ikut ambruk total tertimpa tembok pabrik.

Selain menerjang Desa Plosokandang, angin puting beliung juga sempat bergerak hingga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu dan menyebabkan sedikitnya 11 atap bangunan porak-poranda.

Belum diketahui kerugian akibat bencana lokal tersebut. Kepala Desa Plosokandang, Sunari yang daerahnya mengalami kerusakan paling parah akibat robohnya sejumlah bangunan warga, memgaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Untuk tafsir kerugian masih dilakukan penghitungan, dan kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak BPBD," ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya akan memfasilitasi warga untuk berdialog dengan pemilik pabrik mi Cap Nyonya untuk mendapatkan ganti rugi.

"Warga berharap ada sedikit ganti ruigi dari pihak pabrik nanti akan kita fasilitasi," terangnya
Beberapa saksi mata dan korban yang rumahnya ikut roboh atau rusak menuturkan, saat kejadian beberapa dari mereka berada di teras depan rumah.

Menurut warga, saat itu hujan turun tidak begitu deras, namun angin betiup kencang dan berputar. Tidak lama kemudian ada suara gemuruh seperti robohnya tembok.

Juli, salah satu korban yang saat itu telah siaga mengantisipasi puting beliung, segera berlari ke belakang rumah dan melihat dinding pabrik mi roboh menimpa kandang ternaknya.

"Saya beruntung bisa menyelamatkan beberapa hewan ternak saya," ujarnya. (Ant)

Sumber: Antara Jatim | Jumat, 13/02/2015
01.15.00 | 1 komentar

Mantan Bupati Tulungagung terkesan Ogah Jadi Pj Kepala Daerah

SURABAYA - Banyak pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jatim yang ingin menjadi Penjabat (Pj) Kepala Daerah (Bupati/Wali Kota).

Namun, tidak demikian bagi Heru Tjahjono, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jatim. Mantan bupati Tulungagung dua periode ini ternyata terkesan ogah jika dirinya ditunjuk sebagai Pj Bupati/Wali Kota.

"Waduh iso loro kabeh (kalau merangkap jadi Pj)," ujar Heru spontan, Selasa (10/2/2015) sore.

Ungkapan Heru tersebut disampaikan ketika dirinya mendengar penjelasan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Akmal Boedianto.

Selain untuk mengukur profesionalisme pejabat yang sistematis, assesment juga dimaksudkan sebagai seleksi bagi pejabat eselon II yang akan ditunjuk dan diberi tugas sebagai Pj Bupati/Wali Kota.

Itu disampaikan Akmal dalam pembukaan "Assesment pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jatim", di gedung Badan Diklat lantai III, Jalan Balongsari Tama, Surabaya.

Tak hanya Heru yang duduk di bangku belakang, sejumlah pejabat eselon II lainnya juga langsung responsif saat mendengar pernyataan Akmal tersebut. Suasana sedikit gaduh langsung terdengar dari sejumlah sisi ruangan.

Selain Heru, pejabat eselon II lain yang pernah menjadi Bupati adalah Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Harsono. Sebelum ditarik ke Pemprov, dia adalah Bupati dua periode di Kabupaten Ngawi.

Kemudian Kepala Bappemas Zarkasi yang juga pernah menjadi Pj Bupati Jember, ketika MZA Djalal dan Kusen Andalan selaku incumbent maju kembali berpasangan mencalonkan diri dalam Pilkada Jember.

Menurut Akmal, assesment akan berlangsung hingga Jumat (13/2/2015) dan diikuti oleh 72 orang pejabat eselon II. Mulai Asisten Setdaprov, kepala dinas, kepala biro, kepala badan, staf ahli, direktur rumah sakit, hingga wakil direktur rumah sakit.

"Yang tidak ikut adalah yang pensiunnya kurang dari enam bulan," katanya.

Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi membenarkan pernyataan Akmal. Menurutnya, selain untuk memetakan potensi, kemampuan, dan kompetensi setiap pejabat eselon II, assesment juga untuk seleksi calon Pj Bupati/Wali Kota.

"Makanya kalau teman-teman ingin fotonya dipasang di Kabupaten/Kota, saat inilah kesempatannya," tegasnya.

Hal itu dinilai penting, karena dari 19 daerah di Jatim yang akan menggelar Pilkada serentak, sejumlah bupati/wali kota yang saat ini menjabat sudah minta kepada Gubernur Soekarwo agar diberi Pj yang cocok.

"Dan semua pejabat eselon II punya kesempatan yang sama menjadi Pj," tandas mantan Asisten IV Bidang Administrasi Umum ini.

Sumber: SURYA.co.id | Selasa, 10/02/2015
01.10.00 | 0 komentar

KI Jatim Sidang Sengketa Informasi di Tulungagung

Jumat, 30 Januari 2015 | 12.53.00 | 0 komentar

Tulungagung - Komisi Informasi Jawa Timur menggelar sedikitnya delapan sidang sengketa informasi yang diajukan perorangan maupun lembaga masyarakat terhadap sejumlah badan publik di lingkup Pemkab Tulungagung dan Kota Kediri, bertempat di kantor KPU Tulungagung, Kamis.

Antara di Tulungagung melaporkan, sidang yang berlangsung dua hari sejak Rabu (28/1) itu dihadiri seluruh komisioner Komisi Informasi Jatim, serta pihak-pihak pemohon dan termohon.

"Ada delapan sengketa informasi yang kami sidangkan di Tulungagung ini, satu di antaranya kasus di Kota Kediri," terang Komisioner KI Jatim Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Mahbub Junaidi. Read More
Sumber: Antara Jatim | Kamis, 29/01/2015
12.53.00 | 0 komentar

Follow Us