Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2016

Rabu, 30 Maret 2016 | 02.12.00 | 0 komentar

Jakarta - Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) telah resmi dibuka oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren) Kementerian Agama RI. Untuk masa pendaftaran dimulai pada tanggal 29 Maret - 22 April 2016, verifikasi data tanggal 23 - 26 April 2016, pengumuman peserta lolos verifikasi data tanggal 27 April 2016, pengumuman lokasi tes ujian peserta tanggal 29 April 2016, pelaksanaan test PBSB Online (CBT) tanggal 3 - 15 Mei 2016, dan pengumuman kelulusan tanggal 26 Mei 2016.

Adapun informasi lengkap terdapat di: http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id. Dalam informasi tersebut memuat syarat dan ketentuan, program studi yang ditawarkan, seleksi administrasi, alur registrasi, jadual pendaftaran, dan informasi PBSB secara umum.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, PBSB yang sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu pendaftarannya dibuka Maret. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen menegaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan karena selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"PBSB akan tetap dilanjutkan tapi dengan format dan sistem yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya jurusan yang disediakan adalah umum dan keagamaan, untuk tahun ini program PBSB dikhususkan untuk jurusan umum, sedangkan jurusan keagamaan (tafaqquh fiddin) akan dibuat dengan format yang berbeda," lanjutnya.

Perbedaan lainnya menurut Mohsen adalah sistem pendaftaran dan ujiannya yang memakai sistem online. "Meskipun pendaftarannya online, tapi berkas pendaftar tetap harus dikirim ke Kantor Kementerian Agama Propinsi setempat sebagai acuan untuk memverifikasi data peserta calon peserta seleksi PBSB," terangnya.

Untuk ujian juga akan dilakukan melalui sistem CBT (Computer-Based Test). "Untuk pelaksanaan ujian online ini panitia baru membuat ancang-ancang untuk melaksanakan test berbasis zona, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Tapi tidak menutup kemungkinan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan di banyak propinsi jika Kanwil Kementerian Agama Propinsi bisa menyediakan komputer dengan jaringan internetnya," terang Doktor yang pernah nyantri di Pesantren Al Khairat Palu ini. (Fathoni Ahmad/dod/kemenag.go.id)
Rabu, 30 Maret 2016 | 0 komentar

Informasi SNMPTN 2016

Sabtu, 16 Januari 2016 | 18.56.00 | 1 komentar

Siswa-siswi yang akan lulus SMA, SMK, dan MA dan berkeinginan untuk berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri harus bersiap-siap.

Pasalnya, Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah pendidikan menengah menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui SNMPTN.

Dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan karakter. Dengan demikian, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar, serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran.

Panitia seleksi masuk PTN sudah meluncukan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada Jumat (15/1/2016).

Nantinya, mereka yang ingin mendaftarkan diri pada SNMPTN, metode masuk PTN dengan rekam jejak akademis, bisa mulai melakukan pendaftaran pada 29 Februari 2016.

Jadwal pelaksanaan SNMPTN adalah sebagai berikut:


Pengisian dan Verifikasi PDSS18 Januari – 20 Februari 2016
Pendaftaran SNMPTN29 Februari – 12 Maret 2016
Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN22 Maret – 21 April 2016
Proses Seleksi24 Maret – 8 Mei 2016
Pengumuman Hasil Seleksi10 Mei 2016
Proses verifikasi dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi 31 Mei 2016
bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2016

Laman Resmi dan Alamat Panitia Nasional

1Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
2Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041 450 450.
3Informasi juga dapat diperoleh di kantor Humas Perguruan Tinggi Negeri terdekat.
Alamat Panitia Nasional SNMPTN 2016:
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sayap Utara Lantai 1
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281,
Telepon (0274) 544049,
Faksimile (0274) 520 325,
E-mail : sekretariatseleksi2016@uny.ac.id

Lain-lain

1Siswa Pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi melalui laman http://bidikmisi.ristekdikti.go.id/.
2Perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Tahun 2016 akan diinformasikan melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
Sabtu, 16 Januari 2016 | 1 komentar

Konjen AS Tawarkan Program Pertukaran Pelajar Tulungagung

Minggu, 28 Juni 2015 | 00.01.00 | 1 komentar

Tulungagung - Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate menawarkan program pertukaran pelajar antara siswa SMA/SMK di Tulungagung dengan siswa-siswi SMA di negaranya, saat berkunjung ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat. Read More

"Iya, tadi kami sudah sepakat dengan bapak bupati untuk melakukan program pertukaran pelajar," kata Joaquin usai bertemu Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

Ia tidak merinci jumlah maupun kriteria siswa yang diikutsertakan dalam program pertukaran pelajar dimaksud.

Menurut Joaquin, pada dasarnya program tersebut sudah berjalan dan akan ditingkatkan di masa mendatang guna meningkatkan pemahanan dan kesalingpengertian antara kedua negara.

"Kami bahkan sudah menempatkan beberapa relawan guru 'native' asal Amerika Serikat untuk mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah dan pondok pesantren di Tulungagung," ungkapnya.

Joaquin Monserrate mengatakan, program pertukaran pelajar serta penempatan relawan guru asal Amerika Serikat di Tulungagung menjadi prioritas utama pemerintahannya saat ini.

Selain bertujuan memperkenalkan ragam budaya masing-masing, lanjut Monserrate, program tersebut diharapkan membantu generasi muda AS dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun wawasan.

Perhatian yang sama juga diberlakukan terhadap sejumlah daerah lain yang sudah dikunjungi tim Konjen AS di 12 provinsi se-Indonesia.(Ant)

Sumber: antarajatim.com | Jumat, 26 Juni 2015
Minggu, 28 Juni 2015 | 1 komentar

Bolos Sekolah, Sepasang Pelajar Mesum di Bioskop

Kamis, 29 Januari 2015 | 01.43.00 | 1 komentar

TULUNGAGUNG - Petugas kepolisian menangkap sepasang pelajar yang diduga sedang berbuat mesum di dalam ruangan persewaan film di Jalan Hasanudin Tulungagung. Dari kedua pelajar itu petugas menemukan tiga bungkus kondom yang sudah digunakan untuk berhubungan intim.

Kedua pelajar yang ditangkap tersebut berinisial EL (17), siswi SMK kelas I di Boyonglangu; dan AS (18), siswa SMA swasta di Tulungagung. Keduanya ditangkap saat melakukan perbuatan mesum. Read More
Sumber: okezone.com | 28 Januari 2015
Kamis, 29 Januari 2015 | 1 komentar

Bupati Tulungagung Bantah Kepras Anggaran Pendidikan

Tulungagung - Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Sahri Mulyo memastikan tidak ada pengurangan anggaran pendidikan di daerahnya selama 2015, kendati dalam APBD induk masih teralokasikan sebesar Rp8,5 miliar.

"Kekurangan anggaran pendidikan selama kurun 2015 tentunya akan kami tambah melalui PAK (perubahan anggaran keuangan) atau APBD perubahan (APBD-P) sekitar Juli-Agustus nanti," katanya di Tulungagung, Rabu.

Keterangan Sahri yang disampaikan ke sejumlah media lokal tersebut merupakan jawaban atas isu yang menyebut anggaran pendidikan Tulungagung dikepras. Read More
Sumber: antarajatim.com | 28 Januari 2015
| 0 komentar

Dewan Pendidikan Duga ada Oknum Guru Manipulasi Jam Mengajar

Selasa, 16 September 2014 | 01.29.00 | 1 komentar

Tulungagung - Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menduga ada sejumlah oknum guru yang mengindikasikan secara sengaja memanipulasi jam mengajar demi memenuhi syarat minimal 24 jam per pekan, untuk mendapat hak tunjangan prestasi pendidik (TPP). Read More
Sumber: antarajatim.com | 14 Sept 2014
Selasa, 16 September 2014 | 1 komentar

Bupati Tulungagung Janji Evaluasi Kebijakan Pendidikan

Selasa, 30 April 2013 | 19.24.00 | 0 komentar

Tulungagung - Bupati Tulungagung Syahri Mulyo berjanji mengevaluasi seluruh kebijakan pendidikan di daerahnya, terutama menyangkut aneka pungutan sekolah yang selama ini kerap dikeluhkan orang tua siswa.

"Kami akan evaluasi semua kebijakan sebelumnya demi mewujudkan pendidikan murah sebagai skala prioritas pembangunan jangka pendek," katanya usai sidang paripurna pengambilan sumpah jabatan dan pelantikannya sebagai Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Selasa.
Ia hanya menyebut beberapa contoh kebijakan pungutan sekolah, seperti uang gedung dan biaya seragam bagi siswa baru maupun saat pergantian tahun ajaran baru.

Syahri yang berpasangan dengan mantan Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Maryoto Bhirowo tersebut juga menyentil soal budaya jual-beli bangku sekolah setiap kali tahun ajaran baru.

"Ya, saya ingin memastikan ke depannya tidak akan ada lagi jual-beli bangku. Prinsipnya, dengan meningkatnya kualitas pendidikan yang murah tentunya masyarakat juga akan semakin sejahtera," katanya.

Terkait program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) yang di beberapa sekolah masih berjalan, Syahri mengatakan dirinya akan mencari masukan terlebih dahulu dari pihak-pihak terkait, terutama dari pihak sekolah.

"Kami akan panggil dulu untuk dievaluasi langkah kebijakan yang tepat agar tarikan-tarikan dana pendidikan untuk program itu (RSBI) tidak ada lagi," ujarnya.

Tidak hanya masalah pendidikan, Syahri juga berjanji untuk membenahi infrastruktur jalan dan jembatan di Tulungagung yang mengalami kerusakan.

Namun, lanjutnya, kebijakan menyangkut infrastruktur dia masukkan dalam program pembangunan jangka menengah dengan alasan proses penganggaran tahun 2013 telah tuntas disusun dalam APBD, sehingga saat ini dirinya hanya tinggal melaksanakan.

"Teknis yang bisa dilakukan adalah dengan memperketat pengawasan dan membuat skala prioritas pembangunan infrastruktur dengan anggaran yang sudah teralokasikan," katanya.

Sementara Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengingatkan agar Bupati Tulungagung kembali merangkul semua elemen masyarakat maupun pemerintahan demi membangun daerah bersama-sama.

Ia bahkan menyarankan kepada Bupati Syahri Mulyo maupun wakilnya Maryoto Bhirowo agar aktif bersilaturahmi ke kelompok-kelompok masyarakat agar bisa menyerap aspirasi langsung.

"Tadi dalam pidato sambutan sudah saya ingatkan agar semua elemen dirangkul. Kompetisi sudah selesai, sekarang saatnya membangun, bukan melakukan dendam politik yang tidak perlu," pesan Gubernur.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Selasa, melantik Syahri Mulyo dan Maryoto Bhirowo sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung terpilih, untuk periode masa jabatan 2013-2018.

Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, Tulungagung, berlangsung tertib dan lancar.

Tidak ada kendala berarti sejak tahapan pelantikan yang dikemas melalui forum sidang paripurna DPRD tersebut hingga rangkaian acara dinyatakan ditutup oleh Ketua DPRD Tulungagung Supriyono.

Sumber: antarajatim.com | 30 Apr 2013
Selasa, 30 April 2013 | 0 komentar

Ratusan Guru Duga Jabatan Kepsek di Tulungagung Dijualbelikan

Tulungagung: Persatuan Guru RI (PGRI) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Tulungagung, Jawa Timur. Mereka menuntut transparansi pengangkatan kepala sekolah (kepsek) di kabupaten tersebut.

Ratusan guru yang bergabung dalam organisasi itu membentangkan spanduk dan poster di depan kantor DPRD. Mereka menduga pejabat Dinas Pendidikan Tulungagung menyelewengkan wewenang pengangkatan kepsek. Mereka menduga jabatan itu dijualbelikan.

Para guru pun menuntut pencopotan kepala dinas pendidikan setempat. Pasalnya, menurut mereka, kepala dinas arogan mengambil kebijakan. Mereka pun mendesak pemberian uang tunjangan profesi guru.

Tak berapa lama kemudian, anggota DRPD Tulungagung menerima para pengunjuk rasa. Setelah menyampaikan aspirasi, para guru pun bubar. Namun mereka mengancam akan kembali beraksi bila pemerintah tak memenuhi tuntutan para guru.

Sumber: Metrotvnews.com | Selasa, 30 April 2013
| 0 komentar

18 Mahasiswa Thailand KKN di Tulungagung

Senin, 18 Maret 2013 | 22.02.00 | 1 komentar

Tulungagung: Sebanyak 18 mahasiswa asing dari Universitas Walailak, Thailand, berkunjung ke Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, untuk menjalani program kuliah kerja nyata selama dua pekan.

KKN itu dilakukan dalam rangka mempelajari budaya serta bahasa Indonesia menuju masyarakat ASEAN, kata Tutor sekaligus Penanggung Jawab KKN ke-18 mahasiswa Thailand di Tulungagung Mujianto, Senin (18/3).

Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UNM) itu mengatakan sebanyak 18 mahasiswa Thailand tersebut kini tinggal di Desa Kendal,
Kecamatan Gondang. Mereka tiba sejak Sabtu (16/3) dan bermukim di rumah-rumah penduduk yang menjadi induk semang selama para mahasiswa dari Negeri Gajah Putih itu menjalani program KKN di Tulungagung.

"Para mahasiswa asing ini KKN di Indonesia dalam program belajar in-country. Tujuannya adalah mengenal bahasa dan budaya suatu negara
untuk menuju masyarakat asean," katanya.

Para mahasiswa Universitas Walailak, Thailand itu, terdiri atas dua pria dan 16 wanita. Sesuai jadwal, mereka bakal menjalani program KKN selama dua minggu atau hingga 30 Maret mendatang.

Selama proses KKN, setiap mahasiswa dititipkan pada satu keluarga yang menjadi orang tua asuh sementara.

Dalam lingkungan keluarga tersebut selalu menggunakan bahasa Indonesia. Mujianto mengatakan sebelum berangkat ke Tulungagung, ke-18 mahasiswa Thailand tersebut telah mengikuti program belajar bahasa dan sastra Indonesia di UNM.

Materi pelajaran pun seluruhnya adalah bahasa Indonesia ditambah pengenalan lingkungan. Selanjutnya agar lebih mumpuni, mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat melalui KKN.

"Mereka (mahasiswa) akan lebih mengenal bahasa Indonesia lengkap dengan tata krama yang diperoleh langsung dalam interaksi masyarakat," ujarnya.

Untuk sistem pembelajaran, Mujianto menerapkan pola interaksi langsung dengan masyarakat atau sistem "learning dan doing" (pelajaran teori dan praktik lapangan).

Pembelajaran dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di dalam kelas yang berada di Sanggar Belajar Budaya Indonesia.


Usai istirahat makan siang, mahasiswa melanjutkan belajar, yakni dengan praktik lapangan.

Praktik tersebut dilakukan langsung bersama masyarakat Desa Kendal, di antaranya dengan bersepeda keliling desa, membatik, dialog dengan perangkat desa dan juga berkunjung ke beberapa sekolah. (Ant/Adf)

Sumber: Metrotvews.com | Senin, 18 Maret 2013
Senin, 18 Maret 2013 | 1 komentar

Di Jatim, Ada Posko Pengaduan UN 2012

Sabtu, 14 April 2012 | 17.23.00 | 0 komentar

SURABAYA - Sebanyak 26 jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Jawa Timur membuka Posko Pengaduan Ujian Nasional (UN) 2012. Posko untuk menampung semua permasalahan yang dihadapi siswa terkait pelaksanaan UN, khususnya mereka yang dilarang ikut karena hamil.

Posko Pengaduan UN 2012 berpusat di kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim di Jalan Bendul Merisi No 2 Surabaya. Jaringannya tersebar di 26 kantor LSM di sejumlah Kabupaten/kota seperti di Surabaya, Kediri (SUAR), Lamongan (SPMAA), Gresik (PPT), Tulungagung (LPA), Jember (Rumah Perempuan), Malang (LPKP, WCC Dian Mutiara), dan Jombang (LPA).

''Kabupaten/kota yang kebetulan belum ada, dapat menghubungi atau datang ke posko di kabupaten/kota terdekat,'' kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Sinung D Kristanto, Sabtu (14/4/2012).

Pendirian Posko tersebut kata Sinung merespon keresahan masyarakat terkait kebijakan tidak tertulis tentang pelarangan siswi hamil untuk ikut UN 2012. ''Kami menyediakan layanan advokasi gratis bagi siswi yang dilarang ikut UN karena hamil,'' tegasnya.

Jaringan LSM Peduli Pendidikan Anak Jawa Timur tersebut sepakat menolak pelarangan siswi hamil mengikuti UN seperti yang ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, beberapa saat menjelang pelaksanaan UN Senin (16/4/2012) depan. Menurut mereka, melarang siswi hamil ikut adalah tindakan diskriminasi yang seharusnya tidak boleh ada dalam pelaksanaan pendidikan bagi semua warga di negara ini, sekaligus bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Larangan siswi hamil mengikuti UN juga dianggap melanggar HAM dan hak anak yang harusnya dilindungi dan dijamin oleh negara.

''Hak atas pendidikan itu termasuk juga ikut UN, dan hak itu melekat pada anak dalam kondisi apapun,'' jelas Sinung.

Sumber: KOMPAS.com | Sabtu, 14 April 2012
Sabtu, 14 April 2012 | 0 komentar

Di Tulungagung, Siswi Hamil Boleh Ikut Ujian Nasional

Tulungagung - Dinas Pendidikan Tulungagung, Jawa Timur, memperbolehkan siswi yang sedang dalam keadaan hamil mengikuti ujian nasional. Sebab tidak ada satu pun aturan yang memuat larangan itu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Tulungagung, Maryaji, mengatakan aturan tertulis pelaksanaan ujian nasional hanya mencantumkan nomor nominasi tetap sebagai prasyarat ujian. "Tak ada klausul soal hamil," katanya, Jumat, 13 April 2012.

Menurut Maryaji, polemik soal siswi hamil boleh mengikuti ujian nasional atau tidak hingga kini menjadi penafsiran yang berbeda. Dinas Pendidikan Tulungagung juga tak bisa membuat aturan khusus selain mengacu pada regulasi yang ada. Karena syarat yang dibutuhkan hanya nomor ujian, maka siapa pun pemegang nomor ujian berhak mengikuti ujian tanpa kecuali.

Kehamilan seorang siswi, menurut Maryaji, merupakan penilaian norma di luar akademik. Hal itu menjadi pertimbangan sendiri bagi sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. "Namun tidak terkait unas," ujar Maryaji.

Ketua Dewan Pendidikan Tulungagung, Supriono, berpendapat sama. Menurut Supriono, selama aturan normatif tidak mengatur kehamilan, maka tak ada yang melarang siapa pun mengikuti ujian. Penafsiran ini cukup pas untuk menentukan sikap jika terjadi polemik tersebut. "Kalau aturan normatifnya hanya nomor ujian, ya itu saja," ucapnya.

Supriono yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung menambahkan, pihaknya sudah melakukan rapat untuk membahas aturan itu dengan Dinas Pendidikan. Mereka bersepakat tak akan membuat aturan yang keluar dari koridor regulasi yang ada.

HARI TRI WASONO

Sumber: TEMPO.CO | Jum'at, 13 April 2012
| 0 komentar

Goa Manusia Purba Ditemukan di Tulungagung

Jumat, 13 April 2012 | 13.29.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG — Setelah selama ini tak pernah lagi diketahui persis keberadaannya, akhirnya goa tempat dokter Belanda, Eugene Dubois, menemukan tengkorak manusia purba di Kecamatan Wajak, Tulungagung, Jawa Timur, ditemukan.

Goa ditemukan Trijono (41), guru Sejarah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tulungagung, yang juga pemimpin lembaga Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B). Trijono terbawa nalurinya sebagai ilmuwan alumnus Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Udayana mencari-cari lokasi kerja Dubois hingga akhirnya menemukannya.

Trijono yang ditemui pada Kamis (12/4/2012) mengungkapkan, dia telah menguji temuannya berdasarkan dokumen dan catatan sejarah Dubois. Dia yakin, lokasi itulah yang merupakan lokasi kerja Dubois yang menemukan tengkorak manusia purba Homo wajakensis tahun 1889. Dengan demikian, situs-situs manusia Jawa yang ditemukan Dubois kian lengkap bersama lokasi temuan Dubois lainnya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur, dan di Sangiran, Solo, Jawa Tengah.

"Tentu saja lokasi ini memerlukan sebuah pengujian lengkap dan menyeluruh dari para pakar prasejarah untuk memastikan kebenarannya. Saat ini, tim dari Universitas Gadjah Mada sudah berencana melakukan ekspedisi ke goa ini, selain ekspedisi ke lokasi purbakala lainnya di Tulungagung, pada awal Mei 2012 untuk memastikannya," tutur Trijono.

Sumber informasi mengenai karya Dubois ditulis oleh sejarawan Paul Strom dalam buku yang terbit tahun 1995, Scriptura Geologica, the Evolutionary Significance of the Wajak Skull National Natuurhistorisch Museum, Geboren te's Gravenhage. Setelah membaca buku itu, Trijono menelusuri lokasi tersebut bersama tim K2SB yang dipimpinnya.

Menurut dia, selama ini entah mengapa lokasi kerja Dubois ini tak dikenal lagi oleh masyarakat ilmiah dan masyarakat Tulungagung. Hanya dua lokasi kerja Dubois yang dikenal, yakni di Trinil dan Sangiran, yang kini sudah didirikan museum. "Mengapa bisa dilupakan dan malah tidak diketahui keberadaaannya, saya tidak paham. Saya datang ke Tulungagung tahun 2004 karena diterima bekerja sebagai guru Sejarah di MAN 1. Sejak itu saya mencari-cari, bukan hanya goa Homo wajakensis saja, melainkan juga semua situs sejarah yang lain, termasuk sembilan situs sejarah Majapahit," ungkapnya.

Ada sejumlah tanda tanya, kata Trijono, karena pada masa yang cukup dekat dengan masa sekarang itu Dubois tercatat bekerja di Wajak, bukan Tulungagung. Kini, Wajak adalah nama kecamatan. Itu sebabnya, spesies manusia prasejarah itu dinamai wajakensis. "Lalu, pertanyaan saya, di mana Tulungagung masa 1889? Wajak hanya berjarak 15 kilometer dari Tulungagung. Mengapa tidak dinamai tulungagungensis? Kami belum selesai menjawab soal itu," katanya.

Buku itu kemudian menuntun Trijono hingga ke goa tempat Dubois menemukan tengkorak manusia purba. Salah satu yang paling meyakinkan, Trijono menemukan tugu pabrik marmer zaman Belanda. Dalam laporannya, Dubois menyebutkan, goa manusia purba itu berada di depan tugu marmer tersebut. "Tugu itu saya temukan, persis seperti penjelasan Dubois. Kalau masa sekarang, tugu marmer itu penanda lokasi, seperti kira-kira koordinat GPS," ujar Trijono.

Dubois adalah seorang dokter militer Belanda pada era tanam paksa (cultur stelsel). Seperti ilmuwan Barat umumnya, Dubois gemar melakukan penelitian. Di lokasi-lokasi kerjanya, Dubois mengisi waktu senggang setelah selesai bekerja dengan mencari temuan-temuan purbakala, termasuk saat bekerja di Wajak, Tulungagung.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Tulungagung Hendri Sugiarti menjelaskan, pihaknya menyambut sangat baik temuan ini dan kini malah sudah menyiapkan pembuatan monumen di lokasi tersebut. "Saat ini, kami menyambut kedatangan tim besar prasejarah dari Universitas Gadjah Mada yang hendak melakukan eksplorasi dan penelitian di bekas goa Dubois. Kami berharap akan bisa membuat museum serta menyiapkan sarana dan prasarana untuk menjadikannya lokasi wisata ilmiah. Namun, itu masih akan dibahas oleh pemkab," katanya. (Doddy Wisnu Pribadi, Nasru Alam Aziz)

Sumber: KOMPAS.com | Kamis, 12 April 2012
Jumat, 13 April 2012 | 0 komentar

Siswa SD Tulungagung Belajar di Rumah Pengap

Selasa, 03 April 2012 | 20.00.00 | 0 komentar

Tulungagung - Sedikitnya 40 siswa kelas 3 dan kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Blimbing I Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa belajar di rumah warga. Ruang kelas mereka rusak parah akibat dimakan usia sejak enam bulan lalu.

Mereka terpaksa memindahkan peralatan belajar ke sebuah rumah kosong milik warga. "Ruangannya pengap dan kurang cahaya," kata Mifta, salah satu siswa, Selasa, 3 April 2012.

Ruangan yang dipergunakan kosong tanpa perabotan. Ruang kelas darurat itu jauh dari layak. Seluruh dindingnya yang berjamur dan mulai mengelupas di sana-sini. Kondisi diperparah dengan atap rumah yang bocor.

Kepala SDN Blimbing I, Ninik Nurtiwijayani, mengatakan usai dilakukan pembongkaran karena rusak, hingga kini dua kelas itu belum juga diperbaiki. Meski telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat tak ada upaya perbaikan hingga sekarang. "Kami diprotes orang tua murid karena ruang sekolah tak layak," ujarnya.

Sebelum meminjam rumah warga, para siswa sempat belajar bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang tersisa. Namun hal ini tak berjalan lama karena mengganggu konsentrasi belajar siswa. Ninik berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menjelang pelaksanaan ujian sekolah nanti.

Kepala Bagian Humas Pemkab Tulungagung, Mariani, belum bisa dimintai konfirmasi. Beberapa kali telepon genggamnya tak bisa dihubungi hingga berita ini diturunkan.

HARI TRI WASONO

Sumber: TEMPO.CO | Selasa, 03 April 2012
Selasa, 03 April 2012 | 0 komentar

Satpol PP Tulungagung Razia Pelajar Bolos

Kamis, 22 Maret 2012 | 04.35.00 | 0 komentar

Tulungagung, - Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar razia pelajar bolos di sejumlah warung kopi maupun kafe remang-remang yang ada di sekitar wilayah kota setempat, Rabu.

Kepala Satpol PP Tulungagung Soeroto mengatakan, razia yang mereka gelar mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB tersebut setidaknya berhasil menemukan tujuh pelajar bolos yang semuanya masih mengenakan seragam sekolah.
"Ketujuh siswa ini lantas kami bawa ke kantor Satpol PP untuk selanjutnya diberi pembinaan sekaligus peringatan," katanya.

Dikatakannya, saat terjaring razia petugas, ketujuh pelajar itu diketahui sedang asyik bermalas-malasan sambil minum kopi dan rokokan di warung kopi Kelurahan Bago, sementara sebagian lainnya bermain game online di sebuah warnet yang ada di jalan Antasari, Kota Tulungagung.

"Setelah dilakukan pendataan dan sedikit arahan untuk pembinaan, mereka kemudian kami kembalikan ke sekolah masing-masing dengan cara dijemput oleh pihak sekolah," terang Soeroto.

Penertiban terhadap siswa bolos di wilayah Kabupaten Tulungagung selama ini memang acapkali digelar Satpol PP dan kepolisian setempat. Tujuannya, selain untuk penertiban dan kedisiplinan, operasi yang digelar polisi biasanya dimaksudkan untuk mengantisipasi kenakalan remaja, narkoba, maupun potensi tindak pidana lainnya.

Tidak hanya di kalangan pelajar, budaya bolos ditengarai juga mewabah di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) setempat. Indikasi ini menguat seiring budaya ngopi dan "nyethe" (menghisap rokok yang telah diolesi ampas minuman kopi) yang kian menjamur di ratusan warung-warung setempat.

Satpol PP selama ini telah bekerja keras dalam segala potensi ketidakdisiplinan siswa maupun pegawai di lingkungan daerah setempat. Namun keterbatasan personel serta anggaran untuk operasional, upaya penertiban sejauh ini masih jauh dari maksimal.

"Jika memang ingin menertibkan, sebaiknya serius. Jangan asal kejar target, itu tidak mendidik dan tidak akan menyelesaikan akar persoalan," ujar M Ichwan, salah seorang remaja setempat yang juga seorang aktivis lingkungan. (*)

Sumber: antarajatim.com | 21 Mar 2012
Kamis, 22 Maret 2012 | 0 komentar

Eva Ajari Guru Desa Bersikap Kritis

Kamis, 15 Maret 2012 | 15.44.00 | 0 komentar

Jakarta - Banyak cara yang dilakukan oleh anggota DPR ketika turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Salah satunya adalah dengan memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA.

Hal itu yang dilakukan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Eva memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA terkait dengan 4 pilar kebangsaan yang juga disosialisasikan oleh MPR.

"Ada 67 orang guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP dan SMA se Kabupaten Tulungagung Jawa Timur," ujar Eva kepada INILAH.COM, Rabu (14/3/2012).

Jelas Eva, pengajaran ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis guru-guru terhadap prinsip dan konsekuensi berkonstitusi (Constitutionalism) dan ber-ideologi Pancasila. Hal ini yang dinilainya masih kurang dipahami oleh para pengajar.

"Paham konsensus berbangsa berupa 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) beserta tantangan-tantangan terhadapnya di masyarakat," lanjutnya.

Bagi perempuan asal Kediri Jawa Timur ini, masalah internalisasi Pancasila kini sudah mulai menipis di kalangan pelajar dan juga pengajarnya. Sehingga perlu kurikulum dan pemahaman dari pengajar. Untuk itu, Eva mengaku dalam pembelajarannya, mengajak para guru tersebut untuk berpikir dan mengambil kesimpulan dari hasil analisanya.

"Dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan kunci, peserta diajak menganalisa dan menyimpulkan," katanya.

Jelasnya, para guru diajak untuk berpikir dan menganalisa masing-masing sila. Seperti sila pertama yang harus dianalisa dalam konteks terkini. Contoh, persoalan penutupan gereja, penyerangan Ahmadiyah, maupun persoalan keagamaan seperti maraknya aliran sesat.

"Prosesnya dimulai dengan pengantar dari seorang pakar untuk memancing peserta merenungikan kembali Pancasila. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan makna dari tiap-tiap sila dalam Pancasila," jelasnya.

Menurutnya, hal ini dinilai ampuh terutama di daerah-daerah. Apalagi, pemahaman tentang kebangsaan dan persoalan-persoalan yang sensitif sering menjadi pemicu lahirnya konflik sosial. Jelas Eva, banyak yang dihasilkan dari program mengajar para guru ini.

"Sepuluh buah spanduk di 4 kota, 1 kali audiensi dengan Gubernur, 2 kali dengan Walikota, 1 kali dialog dengan parlemen dihadiri 10 orang Wakil Rakyat, 1 kali dialog dengan Kapolres," jelasnya.[dit]

Sumber: inilah.com | Kamis, 15 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012 | 0 komentar

Huko Park Diramaikan Lomba Mural

Senin, 12 Maret 2012 | 17.57.00 | 0 komentar

Lomba Mural (melukis dengan media dinding) yang kemarin tertunda dilaksanakan karena hujan, akhirnya pada Minggu, 11 Maret 2012 telah sukses digelar. Para peserta yang sehari sebelumnya tidak bisa melaksanakan lomba telah berdatangan sejak pukul 07.00 WIB untuk registrasi ulang dan pengundian tempat media melukis Mural yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Sebagaimana dituturkan oleh Drs. Adri Wiyono, Panitia lomba, Huko Park yang tempatnya di sekitar lapangan olah raga Desa ketanon, semula hanya dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berekreasi secara murah meriah, pada Minggu pagi ini banyak didatangi siswa peserta lomba mural dan para guru pembimbningnya, serta tidak ketinggalan masyarakat luas yang ingin menyaksikan lomba.

Acara yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir sampai pukul 13.00 tersebut diikuti oleh siswa tingkat SLTP, dan SLTA dengan jumlah peserta sekitar 180 siswa. Kegiatan Lomba Lukis Mural yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2012 ini, mendapatkan apresiasi yang positif dan meriah. Terbukti dari jumlah peserta yang datang dan para pengunjung yang ikut menyaksikan lomba.

Menurut Kepala BLH Kabupaten Tulungagung Drs. H.Winarto, M.M kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memasyarakatkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan melukis mural, siswa dapat mengimplementasikan imajinasinya dalam wujud lukisan yang bertemakan lingkungan hidup. Lebih jauh Winarto berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya dapat memberikan pembelajaran terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan, namun juga dapat dipakai sebagai sarana penyaluran bakat siswa di bidang seni lukis mural dan sarana rekreasi keluarga.

Sumber: tulungagung.go.id | Senin, 12 Maret 2012
Senin, 12 Maret 2012 | 0 komentar

Gaji Pegawai Tulungagung Digondol Perampok

Selasa, 06 Maret 2012 | 11.33.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kawanan perampok menjarah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Senin dini hari, 5 Maret 2012. Pelaku membawa kabur satu unit brankas berisi gaji pegawai senilai Rp 109 juta yang seharusnya dibayarkan hari ini. "Penjaga kantor kami diikat dan disekap," kata Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Bambang Sukarjono, Senin siang, 5 Maret 2012.

Menurut Bambang, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah 15 orang mengendarai dua buah mobil dan langsung masuk ke dalam kantor setelah melumpuhkan dua penjaga malam.

Para pelaku diduga mengetahui seluk-beluk kantor. Mereka langsung mencongkel jendela ruang bendahara dan mengetahui terdapat uang ratusan juta yang disimpan di dalam brankas. Namun Bambang enggan mencurigai keterlibatan orang dalam pada kasus tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Tulungagung, Ajun Komisaris Besar Whisnu Hermawan, menjelaskan pihaknya sudah mengumpulkan petunjuk ihwal pelaku. Diperkirakan mereka bukan orang asli Tulungagung. "Ini terlihat dari logat bicara mereka yang didengar penjaga," ujarnya.

Saat ini dua penjaga sedang menjalani pemeriksaan di Markas Polres Tulungagung. Keduanya bisa menjadi saksi kunci untuk menguak identitas pelaku. "Soal keterlibatan orang dalam juga kami selildiki," ucap Whisnu.

HARI TRI WASONO

Sumber: TEMPO.CO | Senin, 05 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012 | 0 komentar

Dipukul Guru Olahraga, Siswa SD Lapor Polisi

Sabtu, 21 Januari 2012 | 18.44.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG- Muhammad Barudin siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri Bangoan I Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung mendatangi Mapolres Tulungagung. Kepada petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UUPA), bocah yang bertempat tinggal di Desa Bangoan itu menunjukkan pipinya.

Dia mengaku telah dipukul Ishak (28) guru olah raganya. Tanpa tahu apa kesalahanya, warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru itu tiba-tiba memperlakukanya secara kasar. "Karena takut saya tidak berani sekolah," tuturnya kepada petugas, Jumat (20/1/2012).

Untuk diketahui insiden fisik itu terjadi pada 12 Januari 2012. Saking takutnya terhadap Ishak, Barudin tidak berani masuk sekolah. Itu dilakukanya selama seminggu.

Surip (70) nenek Barudin yang mengetahui itu langsung menegaskan duduk perkara yang terjadi. Kepada si nenek, pelapor mengaku dituduh memukul siswa lain. Karena tidak juga mau mengakui tuduhan yang tak pernah dilakukanya, terlapor meradang. Tanganya pun mendarat ke pipi Barudin.

"Karena tidak tahan terus-terusan bolos, akhirnya hari ini saya melapor kemari," terangnya.

Surip mengatakan bahwa cucunya tergolong anak yang penakut. Karenanya dia tidak percaya jika Barudin berkelahi apalagi menyakiti orang lain. "Yang pasti saya tidak terima cucu saya diperlakukan sewenang-wenang. Karenanya saya antarkan untuk melapor ke kepolisian," tuturnya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi I Dewa Gde Juliana membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini petugas masih meminta keterangan pelapor termasuk melakukan visum terhadap bagian pemukulan.

"Kalau memang terbukti melakukan penganiayaan terlapor bisa dijerat dengan pasal 80 UU RI Tahun 2003 Tentang Perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.
(Solichan Arif/Koran SI/ugo)

Sumber: okezone.com | Jum'at, 20 Januari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012 | 0 komentar

Diguyur Hujan Deras, SDN 1 dan 2 Tunggulsari Tergenang Air

Selasa, 17 Januari 2012 | 01.13.00 | 0 komentar

Tulungagung - Halaman SDN 1 dan 2 Tunggulsari – Kedungwaru tak ubahnya kolam renang dadakan.
Hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur kota Tulungagung sejak 5 hari yang lalu.
Akibatnya di sejumlah tempat berubah jadi genangan air tak terkecuali di SDN 1 dan 2 Tunggulsari.
Air setinggi lutut atau 57 centimeter memenuhi halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas. Dampaknya kata kepala SDN 1 Tunggulsari, Tri Murti Rahayu, para siswa harus dipulangkan 3 jam lebih awal karena setiap jam 1 siang hujan mulai turun dan air masuk ke dalam ruang kelas.
Intensitas hujan yang cukup tinggi ini berakibat proses belajar mengajar siswa terganggu.
Dan untuk mencegah genangan air meluas pihak sekolah dibantu warga sekitar bergotong royong membuat saluran pembuangan air darurat ke sungai.
Ini dilakukan karena sejak tahun 2005 tiap musim hujan selalu menjadi langganan banjir. Dan acapkali dilaporkan ke pihak pemerintah desa belum ada pembenahan.


Sumber: liiur.com | 16 January 2012
Selasa, 17 Januari 2012 | 0 komentar

Berantas Korupsi Lewat Olimpiade di Tulungagung

Selasa, 27 Desember 2011 | 22.41.00 | 0 komentar

Ratusan murid MI, MTs dan MA di Tulungagung mengikuti Olimpiade Anti Korupsi untuk peringati hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-66.

Choirul Huda Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 (Mandua) Tulungagung seperti dilaporkan Ari dari Liur FM Tulungagung, Selasa (27/12/2011), mengatakan, olimpiade ini bertujuan melatih kejujuran, kedisiplinan, dan rasa percaya diri peserta.

Hal tersebut sesuai tema hari Amal Bakti Kementerian Agama “Memperteguh Komitmen untuk Membangun Kementerian Agama yang Bebas dari Korupsi“. Olimpiade ini digelar mulai Senin (26/12/2011) kemarin.

Choirul Huda menambahkan, tekad bebas dari korupsi dimulai dari bidang pendidikan. Ia juga berharap agama dapat menjadi icon pemberantasan korupsi. Karena itu, agama menjadi satu dari 3 pelajaran yang diolimpiadekan selain Matematika dan Bahasa Inggris. (xen/tin)

Sumber: suarasurabaya.net | 27 Desember 2011
Selasa, 27 Desember 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan