Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Komikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komikus. Tampilkan semua postingan

Komik Batman Ternyata Digambar di Tulungagung

Jumat, 19 April 2013 | 02.07.00 | 0 komentar

SURABAYA - Tidak banyak yang tahu, bahwa komik tokoh fiksi Batman yang populer di seantero dunia, ternyata dibuat di sebuah rumah di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur.

Seorang mantan tukang gambar sampul lembar kerja siswa (LKS) SD, menjadi sang maestro di balik terciptanya komik tersebut.

Ardian Syaf namanya. Pemuda 33 tahun, sudah tiga tahun terakhir menjadi komikus DC Comics, sebuah perusahaan penerbit asal New York, Amerika Serikat, yang disebut-sebut salah satu yang terbesar dalam bidang penerbitan komik di dunia.

Ardian dipercaya DC menggambar komik Batman. Sebuah kepercayaan yang luar biasa, mengingat Batman merupakan salah satu brand terbesar DC dalam mengeruk laba.

Sebetulnya, Aan, begitu Ardian biasa dipanggil, mengaku tidak pernah menyangka bisa meraih kesuksesan yang ia dapatkan sekarang. Sarjana Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang, sebelumnya hanya berambisi menjadi komikus lokal.

“Saya sebetulnya tidak pernah berpikir sampai seperti sekarang ini. Menjadi komikus memang cita-cita saya sejak kecil, tapi enggak pernah berpikir sampai jadi seperti sekarang,” ujar Ardian, yang oleh rekan-rekannya dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja.

Kesuksesan Ardian mendapat kepercayaan dari DC, tidak datang dengan sendirinya. Ia tidak serta merta mendapatkan itu dengan keberuntungan semata, tapi juga kerja keras.

Sejak 2005, Ardian intens mengirimkan hasil karyanya lewat internet ke sejumlah penerbit komik luar negeri. Beberapa penolakan pernah dirasakan. Sempat pula karyanya diterima, tapi lewat sistem bagi hasil.

“Namanya penerbit kecil, jadi ya pendapatannya tergantung hasil penjualan komik di pasaran. Kalau laku dan untung, ya saya dapat bagian. Kalau tidak, ya tidak dapat apa-apa,” ungkapnya.

Perjuangan Ardian untuk terus mengirim karya, berbuah manis pada 2009. Ia mendapat kontrak eksklusif dua tahunan dari DC Comics.

DC pun mengapresiasi hasil coretan tangan ayah satu anak. Bukti yang tak terbantahkan, ia menerima sodoran perpanjangan kontrak dari perusahaan yang sudah berdiri sejak 1934.

Selain Batman, beberapa komik The Green Lantern, tokoh superhero yang lebih dikenal masyarakat Indonesia lewat film ketimbang komik, juga dipercayakan kepada Ardian.

Selain kemapanan materiil, ketenaran nama ia dapatkan. Surat pujian dari fans mengalir deras lewat berbagai surat elektronik maupun media sosial.

Fans komik Batman dari berbagai pelosok dunia, bangga luar biasa bila bisa mendapat tanda tangan dari pemuda Rejotangan. Entah, sudah berapa ribu kamar tidur remaja di dunia, memampang poster Batman hasil coretan tangan pemuda, yang dikenal oleh teman-teman kuliahnya pandai memasak.

Undangan untuk mengikuti konvensi komik dunia, juga bukan lagi hal yang aneh buat Ardian.

Tak Lupa Tanah Air

Tapi, sukses menjadi komikus dunia tak membuat Ardian lupa pada kampung halamannya. Ia masih seorang anak Indonesia yang tak lupa pada Tanah Air kebanggaannya.

Hal itu ia ekspresikan pada komik buatannya. Pada sebuah adegan misalnya, Ardian menggambarkan baliho bertuliskan Jokowi di Gotham City, kota rekaan di komik Batman.

Sudah barang tentu, gambar itu ia buat ketika Indonesia tengah heboh-hebohnya dengan pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ada pula adegan di mana seorang tokoh digambarkan Ardian memakai topi bertuliskan ‘The Great Help City’. Itu adalah cara Ardian memelesetkan nama kota kelahirannya (Tolong Agung=Great Help).

Ardian pun hingga kini tetap menjadi sosok yang bersahaja dan berjiwa sosial tinggi. Salah satu yang membuat haru para penggemarnya, ia pernah melelang hasil karyanya untuk renovasi sebuah musala di kampung halamannya.

Pengumuman lelang selembar sketsa Batman hasil karyanya, langsung ia buat di akun Facebook miliknya. Dalam waktu cepat, sketsa itupun terjual ke salah satu fans.

“Saya bersyukur, bisa membantu dengan apa yang saya miliki,” ucap Ardian.

Sikap mulia Ardian pun tak berhenti di situ. Meski namanya sudah berkibar di mata dunia, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat komik Indonesia kembali ke masa kejayaannya.

“Sebuah hal yang sulit memang, karena peminat komik asli Indonesia masih sangat minim. Tapi, saya tetap punya cita-cita untuk membuat komik yang bisa membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” harapnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com | Kamis, 18 April 2013
Jumat, 19 April 2013 | 0 komentar

Ardian Syaf, "Batman" dari Tulungagung

Selasa, 19 Februari 2013 | 20.03.00 | 0 komentar

Goresan tangan seorang komikus asal Desa Tenggur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, telah diakui oleh penerbit komik terkenal Amerika Serikat sebesar DC Comics. Itulah Ardian Syaf (33). Dari tangannya lahir jagoan super seperti Batman dan Superman, dan lainnya. Sarie Febriane

Komikus Ardian Syaf pada Januari lalu dikerumuni penggemarnya, mulai dari remaja sampai diplomat asal Kedutaan Besar Singapura. Mereka meminta Ardian menandatangani dan menggambar sosok Batman pada selembar kaus oblong. Setelah memperoleh tanda tangan dan coretan gambar dari Ardian, diplomat itu mengajak berfoto bersama Adrian.

Selain sang diplomat itu, di antara penggemar Ardian tampak juga sutradara Rizal Mantovani dan pemain sinetron Marcelino Lefrandt. Mereka antusias bertemu Ardian. Foto bareng, tanda tangan di atas koleksi komik Amerika, dan coretan gambar tokoh komik menjadi tiga hal yang diminta penggemarnya dari Ardian. Suasana itu menjadi bukti betapa goresan tangan Ardian sangat dikenal penikmat komik terbitan DC Comics.

Siang itu Ardian, atau akrab disapa Aan, didaulat tampil dalam festival komik Amerika @ameri-Con dalam rangka ulang tahun ke-2 @america, Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di Pacific Place, Jakarta. Dia diminta berbagi cerita tentang kiprahnya sebagai komikus yang beberapa tahun terakhir ”bermain” di arena internasional.

Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang ini sudah dua kali dikontrak penerbit besar DC Comics di AS. Di bawah DC Comics, Aan sebagai penciler menggarap komik-komik legendaris yang mengusung sosok superhero, di antaranya Batman, Superman, Batgirl, dan Green Lantern. Penciler adalah istilah untuk menyebut komikus yang menerjemahkan naskah ke dalam bahasa gambar.

Hadiah dari ”Bobo”

Aan mengaku sejak kecil bercita- cita menjadi komikus. Kecintaannya pada komik serupa dengan cinta pada pandangan pertama. Ketika duduk di kelas I sekolah dasar, dia mendapatkan hadiah komik dari majalah Bobo karena mengirimkan jawaban Teka Teki Silang.

Komik pertamanya itu demikian mengesankan bagi Ardian kecil. Komik itu pula yang membawanya berfantasi di jagat komik. Aan kecil pun bercita-cita ingin menjadi pembuat komik alias komikus. Sang ayah, seorang pegawai negeri, juga kerap membelikan Aan berbagai komik yang dibeli di pasar loak.

Lulus kuliah tahun 2004, Aan membayangkan diri menggambar komik untuk penerbitan media massa lokal di Jawa Timur. Cita-citanya menjadi komikus masih mengendap dalam ruang batinnya.

Seorang teman lalu memberi tahu dia untuk mengirimkan lamaran ke digitalwebbing.com, sebuah situs internasional yang menjadi forum komikus sedunia untuk mendapatkan proyek komik di berbagai negara. Namun, selama dua tahun bergabung, Aan tak kunjung mendapatkan tawaran bekerja sama.

Meski begitu, dia dengan ikhlas menerima ajakan kerja sama dari beberapa negara untuk menggarap komik debutan tanpa bayaran. Proyek-proyek tanpa bayaran itu dia perlukan untuk mengasah kemampuannya menggambar.

Beberapa proyek kecil pun diterimanya, dengan bayaran hanya sekitar 25 dollar AS per halaman untuk komik pendek delapan halaman. Selain itu, Aan pun mengerjakan permintaan sebagai penata letak buku Lembar Kerja Siswa SMA dengan bayaran Rp 2.500 per halaman.

”Dulu, ibu saya pernah khawatir, ’Aan, dari menggambar bisa kerja apa ya’?” kata Aan menirukan ucapan ibunya.

Suatu saat anak Aan sakit. Ia amat gundah dengan biaya pengobatan. Nyaris dia mengendapkan cita-citanya menjadi komikus. Ia lalu melamar pekerjaan di sebuah koran lokal sebagai penata letak.

Di tengah kesulitannya itu, salah seorang penulis naskah komik asal Irlandia bernama Catie mengirim e-mail. Isinya, memberi informasi tentang penerbit cukup ternama di AS, Dabel Brothers Publishing, tengah mencari penciler untuk komik Dresden Files.

Catie adalah penulis yang pernah bekerja sama dengan Aan menggarap komik-komik kecil. Rupanya keyakinan, keteguhan, dan ikhtiar Aan mulai menemui jalannya. Penerbit tersebut akhirnya memercayakan Aan untuk menggarap komik Dresden Files: Welcome to the Jungle nomor 1-4. Sejak itulah, karya Aan kian dilirik oleh penerbit besar internasional.

”The Great Help City”

Tawaran menggarap proyek pun berdatangan, hingga penerbit besar asal AS, DC Comics, dua kali mengontrak Aan secara eksklusif untuk menggarap berbagai komik superhero. Penerbitan yang berdiri sejak 1934 dan kini di bawah Warner Bros Entertainment itu melahirkan sejumlah tokoh komik superhero legendaris, di antaranya Superman, Batman, Wonder Woman, dan Green Lantern.

Hingga kini, sudah sederet komik superhero yang digarap Aan, misalnya Superman/Batman nomor 68-71, Green Lantern Corps nomor 49-52, Brightest Day nomor 0-25, dan Batgirl nomor 1. Aan pun dihargai hingga 300 dollar AS per lembar.

Dalam komik-komik internasional garapannya itu, Aan kerap menyisipkan unsur-unsur keindonesiaan, mulai dari penampakan baliho bergambar Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan wakilnya, Basuki, dalam komik Batgirl #1 yang berlatar cerita di Jakarta.

Ada pula topi yang dipakai salah satu tokoh komik bertuliskan ”The Great Help City” alias Kota Tulungagung, juga tengkorak yang mengenakan belangkon, dan entah apa lagi yang akan menyusul.

Meski telah menjadi komikus yang diperhitungkan di arena internasional, Aan tetap rendah hati dan sederhana. Dia merasa tenteram tinggal di Desa Tenggur dan mengajari anak- anak di lingkungannya belajar menggambar.

Aan juga masih memendam cita- cita lainnya, yakni menggairahkan kembali komik Indonesia....

Sumber: KOMPAS.com | Selasa, 19 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan