Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Media Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jambore Indonesia Fiat Club

Kamis, 12 Mei 2011 | 20.03.00 | 0 komentar

Sleman - Museum Merapi Sleman bakal jadi ajang penyelenggaraan Jambore Indonesia Fiat Club 2011, Sabtu-Minggu (14-15/5). Ketua Umum Yogyakarta Fiat Club Teguh Santoso SE yang juga selaku ketua penyelenggara kepada KR, Rabu (11/5) mengatakan, jambore ini diadakan untuk memperingati HUT ke-20 Yogyakarta Fiat Club dengan proklamator Krisnam, 10 Mei 1991.

Dengan slogan ‘Di dalam Fiat kita bersatu Bersama Fiat kita bersaudara’, Teguh mengaku senang, karena organisasinya bisa bertahan memasuki usia 20 tahun dan terus melakukan kegiatan seperti arisan bulanan, kumpul-kumpul malam Minggu dll.

Jambore akan dimeriahkan berbagai lomba seperti Fiat Original Contest, Fiat Modivikasi Contest, Fiat Fun Dragrace, Fiat Tuning Contest dan Fiat Pitstop Challenge (ganti ban). Sedang Fiat Modifikasi Contest meliputi The Best Paint, The Best Audio, The Best Engine Look, The Best Interior dan Fiat Low Rider Car (ceper). Dalam acara HUT ini juga ada game berhadiah 3 buah mobil Fiat dan sebuah Vespa dengan pendaftaran Rp 60 ribu dan Rp 20 ribu.

Sampai Selasa (10/5), kata Teguh, jumlah mobil peserta yang akan diikutkan dalam jambore sudah 250 mobil, 80 mobil di antaranya dari Yogya. Peserta dari luar Yogya antara lain Jakarta, Cirebon, Tasikmalaya, Banyumas, Semarang, Solo, Trenggalek, Tulungagung, Madiun, Ponorogo, Jember dan Surabaya. Hingga pelaksanaan nanti, Teguh memperkirakan mobil peserta bisa mencapai 300 mobil.(Dwn)-a

Sumber: KR
Kamis, 12 Mei 2011 | 0 komentar

Perdagangan Sapi Lokal Tergusur Sapi Impor

Kamis, 17 Maret 2011 | 13.35.00 | 0 komentar

Cilacap - Perdagangan sapi lokal di Cilacap, Jawa Tengah lesu menyusul masuknya sapi impor. Di Pasar Hewan Pahonjean, Majenang, Cilacap, perdagangan sapi lokal merosot sampai 50 persen akibat sapi impor.

Kepala Pasar Induk Majenang Ngadimin mengungkapkan, dalam kondisi normal setiap hari pasaran sapi yakni pada Rabu dan Sabtu, biasanya sapi lokal yang terjual sebanyak 20 ekor. "Tetapi saat sekarang telah merosot sampai 50 persen, sehingga setiap pasaran sapi lokal yang diperjualbelikan hanya 10 ekor saja," kata Ngadimin, Rabu (16/3).

Penurunan perdagangan sapi lokal tersebut, lanjut Ngadimin, akibat serbuan sapi impor yang telah dibesarkan di Tulungagung, Jawa Timur. "Pola perdagangan sapi impor juga berbeda dengan sapi lokal. Biasanya, kalau sapi lokal perdagangannya di pasar hewan, tetapi sapi impor langsung ke rumah pemotongan hewan (RPH). Setelah disembelih, dagingnya baru masuk ke pasar-pasar,' ujarnya.

Salah seorang peternak sapi di Cilacap, Suparno, mengatakan dengan masuknya sapi impor ke pasaran membuat harga anjlok. "Biasanya untuk sapi berbobot sekitar 5-6 kuintal harganya bisa sampai Rp13 juta. Tetapi saat sekarang paling hanya sekitar Rp11 juta. Padahal, peternak sudah memelihara selama setahun. Harga yang anjlok ini jelas merugikan peternak," keluhnya. (LD/OL-8) (Sumber: MICOM)
Kamis, 17 Maret 2011 | 0 komentar

Gugat Majikan, Eks TKW Minta Bantuan Pemerintah

Minggu, 13 Maret 2011 | 16.09.00 | 0 komentar

Tulungagung - Terinspirasi kasus hukum terhadap Darsem, Ely Choiriyah, 25, mantan buruh migran asal Desa Kepuhrejo, Ngantru, Tulunggung, Jawa Timur menggugat mantan majikan saat dia bekerja di Arab Saudi. Dasar gugatan, Ely mengaku tidak mendapat hak gaji dari selama 4,3 tahun. Selain itu, dia ditelantarkan majikan menjelang akhir masa kontrak dengan cara yang tidak manusiawi di sebuah kawasan pasar di Jeddah.

"Saya dibuang di sebuah tempat asing oleh majikan hingga akhirnya saya ditemukan seorang sopir asal Indonesia pada 13 maret 2010, lalu saya di bawa ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah," tutur Ely kepada sejumlah wartawan di rumahnya di Tulungagung, Minggu (13/3).

Ada lagi, selama di rumah majikan dia tidak boleh keluar dan selalu dipukuli majikan. Dia sangat berharap, pengaduan kasusnya yang sudah disidang Pengadilan di Arab Saudi, didukung pemerintah Indonesia.

Tanpa bantuan dari pejabat di Tanah Air, Ely mengaku pesimis memenangkan kasus tersebut. Terlebih dia tidak pernah menghadiri persidangan karena lebih memilih pulang ke Indonesia. Disisi lain, kabar yang dia dengar pihak majikan bernama Khalil Hayat membuat pembelaan sekaligus menyerang balik dirinya yang dianggap kabur. Faktor sentimen warga lokal dikhawatirkan Ely menjadi pemicu majelis hakim memenangkan pihak majikan.

Lebih jauh Ely mengungkapkan dirinya hanya ingin hak perdatanya yakni gaji selama bekerja di rumah majikan bisa didapapatkan. "Soal pidana mulai saya tidak boleh keluar rumah sampai sering terjadi kekerasan oleh majikan bisa dikesampingkan," tuturnya.

Ely berharap kasus hukuman terhadap Darsem dan solidaritas masyarakat ingin membantunya menjadikan pemerintah bisa membuka mata.

"Walaupun kasusnya beda, saya sangat berharap pemerintah bisa membantu saya dengan serius ," pinta Ely yang diamini sejumlah kerabatnya. (OL-12) [Sumber: MICOM]
Minggu, 13 Maret 2011 | 0 komentar

PKB Jawa Timur Incar Kursi Gubernur

Rabu, 09 Maret 2011 | 05.17.00 | 0 komentar

SURABAYA - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur mengincar kursi gubernur pada pemilihan kepala daerah (pemilu kada) di provinsi itu pada 2014 dengan berbekal kemenangan pemilu kada di sembilan kabupaten/kota selama 2010-2011.

"Target kami memenangi 70 persen pilkada kabupaten/kota terlampaui. Dengan demikian Gubernur Jatim nanti harus berasal dari PKB," kata Ketua Desk Pilkada DPW PKB Jatim Mas'ud Adnan di Surabaya, Selasa (8/3).

Sembilan pemilu kada yang dimenangi PKB adalah Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Tuban.

Itu pun belum termasuk bupati/wali kota dari PKB yang sampai saat ini masih memimpin, di antaranya Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, dan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono.

Dari sejumlah bupati terpilih itu, lanjut Mas'ud, rata-rata adalah kader PKB, bukan kader yang diusung dari partai lain atau simpatisan sehingga hal itu menambah soliditas partai.

Terkait figur yang layak diusung dalam Pemilu Kada Jatim 2014, dia tidak bersedia menyebut nama karena dianggap masih terlalu dini. "Yang jelas calon gubernur nanti harus sesuai kriteria yang ditetapkan PKB," kata Wakil Ketua DPW PKB Jatim itu.

Terkait adanya perpecahan koalisi partai pengusung Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2009-2014, Mas'ud tak bersedia memberikan komentarnya. Ia menganggap pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf masih menjalankan pemerintahan dengan baik, meskipun PKB memberikan beberapa catatan kritis terhadap koalisi partai pengusung.

Pada 2010 di Jatim terdapat 13 pemilu kada, sedangkan 2011 hanya satu pemilu kada di Kabupaten Tuban yang berlangsung beberapa waktu lalu. Pasangan Fatkhul Huda-Nur Nahar Hussein yang diusung PKB meraih kemenangan dengan meraup suara 55,2 persen. (Ant/OL-2)

Sumber: mediaindonesia.com
Rabu, 09 Maret 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan