Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Paket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paket. Tampilkan semua postingan

Polres Tulungagung Kejar Pengirim Paket 'Bom dalam Kotak Nasi'

Senin, 18 Juli 2011 | 12.08.00 | 0 komentar

Tulungagung - Paket 'bom dalam kotak nasi' yang sempat membuat geger warga Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, terus diselidiki aparat Polres Tulungagung. Polisi menduga, pengirim paket tersebut adalah orang yang tinggal di kawasan Ngunut Tulungagung.

"Diduga pengirimnya tinggal di sekitar Tulungagung di wilayah Ngunut. Tapi benar tidaknya alamat pengirim itu, akan kita cek," kata Kapolres Tulungagung, Minggu (17/7/2011).

Kepada detiksurabaya.com, AKBP Agus Wijayanto mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan informasi terkait paket kota nasi yang berisikan kabel dan botol parfum. Namun, mantan Kapolresta Probolinggo ini enggan menjelaskan berapa orang yang sudah dimintai keterangan, maupun siapa orang yang mengirimkan paket tersebut.

"Kita masih menyelidiki, siapa pengirim dan apa motofinya," terangnya.

Meskipun paket kotak nasi berisikan kabel dan botol parfum itu dipastikan bukan bom, mantan Kasatlantas Polwiltabes (sekarang Polrestabes) Surabaya ini mengimbau kepada masyarakat yang menerima barang atau paket yang mencurigakan, untuk segera lapor ke polisi.

"Kalau ada hal yang mencurigakan, segera lapor ke polisi. Polisi pasti siap dan kurang dari lima menit setelah menerima laporan, polisi pasti datang ke TKP," jelasnya.

(roi/bdh)
Sumber:
Senin, 18 Juli 2011 | 0 komentar

Ditemukan di Toko Sepatu, Geger Bom Kotak Nasi

TULUNGAGUNG - Sebuah kotak nasi yang diletakkan di sebuah toko sepatu di Desa Bendilwungu, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Mingu (17/7), membuat warga setempat gempar. Sebab, kotak nasi itu berisi rangkaian yang mirip dengan bom rakitan.

Selain dipenuhi dengan lilitan kabel, kotak tersebut juga dilengkapi dengan benda yang mirip detonator atau pemicu ledakan. Paket mencurigakan tersebut diketahui pertama kali oleh seorang warga bernama Pamuji (48) yang melintas di depan toko sepatu “Raja Murah” sekitar pukul 06.30 WIB.

Kondisi saat itu masih sepi, karena toko tersebut belum buka. Pamuji lalu berusaha memeriksa kotak nasi dari kertas warna putih polos berukuran sekitar 20 x 20 cm tersebut. Ia kemudian mendapati secarik kertas yang ditempel di atas kotak yang bertuliskan alamat tujuan paket. Yaitu dealer Arya Motor milik Abu Sujak di Desa Podorejo, desa sebelah utara Bendilwungu.

Di kotak tersebut juga tercantum nama pengirim paket, yakni Agus Jahri. Pamuji tidak menyentuh kotak nasi tersebut dan memilih untuk melaporkan ke Abu Sujak. Bersama anak sulung Abu Sujak yang bernama Iwan (18), Pamuji kembali ke lokasi paket mencurigakan tersebut. Sementara itu, Iwan tanpa pikir panjang mengambil paket tersebut dan membawanya pulang.

Namun, lagi-lagi muncul kepanikan. Sebab, saat kotak tersebut akan dibuka, ternyata berisi lilitan kabel beserta sebuah benda mirip detonator. “Saat mau dibuka ternyata terlihat lilitan kabel dan detonator,” kata Pamuji.

Warga sekitar sontak gempar dengan paket mirip rangkaian bom tersebut. Warga lalu melaporkan ke Polsek Sumbergempol yang meneruskan laporan tersebut ke Polres Tulungagung. Polisi yang datang ke lokasi segera memasang garis polisi untuk mengamankan kotak dari kerumunan warga sekitar.

Berbeda dengan teror bom sebelumnya, Polres Tulungagung kali ini tidak memanggil tim gegana dari Satuan Brimob Kediri. Seorang anggota Satuan Intel Polres Tulungagung yang mempunyai pengalaman sebagai anggota gegana, diperintahkan untuk memeriksa paket mencurigakan tersebut. Setelah beberapa saat mengutak-atik kotak nasi tersebut, dipastikan paket tersebut aman dan bukan berisi bom.

Saat dibuka secara penuh, seluruh rangkaian yang mencurigakan tersebut ternyata berisi lilitan kabel, dua botol minyak wangi merek gatsby, sebuah korek api, lima buah baterei, serta sepasang kotak booster yang dibuat mirip detonator bom. Polisi langsung mengamankan barang-barang tersebut ke Polres Tulungagung untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Subagyo, paket tersebut memang sengaja dibuat semirip mungkin dengan bom rakitan. Pelaku sengaja mengirimnya untuk menciptakan teror ketakutan di tengah masyarakat. Namun belum diketahui pasti, apakah teror tersebut ditujukan ke toko sepatu Raja Murah atau Arya Motor.

Subagyo meyakini, paket tersebut dibuat oleh orang sekitar, setidaknya pelaku tinggal tidak jauh dari Desa Podorejo atau Bendilwungu. Hal tersebut bisa dilihat dari alamat tujuan paket yang dituliskan dengan nama `Arya Montor`.

Penyebutan “motor” menjadi “montor” biasanya dipakai dalam bahasa warga Tulungagung. “Dari bentuk paket yang dibuat semirip mungkin dengan rangkaian bom, saya yakin ini memang disengaja. Sasaran terornya siapa, kami belum bisa memastikan, apakah ditujukan ke dealer motor itu atau ke toko sepatu di mana paket itu ditemukan pertama kali. Kami akan buru pelakunya,” tegas Subagyo.

Teror paket mirip bom ini menjadi teror ketiga selama tahun 2011 ini di Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya, 1 Mei lalu, sebuah paket dikira bom tergeletak di pinggir jalan Desa Gedang Sewu, Kecamatan Boyolangu. Saat itu, Polres Tulungagung meminta bantuan tim gegana Satuan Brimob Kediri, untuk menjinakannya. Namun saat diledakkan, paket dalam kardus mie instan tersebut berisi nasi, telor mentah, sendok dan garpu.

Sebulan kemudian, tepatnya Jumat 3 Juni, sebuah paket dikira bom menggemparkan warga Perumahan Wisma Indah, Kelurahan/Kecamatan Kedungwaru. Paket tersebut dikirim untuk Sri Nani Wijayanti (37), seorang pegawai bank yang tinggal di Blok B/37.

Polisi dari Polres Tulungagung sempat memanggil tim gegana dari Brimob Kediri untuk mengamankan paket tersebut. Namun sebelum tim gegana sampai di lokasi, Polres Tulungagung berhasil mengidentifikasi paket yang ternyata berisi sebuah headset ponsel.

Sumber: SURYA
| 0 komentar

Paket Mencurigakan di Tulungagung Diperiksa Polisi

Sabtu, 04 Juni 2011 | 22.17.00 | 0 komentar

Tulungagung - Warga perumahan Wisma Indah, Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (3/6) malam, digegerkan dengan adanya paket kotak kayu misterius tanpa alamat pengirim, yang dikirimkan kepada warga setempat.

Sebuah paket kayu ini diterima Srinani, warga perumahan Wisma Indah. Karena merasa tidak mengenal sang pengirim, sekaligus bentuk paket yang mencurigakan, Srinani pun enggan membukanya, khawatir paket mengadung bahan peledak.

Srinani mengungkapkan, paket misterius itu diterima dari rekan kerjanya di BCA Cabang Tulungagung dengan alamat pengiriman tidak jelas. Atas anjuran sang suami, Srinani meletakkan paket itu di tanah lapang, dan langsung melaporkan adanya paket itu ke polisi.

Jajaran Kepolisia Resor Tulungagung yang mendapatkan laporan, langsung memasang garis polisi dan membawa paket misterius itu ke Mapolres Tulungagung. Setelah diperiksa paket itu ternyata berisi head set dan asesoris komputer. Wakalpores Tulungagung Komisaris Polisi Wiyogo Pamungkas menduga, pengirim menggunakan kayu agar isi paket tidak rusak terbentur.(RIZ)

Sumber: Metrotvnews.com
Sabtu, 04 Juni 2011 | 0 komentar

Gegana Ledakkan Bom "Telur Busuk" di Tulungagung

Selasa, 03 Mei 2011 | 10.27.00 | 0 komentar

Tulungagung - Tim Gegana Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur (Brimob Polda Jatim) di Kediri meledakkan paket berisi telur busuk yang diduga bom karena tidak ingin menanggung risiko layaknya bom buku di Utan Kayu, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Paket mencurigakan tersebut ditemukan warga pada Minggu (1/5) petang. "Sepertinya, ada orang yang iseng menaruh paket di belakang baliho dekat jembatan Lembu Peteng," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort (Kabag Operasional Polres) Tulungagung, Kompol Subagyo, Senin.

Orang pertama yang mengetahui keberadaan paket mencurigakan itu adalah Gianto (28), pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di sisi timur jembatan Sungai Ngrowo.

Ia saat itu tengah memasang tenda untuk warung nasi gorengnya, dan secara tidak sengaja menemukan dua kardus mie instan yang ditaruh agak tersembunyi di belakang papan baliho di sebelah timur jembatan.

Gianto penasaran dan mencoba mendekat. Namun, niatannya untuk memeriksa kedua kardus yang di taruh dengan posisi menumpuk itu segera diurungkan begitu melihat bungkusan tertutup rapat, sedangkan di sisi luar kardus terdapat tulisan berupa angka 02 dan 03.

Khawatir bungkusan mencurigakan itu adalah paket bom, Gianto bersama sejumlah warga lantas melaporkan temuan itu ke Polres Tulungagung.

Akhirnya, sejumlah polisi dari satuan intelijen, reserse dan kriminal, serta sejumlah perwira lainnya segera meluncur ke lokasi penemuan bungkusan menucurigakan tersebut.

Petugas tidak langsung membuka paket kardus itu. Mereka memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan lalu meminta bantuan penjinak bom (gegana) dari Brimob Kediri.

Setelah dipastikan lokasi steril, tim gegana mulai memeriksa bungkusan mencurigakan tersebut dengan menggunakan alat pendeteksi logam. Saat bungkusan berkode 02 diperiksa, alat pendeteksi logam berbunyi pertanda di dalam bungkusan ada logam.

Kecurigaan terhadap paket asing itupun meningkat. Seteah dilakukan rapat darurat antara tim gegana dengan Polres Tulungagung, maka diputuskan paket diledakkan.

Tim gegana tampak cekatan memasang alat dan kabel-kabel yang dihubungkan dengan paket tersebut. Tak lama kemudian, mereka meledakkan paket yang berdampak ikut merusak baliho yang menutupinya.

"Ternyata, paket tersebut berisi puluhan telor busuk dan beberapa buah sendok. Benda yang dideteksi alat pendeteksi logam hanya sendok, dan bukan bahan peledak," kata Subagyo.

Satu paket lainnya yang sudah diamankan lebih dahulu turut dibuka tim gegana, dan ternyata hanya berisi nasi. Menurut Subagyo, kemungkinan kedua bungkusan tersebut milik penumpang bus yang baru turun, dan sengaja disembunyikan di belakang baliho.

Hingga kedua paket diamankan polisi, si pemilik kedua paket tersebut belum diketahui. "Kami harap jangan ada lagi yang iseng dengan paket bom. Rakyat sudah panik dan jangan dibuat semakin panik lagi," demikian Subagyo.

Sumber: ANTARA News
Selasa, 03 Mei 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan