Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Sembako. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sembako. Tampilkan semua postingan

Pemkab Tulungagung Gelar Operasi Pasar Murah

Sabtu, 13 Agustus 2011 | 18.46.00 | 0 komentar

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, selama tiga hari terakhir gencar menggelar operasi pasar murah ke sejumlah daerah untuk menstabilkan harga sembilan bahan pokok yang disinyalir terus naik menjelang Lebaran.

"Masyarakat yang berminat untuk membeli sembako murah bisa langsung datang ke lokasi pasar murah. Di sana beberapa kebutuhan pokok, utamanya beras, gula, minyak, dan tepung terigu dijual dengan harga subsidi pemerintah," ujar Kabag Humas Tulungagung Mariyani, Sabtu.

Kebijakan di bidang ekonomi tersebut informasinya bakal terus dilakukan hingga tanggal 27 Agustus mendatang atau H-3 Lebaran.

Ia menjelaskan, operasi pasar tersebut merupakan hasil sinergi atau kerja sama antara Pemprov Jatim dan Pemkab Tulungagung dengan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan terkait, seperti, Perum Bulog, PG Mojopanggung, serta beberapa distributor kebutuhan pokok.

Hasilnya, dari beberapa titik konsentrasi dilaksanakannya kegiatan pasar murah, respons masyarakat terlihat sangat antusias. Mereka bahkan rela mengantri dan berdesakan demi mendapatkan sembako bersubsidi tersebut.

"Selisihnya memang tidak banyak, tapi sudah lumayan lebih murah dibanding harga pasaran," ujar Yustina Rahmawati, salah seorang warga di Jalan Raya Abdul Fatah, Kota Tulungagung.

Ibu muda ini menyebutkan, untuk beras kelas medium dalam operasi pasar hanya dijual dengan harga Rp6.100 per kilogram. Harga itu lebih rendah dibandingkan dengan harga beras dengan kwalitas yang sama di pasaran yang berkisar antara Rp6.800-Rp7.000 ribu per kilogram.

Demikian juga dengan harga minyak goreng kemasan yang hanya dijual dengan harga Rp11.450 per liter atau lebih rendah dibandingkan dengan harga pasaran yang mencapai Rp12.900 per liter.

"Untuk tepung terigu segitiga biru dan gula putih impor yang masing-masing dijual dengan harga Rp6.250 per kilogram serta Rp8.400 per kilogram. Padahal harganya asli tepung terigu ini di pasaran biasanya sekitar Rp7.500 per kilogram, sedangkan gula putih sekitar Rp9.000 per kilogram," kata Yustina.

Bupati Tulungagung Heru Cahyono mengatakan, operasi pasar ini dilakukan dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan bahan bahan pokok dalam mencukupi kebutuhan sembilan bahan pokok seperti gula, beras, minyak goreng, dan tepung.

Harga tersebut disubsidi dari dana provinsi sebesar Rp250 per kilogram dan selebihnya dari pemerintah daerah serta dispensasi dari stakeholder yang terlibat.

Selain menggelar operasi pasar secara keliling dari kecamatan ke kecamatan, Bupati Heru juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana menggelar bazaar sembako murah di depan pendopo kabupaten, terhitung mulai tanggal 19-26 Agustus mendatang.

"Jumlah pembeli tidak dibatasi, tapi untuk teknis pembeliannya kami batasi maksimal hanya 5 kilogram saja, tidak boleh lebih. Ini untuk menghindari aksi borong oleh oknum tertentu demi mendapat keuntungan pribadi," terang Mariyani meneruskan penjelasan Bupati Heru Tjahjono. (Destyan)

Source: Antara Jatim | 13 Agst 2011
Sabtu, 13 Agustus 2011 | 0 komentar

Harga Bahan Makanan Naik Picu Inflasi Jatim 0,62 Persen

Senin, 01 Agustus 2011 | 22.11.00 | 0 komentar

Kenaikan harga bahan makanan memicu inflasi di Jawa Timur pada Juli 2011. BPS Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,62 persen, sedikit lebih rendah dari inflasi nasional 0,67 persen.

Inflasi Jawa Timur terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks kelompok bahan makanan sebesar 1,59 persen disusul kemudian kelompok sandang naik 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,51 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,42 persen, kelompok kesehatan naik 0,16 persen, kelompok perumahan 0,12 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa dan keuangan 0,08 persen.

“Semua kelompok mengalami kenaikan harga. Ini pola-pola umum, pola musiman terutama menjelang puasa,” kata Irlan Indrocahyo Kepala BPS Jatim dalam konferensi pers, Senin (01/8/2011).

Sejumlah komoditas memberikan sumbangan terbesar adanya inflasi karena mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini juga karena mendekati bulan Ramadhan. Seperti beras yang naik Rp 200 per kg dari Rp 7.135 di Juni menjadi Rp 7.695 pada Juli. Demikian pula telur ayam ras dari harga Rp 14.748 pada Juni naik 8 persen menjadi Rp 15.955 pada Juli. Sedangkan ayam ras naik dari Rp 27.320 menjadi Rp 29.825 di Juli.

Menurut Irlan, kondisi tersebut hampir rata terjadi di Jawa Timur. Tapi, inflasi tertinggi dialami Probolinggo dengan 0,92 persen, diikuti Kediri 0,91 persen, Banyuwangi 0,81 persen, Tuban 0,80 persen serta Surabaya 0,54 persen lebih rendah dibandingkan Malang, Sumenep dan Tulungagung.

Dibandingkan 5 tahun terakhir, inlasi Jawa Timur bulan Juli 2011 lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada 2010 lalu yakni 1,83 persen dan 2008 yang sebesar 1,37 persen.

Berdasarkan data BPS, dari ibukota provinsi di Pulau Jawa, enam kota diantaranya mengalami inflasi. Yaitu Serang dengan inflasi tertinggi 1,24 persen, Yogyakarta 0,90 persen, Semarang 0,67 persen, Jakarta 0,61 persen, Surabaya 0,54 persen dan Bandung 0,51 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Manokwari dengan 2,56 persen dan Balikpapan 1,79 persen.(git) Source: suarasurabaya.net
Senin, 01 Agustus 2011 | 0 komentar

Kenaikan Harga Sembako Tak Terkendali

Minggu, 12 Desember 2010 | 23.28.00 | 0 komentar

Seputar Tulungagung - Menjelang Natal dan Tahun Baru, warga Kabupaten Tulungagung tampaknya harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Soalnya, sejak sepekan terakhir, harga kebutuhan pokok di daerah tersebut naik drastis. Demikian pantauan SCTV, Ahad (12/12), di sejumlah pasar tradisional.

Di Pasar Wage misalnya, harga komoditas sayuran, seperti cabai, wortel, kentang, dan bawang merah naik mulai dua hingga tiga kali lipat. Kenaikan itu terjadi dengan cepat, hanya hitungan hari.

Cabai rawit yang semula dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Cabai besar dari Rp 23 ribu naik menjadi Rp 35 ribu. Sedangkan wortel semula Rp 4 ribu menjadi Rp 7.500 per kilogram.

Menurut para pedagang, kenaikan ini dipicu banyaknya petani yang gagal panen akibat banjir dan hujan terus menerus. Kenaikan harga membuat sejumlah pembeli harus menyiasati belanja dengan memilih barang kualitas rendah atau yang nyaris busuk.

Bahkan, ada sayuran yang harga jual setiap harinya naik dari semula Rp 3.500 per kilogram menjadi Rp 7.500 per kilogram. Sementara bawang putih dan bawang merah stabil di harga Rp 18 ribu per kilogram. Sedangkan tomat naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Pedagang memprediksi kenaikan harga terus terjadi hingga menjelang Natal dan Tahun Baru. Warga berharap pemerintah melakukan tindakan nyata untuk menekan harga kebutuhan pokok yang terus naik.(BJK/ULF)

Sumber: Liputan6.com
Minggu, 12 Desember 2010 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan