Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Kereta Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kereta Api. Tampilkan semua postingan

PKL Stasiun Tulungagung Belum Terima Bantuan Tenda

Senin, 29 September 2014 | 23.55.00 | 1 komentar

Tulungagung - Pedagang kaki lima Stasiun Tulungagung, Jawa Timur, hingga kini belum menerima bantuan tenda darurat sarana relokasi sementara mereka berjualan sebagai imbas pelaksanaan program revitalisasi asset lahan PT KAI di sekitar stasiun setempat.

"Sesuai kesepakatan dan janji mereka (PT KAI), pedagang di sini baru akan pindah ke lokasi penampungan sementara apabila sudah tersedia tenda darurat," kata Sukar, salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan di kompleks pusat jajanan dan makanan "kaki lima" di Stasiun Tulungagung, Senin. Read More

Sumber: Antara Jatim | 29 Sept 2014
Senin, 29 September 2014 | 1 komentar

PKL Stasiun Tulungagung Minta Perpanjangan Waktu Relokasi

Selasa, 16 September 2014 | 02.12.00 | 0 komentar

Tulungagung - Sejumlah warga dan pedagang kaki lima yang menempati aset lahan milik PT KAI, di sekitar Stasiun Tulungagung, Jawa Timur, meminta perpanjangan batas waktu relokasi hingga akhir pekan pertama Oktober.

"Pemberitahuannya terlalu mepet. Kami tidak siap jika harus pindah segera," kata Suratin (40), salah seorang pedagang aneka minuman yang berjualan di lahan milik PT KAI, Senin. Read More
Sumber: antarajatim.com | 15 Sept 2014
Selasa, 16 September 2014 | 0 komentar

Perjalanan Delapan Kereta Api Terganggu

Senin, 26 Desember 2011 | 01.31.00 | 0 komentar

Tulungagung - Perjalanan delapan kereta api dari dan menuju Malang terganggu akibat anjloknya kereta api Rapih Dhoho di Desa/Kecamatan Rejotangan, sekitar 200 meter dari stasiun Rejotangan.

Menurut Kepala Stasiun Kereta Api Tulungagung, Kukuh Heri, Minggu, Prabowo, sampai gerbong kereta Rapih Dhoho dievakusi, jalur tersebut tidak bisa dilalui delapan jenis kereta.

"Ada 8 kereta yang setiap hari lewat di jalur tersebut. Selama evakusi belum dilakukan, maka perjalanan kereta-kereta tersebut akan terganggu," terangnya.

Kereta-kereta tersebut antara lain, kereta eksekutif Gajayana dari Malang ke Jakarta dan sebaliknya, kereta bisnis Malabar dari Malang ke Bandung dan sebaliknya, kereta bisnis Senja Kediri dari Malang ke Pasar Senen dan sebaliknya, serta kereta ekonomi Matarmaja tujuan Malang-Jakarta dan sebaliknya.

Sedangkan proses evakusi sendiri belum bisa dipastikan kapan bisa selesai, sebab masih menunggu kereta Kumbakarna.

"Kami di stasiun Tulungagung belum bisa memastikan kapan evakusi selesai dilakukan, karena masih menunggu kereta Kumbakarna," katanya.

Namun dipastikan seluruh calon penumpang kereta-kereta tersebut tetap akan terangkut. Kukuh menjelaskan, kereta yang berangkat dari Malang akan memutar lewat Surabaya.Dari Surabaya, kereta akan bergerak menuju stasiun kereta api Kertosono.
Sementara calon penumpang yang sudah memegang tiket akan diantarkan dengan bus menuju stasiun kereta api Kertosono, dan tinggal menunggu kedatangan kereta.

"Seluruh calon penumpang yang sudah memegang tiket kami berangkatkan dengan bus menuju stasiun Kertosono. Sedangkan kereta dari Malang akan memutar lewat Surabaya, lalu menuju Kertosono dan mengangkut penumpang dari sana," terangnya.

Untuk calon penumpang kereta Senja Kediri diberangkatkan pukul 16.00 WIB, sedangkan calon penumpang Malabar dan Gajayana diberangkatkan pukul 19.00 WIB. (Destyan)

Sumber: antarajatim.com | 25 Des 2011
Senin, 26 Desember 2011 | 0 komentar

Kereta Rapih Dhoho Anjlok di Tulungagung

Tulungagung - Kereta Api Rapih Dhoho dari Malang ke Surabaya lewat Kertosono, anjlok di Desa/Kecamatan Rejotangan, sekitar 200 meter dari Stasiun Kereta Rejotangan.

"Sekitar pukul 10.36 WIB, kereta berangkat dari Stasiun Rejotangan. Namun baru 200 meter ke arah selatan terdengar suara gemeletak, ternyata roda kereta keluar dari rel," terang Kepala Stasiun Rejotangan, Sugopar.

Dari enam gerbong kereta, empat di antaranya anjlok keluar dari rel, sementara lokomotif CC 20108 dan dua gerbong terdepan selamat.

Saat peristiwa tersebut terjadi, kereta dalam kecepatan rendah sehingga tidak sampai menimbulkan korban luka. Sekitar 200 penumpang dibawa dengan dua gerbong yang tersisa menuju stasiun Tulungagung, dan ada pula yang melanjutkan perjalanan dengan naik bus.

"Penumpang kami angkut dalam dua gerbong terdepan yang tidak ikut anjlok, lalu kami bawa ke Stasiun Tulungagung," terangnya.

Pihak PT KAI dibantu polisi dari Polres Tulungagung melakukan penyelidikan di lapangan, untuk mencari penyebab anjloknya kereta.

Dugaan sementara, anjloknya kereta Rapih Dhoho karena rel pengganti yang ditaruh di sebelah rangkain rel terjatuh tepat di atas landasan dengan posisi miring.

Jatuhnya rel pengganti ini diduga karena geteran kereta lewat. Roda kereta lalu melindas rel pengganti dan mengikuti alur rel tersebut ke arah luar, sehingga roda tersebut lepas dari alur rel yang semestinya.

"Dugaan sementara karena adanya bilah rel pengganti yang jatuh ke atas rel yang asli, sehingga roda kereta keluar mengikuti alur rel pengganti. Tapi lebih pastinya masih menunggu hasil penyelidikan,'imbuh Sugopar.

Akibatnya sebanyak sepuluh as roda kereta mengalami kerusakan. Sementara proses evakusi gerbong yang anjlok masih menunggu kereta Kumbakarna yang didatangkan dari Yogyakarta.

"Kami sudah melapokan kejadian ini ke Pengandali Operasi kereta api di Madiun. Nantinya mereka yang akan menentukan kebijakan selanjutnya," pungkasnya.(Destyan)


Sumber: antarajatim.com | 25 Des 2011
| 0 komentar

Kereta Api Doho Tabrak Truk Tebu

Jumat, 12 Agustus 2011 | 19.35.00 | 0 komentar

Kecelakaan kereta api dengan truk terjadi di perlintasan liar daerah Rejotangan perbatasan Blitar - Tulungagung pukul 13.34 WIB. Truk bermuatan tebu sedang dievakuasi pihak KA.

Sri Winarto, Kepala Humas PT. Kereta Api Daops 8 kepada Suara Surabaya, Jumat (12/8/2011) mengatakan, kecelakaan antara kereta api dan truk tebu terjadi di perlintasan liar yang tak terjaga karena tak ada rambu-rambu lalu lintas.

Kata Sri Winarto kecelakaan kereta api Doho jurusan Blitar - Kertosono – Surabaya dengan truk tebu ini belum diketahui ada korban jiwa atau tidak. Namun truk saat ini dievakuasi karena melintang di tengah rel. Proses evakuasi dilakukan dengan menurunkan muatan tebu terlebih dulu.

Sri menambahkan, kereta api yang menabrak truk kini balik arah ke Blitar untuk menunggu selesainya proses evakuasi. Sri masih mengecek lagi apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. (pri/ipg)

Source: suarasurabaya.net | 12 Agustus 2011
Jumat, 12 Agustus 2011 | 0 komentar

9 Ribu Penumpang KA Terganggu Perjalanannya

Rabu, 13 Juli 2011 | 00.15.00 | 0 komentar

Surabaya - Sedikitnya 9 ribu penumpang KA terganggu perjalanannya karena blokade rel di Stasiun Porong oleh ratusan warga dari 45 RT. Sri Winarto Humas PT KA Daop 8 saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (12/7/2011) mengatakan ada 20 perjalanan KA yang terhambat akibat blokade ini. Sebanyak 18, diantaranya, adalah KA penumpang, sisanya KA barang.

Sedangkan KA yang tertahan masing-masing, KA Penataran di Stasiun Sidoarjo dan KA Penataran serta KA Sri Tanjung di Stasiun Bangil, serta KA Mutiara jurusan Banyuwangi-Surabaya tertahan di Stasiun Pasuruan. Sedangkan KA Komuter hanya beroperasi sampai Stasiun Tanggulangin.

"Sedikitnya ada 500 penumpang tiap perjalanan KA yang terganggu perjalanannya akibat blokade ini," kata Sri Winarto.

Blokade di Stasiun Porong ini dilakukan dengan meletakkan kayu bantalan rel di atas 2 ruas rel yang ada. Warga juga memasang spanduk melebar di 2 ruas rel Stasiun Porong.

Sampai kini, kata Sri Winarto, pihaknya masih menunggu proses solusi unjukrasa. Harapannya, blokade bisa segera diakhiri. Untuk penumpang KA yang sudah terlanjur tertahan, PT KA akan mengembalikan (refund) tiket 100 persen di Stasiun Sidoarjo maupun Bangil.

Untuk KA yang belum beroperasi, PT KA Daops 8 menyiapkan jalur melambung Malang-Blitar-Tulungagung-Kediri-Kertosono-Jombang-Mojokerto atau sebaliknya. Dengan rute melambung ini, kata Sri Winarto, akan menambah jam perjalanan jadi 4 jam lebih lama.

"Kita masih menunggu langkah-langkah BPLS berikutnya. Kami harap blokade ini bisa cepat berakhir," kata dia. (edy/tin)

Sumber: suarasurabaya.net
Rabu, 13 Juli 2011 | 0 komentar

KA Senja Kediri Jakarta-Malang mulai 1 Juli

Senin, 27 Juni 2011 | 17.01.00 | 0 komentar

MALANG - PT Kereta Api Daops 8 Surabaya membuka jalur baru Malang-Jakarta untuk kelas bisnis pada 1 Juli mendatang. Pasalnya, jalur yang ada sudah mulai overload, hal itu diungkap Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, Ali Afandi saat ditemui di kantornya, Senin (27/6/2011).

"Jalur baru Malang-Jakarta itu akan diberlakukan pada 1 Juli 2011 nanti. KA itu akan melewati Semarang. Berangkatnya pada pukul 13.50 WIB, tiba ke Jakarta pada pukul 06.36 WIB," jelasnya.

Adapun tarifnya tiketnya, jelas Ali, untuk tarif batas atas (TBA) senilai Rp 250.000, untuk tarif batas bawah (TBB) seharga Rp 130.000. "Tak ada penambahan fasilitas dalam KA tersebut," aku Ali.

Stasiun pemberhentian untuk jalur ini adalah Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Paron, Walikukun, Kedungjati, Brumbung, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cerebon, Bekasi, Jatinegara, Jakarta Pasar Senen.

"Nama keretanya Senja Kediri. sebenarnya, KA senja Kediri itu, sebelumnya sudah dioperasikan untuk jalur Jakarta-Kediri. Saat ini diperpanjang, ke jalur Malang-Jakarta," katanya.

Karena jelas Ali, selama ini, untuk KA Matarmaja, Malang-Jakarta, penumpangnya sudah overload. "Alternatifnya, harus menambah jalur lagi. Yakni, KA Senja Kediri itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Ali menegaskan, KA Senja Kediri tersebut akan berangkat sehari 1 kali. Tujuh gerbong disiapkan untuk menampung 450 penumpang.

"Itu dalam sekali berangkat. Kalau dihitung, dalam satu gerbongnya berarti 64 penumpang," katanya.

Selama ini, stasiun KA Kota Baru Malang memberangkatkan 12 KA setiap hari. "Dengan ditambahnya KA Senja Kediri itu, berarti menjadi 13 KA yang diberangkatkan," terang Ali.

Dengan membuka jalur baru tersebut Ali berharap, pelayanan kepada para penumpang terus membaik. "Penumpang semakin puas dan merasa aman naik KA. Apalagi saat ini sudah menjelang Lebaran," katanya.

Sumber: KOMPAS.com
Senin, 27 Juni 2011 | 0 komentar

Geger, Tri Melahirkan di Toilet KA Rapih Dhoho

Kamis, 16 September 2010 | 17.09.00 | 0 komentar

Tulungagung – Penumpang kereta api Rapih Dhoho, jurusan Blitar-Surabaya sempat gempar. Pasalnya, seorang penumpangnya melahirkan secara sembunyi-sembunyi di toilet kereta. Penumpang bernama Tri Wahyuni (29) itu lalu dievakusi saat kereta tengah berhenti di stasiun Tulungagung, Rabu (15/9/2010), sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Bripda Aris, petugas jaga di Posko Pengamanan Lebaran Stasiun Tulungagung, keberadaan Tri pertama kali diketahui oleh polisi khusus kereta api. Saat itu petugas curiga dengan bercak darah di depan toilet kereta. Saat dibuka, pintu toilet terkunci dari dalam.

Takut terjadi sesuatu, petugas pun mendobrak pintu toilet. Saat itulah ditemukan Tri berlumuran darah, sembari menggendong bayi laki-laki yang beru dilahirkannya. Tri ditemani oleh Ilham (4), anak pertamanya.

Mengetahui kondisi Tri masih lemah, petugas segera mengevakuasi ke rumah sakit bersalin terdekat. Petugas sempat kesulitan melacak asal-usul Tri, sebab yang bersangkutan bersikap tertutup saat ditanya polisi.

“Tidak ada identitas yang dibawa. Ngakunya baru saja kecopetan,” terang Aris.

Pihak rumah sakit menyatakan, bayi yang baru dilahirkan Tri berbobot 2,4 kilogram dan panjang 42 sentimeter. Baik ibu maupun sang jabang bayi dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Tri mengaku berasal dari Gresik. Saat lebaran, dalam kondisi hamil 9 bulan, dirinya dan anaknya datang ke Blitar untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Sementara sang suami, Suyono (35), tengah bekerja di Sumatera.

Saat dalam perjalanan naik kereta hendak balik ke Gresik, perutnya terasa mulas hendak melahirkan. Tri mengaku malu minta tolong kepada penumpang lain dan memilih masuk dalam toilet kereta.

Kini Tri mengaku kebingungan untuk menghubungi keluarganya. Sebab saat ditinggal melahirkan dalam toilet, barang bawaannya diobok-obok pencopet. Sebuah HP berisi kontak keluarganya hilang berserta uang 370 ribu rupiah.

“Untuk sementara saya akan tinggal di sini (Tulungagung) sampai kondisi saya kuat. Gak tahu nanti minta bantuan siapa, biar bisa balik ke Gresik,” katanya, saat ditemui di ruang perawatan.

Untuk memudahkan pemantauan kesehatan dan perawatan, Tri kini dipindahkan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. [vid/but]

Sumber : beritajatim.com
Kamis, 16 September 2010 | 0 komentar

Dihantam KA Eksekutif Gajayana, Pick Up Terbelah Jadi Dua

Kamis, 20 Mei 2010 | 02.52.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kecelakaan hebat terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Sebuah pick up berpenumpang 3 orang dihantam KA Eksekutif Gajayana, hingga terbelah jadi 2 bagian.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kejadian bermula ssaat mobil pick up bernopol AG 8019 RE mendadak mogok tepat di tengah perlintasan KA.

Saat kembali dinyalakan, mendadak melaju dengan kecepatan tinggi KA Eksekutif Gajayana dari arah timur, hingga terjadi benturan keras tak dapat dihindarkan.

Akibatnya pick up terbelah jadi 2 bagian dengan bak terseret hingga 250 meter. Sementara kepalanya terpental sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Beruntung 2 penumpang, masing-masing Sakip dan Gian bisa menyelamatkan diri. Sedangkan pengemudi atas nama Harianto Saputra, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sumbergempol, ikut terseret di bagian kepala mobil, meski akhirnya hanya mengalami luka berat di bagian kepala.

"Dari 3 penumpang hanya 1 yang luka, yaitu sopirnya. Informasi yang saya dapatkan dia luka di kepala dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah," terang KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di sela-sela pengamanan Gedung DPRD, Rabu (19/5/2010).

Siswanto menambahkan, kini Satuan Lalu Lintas saat ini mengumpulkan data dan mengamankan mobil pick up. "Dua korban selamat juga sudah diminta keterangan, dan hasilnya terkait penyebab kecelakaan mungkin akan bisa segera diketahui," imbuhnya.

Di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, berdasarkan catatan kepolisian memang sangat rawan terjadi kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api. surabaya.detik.com




Kamis, 20 Mei 2010 | 0 komentar

Kereta Eksekutif Gajayana Tabrak Ledok

Tulungagung - Kereta Api Eksekutif Gajayana jurusan Jakarta – Malang menabrak sebuah kendaraan angkutan barang (ledok) di perlintasan tak berpintu di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kepala Stasiun Ngunut Nurul mengatakan kecelakaan tersebut menimpa lokomotif dengan nomor CC 20412 yang menarik delapan rangkaian gerbong Gajayana dari Jakarta menuju Malang melalui Tulungagung. Saat melintas di perlintasan tak berpintu di Desa Kromasan pukul 07.15 WIB, tiba-tiba sebuah kendaraan angkutan rakitan atau yang dikenal dengan ledok melintas begitu saja. Dengan cepat kendaraan itu terlempar saat tersambar lokomotif yang melaju kencang. “Perlintasan itu memang tidak dijaga,” kata Nurul kepada Tempo, Rabu (19/5).

Menurut Nurul, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan terganggunya jadwal kedatangan maupun keberangkatan kereta api di jalur itu. Selain tidak menyebabkan kerusakan rel kereta, Kereta Api Gajayana juga tercatat sebagai kereta api terakhir dalam daftar kedatangan di Stasiun Ngunut. “Semuanya normal karena bangkai ledok bisa disingkirkan,” katanya.

Petugas Bagian Lalu Lintas Kepolisian Resor Tulungagung Ajun Inspektur Satu Yoyok mengatakan tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan itu. Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan di lokasi kejadian. “Teman-teman masih olah TKP di sana,” katanya melalui saluran telepon.

Menurut dia, perlintasan tersebut memang kerap dipergunakan warga sebagai sarana lalu lintas. Meski tidak dijaga dan berpalang pintu, warga sudah terbiasa melintasi kawasan itu dengan mengandalkan pengelihatan sendiri. Termasuk diantaranya para pemilik ledok yang menggunakan kendaraan rakitan itu untuk mengangkut hasil pertanian. tempointeraktif.com
| 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan