Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Telanjang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telanjang. Tampilkan semua postingan

Bos Apotik Ditemukan Tewas Telanjang

Rabu, 16 Maret 2011 | 06.54.00 | 0 komentar

BLITAR- Seorang pemilik apotik di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi, Selasa (15/3/2011).

Yang memprihatinkan, Jimmy alias Ong Wang Chien (46), yang tercatat sebagai warga Kelurahan/Kecamatan Kenayan, Kabupaten Tulungagung, ditemukan dalam keadaan telanjang bulat.

Kendati dugaan awal korban terkena serangan stroke dan terpeleset, namun penyebab pasti kematian bos apotik ini belum diketahui. Untuk memastikan itu aparat kepolisian langsung membawa jenazah ke rumah sakit terdekat.

“Saat ini kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ujar Kapolsek Wlingi Kompol I Wayan P kepada wartawan.

Kematian Jimmy mula-mula diketahui oleh karyawanya yang merasa curiga melihat kendaraan majikanya pakir di depan apotik yang tertutup. Rasa penasaran semakin menguat ketika daun pintu apotik yang tertutup rapat itu diketuk beberapa kali tidak juga mendapat jawaban.

“Karena takut ada apa-apa, saksi kemudian memanggil sejumlah warga terdekat,” terang Wayan. Untuk memastikan apa yang terjadi di dalam apotik, sejumlah warga, dengan sepengetahuan petugas Koramil dan kepolisian membuka paksa pintu belakang apotik.

Alangkah terkejutnya semua, setiba di dalam mereka saksi dan warga mendapati Jimmy dalam kondisi telentang tanpa sehelai benangpun.

Berdasarkan riwayat kesehatannya korban mengidap hipertensi dan pernah terkena serangan stroke. Karenanya, dugaan awal petugas, korban terkena serangan stroke yang sekaligus membuatnya terjatuh dari kamar mandi.

“Kalau melihat riwayat kesehatan korban sangat mungkin serangan itu (stroke) terjadi. Namun kita lihat nanti hasil visum medis,” papar Wayan.

Mengenai dugaan adanya pihak lain yang sengaja menginginkan kematian korban (pembunuhan), Wayan mengaku belum menemukan indikasi itu. “Namun kita tetap melakukan penyelidikan mendalam,” tutupnya. (Solichan Arif/Koran SI/ded) [Sumber: okezone]
Rabu, 16 Maret 2011 | 0 komentar

Kapolsek Penodong Pistol 8 Remaja Terancam Hukuman Berlapis

Rabu, 05 Januari 2011 | 04.03.00 | 0 komentar

Seputar Tulungagung - Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Tulungagung terus memproses kasus penganiayaan dan penodongan pistol yang dilakukan Kapolsek Pakel AKP Syaeroji terhadap 8 remaja atas tuduhan menggelar pesta miras.

Bila nantinya terbukti bersalah terancam hukuman berlapis, yaitu pidana dan pelanggaran disiplin anggota kepolisian.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Tulungagung AKP Suratman mengatakan, P3D hingga Selasa (4/1/2011) masih memeriksa korban penganiayaan oknum Kapolsek tersebut. Untuk pemeriksaan terlapor belum diagendakan, namun dipastikan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kemarin dari 8 korban kan baru datang 5, nah hari ini 3 lainnya diperiksa. Untuk Kapolsek Pakel setelah pemeriksaan korban selesai, dia akan dipanggil," ungkap Suratman kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.

Hasil pemeriksaan sementara terhadap 8 korban, semuanya membantah tuduhan menggelar pesta miras yang disampaikan Kapolsek Pakel. Sebaliknya mereka meminta agar penganiayanya diberikan hukuman setimpal.

"Sementara dari keterangan korban, Kapolsek Pakel bisa dikatakan bersalah. Tapi untuk pembuktian kebenarannya, yang bersangkutan juga akan diperiksa, apapun keterangan yang disampaikannya," sambung Suratman.

Dengan belum dicapainya pembuktian atas penganiayaan tersebut, Suratman menambahkan, pihaknya belum dapat menentukan jenis sanksi yang akan dikenakan. Meski begitu bila Kapolsek Pakel benar melakukan penganiayaan, dia terancam hukuman berlapis. Dia dianggap melanggar Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dan penegakan kedisiplinan anggota kepolisian.

"Meski dia polisi, di mata hukum posisinya sama dengan masyarakat biasa. Kalau bersalah ya akan diproses sesuai dengan pelanggarannya," tandas Suratman.

Sebelumnya, 8 remaja warga Desa Pecuk dan Suwaluh, Kecamatan Pakel, menjadi korban anarkisme yang dilakukan Kapolsek setempat. Usai menikmati malam pergantian tahun, mereka dituduh telah menggelar pesta minuman keras.

Sebagai hukuman, ke delapan remaja tersebut diminta telanjang dada dan tidur
tengkurap di aspal. Mereka juga mendapatkan pukulan saat hendak menanyakan perlakuan yang didapatkan, serta ditodong pistol layaknya pelaku kejahatan. (fat/fat)

Sumber: surabaya.detik.com
Rabu, 05 Januari 2011 | 0 komentar

Todongkan Pistol, Kapolsek Telanjangi 8 ABG

Senin, 03 Januari 2011 | 16.49.00 | 0 komentar

Seputar Tulungagung – Hanya gara-gara diduga melakukan pesta minuman keras, delapan anak baru gede (ABG) asal Desa Suwaluh dan Desa Pecuk, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung ditodong pistol oleh Kapolsek setempat.

Selain diminta telungkup diatas jalan raya layaknya pelaku kejahatan, delapan ABG yang salah satunya pelajar SMP ini juga ditelanjangi. Pukulan dan tendangan langsung mendera ke tubuh setiap kali mereka membela diri. Tidak terima dengan perlakuan semena-mena itu, mereka melapor ke Mapolres Tulungagung.

Diantar perangkat desa dan pihak keluarga, Andik Wiliantono, (18), Irfan (19), Wawan (18), dan Dandi (19) warga Desa Suwaluh menjalani pemeriksaan diruang Kepala Seksi Propam Polres Tulungagung. Begitu juga dengan Zaenal (24), dan Arik (23), warga Desa Pecuk berada ditempat yang sama. Sementara korban Solikin (23) dan Faris (14) (pelajar SMP) tidak hadir.

Mereka (korban) menuntut kasus yang berlangsung di malam tahun baru itu diusut tuntas. "Kami tidak terima. Pelaku harus dihukum setimpal," ujar Irfan, Senin (3/1/2011). Irfan dan semua korban menegaskan tidak sedang berpesta miras.

Sehabis dari Kota Tulungagung, para ABG ini memilih kongkow-kongkow di pinggir jalan yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya. Pada saat asyik bergurau sembari menikmati snack kacang, Kapolsek Pakel AKP Syaeroji datang dengan kendaraan dinas kijang. "Saat itu sekitar pukul 01.30 Wib dini hari," terang Irfan.

Begitu turun, Syaeroji langsung menodongkan pistolnya, sembari membentak-bentak. Andik yang mencoba membantah tuduhan langsung dipukul. Muryani (60) kakek Andik mengaku melihat langsung adegan penganiayaan tersebut. "Saya tahu kalau itu cucu saya setelah pak Kapolsek pergi," tuturnya.

Tidak terima dengan perlakuan semena-mena itu, sehari kemudian Muryani mendatangi Mapolsek Pakel untuk meminta pertanggungjawaban. Saat itu Kapolsek sempat meminta maaf. "Namun saya tetap tidak terima dengan perlakuan itu," tegas Muryani.

Setahu Muryani, cucunya tidak pernah bertingkah aneh-aneh. Dan saat kejadian juga tidak ada pesta miras. Saat ini proses pemeriksaan di seksi Propam Polres Tulungagung masih berlangsung.
(Solichan Arif/Koran SI/teb)

Sumber: okezone.com

Senin, 03 Januari 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan