Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label kelulusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelulusan. Tampilkan semua postingan

Sarjana RI Jadi Target Penipuan Tawaran Kerja di Luar Negeri

Selasa, 05 Juni 2012 | 00.26.00 | 0 komentar

JAKARTA - Sungguh merisaukan, ada lima mahasiswa lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung menjadi korban penipuan tawaran kerja ke luar negeri yakni Perancis dan Yunani.

"Masing-masing korban awalnya berkomunikasi melalui internet dan sudah mentransfer uang Rp 25 juta per orang, setelah transfer akun email rekruitmen tersebut ditutup dan tidak dijawab," kata ANggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari dalam pesan singkatnya, senin(4/6/2012).

Eva menjelaskan seorang lulusan Universitas Brawijaya yang berdomisili di Malang bernama Satriya, hampir jadi korban. Satriya bertemu seorang berkewarganegaraan asing di sebuah mal di Jakarta. Setelah berdiskusi kemudian ditawari dan dicarikan kerja di Nokia UK.

"Tidak berapa lama Satriya berkorespondensi dengan Mr Johan Scoffed yang mengaku sebagai Hiring Coordinating Officer Nokia Co menggunakan email address nokiavacancy_department@yahoo.com," kata Eva.

Dalam suratnya tersebut lanjut Eva, Mr Johan menjelaskan penerimaan bahwa jumlah gaji yang dijanjikan dan meminta Satriya mentransfer awal sejumlah 1500 Pounds (Rp 2O juta) sebagai biaya imigrasi di UK.

"Dari email yang diterima sudah banyak yang tidak masuk akal, sehingga untuk meyakinkan diri Satriya mengkontak kantor Nokia UK dan dijawab tidak ada nama Johan Scoffed," kata Eva.

Situasi pengangguran tenaga kerja terdidik yang semakin memprihatinkan di tanah air lanjut Eva tampaknya jadi lahan bisnis penipuan.

"Tidak berfungsinya kantor-kantor Depnakertrans sebagai biro perekrutan TK berbagai level (seperti di kebanyakan di Eropa) menambah rawan situasi para lulusan untuk terjebak penipuan. Sepatutnya ada kampanye luas oleh Menakertrans soal bahaya penipuan terhadap calon TKI yang ternyata bukan saja yang unskilled tapi juga skilled workers sebagai sasaran penipuan," pungkasnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM | Senin, 4 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012 | 0 komentar

Telepon Siswi SMP Peraih Nilai Unas Tertinggi

Minggu, 09 Mei 2010 | 12.17.00 | 0 komentar

SBY Ibaratkan Bali Raih Empat Emas

JAKARTA -- Siswa SMP yang memperoleh nilai ujian nasional (unas) tertinggi mendapat apresiasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemarin (8/5), SBY memberikan ucapan selamat kepada tiga siswa berprestasi tersebut melalui teleconference dari pendopo kediamannya di Puri Cikeas.

Tiga siswa yang mendapat telepon langsung dari SBY itu adalah Ni Kadek Indra Puspayanti dari SMP Negeri 1 Abiansemal, Badung, Ni Made Yuli Lestari dari SMP Negeri 1, Gianyar, dan Fitrian Dwi Rahayu dari SMPN 1 Karanganyar, Kebumen. Mereka meraih nilai tertinggi unas SMP dengan nilai 39,80 atau rata-rata 9,95.

"Bagaimana perasaannya mendapatkan nilai tertinggi?" sapa SBY kepada Kadek Indra dan Made Yuli yang berada di Bali. Dua siswi yang didampingi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menjawabnya antusias. "Saya sangat bangga mendapatkan nilai tertinggi," jawab keduanya bergantian.

Pertanyaan serupa dilontarkan SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Seskab Dipo Alam, pada Fitrian yang ada di Kebumen. SBY sempat menanyakan persiapan mereka menghadapi unas hingga meraih nilai tertinggi. "Sering latihan soal-soal ujian," jawabnya.

Selain dengan siswi berprestasi itu, SBY juga berkomunisi dengan kepala sekolah yang memiliki nilai rata-rata unas tertinggi. Yakni SMPN 1 Denpasar, Bali, dan SMPN 1 Tulungagung, Jawa Timur. "Saya gembira sekali bisa berkomunikasi melalui telepon ini," kata SBY.

SBY juga mengucapkan selamat atas prestasi Bali dalam unas SMP tahun ini. "Ibaratnya kejuaraan, Bali ini boleh saya katakan mendapatkan empat medali emas," kata SBY yang disambut riuh rendah tepuk tangan peserta teleconference di Bali.

Selain dua siswanya yang meraih nilai tertinggi, Bali merupakan provinsi dengan prosentase tidak mengulang tertinggi, yaitu 98,6 persen. Kemudian, Bali memiliki sekolah dengan rata-rata nilai unas tertinggi, yakni 9,38 yang diraih SMP Negeri 1 Denpasar.

"Pak Agung, selamat. Selamat juga kepada para guru. Sampaikan salam saya kepada beliau-beliau yang terus bersemangat penuh keikhlasan untuk mendidik siswa-siswinya," kata SBY saat berbicara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Denpasar Anak Agung Gde Agung. Bersama dengan Mendiknas, SBY akan menyiapkan penghargaan kepada mereka yang berprestasi itu. Baik itu siswa secara perorangan maupun kepada pihak sekolah. (fal/JPNN)
Minggu, 09 Mei 2010 | 0 komentar

Presiden SBY Puji SMPN 1 Tulungagung

Tulungagung - Dunia pendidikan Tulungagung patut berbangga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi prestasi SMPN 1 Tulungagung sebagai peringkat terbaik nilai rata-rata UN 2010 secara nasional.

Orang nomor satu di Tanah Air itu berjanji memberi hadiah yang termanis bagi SMPN tersebut. Janji itu disampaikan SBY saat melakukan telewicara melalui sambungan telepon dengan Kepala SMPN 1 Tulungagung, Drs Bambang AS MM bersama Bupati Tulungagung, Ir Heru Tjahjono MM, Sabtu (8/5/2010).“Pasti ada hadiah manis buat SMPN 1 Tulungagung,” ujar SBY dilanjutkan dengan tertawa kecil.

Menurut Presiden SBY, pemberian hadiah selain untuk SMPN 1 Tulungagung di Jatim juga diberikan ke sekolah dengan hasil UN terbaik di Jawa Tengah. Presiden pun mengucapkan rasa terima kasihnya pada semua guru di SMPN 1 Tulungagung yang telah membuat siswa-siswinya meraih hasil UN terbaik secara nasional. “Semua yang telah diraih membutuhkan tanggung jawab dan kepemimpinan,” katanya.

Bambang AS saat ditanya permintaannya pada Presiden SBY, dia memohon agar ada bantuan revitalisasi SMPN 1 Tulungagung. Dan ini disambut senang hati oleh presiden asli Pacitan tersebut. “Baik, baik..ha..ha…pasti ada hadiah,” balas Presiden SBY kembali tertawa kecil.

Sebelumnya, Presiden SBY sempat pula bercanda dengan Bupati Heru Tjahjono. Dia menanyakan tentang perkembangan peternakan kambing etawa yang belum lama ini dikunjunginya di Desa Karangsono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

Seusai acara telewicara di ruang guru SMPN 1 Tulungagung, Bupati Heru Tjahjono berharap agar prestasi yang telah dicapai SMPN 1 Tulungagung dapat terus dipertahankan. Bahkan dapat menjadi contoh untuk diikuti SMP-SMP lainnya di Tulungagung.

Seperti diketahui, siswa-siswi SMPN Tulungagung meraih nilai tertinggi secara rata-rata sekolah dalam nilai UN 2010. Nilai rata-rata siswa SMPN 1 Tulungagung yang mengikuti UN 2010 mencapai 37,53 atau setiap mata pelajaran yang diujikan rata-rata nilainya 9,38.

Acara telewicara presiden itu seharusnya berlangsung secara telekonfren, tetapi karena terkendala masalah teknis akhirnya hanya dilakukan dengan telewicara via telepon. (aa/gos/zonaberita.com)
| 0 komentar

Presiden Janji Hadiahi Murid dan Sekolah Berprestasi

Sabtu, 08 Mei 2010 | 15.39.00 | 0 komentar

Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan hadiah atau penghargaan bagi para pelajar dan sekolah yang sukses meraih prestasi tertinggi dalam ujian akhir nasional di tingkat nasional.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono di pendopo rumah pribadinya Puri Cikeas Indah Bogor, Sabtu (8/5), seusai melakukan dialog melalui telepon dengan siswi SMP berprestasi dari berbagai daerah.

"Tunggu tanggal mainnya. Nanti saya akan siapkan hadiah yang manis bersama Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional M Nuh --Red.), supaya lebih bersemangat (untuk berprestasi)," kata Presiden Yudhoyono.

Menurutnya, hadiah itu akan dipersiapkan untuk perorangan --untuk pelajar yang memperoleh nilai ujian nasional tertinggi dari setiap tingkatan-- dan untuk sekolah yang mencapai nilai rata-rata ujian akhir tertinggi tingkat nasional.

Pembicaraan telepon pertama dilakukan dengan perwakilan dari Bali. Nilai rata-rata nasional tertinggi 9,38 dicapai oleh SMPN 1 Denpasar.

Siswa dengan nilai lulusan tertinggi yaitu Ni Made Yuli Lestari nilai 9,95 dari SMPN 1 Gianyar dan Ni Kadek Indra Puspayanti 9,95 dari SMPN 1 Abiansemal.

Lokasi dialog di Bali dilakukan di rumah Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Kontak dilakukan dengan Kadisdik Bali I Wayan Suasta.

Hadir juga Kepala Sekolah SMPN 1 Gianyar Ida Bagus Putu Tjakra, Kepala Sekolah SMPN 1 Abiansemal Ida Bagus Gede Siwatama dan Kepala Sekolah SMPN 1 Denpasar Anak Agung Gede Agung RT.

Pembicaraan telepon kedua dengan Tulungagung. Nilai rata-rata nasional tertinggi di Tulungagung adalah 9,38 yang dicapai oleh SMPN 1 Tulungagung. Kontak dilakukan dengan Kepala SMPN 1 Tulungagung Bambang Agus Susetyo.

Hadir juga Bupati Tulungagung Heru Cahyono, Kadisdik Kabupaten Tulungagung Winarto.

Pembicaraan telepon ketiga dengan Karanganyar. Nilai lulusan tertinggi Fitrian Dwi Rahayu 9,95 dari SMPN 1 Karanganyar.

Kontak dilakukan dengan Kepala SMPN 1 Karanganyar Suparmin.

Lokasi di SMPN 1 Karanganyar. Hadir juga Bupati Kebumen Nasrudin Al Mansur, Kadisdik Kabupaten Kebumen Mahar Musono.

Dalam dialognya dengan Kepala SMPN 1 Tulungagung Bambang Agus Susetyo, Presiden menanyakan kiat keberhasilan sekolah itu.

Bambang mengatakan, sekolahnya telah mempersiapkan ujian nasional selama satu tahun sebelumnya dengan bimbingan belajar setiap Sabtu (8/5) dan tambahan bimbingan intensif.

"Saya senang karena ini menunjukkan kepedulian para guru kalau di seluruh Indonesia seperti ini pasti akan baik," kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, tidak ada jalan pintas dalam segala hal, semua keberhasilan harus ditempuh dengan kerja keras.

Kepada Presiden Yudhoyono, Bambang menyampaikan harapannya agar program revitalisasi SMPN 1 Tulungagung diperhatikan.

Sementara, Kepala SMPN 1 Karanganyar Suparmin mengatakan kiat keberhasilan sekolahnya dalam menggelar ujian nasional SMP adalah dengan menerapkan jam belajar lebih pagi dibandingkan sekolah lainnya yaitu jam 06.00 WIB serta bimbingan khusus bagi anak-anak yang tertinggal.

Siswi SMPN 1 Karanganyar Fitrian Dwi Rahayu memperoleh nilai ujian nasional SMP tertinggi dengan nilai rata-rata 9,95 dan nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. GATRA
Sabtu, 08 Mei 2010 | 0 komentar

SMP I Tulungagung Terbaik Nasional

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan SMP 1 Tulungagung, Jawa Timur, meraih nilai rata-rata unas tertinggi tingkat SMP/MTs dan SMP Terbuka. Dengan jumlah peserta 394 siswa, rata-rata nilai yang diraih siswa SMP 1 Tulungagung adalah 9,38.Nilai rata-rata yang sama juga diperoleh SMP 1 Denpasar, Bali. Bedanya, jumlah peserta unas di SMP I Denpasar hanya 295 siswa. Dengan demikian, SMP 1 Tulungagung dan SMP 1 Denpasar dinobatkan sebagai sekolah dengan nilai rata-rata unas tertinggi secara nasional. Siswa yang meraih nilai unas tertinggi adalah Fitriyan Dwi Rahayu dari SMP 1 Karanganyar, Jawa Tengah. Juga, Ni Made Yuli Lestari, siswi SMP 1 Gianyar, Bali, dan Ni Kadek Indra Puspayanti, siswi SMP 1 Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Tiga anak tersebut meraih nilai 39,95.

’’Provinsi Bali paling banyak memiliki siswa yang lulus unas. Hanya 1,4 persen siswa yang tidak lulus unas tahun ini,” kata Mendiknas Muhammad Nuh.Kepada peserta dan sekolah terbaik, Kemendiknas akan memberikan penghargaan khusus. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menyampaikan ucapan selamat melalui telepon. ”Ini untuk memotivasi sekolah lain agar bersaing dalam prestasi,” paparnya.Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto juga mengapresiasi pencapaian SMP 1 Tulungagung. Prestasi yang ditorehkan SMP itu menjadi kabar gembira di tengah-tengah melorotnya jumlah kelulusan siswa SMP di Jatim.

Hasil unas SMP dan yang sederajat se-Jatim tahun ini memang turun drastis. Siswa yang tidak lulus 6,66 persen atau turun 3,53 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu, di antara 510.033 siswa setingkat SMP yang mengikuti ujian, 15.974 tidak lulus. Tahun ini 35.567 siswa tidak lulus di antara total peserta ujian 534.011 anak.Suwanto berharap agar bupati Tulungagung memberikan penghargaan khusus kepada pihak sekolah. Penghargaan itu dipastikan bakal semakin memacu prestasi sekolah lain.
| 0 komentar

Nilai Rata-rata UN SMPN 1 Tulungagung Tertinggi

Tulungagung - Nilai rata-rata tertinggi ujian nasional sekolah menengah pertama tak diperoleh para siswa dari kota-kota besar yang bangunan sekolahnya mewah. Sebaliknya siswa-siswa berprestasi muncul dari sekolah yang boleh dibilang gedungnya biasa-biasa saja.

SMP Negeri 1 Tulungagung, Jawa Timur, meraih nilai rata-rata ujian nasional tertinggi dalam dua tahun terakhir. Tahun ini, dari 364 siswa, nilai rata-ratanya mencapai 37,35. Tahun lalu lebih besar lagi yaitu 38,80. Dari jumlah itu, sebanyak 204 siswa nilai matematika 10.

Bandingkan dengan raihan prestasi SMP di Jakarta. Tahun ini, sebanyak 39 ribu lebih atau 28,97 persen alias hampir sepertiga peserta ujian nasional tidak lulus. Ini perolehan yang sangat anjlok dibanding tahun lalu yang tidak lulus hanya 295 siswa orang atau 0,02 persen saja.

Para siswa yang tidak lulus memang bisa mengikuti ujian ulangan pada 17 hingga 20 Mei mendatang. Namun jebloknya prestasi tahun ini tentu mencuatkan pertanyaan ketika anggaran pendidikan di wilayah DKI sudah dinaikkan. Anggaran pendidikan naik, prestasi justru jeblok. (JUM/Liputan6.com)
| 0 komentar

Inilah 7 Siswa Peraih Nilai Tertinggi Di Tulungagung

Jumat, 07 Mei 2010 | 15.58.00 | 0 komentar

Tulungagung - Nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Tulungagung masing didominasi siswa reguler, bukan kelas RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional).

Buktinya, siswa SMPN 1 Tulungagung yang masuk lewat kelas reguler (non RSBI) tercatat sebagai peraih NUN tertinggi peringkat 3, 5 dan 6 se-Jatim. Lulusan kelas RSBI di SMPN 1 Tulungagung tak satupun yang masuk 10 besar terbaik hasil UN se-Jatim.

Begitupun dengan siswa SMPN 2 Tulungagung. Mereka yang merupakan siswa non RSBI mencatatkan 4 siswanya sebagai peraih NUN tertinggi peringkat 2 dan 6 se-Jatim. 3 siswa SMPN 2 Tulungagung meraih hasil NUN terbaik peringkat 2 se-Jatim secara bersamaan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, Drs Winarto, Jumat (7/6/2010), mengungkapkan hasil UN tidak bisa menjadi ukuran keberhasilan kelas RSBI atau tidak. “Tinggal siswa yang bersangkutan. Saat pertama kali ada kelas RSBI di SMPN 1 Tulungagung kan tidak semua anak yang pintar berprestasi masuk di kelas RSBI. Ada yang masuk kelas reguler,” ujarnya.

Pendapat berbeda dikatakan Ketua Komisi I DPRD Tulungagung, Suwito SPd. Dia menyatakan cukup prihatin juga dengan hasil UN terbaik yang ternyata didominasi siswa reguler.

Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung mencatat NUN tingkat SMP tahun 2010 ini cukup menggembirakan. Pasalnya, siswa SMP di Kota Marmer yang harus mengulang UN hanya 128 siswa saja dari 11.615 siswa yang mengikuti UN atau 1,11 %.

Meskipun siswa RSBI tidak ada yang mencatatkan diri sebagai yang terbaik di Jatim, SMPN 1 Tulungagung secara kelembagaan masih yang terbaik se-Jatim, bahkan sampai tingkat nasional. Nilai rata-rata UN siswa SMPN 1 Tulungagung yang diikuti dari 2 kelas RSBI dan 8 kelas reguler mencapai 37,53. (gos)

Inilah nama-nama siswa Tulungagung yang mencatatkan diri sebagai yang terbaik se-Jatim:

1. Lieska Sukma Irdayanti, siswa SMPN 2 Tulungagung, ranking 2, NUN : 39,40
2. Nur Diana Safitri, siswa SMPN 2 Tulungagung, ranking 2, NUN : 39,40
3. Setya Nindya Sairindri Putri, siswa SMPN 2 Tulungagung, ranking 2, NUN : 39,40
4. Muhammad Rizal Fauzan, siswa SMPN 1 Tulungagung, ranking 3, NUN : 39,35
5. Andi Mulya Dwi Pangga, siswa SMPN 1 Tulungagung, ranking 5, NUN : 39,25
6. Ennovendra Akbar Kusuma Pratidina, siswa SMPN 1 Tulungagung, ranking 6, NUN : 39,20
7. Teddy Budhy Yudha Prawira, siswa SMPN 2 Tulungagung, ranking 6, NUN : 39,20.
Sumber : zonaberita.com
Jumat, 07 Mei 2010 | 0 komentar

RANGKING UN SMP : Tulungagung dan Denpasar Peringkat Satu

Kamis, 06 Mei 2010 | 19.37.00 | 0 komentar

JAKARTA - SMP Negeri 1 Tulungagung, Jawa Timur, dan SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, bersama-sama menduduki rangking pertama dalam daftar 102 besar SMP/sederajat yang mencapai kelulusan 100 persen pada ujian nasioal (UN) 2010. Demikian data dari Kementrian Pendidikan Nasional RI yang dikeluarkan Kamis (6/5/2010) sore tadi.

Peserta UN utama di SMP Negeri 1 Tulungagung sebanyak 394 siswa dan lulus seratus persen dengan nilai rata-rata 9,38. Sementara di SMP 1 Denpasar, siswa yang mengikuti UN sebanyak 292 dan lulus seratus persen dengan rata-rata nilai mencapai 9,38 atau sama dengan pencapaian siswa SMP Negeri 1 Tulungagung.

Dipaparkan sesuai data tersebut, secara berurutan atau peringkat sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar 10 besar sekolah dengan kelulusan 100 persen tahun ini antara lain adalah:


  1. SMP Negeri 1 Tulungagung, (Tulungagung, Jawa Timur)

  2. SMP Negeri 1 Denpasar, (Denpasar, Bali)

  3. SMP Singapore National Academy Waru (Sidoarjo, Jawa Timur)

  4. Mts Tanfa'ul Ulum Kapungrembug (Lamongan, Jawa Timur)

  5. Mts Islami Sungai Jepun (Indragiri Hilir, Riau)

  6. Mts Al Islahiyah Binjai (Binjai, Sumut)

  7. SMP Abdi Negara (Lamongan, Jawa Timur)

  8. Mts Swasta Zending Islam Indonesia (Medan, Sumut)

  9. SMP Negeri 5 Yogyakarta (Yogyakarta, DIY)

  10. SMP Negeri 2 Sei Kapayang Satu Atap (Asahan, Sumut)


Sumber : KOMPAS
Kamis, 06 Mei 2010 | 0 komentar

UN SMP : Nilai Tertinggi Diraih Siswa Asal Ponorogo

Surabaya - Prestasi dan nilai tinggi dalam Ujian Nasional (UN) kini tidak lagi didominasi siswa SMP perkotaan. Justru daerah lebih mendominasi peringkat 5 besar peraih nilai tertinggi dalam UN tingkat SMP dan sedejarat.

"Untuk 5 besar pearih nilai tertinggi didominasi dua pelajar asal Ponorogo dan Tulungagung untuk SMP Negeri dan Swasta. Sedangkan untuk MTs negeri dan swasta didominasi Babat, Malang, Pare, dan Kediri," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto saat mengumumkan hasil UN tingkat SMP di Kantor Dinas Pendidikan Jatim, Jalan Genteng Kali, Kamis (6/5/2010).

Suwanto mengungkapkan didominasinya siswa asal Lamongan dan Tulungagung membuktikan jika prestasi tidak hanya didominasi siswa perkotaan tapi sudah merata di daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sahudi mengelak jika tidak masuknya siswa SMP asal Surabaya dalam 5 besar akibat menurunnya prestasi pendidikan di perkotaan.

"Ya tidak, kan rata-rata nilai anak-anak masih 7 dan bersaing. Selain itu, pendidikan sekarang sudah merata dan tidak lagi didominasi anak kota," ujar Sahudi.


Berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat di SMP Negeri dan Swasta di Jatim :

  1. Alfian Robi Widado asal SMPN 1 Ponorogo dengan nilai 39,60

  2. Cholif Wibawa Bagus Purnomo asal SMPN 1 Ponorogo, Lieska Sukma Idriyanti asal SMPN 2 Tulungagung, Nur Diana Safitri asal SMPN 2 Tulungagung dan Setya Nindya Sairindri Putri asal SMPN 2 Tulungagung, keempatnya mempunyai nilai sama yakni 39,40

  3. Muhammad Rizal Fauzan asal SMPN 1 dengan nilai 39,35

  4. Agung Firdamansyah asal SMPN 1 Lamongan dengan nilai 39,30

  5. Andi Mulya Dwi Pangga asal SMPN Tulungagung dengan nilai 39,25


Sumber : detiksurabaya
| 0 komentar

Citra SMAN Boyolangu Dikawatirkan Merosot

Selasa, 27 April 2010 | 01.10.00 | 0 komentar

Tulungagung - Adanya dua siswa SMAN 1 Boyolangu yang gagal lulus UN tahun 2010 menuai kritikan. Masalahnya, citra SMAN 1 Boyolangu sebagai SMA terfavorit di Kota Marmer bisa turun.

“Nilai UN tentu merupakan salah satu indikator apakah sekolah itu favorit atau tidak. Kalau ternyata kemudian ada siswanya yang gagal UN tentu perlu dipertanyakan ke-favoritannya,” ujar Ketua DPRD Tulungagung, Drs Isman, Selasa (27/4/2010).

Diakui Isman, suatu sekolah disebut favorit atau tidak merupakan hasil penilaian masyarakat. Tetapi paling tidak dengan disebut sebagai favorit lembaga sekolah yang bersangkutan mempunyai tanggungjawab moral untuk mencetak siswa-siswinya sebagai yang terbaik.

“Kami di DPRD kecewa juga jika ada siswa SMAN 1 Boyolangu yang gagal UN. Ini harus menjadi catatan Dinas Pendidikan. Apalagi SMAN 1 Boyolangu merupakan sekolah RSBI,” paparnya.

Seperti diketahui, dari 126 siswa SMA/SMK se-Tulungagung yang tak lulus UN 2010, dua siswa diantaranya berasal dari SMAN 1 Boyolangu. Sementara SMAN yang siswanya lulus 100% hanya ada tiga lembaga. Yakni SMAN 1 Kedungwaru, SMAN 1 Kauman dan SMAN 1 Gondang.

Kepala SMAN 1 Boyolangu, Subandi, ketika dikonfirmasi mengaku tak menyangka jika dua siswanya gagal UN. “Nilai yang didapat siswa itu (yang tak lulus UN) hampir semuanya baik. Hanya Bahasa Indonesia yang jelek dan itu merupakan soal hari pertama. Karena itu, kami sedang mempelajari apakah ada faktor lain yang menyebabkan dia mendapat nilai jelek di hari pertama tersebut,” katanya.

Soal citra SMAN 1 Boyolangu sebagai SMA favorit bisa menurun dengan gagalnya dua siswanya dalam UN 2010, Subandi tidak sepakat. Menurutnya, siswa yang mengikuti UN 2010 semuanya bukan merupakan siswa produk RSBI. “Status RSBI kan baru disandang SMAN Boyolangu sejak dua tahun lalu,” elaknya.

Saat ini, lanjut Subandi, SMAN 1 Boyolangu sedang menyeleksi calon siswa RSBI untuk tahun ke-2. Dari 600 calon siswa yang mendaftar hanya akan diterima 288 siswa saja atau 9 kelas. “Bahkan kami akan pula buka kelas akselerasi jika ada siswa yang diterima mempunyai IQ diatas 125 relatif banyak dan memenuhi satu kelas,” terangnya.

Disinggung kemungkinan adanya siswa yang diterima di SMAN 1 Boyolangu berpindah sekolah akibat penurunan citra, Subandi memperkirakan hal itu kecil kemungkinannya. “Tetapi kami akan antisipasi saat wawancara dengan orangtua. Selain kalau ada yang melakukan hal itu, biaya yang telah dikeluarkan saat masuk sekolah kami tidak bisa diganti sepenuhnya,” tandasnya.

Untuk masuk RSBI SMAN 1 Boyolangu sudah dipatok uang seleksinya yakni Rp 150 ribu percalon siswa. Dan jika sudah diterima diharuskan membayar sumbangan insidental sebesar Rp 2,5 juta dan harus dibayar saat daftar ulang.

Rencananya, masa belajar di SMAN 1 Boyolangu akan dimulai sebulan sebelum penerimaan siswa baru reguler di SMAN lainnya di Tulungagung. Karena itu, siswa yang sudah diterima di SMAN Boyolangu masih bisa berkesempatan mendaftar di SMAN lainnya, seperti SMAN 1 Kedungwaru yang disebut-sebut sebagai rival SMAN 1 Boyolangu. (Zona Berita)
Selasa, 27 April 2010 | 0 komentar

Siswa Luapkan Kelulusan dengan Sujud Syukur

Senin, 26 April 2010 | 04.48.00 | 0 komentar

Tulungagung - Pengumuman hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA di Kab Tulungagung, Senin (26/4/2010) berlangsung kondusif tanpa arak-arakan atau konvoi. Bahkan, di MAN 2 Tulungagung semua siswa yang dinyatakan lulus UN meluapkan kegembiraannya dengan sujud syukur dan doa bersama.

Pengumuman kelulusan UN di MAN 2 Tulungagung beda dengan sekolah-sekolah lainnya. Tidak seperti sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung yang memakai cara via surat pada orangtua/wali siswa, pengumuman kelulusan UN di MAN 2 Tulungagung dilakukan langsung di sekolah dengan menempel kertas pengumuman kelulusan.

Dan menariknya, sebelum diumumkan semua tas milik siswa dan siswi MAN 2 yang telah mengikuti UN itu juga dirazia oleh para guru. Mereka dilarang membawa spidol, cat semprot atau alat tulis lainnya yang bisa dipakai untuk corat-coret baju.

Begitu diumumkan sekitar pukul 12.00 WIB, siswa-siswi yang dinyatakan lulus sontak langsung meluapkan kegembiraannya. Ada yang berteriak sembari tertawa, sebagian lainnya menangis dan banyak pula yang kemudian terlihat langsung melakukan sujud syukur bersama.

Kepala MAN 2 Tulungagung, Khoirul Huda menyatakan dari 3.809 siswa-siswi yang mengikuti UN, 7 siswa diantaranya dinyatakan tidak lulus. Mereka bakal mengikuti UN ulangan pada tanggal 10-14 Mei mendatang.

“Yang tidak lulus di program Bahasa ada satu siswa, di program IPA satu siswa dan lima siswa lannya yang tidak lulus dari program IPS,” paparnya.

Kendati masih ada siswanya yang tidak lulus UN, Khoirul Huda kemarin tampak senang karena semua siswa yang lulus UN tidak meluapkan kegembiraan dengan berlebihan. Apalagi sampai corat-coret baju dan berkonvoi. “Kami memang berharap siswa untuk melupakan kegembiraan dengan sujud sykur dan berdoa bersama,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Majelis Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Departemen Agama Tulungagung, Moh Arifin ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya menyatakan untuk tahun ini jumlah siswa MA baik negeri atau swasta yang tidak lulus UN mencapai 16 siswa. Dia tidak merinci berapa banyak siswa MA se-Tulungagung yang mengikuti UN tahun 2009/2010 dengan alasan tidak hafal.

“Tetapi untuk tingkat kelulusanya disbanding tahun lalu memang ada penurunan. Tahun lalu kira-kira ada 3-4 siswa yang tidak lulus. Sekarang ada 16 siswa,” terangnya.

Seperti diberitakan, kendati mengalami peningkatan dari segi prosentase kelulusan siswa SMA/SMK yang mengikuti ujian nasional (UN), namun masih ada 126 siswa di Tulungagung yang dinyatakan tidak lulus. Ironisnya, dua siswa di antaranya merupakan siswa SMAN 1 Boyolangu yang disebut-sebut sebagai sekolah terfavorit di Kota Marmer.

Sesuai data Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung menyebutkan dari 3.752 siswa SMA se-Tulungagung yang mengikuti UN, 3.669 siswa dinyatakan lulus atau 98,59%. Sedang tingkat SMK yang lulus sebanyak 3.545 siswa dari 3.618 siswa yang mengikuti UN atau jumlah kelulusannya mencapai 97,98%.

Sumber : zonaberita/26 April 2010
Senin, 26 April 2010 | 0 komentar

126 Siswa Tulungagung Tidak Lulus, 2 Dari SMA Favorit

Minggu, 25 April 2010 | 04.43.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kendati mengalami peningkatan dari segi prosentase kelulusan siswa SMA/SMK yang mengikuti ujian nasional (UN), namun masih ada 126 siswa di Tulungagung yang dinyatakan tidak lulus. Ironisnya, dua siswa di antaranya merupakan siswa SMAN 1 Boyolangu, sekolah terfavorit di Kota Marmer.

Sesuai data Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, dari 3.752 siswa SMA se-Tulungagung yang mengikuti UN, 3.669 siswa dinyatakan lulus atau 98,59%. Sedang tingkat SMK yang lulus sebanyak 3.545 siswa dari 3.618 siswa yang mengikuti UN atau jumlah kelulusannya mencapai 97,98%.

Di tingkat SMA, tercatat paling banyak siswanya yang tidak lulus UN adalah SMA Jawahirul Hikmah (JH) Kecamatan Besuki yakni sebanyak 25 siswa. Rinciannya, 14 siswa dari program IPA dan 11 siswa program IPS. Sementara dari SMA Negeri, selain SMAN 1 Boyolangu yang dua siswanya dari program IPS tidak lulus UN, SMAN 1 Kalidawir juga menyumbang empat siswanya dari program Bahasa yang tidak lulus UN.

SMA Negeri yang berhasil meloloskan semua siswanya dalam UN tahun 2009/2010 di Tulungagung hanya ada tiga lembaga. Ketiga sekolah itu adalah SMAN 1 Kedungwaru, SMAN Kauman dan SMAN Gondang. Selain SMAN tersebut SMAN lainnya di Tulungagung dipastikan ada siswanya yang tidak lulus UN tahun ini.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemkab Tulungagung, Drs Maryaji, Minggu (25/4/2010), menyatakan, kendati masih ada siswa yang belum lulus UN, namun dari prosentase kelulusan ada kenaikan dari tahun lalu. “Untuk tingkat SMA dan SMK semuanya prosentase kelulusannya ada kenaikan 1% dari tahun lalu,” ujarnya.

Bahkan diungkapkannya untuk tingkat Jatim, secara kelembagaan sekolah, nilai rata-rata siswa SMA program IPA dan IPS Tulungagung menempati peringkat 5 besar yakni dengan total nilai 49,78 dan 46,28. “Secara personal siswa SMKN 1 Boyolangu atas nama Zamzam Ulinuha Fahim mendapat nilai UN 48,80 dan ini masuk peringkat 5 besar Jatim nilai UN SMK atau peringkat 2 besar untuk siswa SMK Negeri se-Jatim,” paparnya lantas tersenyum.

Soal masih adanya siswa yang belum lulus UN, Maryaji berharap mereka tidak berkecil hati. Bagi yang belum lulus UN, lanjut dia, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya dan lulus di UN ulangan yang bakal digelar pada 10-14 Mei mendatang.

Rencananya, hasil UN tingkat SMA/SMK di Tulungagung akan diumumkan, Senin (26/4/2010). Pengumuman akan dilakukan via surat pada masing-masing orangtua/wali siswa.

“Jadi siswa besok tidak masuk sekolah. Ini semua dilakukan untuk menghindari perayaan kelulusan yang berlebihan atau bahkan konvoi. Kami sudah sepakat dengan Polres melarang siswa berkonvoi dalam merayakan kelulusan,” tegasnya.

Sumber : zonaberita/25 April 2010
Minggu, 25 April 2010 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan