Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sarjana RI Jadi Target Penipuan Tawaran Kerja di Luar Negeri

Selasa, 05 Juni 2012 | 00.26.00 | 0 komentar

JAKARTA - Sungguh merisaukan, ada lima mahasiswa lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung menjadi korban penipuan tawaran kerja ke luar negeri yakni Perancis dan Yunani.

"Masing-masing korban awalnya berkomunikasi melalui internet dan sudah mentransfer uang Rp 25 juta per orang, setelah transfer akun email rekruitmen tersebut ditutup dan tidak dijawab," kata ANggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari dalam pesan singkatnya, senin(4/6/2012).

Eva menjelaskan seorang lulusan Universitas Brawijaya yang berdomisili di Malang bernama Satriya, hampir jadi korban. Satriya bertemu seorang berkewarganegaraan asing di sebuah mal di Jakarta. Setelah berdiskusi kemudian ditawari dan dicarikan kerja di Nokia UK.

"Tidak berapa lama Satriya berkorespondensi dengan Mr Johan Scoffed yang mengaku sebagai Hiring Coordinating Officer Nokia Co menggunakan email address nokiavacancy_department@yahoo.com," kata Eva.

Dalam suratnya tersebut lanjut Eva, Mr Johan menjelaskan penerimaan bahwa jumlah gaji yang dijanjikan dan meminta Satriya mentransfer awal sejumlah 1500 Pounds (Rp 2O juta) sebagai biaya imigrasi di UK.

"Dari email yang diterima sudah banyak yang tidak masuk akal, sehingga untuk meyakinkan diri Satriya mengkontak kantor Nokia UK dan dijawab tidak ada nama Johan Scoffed," kata Eva.

Situasi pengangguran tenaga kerja terdidik yang semakin memprihatinkan di tanah air lanjut Eva tampaknya jadi lahan bisnis penipuan.

"Tidak berfungsinya kantor-kantor Depnakertrans sebagai biro perekrutan TK berbagai level (seperti di kebanyakan di Eropa) menambah rawan situasi para lulusan untuk terjebak penipuan. Sepatutnya ada kampanye luas oleh Menakertrans soal bahaya penipuan terhadap calon TKI yang ternyata bukan saja yang unskilled tapi juga skilled workers sebagai sasaran penipuan," pungkasnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM | Senin, 4 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012 | 0 komentar

Budaya Tradisi Tulungagung Bergema di Ibukota Jakarta

Minggu, 22 April 2012 | 11.39.00 | 0 komentar

Jakarta - Sebuah penggambaran kebulatan tekad masyarakat Tulungagung untuk memperjuangkan budaya Jawa yang menjadi akar kebudayaan Indonesia di Tulungagung agar tetap lestari dan berkembang, karena ini merupakan salah satu bentuk jati diri bangsa.

Hal disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung Ir Henry Sugiharti, MSi saat pagelaran seni tradisional dari Kabupten Tulungagung dengan tema “opera Tulungagung Merajut Budaya di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (15/4/2012).

”Dalam menyambut HUT ke 37, kita tampilkan budaya asal Tuluangung ini agar senantiasa dapat menjadi bangsa yang besar, seperti pepatah Jawa Majuning Bangsa Gumantung Adi Luhuring Budaya,” katanya.

Menurutnya, seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi sudah pasti pengaruh budaya asing tidak dapat dibendung. Demikian halnya Tulungagung yang terletak di pesisir Utara Jawa Timur, tidak luput dari berbagai pengaruh asing mulai dari tata cara berpakaian, tutur kata, tata krama hingga prinsip hidup baik masyarakat kota sampai ke pelosok desa.

”Kami tampilkan salah satu upaya pelestarian dan pengembangan seni tradisi di Tulungagung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbicara mengenai budaya dan pariwisata sangat erat sekali kaitannya. Warisan budaya dapat memperkaya dunia pariwisata, begitu pun sebaliknya pariwisata dapat mengangkat eksistensi budaya bangsa Indonesia.

“Kesenian daerah Indonesia sangat banyak tersebar di berbagai daerah dikarenakan struktur dan wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang tersebar di seluruh nusantara,” katanya.

Kabupaten Tulungagung memiliki kesenian tradisional seperti Jaranan yang berbeda alias “diffrent” dengan jaranan yang ada di daerah lain.

“Dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olah raga Kabupaten Tulungagung sebagai departemen pemerintahan harus berperan aktif dalam melestarikan kesenian jaranan. Di sisi lain, Disbudparpora dituntut untuk memberikan upaya- upaya yang konkrit menunjukkan pada dunia luar atau daerah lain akan keberadaan kesenian jaranan,” jelasnya. @winarko

Sumber: LENSAINDONESIA.COM | Minggu, 15 April 2012
Minggu, 22 April 2012 | 0 komentar

Di Jatim, Ada Posko Pengaduan UN 2012

Sabtu, 14 April 2012 | 17.23.00 | 0 komentar

SURABAYA - Sebanyak 26 jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Jawa Timur membuka Posko Pengaduan Ujian Nasional (UN) 2012. Posko untuk menampung semua permasalahan yang dihadapi siswa terkait pelaksanaan UN, khususnya mereka yang dilarang ikut karena hamil.

Posko Pengaduan UN 2012 berpusat di kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim di Jalan Bendul Merisi No 2 Surabaya. Jaringannya tersebar di 26 kantor LSM di sejumlah Kabupaten/kota seperti di Surabaya, Kediri (SUAR), Lamongan (SPMAA), Gresik (PPT), Tulungagung (LPA), Jember (Rumah Perempuan), Malang (LPKP, WCC Dian Mutiara), dan Jombang (LPA).

''Kabupaten/kota yang kebetulan belum ada, dapat menghubungi atau datang ke posko di kabupaten/kota terdekat,'' kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Sinung D Kristanto, Sabtu (14/4/2012).

Pendirian Posko tersebut kata Sinung merespon keresahan masyarakat terkait kebijakan tidak tertulis tentang pelarangan siswi hamil untuk ikut UN 2012. ''Kami menyediakan layanan advokasi gratis bagi siswi yang dilarang ikut UN karena hamil,'' tegasnya.

Jaringan LSM Peduli Pendidikan Anak Jawa Timur tersebut sepakat menolak pelarangan siswi hamil mengikuti UN seperti yang ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, beberapa saat menjelang pelaksanaan UN Senin (16/4/2012) depan. Menurut mereka, melarang siswi hamil ikut adalah tindakan diskriminasi yang seharusnya tidak boleh ada dalam pelaksanaan pendidikan bagi semua warga di negara ini, sekaligus bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Larangan siswi hamil mengikuti UN juga dianggap melanggar HAM dan hak anak yang harusnya dilindungi dan dijamin oleh negara.

''Hak atas pendidikan itu termasuk juga ikut UN, dan hak itu melekat pada anak dalam kondisi apapun,'' jelas Sinung.

Sumber: KOMPAS.com | Sabtu, 14 April 2012
Sabtu, 14 April 2012 | 0 komentar

Di Tulungagung, Siswi Hamil Boleh Ikut Ujian Nasional

Tulungagung - Dinas Pendidikan Tulungagung, Jawa Timur, memperbolehkan siswi yang sedang dalam keadaan hamil mengikuti ujian nasional. Sebab tidak ada satu pun aturan yang memuat larangan itu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Tulungagung, Maryaji, mengatakan aturan tertulis pelaksanaan ujian nasional hanya mencantumkan nomor nominasi tetap sebagai prasyarat ujian. "Tak ada klausul soal hamil," katanya, Jumat, 13 April 2012.

Menurut Maryaji, polemik soal siswi hamil boleh mengikuti ujian nasional atau tidak hingga kini menjadi penafsiran yang berbeda. Dinas Pendidikan Tulungagung juga tak bisa membuat aturan khusus selain mengacu pada regulasi yang ada. Karena syarat yang dibutuhkan hanya nomor ujian, maka siapa pun pemegang nomor ujian berhak mengikuti ujian tanpa kecuali.

Kehamilan seorang siswi, menurut Maryaji, merupakan penilaian norma di luar akademik. Hal itu menjadi pertimbangan sendiri bagi sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. "Namun tidak terkait unas," ujar Maryaji.

Ketua Dewan Pendidikan Tulungagung, Supriono, berpendapat sama. Menurut Supriono, selama aturan normatif tidak mengatur kehamilan, maka tak ada yang melarang siapa pun mengikuti ujian. Penafsiran ini cukup pas untuk menentukan sikap jika terjadi polemik tersebut. "Kalau aturan normatifnya hanya nomor ujian, ya itu saja," ucapnya.

Supriono yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung menambahkan, pihaknya sudah melakukan rapat untuk membahas aturan itu dengan Dinas Pendidikan. Mereka bersepakat tak akan membuat aturan yang keluar dari koridor regulasi yang ada.

HARI TRI WASONO

Sumber: TEMPO.CO | Jum'at, 13 April 2012
| 0 komentar

27 daerah menerima IPHI Award 2012

Senin, 09 April 2012 | 13.18.00 | 0 komentar

Solo - Sebanyak 27 daerah di Indonesia menerima penghargaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Award 2012 pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahunnya Ke-22 di Kota Solo.

Ketua Umum IPHI H. Kurdi Mustofa, di Solo, Minggu, mengatakan, penganugerahan IPHI Award tersebut akan dilakukan disela acara rapat kerja nasional (Rakernas) ke-10 di Aula Diamond Solo, Senin (9/4).

"Dari 27 daerah yang mendapatkan penghargaan IPHI Award itu, tujuh di antaranya sudah menerima dua kali bertutut-turut," kata Kurdi Mustofa.

Ia menjelaskan, tujuh daerah yang mendapat penghargaan Grand IPHI Award, yakni Provinsi Sumatera Utara dan Maluku, keduanya peraih bidang kinerja dan ivovasi. Kemudian, Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) dan Kota Samarinda (Kalimantan Timur) masing--masing peraih IPHI award bidang manajemen.

IPHI Kota Bogor Jawa Barat menerima bidang pendidikan, sedangkan Kabupaten Klaten (Jateng) dan Kota Batu (Jatim), keduanya mendapat penghargaan bidang kesehatan.

Selain itu, 20 daerah lainnya yang menerima IPHI Award bidang kinerja organisasi yakni Provinsi Jateng dan Jatim, sedangkan Jabar, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menerima bidang Inovasi kemabruran .

Kota Surakarta (Jateng) dan Kota Bandar Lampung masing--masing menerima penghargaan IPHI Award bidang manajemen, Kota Payakumbuh (Sumatera Barat) dan kabupaten Langkat (Sumatera Utara) menerima bidang pendidikan.

Kota Pontianak (Kalbar), Kota Manado (Sulut) menerima IPHI Award bidang dakwah, Kota Tegal (Jateng), Kabupaten Majalengka (Jabar) peraih bidang ekonomi/koperasi, sedangkan Wonogiri (Jateng) dan Tabanan (Bali) bidang partisipasi anggota.

Penghargaan IPHI Award 2012 bidang pemberdayaan umat juga diberikan kepada Kabupaten Pinrang (Sulawesi Selatan) dan Kota Bandung (Jabar), bidang kepedulian sosial diberikan kepada Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Manggarai Barat (Nusa Tenggara Timur).

Penghargaan IPHI Award bidang kepedulian lingkungan hidup masing--masing diberikan kepada Kabupaten Boyolali (Jateng) Sutubondo (Jatim).

Menurut Kurdi Mustofa, penganugerahan IPHI Award tersebut rencana diberikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela acara pencanangkan Gerakan Investasi Wakaf Uang Manara Haji Indonesia.
(ANT)

Sumber: ANTARA News | Minggu, 8 April 2012
Senin, 09 April 2012 | 0 komentar

Divisi Satu | Dibuka di Tulungagung, Divisi Satu Resmi Bergulir

Sabtu, 31 Maret 2012 | 21.50.00 | 0 komentar

Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia XVII tahun 2012 resmi bergulir. Ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon ke udara, kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Liga Sepak Bola Amatir Indonesia (BLAI) itupun diharapkan nantinya bisa membantu meningkatkan pesepakbolaan di tanah air.

Demikian kata CEO BLAI, Syauqi Suratno dalam kata sambutannya di depan publik Tulungagung di Stadion Rejo Agung, Tulungagung, Sabtu (31/3). "Komitmen kami untuk meningkatkan sepak bola Indonesia melalui pembinaan usia muda sangat kuat," jelas Syauqi. "Hal ini terlihat lewat upaya kami menggelar Divisi Satu, Divisi Dua, Divisi Tiga, dan liga remaja U-15 dan U-18.

Selain lepas burung dan balon ke udara, pembukaan Divisi Satu juga diisi oleh beraneka hiburan, seperti modern dance dari Yamaha Tulungagung selaku pihak sponsor Perseta hingga musik dangdut yang dibawakan artis lokal Tulungagung.

Setelah itu, agenda pembukaan Divisi Satu pun dilanjutkan dengan pertandingan antara sang tuan rumah, Perseta Tulungagung melawan PSID Jombang di Grup VII. Dalam pertandingan itu, kedua tim yang bermain di bawah guyuran hujan berkali-kali membuat publik Tulungagung berteriak.

Hasil akhir, Tulungagung memetik kemenangan dengan skor tipis 2-1. Dua gol kemenangan Perseta diciptakan Dedik Kristiawan pada menit ke-40 dan ke-44 melalui titik putih. Sementara itu, gol milik PSID dicetak oleh Kadaffi ketika laga berjalan 19 menit. Berkat kemenangan itu, Perseta pun duduk di puncak klasemen Grup VII dengan tiga poin.

Selain di Tulungagung, dua pertandingan serupa yang notabenenya pembuka juga digelar di dua daerah berbeda, yakni di kota Asahan, Sumatera Utara dan Blora, Jawa Tengah. Di Asahan, PSSA Asahan melawan Medina Medan Jaya, sementara di Blora, Persikaba Blora ditantang Persipa Pati.

Sedikit catatan, Divisi Satu yang diselenggarakan BLAI diikuti oleh 56 tim dari berbagai daerah. Ke-56 tim itu dibagi ke dalam 12 grup, dengan perincian tiap grup berisi empat sampai enam tim.

Berbeda dibanding dengan ISL ataupun Divisi Utama, kompetisi amatir ini dimainkan dengan sistem home turnamen setengah kompetisi. Juara dan runner-up dimasing-masing grup nantinya berhak melaju ke putaran selanjutnya sebelum akhirnya dibagi kembali dalam enam grup.

Berikut tim-tim yang berkompetisi di Divisi Satu:

Grup I
-Persass Sabang
-Aceh Utara FC
-PSAB Aceh
-Pidie Jaya
-Persal Aceh Selatan
-Persidi Idi
Tempat: Banda Aceh, Aceh; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup II
-PSSA Asahan
-Medina Medan Jaya
-Poslab Labuhan Ratu
-PSSD Dairi
-PSTS Tanjung Balai
-PSDS Deli Serang
Tempat: Asahan, Sumatera Utara; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup III
-PS Bungo
-Persisko Bangko
-PSPP Padang Panjang
-Persiju Sijunjung
-PS Pasaman Barat
-Persis Solok
Tempat: Bungo, Jambi; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup IV
-Jakarta Timur FC
-PSBL Bandar Lampung
-Persista Sintang
-Persibabar Bangka Barat
-PS Bangka
Tempat: Jakarta Timur, DKI Jakarta; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup V
-Persibas Banyumas
-Persekap Kota Pekalongan
-PSISRA Sragen
-Persitas Kab Tasikmalaya
-Persikad Kota Depok
Tempat: Banyumas, Jawa tengah; Tanggal Dimulai: 2 April 2012

Grup VI
-Persikaba Blora
-Persipur Purwodadi
-Persipa Pati
-PSISA Salatiga
Tempat: Blora, Jawa Tengah; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VII
-Perseta Tulungagung
-PSID Jombang
-Persenga Nganjuk
-Persedikab Kab Kediri
Tempat: Tulungagung, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VIII
-Perseba Bangkalan
-Persida Sidoarjo
-Persekap Kota pasuruan
-Persisum Sumbawa
Tempat: Bangkalan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 15 April 2012

Grup IX
-Persekabpas
-Persebo Bondowoso
-Persikapro Probolinggo
-Protaba Bantul
Tempat: Pasuruan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 8 April 2012

Grup X
-Penajam Pasir Utara
-Persipas Paser
-PS Kabupaten Tapin
-Persehan Marahan
Tempat: Penajam, Kalimantan Timur; Tanggal Dimulai: 12 April 2012

Grup XI
-PSKT Tomohon
-Persipal Palu
-Persewar Waropen
-Yahokimo FC
Tempat: Tomohon, Sulawesi Utara; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup XII
-Persifa Fak Fak
-Perseka Kaimana
-Persigubin GN Bintang
-Persipan Paniaire
Tempat: Fak Fak, Papua Barat; Tanggal Dimulai: 14 April 2012


Sumber: bolanews.com | Sabtu, 31/03/2012
Sabtu, 31 Maret 2012 | 0 komentar

56 Tim Tampil di Divisi 1 PSSI Versi KPSI

Jumat, 30 Maret 2012 | 00.25.00 | 0 komentar

Sebanyak 56 tim segera tampil mengikuti kompetisi kompetisi Divisi I musim 2012/2013 PSSI-KPSI, yang menggunakan home tournament dan sistem setengah kompetisi.

Kompetisi amatir tersebut akan dibuka secara nasional di Tulungagung, Jawa Timur, 31 Maret, di mana akan digelar babak penyisihan Grup VII yang dihuni oleh tuan rumah Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, dan Persedikab Kabupaten Kediri.

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) Syauqi Suratno menjelaskan, sebenarnya pihaknya menyediakan slot 66 klub untuk mengikuti kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012. Namun, sampai batas akhir pendaftaran, hanya 56 klub yang mendaftar. Jumlah itu dinilai sudah lebih dari cukup, karena sudah mewakili seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan amanat dari PSSI yang tertuang dalam PO (peraturan organisasi), maka kami wajib menggulirkan kompetisi Divisi I. Pasalnya, kompetisi yang menjadi jembatan akhir klub sebelum menuju level profesional, juga akan menentukan klub yang akan promosi ke jenjang profesional. Apalagi, kompetisi Divisi Utama juga sudah bergulir,” papar Syauqi yang didampingi Acting Sekjen PSSI, Tigor Shalom Boboy.

Menurut Syauqi, 56 tim tersebut dibagi dalam 12 grup. Masing-masing grup ada yang terdiri dari empat klub sampai enam klub. Itu juga telah sesuai dengan PO kompetisi Divisi I.

Pada hari pertama, 31 Maret, selain di Tulungangung, juga digelar pertandingan di dua grup lainnya yaitu Grup VI di Blora yang dihuni oleh Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, dan PSISRA Sragen, serta Grup II di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara.

Grup II ini dihuni tuan rumah PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, dan PSDS Deli Serdang. Untuk grup-grup lainnya kompetisi mulai bergulir antara 8 April – 15 April.

Menurut Syauqi, BLAI benar-benar sangat komunikatif sejak melakukan sosialisasi pendaftaran Januari lalu. Sejak itu, BLAI selalu menjalani komunikasi dengan klub-klub yang terdaftar sebagai anggota Divisi I, baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Terakhir, BLAI mengirimkan formulir pendaftaran dan klub wajib mengembalikan beserta kesiapan mereka untuk mengikuti kompetisi.

“Kami selalu mengingatkan mereka sejak manager meeting di Golden Boutique Hotel. Setelah itu, kami kembali mengingatkan mereka juga Pengprov masing-masing klub saat Kongres di Swissbel Hotel. Terakhir di Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure. Artinya, klub-klub ini memang sudah siap berlaga,” jelas Syauqi.

Terkait sponsor dan pendanaan, lanjut Syauqi, pelaksanaan kompetisi semua dibiayai BLAI, termasuk biaya perangkat pertandingan. Namun, BLAI juga tetap memberikan peluang klub mencari sponsor sendiri.

“Klub bebas mencari sponsor. Mereka hanya wajib melaporkan nama sponsor itu. BLAI sama sekali tidak meminta bagian dari sponsor yang didapat klub,” tandas Syauqi.

Sementara itu, Acting Sekjen PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, pelaksanaan kompetisi merupakan program kerja yang telah diputuskan dalam Kongres Luar Biasa (KLB). Selain itu, kompetisi ini memang wajib digelar sesuai PO PSSI.

“Kompetisi amatir tidak bisa dilepaskan begitu saja. Apalagi Divisi I adalah jenjang terakhir klub sebelum masuk level profesional. Sinergi inilah yang harus berjalan dengan baik, sehingga pembinaan di PSSI juga berjalan dengan baik,” tandas Tigor.

Pembagian Grup Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012.

Grup I : Persass Sabang, Aceh Utara FC, PSAB Aceh Besar, Pidie Jaya, Persal Aceh Selatan, Persidi Idi

Grup II : PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, PSDS Deli Serdang.

Grup III: PS Bungo, Persisko Bangko, PSPP Padang Panjang, Persiju Sijunjung, PS Pasaman Barat, Persis Solok.

Grup IV : Jakarta Timur FC, PSBL Bandar Lampung, Persista Sintang, Persibabar Bangka Barat, PS Bangka.

Grup V : Persibas Banyumas, Persikap Kota Pekalongan, PSISra Sragen, Persitas Kab Tasikmalaya, Persikad Kota Depok.

Grup VI: Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, PSISa Salatiga.

Grup VII: Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, Persedikab Kab Kediri.

Grup VIII: Perseba Bangkalan, Persida Sidoarjo, Persekap Kota Pasuruan, Persisum Sumbawa.

Grup IX: Persikabpas Pasuruan, Persebo Bondowoso, Persikapro Probolinggo, Protaba Bantul.

Grup X: Penajam Pasir Utara, Persipas Paser, PS Kabupaten Tapin, Persehan Marabahan.

Grup XI: PSKT Tomohon, Persipal Palu, Persewar Waropen, Yahukimo FC.

Grup XII: Persifa Fak Fak, Perseka Kaimana, Pesigubin Gn Bintang, Persipan Paniai. (esa/end)

Sumber: Bola.net | 29-03-2012
Jumat, 30 Maret 2012 | 0 komentar

PSSI Versi KLB Mulai Gulirkan Liga Amatir

Rabu, 28 Maret 2012 | 23.55.00 | 0 komentar

Rencananya kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) versi PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Syauqi Suratno, mengatakan pihaknya bakal segera menggulirkan kompetisi liga amatir Divisi I, II, dan III.

Syauqi menegaskan BLAI menjadi satu-satunya pengelola liga amatir di Indonesia. Selain Divisi I, II, dan III, Syauqi mengatakan pihaknya juga mengagendakan liga remaja U-18 Piala Soeratin, serta liga U-15 Piala Kemenpora.

Rencananya, kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012. Sementara Divisi II akan dimulai pada 21 April 2012. Adapun untuk penyelenggaraan Divisi III, Syauqi mengatakan rencanaya digelar pada 30 April 2012.

"Pembukaan secara nasional Divisi I akan digelar di Tulungagung, Jawa Timur. Bersamaan dengan Tulungagung juga digelar pertandingan di tiga grup lainnya, di Blora dan Asahan, Sumatera Utara. Kami berharap dengan bergulirnya kompetisi liga amatir, sistem mata rantai kompetisi akan berjalan. BLAI dalam hal ini tidak hanya sebagai wadah kompetisi, tetapi juga menjaring bibit-bibit pemain," ujar Syauqi di Kantor BLAI, Senayan, Rabu 28 Maret 2012.

Untuk gelaran Divisi I akan menggunakan sistem home tournament dengan format setengah kompetisi. BLAI menyiapkan 66 slot untuk klub Divisi I, yang bisa diikuti oleh klub-klub amatir tanpa melihat batasan umur. Untuk gelaran musim 2012 ini, tercatat sudah 56 klub yang mendaftar kepada BLAI.

Sedangkan untuk gelaran Divisi II, Syauqi mengatakan saat ini sudah ada 100 klub yang bersiap mengikuti kompetisi. Sementara untuk gelaran Divisi III tidak ada batasan jumlah peserta. Kompetisi digulirkan oleh masing-masing Pengprov PSSI untuk kategori klub-klub sepakbola U-21.

"Pada saatnya, kami akan bekerjasama dengan klub-klub profesional ISL, untuk memaksa mereka membuat tim kelompok umur. Ini juga sejalan dengan tujuan PSSI meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini," papar Syauqi.

Saat ini, kompetisi Divisi III diakui Syauqi sudah berjalan terlebih dahulu. Sebanyak delapan Provinsi di Indonesia telah secara serentak menggelar kompetisi di tingkat Provinsi masing-masing. Rencananya, pada 30 April nanti, Provinsi-Provinsi tersebut sudah mendapatkan wakil mereka untuk berlaga di babak wilayah. Setelah tembus babak wilayah, klub pemenang akan tampil di tingkat nasional. (eh)

Sumber: VIVAbola | Rabu, 28 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012 | 0 komentar

Pusat-Daerah Terbelah

Surabaya – Peta ‘pertarungan’ antara kubu pro dan kontra kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengganas. Bila sebelumnya secara kasat mata hanya perang antara wong cilik dengan pejabat, kini di tubuh pemerintah sendiri terpecah belah.

Perang urat syaraf antara daerah dan pusat makin meruncing pasca beberapa kepala daerah nekat ikut berdemonstrasi menolak kenaikan harga bensin. Mereka tak mengindahkan ancaman pemecatan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

Luar biasanya, tak hanya kepala daerah dari partai oposisi--didominasi PDIP--tapi bupati/walikota dari partai koalisi pun menentang.

Berdemonstrasi memang hak setiap orang dan tidak secara tegas dilarang dalam UU Pemerintahan Daerah Nomor 32 Tahun 2004. Kalangan pengamat pun menilai bila terus terjadi ini akan merusak sistem pemerintahan Indonesia.

Di Jawa Timur saja, sedikitnya ada empat kepala daerah yang mengatakan ‘tidak’ untuk kenaikan BBM dengan berdemo.

Walikota Malang, Peni Suparto (PDIP); Wakil Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono (PDIP); Walikota Probolinggo, HM. Buchori (PDIP) dan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron (PKB) terjun memimpin demonstrasi dan berorasi di daerah masing-masing.

Peni, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Malang, mengatakan ancaman Mendagri itu sama sekali tidak membuatnya takut. Kepala daerah, ungkapnya, dilindungi undang-undang karena dipilih langsung oleh rakyat. Lagi pula sebagai pejabat publik, mereka tidak bisa dipecat begitu saja lantaran menyampaikan aspirasi. “Saya tak takut dipecat, undang-undang melindungi saya. Sikap saya tegas menolak kenaikan harga BBM.”

Hal yang sama juga dikemukakan Bambang Dwi Hartono. Seusai memimpin unjuk rasa di Gedung Grahadi Surabaya, Bambang mengaku siap menerima sanksi dari Mendagri bila langkahnya itu dianggap menyalahi aturan.

"Saya siap diberhentikan. Saya tidak ingin jadi pelacur atau oportunis seperti Mendagri. Mendagri itu kan dulu dari partai yang saya dukung sekarang," kata kader PDIP itu.

Walikota Probolinggo, HM. Buchori mengaku pasrah terkait ancaman Mendagri. "Terus terang saya baru sadar setelah Mendagri mengutip Undang-Undang 32/2004 terkait sumpah jabatan," ujar Walikota HM. Buchori, Rabu (28/3) pagi tadi.

Walikota mengakui, sebagai pejabat negara memang harus mendukung kebijakan pemerintah pusat. Namun secara pribadi dan orang partai (PDIP), HM. Buchori mengaku, harus mendukung kebijakan partainya. "Saya pun orasi 15 menit sebagai pribadi, atas nama partai PDIP, dan atas nama Ketua Baitul Muslimin Jatim," tambahnya.

HM. Buchori menambahkan, dirinya khawatir jumlah orang miskin akan semakin bertambah jika BBM sampai dinaikkan. "Saya kasihan kehidupan orang miskin bakal semakin susah," ujarnya."Silakan saja Mendagri memberikan sanksi, asalkan sanksi itu sesuai ketentuan," ujar walikota.

Hal senada diungkapkan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron. Meski dirinya dari partai koalisi yaitu Ketua DPC PKB Bangkalan tapi penderitaan rakyat harus diperjuangkan. “Kami tahu kalau masyarakat sangat keberatan dengan rencana kenaikan BBM dan saya prihatin, dan ikut menolak rencana tersebut.”

FX Hadi Rudyatmo, yang juga Ketua DPC PDIP, tidak mau kalah. Dia tidak peduli dengan ancaman Mendagri. Sebagai orang yang dipilih rakyat, dia merasa harus mendengar, melihat, dan berbuat untuk mengatasi penderitaan rakyat.

Karena itu, dia siap dipecat jika penolakannya terhadap rencana penaikan harga BBM dianggap salah. "Berjuang toh tidak harus dengan cara menjadi wakil walikota. Saya sudah sampaikan ini kepada kader, jangan marah kalau saya dipecat," kata Rudyatmo.

Di Bali, Gubernur Made Mangku Pastika (diudung PDIP) mengatakan semua orang di Bali tidak setuju harga BBM naik karena akan menyebabkan kenaikan biaya-biaya lain. Namun, semua itu diserahkan kepada pemerintah pusat dan DPR untuk membahasnya.

Sejumlah kepala daerah juga menolak penaikan harga BBM meski tidak ikut berdemonstrasi. Mereka menunjukkan penolakan dengan menandatangani surat dukungan kepada demonstran agar harga bensin tidak naik. Kepala daerah yang melakukan itu antara lain Bupati Ponorogo Amin serta Wakil Bupatinya, Yuni Widyaningsih yang berasal sari Partai Golkar. Ada juga Bupati Tulungagung Heru Tjahjono yang usung oleh PDIP dan PKB kala Pilkada lalu. "Saya sudah tanda tangan. Saya titip pesan, boleh unjuk rasa menyampaikan aspirasi asal jangan anarkis," ujar Heru.

Di sisi lain, gara-gara BBM Partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersikukuh menolak meski mereka berada di posisi koalisi. Bahkan PKS siap pecah kongsi dengan Partai Demokrat (PD). “Apabila PKS harus memilih satu di antara dua, tidak mungkin meninggalkan rakyat miskin yang telah membesarkan PKS. Jika opsi yang dipilih pada akhirnya akan menyengsarakan rakyat, maka PKS akan berdiri bersama rakyat," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sata dikonfrimasi Rabu (28/3).

Mendagri Tak Bisa Pecat

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terkait kepala daerah yang menolak keputusan pemerintah pusat, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), ditentang mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yusril Ihza Mahendra.

"Kepala daerah tidak bisa dipecat oleh Menteri Dalam Negeri," ujar Yusril. Yusril mengatakan kepala daerah dipilih oleh rakyat melalui Pilkada atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Terpisah, pengamat politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan aksi demo yang dilakukan oleh pemerintah daerah cuma bisa dianggap sebagai tidak etis.

Dalam UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, tidak disebutkan secara spesifik tentang pemecatan. Dalam pasal 30 UU No 32 tahun 2004 tersebut, pemberhentian kepala daerah hanya bisa dilakukan oleh Presiden kalau melakukan tindak pidana korupsi dan penjara 5 tahun.

“Apa yang bisa membatalkan kepala daerah antara lain kalau pimpinan daerah melakukan kegiatan makar, kalau yang bersangkutan melakukan korupsi. Intinya dua itu,” ujarnya.

Siti Zuhro menuturkan, dalam pasal 31 UU No 32 tahun 2004 juga dikatakan hal demikian. Pasal 31 ayat 1 dikatakan “Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, dan/atau tindak pidana terhadap keamanan negara”

Dia melanjutkan, dalam aturan terutama UU No 32 tahun 2004 ini memang tidak mengatur secara eksplisit. Hanya, Gubernur bisa memberikan peringatan jika memang pemerintah daerah setara kota atau kabupaten melakukan aksi demo menolak kebijakan pemerintah pusat. “Aturan soal demo tidak eksplisit di UU. Makanya ditangani Gubernur. Tahapan-tahapannya adalah diperingatkan dan ditegur."

Sementara, pakar Hukum Tata Negara Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Radian Salman mengatakan, “Kalau warning boleh-boleh saja karena hal itu bagian dari negara kesatuan,” tutur dekan dan staf pengajar ilmu tata negara Fakultas Hukum (FH) Unair ini.

Drs. Krisnugroho, M.A mengatakan, ikutnya kepala daerah ditengah-tengah unjukrasa (unras) menolak kebijakan pemerintah tersebut lebih berpotensi pada kepentingan. Tinjauan politis ini juga merupakan bagian dari strategi untuk menaikkan simpati massa yang akan berpengaruh pada rating dukungan publik.

“Keberpihakan kepala daerah, terutama partai oposisi, hanyalah reposisi dalam meraih dukungan publik. Imbasnya adalah kepentingan lebih besar berupa simpati partai dan membesarkan partai,” ingat pakar politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini dihubungi ponselnya, Rabu (28/3) siang tadi.

Menurutnya, para kepala daerah turut serta dalam unras rata-rata adalah kepala daerah yang memiliki garis partai jelas. Secara nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra adalah partai yang tetap mengakuisisi sebagai bagian dari sistem konstituen negara yang menolak kenaikan harga BBM. “Momen ini (kenaikan BBM, red) menjadi bagian paling strategis untuk menaikkan rating dukungan massa. Karena muaranya adalah 2014,” tuturnya.

Lantas bagaimana dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang notabene sebagai ‘kongsi’ partai penguasa mundur teratur sebagai pendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM ? “Ini semua muaranya adalah pertarungan pada pemilu 2014. Kepentingannya adalah mencari dukungan publik,” kata Krisnugroho.

Meski demikian, Partai Demokrat tetap berang. Bagi Demokrat, kepala daerah baik bupati walikota, wakil walikota dari partai manapun, termasuk yang diusung PDI Perjuangan harus patuh pada kebijakan pemerintah pusat.

"Tidak boleh ada negara dalam negara. Sepenuhnya harus patuh pada pemerintah pusat untuk menjalankan kebijakan pemerintah pusat," kata salah satu Ketua DPP Demokrat, Didi Irawady Syamsuddin.

Menurut Didi, kepala daerah dari partai manapun bila sudah jadi pejabat negara tentu sudah menjadi milik negara atau rakyat. Jadi, kata dia, tidak ada lagi urusan semata-mata hanya untuk kepentingan partainya.

Didi menegaskan, kepala daerah sebagaimana amanat konstitusi merupakan bagian dari pemerintah pusat. Jadi harus patuh dan menjalankan kebijakan pemerintah pusat.ins,sab,zar,isa

Sumber: surabayapost.co.id | Rabu, 28/03/2012
| 0 komentar

Mayjen TNI Subekti Pimpin Kodam VI/Mulawarman

Selasa, 20 Maret 2012 | 18.32.00 | 0 komentar

BALIKPAPAN - Mayjen TNI Ir Drs Subekti MSc MPA kini memegang tongkat estafet kepemimpinan Kodam VI/Mulawarman, menggantikan Mayjen TNI Tan Aspan. Upacara parade dalam rangka serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di lapangan Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (20/3/2012).

"Saya menyadari bahwa jabatan Pangdam merupakan jabatan strategis terlebih bila dikaitkan dengan tantangan tugas ke depan, di mana Kodam VI harus mampu menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah darat NKRI di wilayah Kaltim dan Kalsel," ujar Subekti, dalam sambutannya.

Hal itu, menurutnya, merupakan tantangan bagi semua untuk dapat bekerja lebih optimal, serta memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab. Subekti melanjutkan, di masa kepemimpinan Mayjen TNI Tan Aspan, telah diletakkan dasar-dasar yang kuat.

Tan Aspan berharap, pergantian pejabat dapat memelihara ritme dan meningkatkan kualitas kinerja serta pembinaan di lingkungan Angkatan Darat. Saya yakin dan percaya dengan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman , Mayjen TNI Subekti akan mampu, kata Tan Aspan.

Mayjen TNI Subekti putra kelahiran Tulungagung Jawa Timur , 5 Maret 1956 dan merupakan lulusan AKABRI Darat tahun 1980 dengan kecabangan Armed. Beberapa jabatan penting yang pernah diemban sebelum menjabat Pangdam VI/Mlw antara lain Danrai-A Yonarmed-4/76 ( tahun 1983), Danyon Armed-8/76 Kostra d, Dandim 0824/Korem 084 (1997), Athan RI Pretoria Afsel (2000), Paban-VII/OPP Sops TNI (2006), Danrem 072/PMK Dam IV/Dip (2008), Diranlingstra Ditjen (2008), Kasdam VII/Wrb (2010), dan Asrena Kasad (2011).

Pelaksanaan sertijab secara resmi telah dilaksanakan 13 Maret lalu di Jakarta oleh Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Selanjutnya Mayjen TNI Tan Aspan menduduki jabatan sebagai Staf Khusus Kasad. Tan Aspan menjabat Pangdam VI/Mulawarman selama 1 tahun 11 bulan.

Sumber: KOMPAS.com | Selasa, 20 Maret 2012
Selasa, 20 Maret 2012 | 0 komentar

Eva Ajari Guru Desa Bersikap Kritis

Kamis, 15 Maret 2012 | 15.44.00 | 0 komentar

Jakarta - Banyak cara yang dilakukan oleh anggota DPR ketika turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Salah satunya adalah dengan memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA.

Hal itu yang dilakukan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Eva memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA terkait dengan 4 pilar kebangsaan yang juga disosialisasikan oleh MPR.

"Ada 67 orang guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP dan SMA se Kabupaten Tulungagung Jawa Timur," ujar Eva kepada INILAH.COM, Rabu (14/3/2012).

Jelas Eva, pengajaran ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis guru-guru terhadap prinsip dan konsekuensi berkonstitusi (Constitutionalism) dan ber-ideologi Pancasila. Hal ini yang dinilainya masih kurang dipahami oleh para pengajar.

"Paham konsensus berbangsa berupa 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) beserta tantangan-tantangan terhadapnya di masyarakat," lanjutnya.

Bagi perempuan asal Kediri Jawa Timur ini, masalah internalisasi Pancasila kini sudah mulai menipis di kalangan pelajar dan juga pengajarnya. Sehingga perlu kurikulum dan pemahaman dari pengajar. Untuk itu, Eva mengaku dalam pembelajarannya, mengajak para guru tersebut untuk berpikir dan mengambil kesimpulan dari hasil analisanya.

"Dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan kunci, peserta diajak menganalisa dan menyimpulkan," katanya.

Jelasnya, para guru diajak untuk berpikir dan menganalisa masing-masing sila. Seperti sila pertama yang harus dianalisa dalam konteks terkini. Contoh, persoalan penutupan gereja, penyerangan Ahmadiyah, maupun persoalan keagamaan seperti maraknya aliran sesat.

"Prosesnya dimulai dengan pengantar dari seorang pakar untuk memancing peserta merenungikan kembali Pancasila. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan makna dari tiap-tiap sila dalam Pancasila," jelasnya.

Menurutnya, hal ini dinilai ampuh terutama di daerah-daerah. Apalagi, pemahaman tentang kebangsaan dan persoalan-persoalan yang sensitif sering menjadi pemicu lahirnya konflik sosial. Jelas Eva, banyak yang dihasilkan dari program mengajar para guru ini.

"Sepuluh buah spanduk di 4 kota, 1 kali audiensi dengan Gubernur, 2 kali dengan Walikota, 1 kali dialog dengan parlemen dihadiri 10 orang Wakil Rakyat, 1 kali dialog dengan Kapolres," jelasnya.[dit]

Sumber: inilah.com | Kamis, 15 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012 | 0 komentar

Kluster Wisata Jatim Sulit Terwujud

Rabu, 22 Februari 2012 | 12.54.00 | 1 komentar

Pemerintah Provinsi harus punya inisiatif membuat masterplan wisata tanpa menunggu Pemerintah Pusat

SURABAYA – Tampaknya, kluster wisata yang digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata Jawa Timur akan sulit terwujud. Semua wilayah kabupaten/kota yang nantinya dijadikan kluster wisata, belum bisa menghasilkan pendapat yang sepaham untuk memikul tanggungjawab. Padahal, kontribusi sektor pariwisata Jawa Timur cukup besar, yakni 6,36% atau Rp56 triliun terhadap PDRB Jawa Timur yang mencapai Rp 884 triliun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Jarianto, mengakui, sulitnya mewujudkan kluster wisata Jawa Timur disebabkan perumusan tanggungjawabnya belum jelas. Kabupaten/kota belum sepaham untuk memikul tanggungjawab.

Sebab itu, Disbudpar masih menunggu upaya pemerintah pusat agar bisa memfasilitasi terbentuknya kluster wisata di Provinsi Jawa Timur. “Kami sudah mengirim surat ke Pemerintah Pusat agar dibentuk kluster wisata di Jawa Timur. Kalau pemerintah pusat sudah membentuk kluster di Jawa Timur, akan memudahkan kami melakukan pembinaannya. Hingga kini, kami menunggu respon dari pemerintah pusat,” katanya, saat ditemui di sela rapat sosialisasi Majapahit Travel Fair (MTF) di Hotel Utami Surabaya, Selasa (21/2).

Menurut Jarianto, semua aspek di daerah harus mendukung terbentuknya kluster wisata. Kenyataannya, potensi wisata di Jawa Timur yang besar ini belum tergarap secara maksimal akibat kurangnya koordinasi dan kerjasama antara pemerintah daerah satu dengan yang lainnya.

Bila kerjasama itu tercapai, bukan sesuatu yang mustahil wisata di Jawa Timur akan menjadi jujukan para wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnu). Sebab selama setahun kemarin, angka wisman dan wisnu yang datang ke Jawa Timur cukup signifikan.

“Dari 736 obyek wisata yang ada, jumlah wisman yang datang sebanyak 224 ribu orang, wisnu 27,1 juta orang. Terbanyak wisata yang diminati turis adalah wisata Bromo, dan wisnu minatnya ke wisata religi seperti makam Sunan Bonang,”jelasnya.

Ketua Dewan Pariwisata Jawa Timur, Yusak Anshori mendesak agar Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat bersinergi dalam menghasilkan rancangan keputusan, sehingga menjadikan kluster wisata Jatim terwujud.

“Pemerintah Provinsi dan daerah serta Pemerintah Pusat harus duduk bersama. Kalau masing-masing pihak mengutamakan arogansi, selamanya kluster wisata yang ada tidak akan bisa dikembangkan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi, tegas Yusak, harus mempunyai inisiatif untuk membuat masterplan wisata tanpa menunggu Pemerintah Pusat. Menurut penilaiannya, pembangunan kluster sangat perlu dilakukan, karena keberadaan obek wisata satu dengan lainnya berjauhan.

“Yang tahu potensi untuk dijadikan kluster wisata di daerah adalah daerah itu sendiri. Pemda dan Pemprov harus membuat master plan dulu, kemudian konfirmasi ke pusat. Mestinya yang banyak perannya adalah daerah, bukan pusat.” imbuhnya.

Setelah master plan terwujud, Pemprov harus bisa mengkoordinasikan dengan stake holder di sektor wisata. Sehingga rencana tersebut kemudian ada assignment.

Yusak merinci, sejumlah wilayah yang punya potensi dijadikan kluster antara lain Kluster Argopuro meliputi Situbondo dan Banyuwangi dengan obyek wisata pantai Pasir Putih, Gunung Ijen, peternakan kura-kura, pantai Plengkung, serta obyek wisata lainnya.

“Selain itu ada Kluster Arek meliputi Malang, Surabaya, Probolinggo dan Sidoarjo, Kluster Madura dan Lamongan, dan kluster Ketubli meliputi Kediri Tulungagung dan Blitar,”tukasnya. m27

Wisatawan Berkunjung ke Jatim

Tahun Wisman Wisnu

2010 204 ribu 25,2 juta

2011 224 ribu 27,1 juta

Tempat wisata vaforit

Wisman Bromo

Wisnu Wisata religi

seperti makam wali

Sumber: surabayapost.co.id | Rabu, 22/02/2012
Rabu, 22 Februari 2012 | 1 komentar

2012, Pemerintah Bangun Jaringan Gas di 5 Kota Ini

Selasa, 31 Januari 2012 | 17.11.00 | 0 komentar

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan akan membangun jaringan gas kota untuk rumah tangga dan transportasi di kota-kota seperti Prabumulih, Jambi, Cibinong, Cirebon dan Kalidawir (Tulungagung) di 2012.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan pembangunan jaringan gas kota untuk memandirikan energi di kota yang ada potensi gas di daerahnya. Tujuan program ini untuk berikan gas yang murah untuk rumah tangga ketimbang liqufied petroleum gas (LPG).

"Sudah seharusnya berpindah dari minyak bumi ke gas. Pemerintah mendorong penggunaan gas ke rumah tangga dan transportasi. Kita bertekad di 2012 dorong gas untuk transportasi," ujarnya yang ditemui dalam rapat kerja melalui video conference di Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Dirinya mengakui jaringan gas kota masih terbatas dibangun pemerintah. Hanya di kota Tarakan, Bekasi, Depok, Sidoarjo dan Palembang yang ada jaringan gas kota.

Sementara itu Direktur Hulu Ditjen Migas Eddy Hermantoro mengatakan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga sebagai salah satu langkah untuk mempercepat program diversifikasi energi sebagaimana ditetapkan pada undang-undang nomor 30 tahun 2007 tentang energi.

"Dalam upaya mendukung program diversifikasi energi, di 2009 Ditjen Migas telah membangun infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga," katanya. (wdi)

Sumber: okezone.com | Selasa, 31 Januari 2012
Selasa, 31 Januari 2012 | 0 komentar

Pertamina-Medco-Lapindo Pasok Gas untuk 5 Kota

JAKARTA - Tiga perusahaan minyak dan gas akan memasok gas sebanyak 4,7 mmscfd untuk jaringan gas kota yang akan dibangun pada 2012 ini.

Pemerintah akan membangun jaringan gas kota untuk rumah tangga dan transportasi di kota-kota seperti Prabumulih, Jambi, Cibinong, Cirebon, dan Kalidawir (Tulungagung) di 2012.

"Gas kota itu disuplai dari PT Medco EP 0,7 mmscfd, PT Lapindo dua mmscfd dan PT Pertamina EP dua mmscfd," jelas Direktur Hulu Ditjen Migas Eddy Hermantoro di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Dirinya mengatakan di 2008 pemerintah telah menyelesaikan Front End Engineering Design (Feed) yang bisa mendistribusikan gas bumi ke enam kota yaitu Palembang, Surabaya, Bekasi, Depok, Medan, dan Blora.

Di Palembang, lanjut dia dipasok gas dari PT Medco E&P sebesar satu mmscfd yang mengaliri 3.311 rumah tangga. Sedangkan untuk Surabaya dipasok PT Lapindo Brantas sebesar dua mmscfd yang mengaliri 2.900 rumah tangga.

"Di 2010 juga telah dibangun di Depok dan Bekasi yang gasnya dipasok dari PT Pertamina EP sebesar masing-masing satu mmscfd yang mengaliri empat ribu dan 1.800 rumah tangga," katanya.

Lalu di Tarakan, tambah Eddy gasnya dipasok dari PT Medco E&P sebesar 0,7 mmscfd yang mengaliri kurang lebih 3.366 rumah tangga dan Sidoarjo juga dipasok PT Lapindo Brantas sebesar dua mmscfd yang mengaliri empat ribu rumah tangga.

"Di 2011 pembangunan kembali dilanjutkan di Bontang, Sengkang, Sidoarjo tahap dua dan Bekasi tahap dua yang mengaliri 11 rusun di Jabodetabek," tegasnya. (wdi)

Sumber: okezone.com | Selasa, 31 Januari 2012
| 0 komentar

Venna melinda jadi dosen tamu di Tulungagung

Minggu, 15 Januari 2012 | 23.40.00 | 0 komentar

Tulungagung - Artis yang juga anggota Komisi I DPR RI, Venna Melinda, menjadi pusat perhatian ratusan mahasiswa saat di dapuk menjadi dosen tamu di kampus Universitas Tulungagung (Unita), Jumat.

Venna, yang datang bersama keluarga dan sejumlah staf ahlinya, langsung dikerubuti para mahasiswa untuk sekadar berfoto bersama dan meminta tanda tangan. Mantan Putri Indonesia itu berkecimpung di dunia politik bersama Partai Demokrat.

"Saya datang ke sini dalam rangka reses, dan atas undangan pihak Universitas Tulungagung untuk menyampaikan kuliah khusus sesuai dengan bidang yang saya tekuni," ujarnya kepada wartawan, usai menjado dosen tamu di Kota Marmer tersebut.

Venna mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas sambutan hangat yang ditunjukkan oleh civitas kampus Unita.

Kesempatan itu setidaknya berhasil ia manfaatkan untuk memberikan materi pendidikan politik kepada para mahasiswa, selaku pemilih pemula. Beberapa isu yang disampaikan Venna terkait penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu).

Meski tidak serta merta mempromosikan diri, ia mengingatkan kepada para mahasiswa maupun seluruh civitas akademika Unita agar menggunakan hak pilih dalam pemilu secara cerdas.

"Pesan saya, jangan pernah memilih kembali anggota DPR yang hanya menjual pepesan kosong. Carilah wakil kalian yang benar-benar bisa menjembatani aspirasi dan memiliki komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat," cetusnya.

Vena juga mengingatkan bahwa tahun 2014 tidak lama lagi datang, dan pada momentum politik itu akan banyak bermunculan para calon anggota legislatif yang mencoba mendekatkan diri kepada rakyat.

"Hati-hati terhadap calon legislatif seperti ini, biasanya begitu terpilih mereka terus lupa dengan rakyat yang memilihnya," kata Venna, disambut tepuk-tangan para mahasiswa.

Disinggung mengenai peran yang telah dilakukannya di Daerah pemilihan (Dapil VI) meliputi Tulungagung dan Kediri, Jawa Timur, ia mengaku bahwa sudah menjalankan semua amanah yang selama ini diletakkan di pundaknya.

Venna membuktikan komitmennya terhadap rakyat pemilihnya itu dengan mencontohkan inisatifnya dalam mendirikan rumah aspirasi rakyat di Kediri.

"Insya Allah tahun ini juga akan kami bangun di Kabupaten Tulungagung. Rumah aspirasi ini menjadi media saya dalam menjaring aspirasi masyarakat, sekaligus agar bisa menjalankan semua kegiatan reses dengan baik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Venna tidak lupa mendorong para perempuan untuk lebih aktif dalam dunia politik. Sebab menurutnya, hingga saat ini keterwakilan perempuan di parlemen masih baru mencapai kisaran 18 persen dari kuota minimal 20 persen yang diatur undang-undang.

"Jika semakin banyak perempuan yang bisa menjadi anggota dewan, maka mereka akan semakin mudah memperjuangkan hak gendernya," ujarnya.

Sumber: ANTARA | Jumat, 13 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012 | 0 komentar

Kemkominfo akui ada kesenjangan pengembangan teknologi informasi

Kamis, 17 November 2011 | 00.31.00 | 0 komentar

Tulungagung - Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) mengakui telah terjadi kesenjangan dalam hal pembangunan dan pengembangan sarana telekomunikasi antara di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

"Ini memang persoalan yang sedang diupayakan solusinya oleh Kemkominfo. Selama ini pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun teknologi informasi cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa," ungkap Staf Ahli Kemkominfo Suprawito, usai mengikuti rangkaian pembukaan Pekan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Kabupaten Tulungagung, Jatim, Rabu.

Kenyataan itu diakuinya sangat ironis, mengingat hampir 70 persen infrastruktur sarana telekomunikasi maupun teknologi informasi berada di Pulau Jawa, 10 persen di Pulau Sumatera, 5 persen di Pulau Kalimantan , dan selebihnya tersebar di berbagai daerah kawasan timur Indonesia.

Namun ia berdalih, kesenjangan dalam hal pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut bukanlah murni kesalahan pemerintah. Sebab, kata dia, pengembangan infrastruktur berbasis teknologi informasi itu mayoritas justru dikelola oleh pihak swasta untuk kepentingan bisnis.

"Provider-provider atau penyedia layanan berbasis teknologi informasi ini tentu mempertimbangkan peluang pasar di daerah dimana mereka membangun sarana telekomunikasi. Itulah sebabnya kenapa pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun teknologi informasi sejauh ini lebih banyak terkonsentrasi di Jawa," urainya.

Suprawito menegaskan, permasalahan kesenjangan tersebut bukan berarti diabaikan oleh pemerintah. Ia menyatakan bahwa saat ini Kemkominfo tengah mengupayakan terobosan dengan membangun jaringan serat optik secara nasional yang dikenal dengan istilah "Palapa Ring".

"Ini semacam jalan tol yang sedang dibangun pemerintah agar jaringan telekomunikasi nasional bisa menjangkau seluruh kabupaten/kota di 33 provinsi di Indonesia. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi target kemkominfo, tahun 2011 ini seluruh desa di Indonesia harus sudah bisa `berdering`," ujarnya.

Selain mematok target pembangunan saluran telekomunikasi di 72 ribu desa se-Indonesia, Suprayito mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penyediaan akses internet di 100 desa terpilih dan 5.748 desa ibukota kecamatan.(ANT-130/S006)

Sumber: ANTARA News | Rabu, 16 November 2011
Kamis, 17 November 2011 | 0 komentar

Mustahil, JLS Selesai 2014

Sabtu, 22 Oktober 2011 | 22.53.00 | 0 komentar

Kebutuhan anggara Rp 5 triliun, tetapi alokasi APBD Jatim tiap tahunnya hanya Rp 50 miliar

SURABAYA - Keseriusan pembangunan jalan lintas selatan (JLS) dipertanyakan oleh sejumlah anggota DPRD Jatim. Apalagi dukungan anggaran untuk pembangunan JLS sangat tidak memadai. Sehingga prediksi penyelesaian JLS pada 2014 mendatang mustahil.

Anggota Fraksi Kebangkitan Nasional Ulama (FKNU) DPRD Jatim HM Imam Ghozaly Aro menilai pembangunan JLS tak kunjung menunjukkan progress-nya. Pihaknya meminta ketegasan eksekutif tentang target waktu penyelesaian JLS. “FKNU meminta ketegasan eksekuif terkait target penyelesaiannya, termasuk mekanisme pendanaan pembangunan JLS,” ujar Imam, Sabtu (22/10).

Imam menuturkan kelanjutan pembangunan JLS akan terkatung-katung. Apalagi jika mekanisme pendanaan dan sharing yang direncanakan pemerintah pusat dan provinsi untuk membangun JLS masih belum serius. Pihaknya mendesak, agar JLS menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam hal kelanjutan pembangunannya. “Jika hal ini tidak tak kunjung dapat penjelasan, maka FKNU meminta agar dibentuk pansus untuk membahas kelanjutan dan penyelesaian proyeks JLS ini,” katanya.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim Suharti mengatakan pembangunan JLS akan menurunkan disparitas wilayah di Jatim. Selama ini, wilayah tapal kuda dan sepanjang JLS wilayah barat menjadi daerah terbawah dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Pihaknya menganggap penyelesaian proyek JLS akan menjadi langkah strategis untuk menekan angka disparitas antara daerah tengah dan selatan Jatim. Namun,FPDIP masih belum mengetahui berapa panjang JLS yang akan tergarap tahun depan. “Kami menilai JLS langkah strategis untuk menekan disparitas, kami minta penjelasan berapa kilometer JLS yang akan dibangun pada 2012 mendatang,” katanya.

JLS sendiri merupakan pembangunan jalan baru yang membentang sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur mulai dari Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.

Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Dachlan Karim mengatakan pembangunan JLS membutuhkan dana sekitar Rp 2 hingga 4 miliar tiap kilometernya. Padahal, panjang JLS mencapai 660 kilometer. Artinya untuk pembangunan jalan saja membutuhkan setidaknya Rp 2,6 triliun. Padahal sokongan APBD Jatim untuk pembangunan JLS hanya Rp 50 miliar per tahun. Secara keseluruhan, kebutuhan pembangunan JLS diasumsikan mencapai Rp 5 triliun.

Dachlan menjelaskan, pembangunan fisik JLS dialokasikan dari APBN. Sedangkan untuk membuka lahan menggunakan dana dari APBD Jatim. Sementara untuk pembebasan tanah dari anggaran APBD kabupaten/kota yang dilalui oleh JLS.

“Penganggaran dari dana APBN diharapkan dapat dialokasikan lebih besar. JLS dianggapnya sebagai jalur penting yang dapat menjadi alternatif mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur tengah dan pantai utara,” katanya.

JLS nantinya akan menjadi infrastuktur jalan dan aset penunjang pergerakan perekonomian di Jatim. Proyek JLS, diharapkan dapat mengembangan perekonomian Jatim di wilayah selatan. Selama ini, jalur ekonomi Jatim masih didominasi di Pantura. Sehingga JLS diharapkan, dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di wilayah selatan Jatim. yop

Sumber: surabaya post | Sabtu, 22/10/2011
Sabtu, 22 Oktober 2011 | 0 komentar

Off Roaders se-Indonesia Adu Ketangkasan di Tulungagung

Senin, 10 Oktober 2011 | 23.42.00 | 0 komentar

Tulungagung - Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono,MM pada hari Sabtu (09/10/2011) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangso melepas para peserta Off Road Challenge 2011 yang dilaksanakan di Sirkuit Bukit Cemenung Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Ketua Panitia kegiatan off road dr. Supriyanto dalam laporannya mengatakan, off road kali ini digelar selama dua hari mulai tanggal 8-9 Oktober 2011 di Sirkuit Bukit Cemenung dan diikuti 126 peserta dengan memperebutkan hadiah sebuah mobil dan sepeda motor sport.

Kejuaraan Nasional Tulungagung 4x4 Offroad Challenge tersebut diikuti dari berbagai daerah di Indonesia dan merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian memperingati hari jadi ke-806 Kabupaten Tulungagung Tahun 2011.

Bupati dalam kata pelepasannya mengucapkan terima kasih atas pertisipasi para pecinta 4x4 Offroad Challenge dan untuk selalu junjung jiwa sportifitas yang tinggi. Selanjutnya Bupati mengangkat bendera start sebagai tanda peserta berangkat menuju bukit Cemenung dengan menempuh rute Jl. RA Kartini ke selatan - perempatan Tamanan ke timur - perempatan Jepun ke timur - pertigaan pasar Ngunut ke selatan - perempatan Tenggong ke timur - bukit Cemenung. (Udin/Humas)

Sumber: tulungagung.go.id | Senin, 10 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011 | 0 komentar

Yongki Aribowo Gabung Persisam

Senin, 03 Oktober 2011 | 23.19.00 | 0 komentar

Samarinda - Mantan skuad Arema Malang Yongki Ariwibowo memilih gabung dengan tim Persisam Putra Samarinda meskipun banyak klub yang menawari pemain tersebut paska terjadinya dualisme kepengurusan di Arema.

Presiden direktur Persisam Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, di Samarinda, Senin, mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Iwan Budianto terkait kepastian bergabungnya Yongki ke tim berjuluk "Pesut Mahakam" itu.

Iwan Budianto memang bukan agen pemain namun dikatakan Harbiansyah Iwan punya kedekatan emeosional dengan Yongki dan menjamin pemain kelahiran Tulung Agung Jawa Timur itu masuk dalam skuad Persisam musim ini.

"Intinya sudah tidak ada masalah, karena saya juga berkomunikasi langsung dengan Yongki, ya untuk sementara dia memang belum bisa bergabung dengan latihan persisam di Jogja karena masih menjalani latihan bersama timnas U-23," papar Harbiansyah.

Sumber: Antara | 03 Okt 2011
Senin, 03 Oktober 2011 | 0 komentar

Batik Bekisar Ijah dari Tulungagung

Corak batik tulis buatan Sriana juga menjadi incaran konsumen luar negeri.

Seruan memakai busana batik di hari tertentu di semua instansi ikut mendorong perubahan besar usaha batik milik Sriana. Wanita paruh baya ini menggeluti pembuatan kain baik sejak tahun 1982 silam.

Sriana mengaku, sejak pencanangan mengenakan batik, produksi batik usahanya melejit pesat. Order atau pesanan pun terus mengalir diterima wanita asal warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini. Untuk mengerjakan itu, Sriana terus menambah pekerjanya hingga 45 orang. Dan semua pegawainya itu merupakan warga desa setempat.

"Dari jumlah itu, mereka tidak hanya mengerjakan di sini. Tapi juga bisa dibawa pulang, dikerjakan di rumah masing-masing," kata Sriana.

Dari sejumlah corak batik buatannya, beberapa corak menduduki nominasi tertinggi karena banyak diminati. Diantaranya diberi nama 'Bekisar Ijah', burung Bekisar jantan yang mencumbu pasangannya dengan latar dasar bercorak bunga serta motif lainnya bernama 'Satrio Manah' yang didominasi warna pekat dengan bahan sutra dan katun yang cukup halus.

Selain itu ada sejumlah corak batik lainnya, seperti Barong Gong, Gajah Mada dan lainnya. Disebutkan, untuk motif Bekisar Ijah sebulan lalu dalam lomba karya batik unggulan di Jakarta menduduki posisi nominasi final. "Motif ini, hasil kreasi paduan Tulungagung dan Trenggalek," jelasnya.

Untuk mengerjakan satu kain batik bercorak Bekisar, urai Sriana, membutuhkan waktu 20 hari. Hal itu disebabkan karena pembuatannya berbeda dengan desain batik cetak yang hanya dikerjakan satu hari. Dan yang membuat corak ini semakin terkesan istimewa, yang mengerjakan kain ini pun hanya satu orang. Tujuannya untuk memberikan corak dan hasil yang sempurna.

"Kalau dikerjakan satu orang, pola yang dihasilkan akan seirama tidak menyimpang dari pakem. Berbeda kalau dikerjakan banyak orang. Makanya, harga jual batik ini juga mahal sampai jutaan rupiah," tegasnya.

Batik yang dihasilkan Sriana tidak dikerjakan dengan mesin. Dan oleh karena itu melibatkan banyak pekerja. Usaha yang dilakoninya semula hanya membuat kain 'jarik' sederhana untuk dipasarkan di sekitar lokasi tempat tinggalnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan terus terjadi hingga kemudian ia memperbesar garapannya dengan memproduksi kain batik sebagai bahan baju dan kebaya untuk laki-laki dan perempuan. Seiring itu, nama batik Bekisar Ijah dan Satrio Manah terus digemari masyarakat umum.

Dikisahkan, salah satu yang membuat jenis buatannya beda dengan pengrajin batik lainnya adalah, karena hingga saat ini tetap bertahan dengan hanya menerima pesanan batik tulis. Ia tidak membuat batik cetak atau printing yang mulai dikerjakan banyak pengrajin batik. Proses pembuatannya juga manual, dengan tangan-tangan terampil pegawai asuhannya.

Menurutnya, itu untuk menjaga dan mempertahankan nilai tradisional kain khas yang dipakai nenek moyang di Tanah Jawa sejak dahulu.
"Itu karena untuk tetap bertahan pada nilai tradisional. Yang dilakukan nenek moyang kita kan seperti itu," ucapnya.

Sriana menjelaskan, perusahaan yang berawal jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut terus diminati. Tidak hanya di dalam negeri seperti Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota di Sumatera. Konsumen asal luar negeri juga terus berdatangan ke desa kecil di Tulungagung itu untuk memesan batik dengan berbagai corak.

"Luar negeri diantaranya dari Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Belanda," sebutnya.

Laporan : Tudji Martudji | Surabaya

Sumber: VIVAnews | Senin, 3 Oktober 2011
| 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan