Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan

Informasi SNMPTN 2016

Sabtu, 16 Januari 2016 | 18.56.00 | 1 komentar

Siswa-siswi yang akan lulus SMA, SMK, dan MA dan berkeinginan untuk berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri harus bersiap-siap.

Pasalnya, Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah pendidikan menengah menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui SNMPTN.

Dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan karakter. Dengan demikian, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar, serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran.

Panitia seleksi masuk PTN sudah meluncukan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada Jumat (15/1/2016).

Nantinya, mereka yang ingin mendaftarkan diri pada SNMPTN, metode masuk PTN dengan rekam jejak akademis, bisa mulai melakukan pendaftaran pada 29 Februari 2016.

Jadwal pelaksanaan SNMPTN adalah sebagai berikut:


Pengisian dan Verifikasi PDSS18 Januari – 20 Februari 2016
Pendaftaran SNMPTN29 Februari – 12 Maret 2016
Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN22 Maret – 21 April 2016
Proses Seleksi24 Maret – 8 Mei 2016
Pengumuman Hasil Seleksi10 Mei 2016
Proses verifikasi dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi 31 Mei 2016
bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2016

Laman Resmi dan Alamat Panitia Nasional

1Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
2Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041 450 450.
3Informasi juga dapat diperoleh di kantor Humas Perguruan Tinggi Negeri terdekat.
Alamat Panitia Nasional SNMPTN 2016:
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sayap Utara Lantai 1
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281,
Telepon (0274) 544049,
Faksimile (0274) 520 325,
E-mail : sekretariatseleksi2016@uny.ac.id

Lain-lain

1Siswa Pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi melalui laman http://bidikmisi.ristekdikti.go.id/.
2Perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Tahun 2016 akan diinformasikan melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
Sabtu, 16 Januari 2016 | 1 komentar

DPRD Tulungagung Tantang Mahasiswa Gelar "People Power"

Senin, 29 September 2014 | 23.58.00 | 1 komentar

Tulungagung - Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Jawa Timur, Adib Makarim menantang belasan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat untuk membangun gerakan "people power" menentang pemberlakuan Undang-undang pemilihan kepala daerah secara tidak langsung, melalui lembaga DPRD.

"Silahkan teman-teman PMII melakukan konsolidasi dengan elemen pergerakan lain, ormas, LSM, maupun masyarakat yang memiliki visi sama soal perlunya mempertahankan pilkada langsung demi menjaga kedaulatan rakyat," cetus Adib saat melakukan audiensi dengan para aktivis PMII di gedung DPRD Tulungagung, Senin. Read More

Sumber: Antara Jatim | 29 Sept 2014
Senin, 29 September 2014 | 1 komentar

Juara 1 Unas SMA se-Tulungagung Jadi Buruh Toko Pakan Burung

Rabu, 05 Juni 2013 | 00.21.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG- Metta Andriani, juara 1 nilai Ujian Nasional SMA jurusan IPA se-Tulungagung terpaksa jadi buruh toko pakan burung. Siswi SMAN 1 Kedungwaru itu meraih nilai 56,45 tetapi kini tak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Ayah saya tukang batu, ibu menjahit di rumah, ngambil orderan dari perusahaan konveksi," kata Metta kepada SURYA.co.id di tempat kerjanya, toko pakan burung Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Selasa (28/5/2013).

Metta lantas melanjutkan pekerjaannya, menimbang pakan burung ocehan untuk pelanggan toko milik Parlan itu.

Gadis kelahiran 2 Maret 1995 itu sebetulnya punya angan-angan jadi guru Matematika. Nilai Matematikanya bagus dibanding Biologi, Fisika dan Kimia. Itu sebabnya, ia ingin kuliah IImu Pendidikan Matematika. "Pinginnya di Universitas Negeri Malang," ujarnya.

Tetapi Metta kini menghadapi kenyataan lain. Saat teman-temannya sibuk bersiap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, Metta harus menghafal harga kroto, sangkar burung, jangkrik dan aneka keperluan lain terkait ternak burung.

Anak pertama pasangan Santosa dan Emi Supangatin, Warga Desa Ngujang, Kedungwaru, itu sebenarnya juga sudah diberitahu pihak sekolahnya ihwal Bidik Misi, program pemerintah pusat membantu calon mahasiswa berprestasi tetapi kurang mampu.

Sayangnya, kata Metta, waktu ujian Bidik Misi dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan bersamaan. Padahal, setahu dia, agar mudah lolos Bidik Misi idealnya juga lolos SNPMTN. "Kalau diterima kedua-duanya akan lebih mudah," katanya.

Kalaupun lolos Bidik Misi, Metta juga dihantui kekhawatiran orangtuanya tak mampu membiayai kebutuhan hidupnya. "Kalau biaya kuliah sudah ringan, mungkin biaya hidup sehari-hari yang mahal bagi kami," katanya.

Apalagi, Metta masih punya adik yang belum beres sekolahnya. Pilihan praktis pun dijalani Metta. Sejak selesai Ujian Nasional SMA pada April lalu, Metta tiap hari bekerja di toko pakan burung sejauh kira-kira 1 Km dari rumahnya. "Tiap hari antar jemput, kadang oleh ayah, kadang ibu," ujarnya.

Pelajar berprestasi itu mendapat upah Rp 400.000 per bulan. Waktu kerjanya mulai pukul 13.30 sampai 21.00. Ia hanya menggeleng ketika ditanya apakah ingin tetap bekerja demikian.

Sumber: SURYA Online | Selasa, 28 Mei 2013
Rabu, 05 Juni 2013 | 0 komentar

Sarjana RI Jadi Target Penipuan Tawaran Kerja di Luar Negeri

Selasa, 05 Juni 2012 | 00.26.00 | 0 komentar

JAKARTA - Sungguh merisaukan, ada lima mahasiswa lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung menjadi korban penipuan tawaran kerja ke luar negeri yakni Perancis dan Yunani.

"Masing-masing korban awalnya berkomunikasi melalui internet dan sudah mentransfer uang Rp 25 juta per orang, setelah transfer akun email rekruitmen tersebut ditutup dan tidak dijawab," kata ANggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari dalam pesan singkatnya, senin(4/6/2012).

Eva menjelaskan seorang lulusan Universitas Brawijaya yang berdomisili di Malang bernama Satriya, hampir jadi korban. Satriya bertemu seorang berkewarganegaraan asing di sebuah mal di Jakarta. Setelah berdiskusi kemudian ditawari dan dicarikan kerja di Nokia UK.

"Tidak berapa lama Satriya berkorespondensi dengan Mr Johan Scoffed yang mengaku sebagai Hiring Coordinating Officer Nokia Co menggunakan email address nokiavacancy_department@yahoo.com," kata Eva.

Dalam suratnya tersebut lanjut Eva, Mr Johan menjelaskan penerimaan bahwa jumlah gaji yang dijanjikan dan meminta Satriya mentransfer awal sejumlah 1500 Pounds (Rp 2O juta) sebagai biaya imigrasi di UK.

"Dari email yang diterima sudah banyak yang tidak masuk akal, sehingga untuk meyakinkan diri Satriya mengkontak kantor Nokia UK dan dijawab tidak ada nama Johan Scoffed," kata Eva.

Situasi pengangguran tenaga kerja terdidik yang semakin memprihatinkan di tanah air lanjut Eva tampaknya jadi lahan bisnis penipuan.

"Tidak berfungsinya kantor-kantor Depnakertrans sebagai biro perekrutan TK berbagai level (seperti di kebanyakan di Eropa) menambah rawan situasi para lulusan untuk terjebak penipuan. Sepatutnya ada kampanye luas oleh Menakertrans soal bahaya penipuan terhadap calon TKI yang ternyata bukan saja yang unskilled tapi juga skilled workers sebagai sasaran penipuan," pungkasnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM | Senin, 4 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012 | 0 komentar

UGM-Unair Observasi Jejak Manusia Purba Tulungagung

Jumat, 04 Mei 2012 | 01.29.00 | 0 komentar

Tulungagung - Sejumlah arkeolog dari UGM dan Universitas Airlangga (Unair), Kamis menggelar observasi fosil maupun subfosil kehidupan manusia purba di sekitar Goa Song Genthong, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.

"Rencanya penelitian akan kami lakukan selama empat hari, yakni dari sekarang (Kamis, 3/5) hingga Minggu (6/5)," kata ketua tim peneliti dari Pusat Laboratorium Bio Antropologi dan Paleo Antropologi, Fakultas Kedokteran UGM, Rusyad Adi Suryanto, Kamis.

Penelitian itu dikonsentrasikan tepat di dua mulud Goa Song Genthong yang berjarak sekitar 100 meter satu sama lain. Observasi dilakukan dengan mengayak seluruh fragmen pasir dan batuan di petak yang telah ditentukan.

Hasilnya, beberapa benda yang diduga bagian dari subfosil berhasil dieskavasi. Rusyad yang juga Kepala Laboratorium Bio Antropologi dan Paleo Antropologi belum bisa memastikan temuan awal tersebut sebagai artefak purbakala yang sedang mereka cari.

Tetapi ia berani berspekulasi bahwa di area yang tengah mereka gali terdapat jejak sisa manusia purba. "Mengacu temuan sejumlah subfosil pada tahun lalu, maka hampir bisa dipastikan ada sisa kehidupan manusia purba di sekitar sini," ujarnya meyakinkan.

Diakui Rusyad, penelusuran jejak manusia purba yang mereka lakukan lebih diorientasikan untuk pembelajaran bagi para calon peneliti muda yang saat ini tengah menempuh studi di jurusan Arkeologi Unair.

Namun, pihaknya tetap berharap observasi yang rencananya mereka gelar selama empat hari tersebut bisa membuahkan hasil maksimal. Keseriusan tim peneliti gabungan dari dua universitas ternama di Indonesia itu setidaknya terlihat dari keikutsertaan sejumlah ahli bidang geo-arkeologi, paleo-antropologi, maupun bio-antropologi dari Departemen Arkeologi Unair.

"Tujuan dari penelitian yang tengah kami lakukan sekarang adalah untuk mencari jejak kehidupan prasejarah sejak zaman holosin atau sekitar 10 ribu tahu silam hingga awal peradaban (awal tahun masehi)," katanya menerangkan.

Mengacu area observasi yang lebih dikonsentrasikan di tanah batuan yang gembur, penelitian tampaknya lebih difokuskan pada fragmen sisa kehidupan zaman prasejarah.

Sinyalemen tersebut setidaknya dibenarkan oleh Rusyad dengan menyatakan bahwa obyek penelitian terutama ditujukan pada benda-benda yang diidentifikasi sebagai subfosil, yakni sisa organik kehidupan purba yang belum sepenuhnya menjadi fosil/membatu.

"Seluruh hasil temuan subfosil akan kami uji DNA-nya untuk kemudian diidentifikasi geneologi atau mata rantai benda purba tersebut dengan temuan-temuan lain yang sudah pernah ada, termasuk dengan homo wajakensis yang selama ini dikenal homo sapiens pertama yang ditemukan arkeolog Belanda, Vincent Dubois," jelasnya.

Ia berharap, kalaupun penelitian lanjutan yang mereka lakukan saat ini belum membuahkan hasil, areal di sekitar Goa Song Genthong tetap disterilkan dari segala aktivitas pertambangan maupun lainnya.

Sebab, apabila sampai area tersebut dirusak oleh aktivitas manusia, khususnya pertambangan sebagaimana telah merambah hampir seluruh wilayah di Desa Besole, Kecamatan Besuki, dikhawatirkan potensi kesejarahan yang terkandung di dalamnya hilang. (Destyan)

Sumber: antarajatim.com | 03 Mei 2012
Jumat, 04 Mei 2012 | 0 komentar

300 Desa di Jatim Alami Kekeringan

Kamis, 29 September 2011 | 22.12.00 | 0 komentar

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo mengakui 300 desa pada 16 kabupaten di Jatim mengalami kekeringan, akibat terjadinya perebutan air untuk lahan pertanian dan untuk minum.

"Awalnya, ada 417 desa pada 21 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan, tapi hal itu sudah berkurang setelah kebutuhan air untuk pertanian diharuskan dengan sumur artesis," katanya di kampus ITS Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela pertemuan Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur yang dihadiri rektor dan pembantu rektor dari sembilan PTN di Jatim serta Kepala Balitbang Jatim Ir Priyo Darmawan MSc.

Didampingi Ketua Paguyuban Rektor PTN Jatim Prof H Fasich Apt (Rektor Unair) dan Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono DEA, Gubernur Soekarwo menjelaskan pihaknya akan menginstruksikan lahan pertanian menggunakan sumur artesis.

"Kalau air minum dengan sumur bor, maka air untuk lahan pertanian harus dengan sumur artesis (sumur bor yang lebih dalam), karena kalau sama-sama dengan sumur bor, maka air akan cepat kering, padahal air minum harus diprioritaskan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Paguyuban Rektor PTN Jatim Prof H Fasich Apt menyatakan segala permasalahan akan dapat diatasi bila ada kerja sama antara Pemprov Jatim dengan kalangan perguruan tinggi.

Hal itu juga dibenarkan Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono DEA. "ITS juga bisa bantu untuk mengatasi kekeringan, karena peneliti ITS menemukan cara mudah mencari air, tapi hasil penelitian itu masih masuk lemari," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof DR H Imam Suprayogo menyatakan lembaga pendidikan yang diasuhnya kini menjadi tempat belajar agama bagi mahasiswa dari 13 negara.

"Masalahnya, orang asing belajar Islam yang damai ke UIN Malang, tapi orang kita justru belajar Islam ke Riyadh (Arab Saudi), Yaman, Yordan, Irak, dan negara lain, sehingga negara kita pun sering mengalami 'konflik', karena itu Pemprov Jatim perlu mengoptimalkan perguruan tinggi di Jatim agar tidak hanya 'dimanfaatkan' mahasiswa asing," katanya.

Selain pimpinan ITS, Unair, dan UIN Malang, pimpinan PTN lain yang hadir dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jember (Unej) dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).(Edy M Yakub)


Sumber: Antara | Kamis, 29 Sept 2011
Kamis, 29 September 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan