Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label NUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUN. Tampilkan semua postingan

47 Siswa Peserta UN di Tulungagung Dikarantina

Jumat, 19 April 2013 | 02.00.00 | 0 komentar

Tulungagung: Madrasah Aliyah Al Muslihun Tunggangri, Tulungagung, Jawa Timur, mengarantina 47 siswa peserta Ujian Nasional Tahun Ajaran 2012-2013. Tujuannya agar para siswa lulus UN dengan nilai yang memuaskan.

Guru tak mengizinkan siswa dua jurusan, IPA dan IPS, pulang dan harus bermalam di sekolah selama pelaksanaan UN. Malam harinya, guru memberikan latihan soal dan materi.

Para siswa mengaku senang dengan kebijakan itu. Mereka juga tak mengkhawatirkan soal makan karena orangtua mengirimkan makanan kepada para siswa setiap hari.

Selain itu, kegiatan tersebut memacu semangat belajar mereka ketimbang belajar sendirian di rumah. Sehingga mereka merasa lebih mantap menjawab soal-soal UN.

Sumber: Metrotvnews.com | Rabu, 17 April 2013
Jumat, 19 April 2013 | 0 komentar

Penyebar SMS Kunci Jawaban UN Harus Dilacak

Rabu, 25 April 2012 | 18.05.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG – Beredarnya kunci jawaban melalui pesan singkat (SMS) ternyata membuat gerah pihak sekolah. Sebab, kabar beredarnya SMS kunci jawaban tersebut ditengarai untuk merusak citra sekolah yang muridnya mendapat SMS kunci jawaban.

Di Tulungagung, kunci jawaban Ujian Nasional (UN) bahkan beredar di kalangan siswa sejak Sabtu (21/4), saat pendistribusian soal ke Polres masing-masing kabupaten.

Kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa SMPN 1 Tulungagung adalah kunci jawaban UN selama 3 hari UN tanpa mata pelajaran Bahasa Inggris.

Kepala Sekolah SMPN 1 Tulungagung, Hariyanto Suminarso, mengatakan hingga saat ini, Selasa (24/4), belum ada laporan dari siswa adanya kunci jawaban yang beredar melalui SMS.

Namun, kasus yang terjadi setiap tahun tersebut menurutnya hanyalah perbuatan orang iseng yang bertujuan untuk merusak nama baik sekolah. Hariyanto berharap penyebar SMS kunci jawaban dapat dilacak, agar kasus seperti itu tidak terulang lagi.

Mengantisipasi beredarnya kunci jawaban melalui SMS, Hariyanto mengungkapkan pihaknya jauh-jauh hari telah mengimbau para siswa agar tidak menghiraukan jika ada SMS kunci jawaban. "Saya sudah imbau siswa untuk tidak memercayai isu seperti itu, saat pertemuan umum dan istighosah dulu," katanya, Selasa (24/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Bambang Setyo Sukardjono, mengatakan pihaknya menjamin tidak ada kebocoran soal dalam UN kali ini. SMS kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa bukanlah kunci jawaban soal UN untuk SMP. "Penyebar SMS kunci jawaban hanyalah orang iseng yang tidak bertanggungjawab. Jika melanggar hukum, harusnya ditangkap polisi saja," tegasnya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Selasa, 24 April 2012
Rabu, 25 April 2012 | 0 komentar

Pilih Jadi TKI, 2 Siswa di Tulungagung Tidak Ikut UN

Rabu, 18 April 2012 | 15.16.00 | 0 komentar

Tulungagung - SMA PGRI Tulungagung yang siswanya berjumlah 52 orang, ada tujuh siswanya yang absen mengikuti Ujian Naional (UN). Dari tujuh siswa tadi, empat siswa beralasan sakit sehingga masih bisa mengikuti ujian susulan. Tetapi dua siswa terpaksa di Drop Out (DO) karena lebih memilih menjadi TKW.

Dilaporkan Bagas dari Radio Liur Tulungagung dalam jaring radio Suara Surabaya, Rabu (18/4/2012), Yuhani Haryono Kepala SMA PGRI 4 Tulungagung menegaskan, sebanyak 25 % siswanya memang nyambi sebagai pekerja. Tahun ini, sekolah yang masih nebeng di sebuah sekolah negeri ini, sebanyak 52 siswanya UN. (dwi/edy)

Sumber: suarasurabaya.net | 18 April 2012
Rabu, 18 April 2012 | 0 komentar

Widya Aulia Rahmawati, Satu dari 15 Peraih NUN Tertinggi Se-Tulungagung

Rabu, 22 Juni 2011 | 00.21.00 | 0 komentar

Menangis saat Diberi Ucapan Selamat oleh Kasek

Tulungagung - SDN Kampungdalem 1 patut berbangga diri. Pasalnya, dari 15 siswa peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi se-Kabupaten Tulungagung, 5 diantaranya diraih SDN Kampungdalem I. Yakni, Widiani Rukma Kalista, Tita Istanti, Zulvi Amrulloh, dan Widya Aulia Rahmawati. Mereka memperoleh nilai sebesar 29.75.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI – Tulungagung

Memasuki kawasan Perumahan Bumi Mas, suasana tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa warga disekitar perumahan yang sedang melakukan aktifitas disekitar rumahnya. Cuaca sangat terik, Radar Tulungagung (RaTu) berhenti di salah satu rumah di Blok J No 2.

Rumah tersebut tampak sepi, halaman yang tidak begitu luas dipenuhi dengan beberapa tanaman rindang di depannya. Seorang gadis belia keluar dengan polos ke depan pintu. Dia mempersilahkan RaTu untuk masuk ke dalam rumah.

Ya, dia adalah Widya Aulia Rahmawati salah satu siswa peraih NUN tertinggi se-Kabupaten Tulungagung. Yakni, sebesar 29,75 dengan rincian nilai Matematika sebesar 10, Bahasa Indonesia sebesar 10, dan nilai IPA sebesar 9.75.

Gadis hitam manis dengan potongan rambut sebahu, saat itu dia mengenakan baju berwarna putih dan celana jin hitam. Dia duduk di kursi sofa bercorak merah dengan didampingi ibunya. Gadis itu tampak sedikit malu. Terlihat dari wajah yang sering menunduk. Di dalam rumah tersebut tampak sepi, maklum rumah itu hanya dihuni oleh 3 orang. Sedangkan ayah­nya kebetulan sedang bertugas di Jambi untuk menyelesaikan proyek.

Gadis kelahiran 1998 ini mengaku sangat senang mendengar langsung dari Kepala SDN Kampungdalem I, Wasito bahwa diri­nya mendapat nilai tertinggi se-Kabupaten. Bahkan setelah mendengar dari kepsek, Widya mengaku sempat menangis karena bingung tiba-tiba Kepsek datang mengucapkan selamat atas nilai yang ujian nasional yang diperolehnya. “Pak kepsek telepon katanya mau datang kerumah, langsung ibu saya mendesak ada apa? Akhirnya beliau bilang selamat kalau saya dapat NUN tertinggi,” ujarnya.

Widya merasa kemampuannya dalam mengerjakan soal-soal ujian tidak sehebat teman-temannya. Karena, di sekolahnya banyak sekali yang lebih pintar. Sebelumnya, dia saat mengikuti tryout yang diadakan oleh kabupaten. Dia juga mendapat nilai tertinggi di sekolahnya, dan dia pikir juga untuk ujian nasional kalaupun mendapat nilai NUN tertinggi, paling mentok se-sekolahnya saja.

“Saya pikir tertinggi di sekolah sama kayak di tryout, lho ternyata malah se-Kabupaten,” ungkapnya sambil tersenyum malu.
Anak ke dua dari dua bersaudara tersebut mengatakan persiapannya dalam menghadapi unas kemarin hanya mengikuti les tambahan yang diadakan sekolahan dan guru sekolah. Bahkan, hampir sehari jadawalnya full, mulai dari jam ke nol sekitar pukul 06.00 hingga pukul 03.00 dia mengikuti pelajaran-pelajaran tambahan. Dia juga ikut les tambahan yang di rumah kepala sekolahnya 3 kali seminggu.

Sedangkan di rumah, Widya memang lebih sering belajar di akhir-akhir saat menjelang unas. “Sebenarnya biasa saja sih belajarnya, cuman pas mendekati lebih rajin dan terus berdoa saja kuncinya,” katanya.

Anak dari pasangan Handoko Wiyono dan Sri Widoti ini merasa soal ujian nasional yang diker­jakan lebih mudah diban­ding dengan soal tryout. Ini membuat dia yakin mendapat nilai baik, meskipun sempat kesulitan mengerjakan soal bahasa Indonesia. Widya juga me­ngatakan setelah ini ingin melanjutkan sekolahnya ke sekolah idamannya. Yakni SMPN 1 Tulungagung, karena sudah dari keluarganya mengenyam pendidikan menengah pertama di sekolah tersebut. “Sudah daftar, sekarang tinggal nunggu pengumuman lulus tidaknya dari sekolah itu,” ujarnya.

Masalah pendidikan adalah nomor satu di hidupnya. Itulah yang membuat gadis 13 tahun ini sudah mempunyai keinginan menjadi dokter sejak kecil. Begitu juga yang disampaikan ibunya, Sri Widoti saat mendampingi­nya di rumah. Widya termasuk orang yang aktif dan bukan pemalu. Bahkan dengan guru-guru sampai kepala sekolahnya sangat akrab, hingga terlihat se­perti teman.
“Nggak tau kenapa ya? Dia itu kalau sama teman-temannya sama guru-gurunya itu sudah akrab kaya teman,” terangnya.

Sri Widoti mengaku selalu memberikan pendidikan yang terbaik buat anaknya. Bahkan untuk sekolah, dia rela mengeluarkan biaya mahal agar pendidikan anaknya tetap terjamin. “Pokoknya mereka masuk sekolah yang terbaik, kalau orangtua hanya menyiapkan biaya entah bagaimana usahanya. Pokoknya demi anak,” ujarnya sambil tersenyum. (*/her)

Sumber: radartulungagung.co.id
Rabu, 22 Juni 2011 | 0 komentar

Kelulusan SMA/SMK/MA Tulungagung Capai 99,99 Persen

Jumat, 20 Mei 2011 | 08.57.00 | 0 komentar

Tulungagung - Tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Kabupaten Tulungagung tahun ini mencapai 99,99 persen.

Akumulasi hasil rekapitulasi tingkat kelulusan di seluruh lembaga pendidikan tingkat SLTA tersebut, disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Tulungagung, Marjadji, Kamis.

"Secara keseluruhan tingkat kelulusan tahun ini boleh dibilang hampir 100 persen," kata Marjadji dengan nada bangga.

Sebagaimana data peserta ujian nasional (UN) tahun ajaran 2010-2011 tercatat sebanyak 8.592 siswa. Rinciannya, peserta UN SMA sebanyak 3.728 siswa, SMK sebanyak 3.760 siswa, dan MA sebanyak 1.104 siswa.

Dari jumlah tersebut, siswa yang akhirnya dinyatakan tidak lulus UN "hanya" ada tiga orang siswa, yakni masing-masing satu siswa dari kelompok SMA, SMK, serta MA.

Meskipun begitu, diakui Marjadji hasil UN tingkat SLTA sederajat itu belum sepenuhnya tuntas. Hal ini dikarenakan masih ada lima siswa yang nilai UN-nya belum muncul.

Kelima siswa yang saat ini masih menunggu hasil koreksi lanjutan yang dilakukan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jatim "Kami sedang mengurusnya ke Surabaya," ujarnya memastikan.

Meski belum mengetahui hasil akhir nilai UN kelima siswa tersebut, Marjadji tetap optimistis mereka lulus semua. Ia berdalih, belum munculnya hasil UN kelima siswa tersebut lebih dikarenakan adanya kesalahan pada sistem pemindai lembara jawaban soal.

"Kebanyakan nilai (UN) yang belum muncul hanya satu atau dua mata pelajaran, lainnya sudah keluar dengan hasil cukup bagus. Jadi kami tetap optimistis mereka lulus," tandasnya yakin.

Pengumuman Keluluasan SMA/SMK dan MA di Tulungagung tahun ini secara umum sangat kondusif. Hanya ada beberapa siswa yang mendatangi sekolah untuk melihat papan pengumuman.

Bahkan di SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung, pada hari pengumuman kelulusan, tidak satupun murid yang hadir di sekolah. Hal ini karena sekolah tersebut dalam mengumumkan kelulusan mengunakan sistem kurir, yaitu melakukan pengumuman kelulusan melalui kurir ke rumah siswa yang tidak lulus hingga batas waktu tertentu.

Pasca pengumuman hasil UN memang sempat muncul arak-arakan siswa mengenakan seragam sekolah. Namun polisi telah mengantisipasinya sehingga ketertiban lalu-lintas bisa dikendalikan.

Sebanyak 15 pelajar bahkan sempat ditilang karena tidak mengenakan helem pengaman ataupun karena dianggap mengganggu arus lalu-lintas di jalan raya Kota Tulungagung.

Sementara itu, hasil nilai ujian nasional (NUN) tingkat SMA tahun ini kembali ajang
"persaingan" antardua sekolah bergengsi di Kota Marmer, yakni antara SMA Negeri 1 Boyolangu (SMABoy) dan SMA Negeri 1 Kedungwaru (Smariduta).

Hasil rekapitulasi dinas pendidikan setempat, untuk nilai rata-rata tertinggi jurusan IPA diraih SMA Negeri 1 Kedungwaru dengan NUN rata-rata 57,00.

Sedangkan untuk nilai rata-rata tertinggi jurusan IPS diraih SMA Negeri 1 Boyolangu dengan NUN rata-rata 54,00. "Khusus untuk hasil NUN tertinggi perorangan paling banyak diraih SMABoy baik untuk jurusan IPA maupun IPS," paparnya menjelaskan hasil UN se-Tulungagung.

Sumber: ANTARA
Jumat, 20 Mei 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan