Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan

Huko Park Diramaikan Lomba Mural

Senin, 12 Maret 2012 | 17.57.00 | 0 komentar

Lomba Mural (melukis dengan media dinding) yang kemarin tertunda dilaksanakan karena hujan, akhirnya pada Minggu, 11 Maret 2012 telah sukses digelar. Para peserta yang sehari sebelumnya tidak bisa melaksanakan lomba telah berdatangan sejak pukul 07.00 WIB untuk registrasi ulang dan pengundian tempat media melukis Mural yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Sebagaimana dituturkan oleh Drs. Adri Wiyono, Panitia lomba, Huko Park yang tempatnya di sekitar lapangan olah raga Desa ketanon, semula hanya dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berekreasi secara murah meriah, pada Minggu pagi ini banyak didatangi siswa peserta lomba mural dan para guru pembimbningnya, serta tidak ketinggalan masyarakat luas yang ingin menyaksikan lomba.

Acara yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir sampai pukul 13.00 tersebut diikuti oleh siswa tingkat SLTP, dan SLTA dengan jumlah peserta sekitar 180 siswa. Kegiatan Lomba Lukis Mural yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2012 ini, mendapatkan apresiasi yang positif dan meriah. Terbukti dari jumlah peserta yang datang dan para pengunjung yang ikut menyaksikan lomba.

Menurut Kepala BLH Kabupaten Tulungagung Drs. H.Winarto, M.M kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memasyarakatkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan melukis mural, siswa dapat mengimplementasikan imajinasinya dalam wujud lukisan yang bertemakan lingkungan hidup. Lebih jauh Winarto berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya dapat memberikan pembelajaran terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan, namun juga dapat dipakai sebagai sarana penyaluran bakat siswa di bidang seni lukis mural dan sarana rekreasi keluarga.

Sumber: tulungagung.go.id | Senin, 12 Maret 2012
Senin, 12 Maret 2012 | 0 komentar

Bupati Resmikan Hutan Kota

Jumat, 09 Maret 2012 | 02.12.00 | 0 komentar

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2012 diperingati beragam oleh seluruh lapisan masyarakat, baik itu lembaga swasta maupun pemerintah. Di Tulungagung peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2012 salah satunya diisi dengan peresmian Hutan Kota/Tulungagung Huko Park (Taman Hutan Kota) oleh Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, MM.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Hutan Kota Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru, Kamis,(8/3’2012) juga di isi dengan penyerahan berbagai bantuan kepada warga. Pagi itu Bupati juga melakukan penandatangan prasasti peresmian Hutan Kota yang disaksikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung Garjati Heru Tjahjono, MM serta tamu undangan lain. acara yang dimulai semenjak pagi ini juga digelar lomba lukis siswa Paud, TK SD, SMP hingga SMA.

Untuk lomba lukis dibagi dalam dua kelompok, kelompok Paud, TK dan SD lomba melukis di atas kertas, sementara untuk kelompok Siswa SMP dan SMA melukis di dinding. "Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah Lingkungan yang Bersih dan Sehat," ujar ketua panitia Drs. Winarto, MM.

Dalam kesempatan itu Winarto menjelaskan untuk luas Huko ada 3 Ha dengan ditumbuhi berbagai pohon langka diantaranya duku, kenitu, manggis, mertego duwet, durian, cempedak, dll. "Di dalam Hutan Kota selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga berfungsi sebagai sarana olah raga, bahkan tak hanya itu pada hutan kota ini juga terdapat taman kota, playground, tempat bermain anak, dan dilengkapi berbagai fasilitas lainnya diantaranya wi-fi, alat pembuat kompos, dll," imbuhnya.

Bupati mengatakan, Huko ini adalah salah satu tempat taman yang bisa digunakan sebagai sarana rekreasi keluarga di Tulungagung. "Di dalam hutan kota ini ada berbagai tanaman langka yang dapat diperkenalkan pada warga, ke depan hutan kota ini bisa dijadikan praktik lingkungan bagi anak sekolah tentang lingkungan hidup karena di dalam Huko ada berbagai tanaman langka yang bisa diperkenalkan pada mereka sehingga mereka tahu tentang berbagai tanaman langka yang ada di sekitarnya," ujar Bupati. (Nug/Humas)

Sumber: tulungagung.go.id | Kamis, 08 Maret 2012
Jumat, 09 Maret 2012 | 0 komentar

Perhutani Kediri Selidiki Kebakaran di Lereng Gunung Wilis

Sabtu, 24 September 2011 | 00.02.00 | 0 komentar

Kediri - Perum Perhutani Kediri masih menyelidiki kasus kebakaran yang menimpa lokasi lereng Gunung Wilis (2.552 mdpl), tepatnya di Resor Pemangku Hutan (RPH) Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.

"Kami masih selidiki kasus kebakaran itu, petugas kami masih meninjau lokasi," kata Wakil Kepala Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri, Errik Alberto di Kediri, Jumat.

Kasus kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Wilis. Api terlihat sejak Kamis (22/9) malam. Awalnya, api terlihat hanya satu titik, tetapi setelah larut malam, api merembet dengan cepat dan kebakaran itu terlihat luas.

Errik mengatakan, lokasi hutan yang terbakar itu adalah kawasan hutan lindung. Selain beragam tanaman di hutan lindung, ada sejumlah tanaman pinus yang juga ikut terbakar.

Namun, ia mengaku belum mengetahui dengan pasti luas lahan yang terbakar. Saat ini, petugas masih terjun ke lapangan, untuk mengetahui kondisi kebakaran hutan dengan pasti.

"Kami tidak berani menurunkan petugas saat malam hari, karena angin bertiup dari gunung ke lembah dan itu sangat berbahaya, karena bisa dikejar oleh api. Kami baru turunkan petugas siang hari, karena angin bertiup dari lembah ke gunung, jadi cukup aman," katanya, menjelaskan.

Kasus kebakaran di kawasan Perhutani Kediri memang sudah mulai terjadi, terlebih lagi saat kemarau ini. Selang waktu tiga bulan, sejak Juli 2011 ini, kebakaran sudah menimpa hingga 90 hektare lahan Perhutani Kediri.

Dari luas lahan itu, api menyerang segala macam pohon, mulai dari pinus, akasia, serta jenis tanaman hutan lainnya. Total kerugian yang diderita akibat musibah itu juga cukup besar, hingga Rp100 juta.

Menurut Errik, kasus kebakaran selama kemarau dipastikan besar terjadi, mengingat banyak alang-alang yang kering. Selain itu, adanya oknum yang sengaja membakar hutan, dengan alasan berburu, juga berpotensi menjadikan kebakaran meluas.

"Kadang, mereka berburu babi hutan dengan sengaja membakar hutan, agar hewan-hewan itu keluar. Niatnya baik, karena babi sering merusakan tanaman petani, tapi akibatnya hutan terbakar," ucapnya, mengungkapkan. (Asmaul Chusna)

Sumber: antarajatim.com | 23 Sept 2011
Sabtu, 24 September 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan