Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Prostitusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prostitusi. Tampilkan semua postingan

PSK Sulit Dilepas dari Kegiatan Prostitusi

Sabtu, 25 Februari 2012 | 00.14.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG - Sulit bagi sekitar 200 pekerja seks komersial (PSK) lokalisasi Kaliwungu di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, lepas dari kegiatan prostitusi, meski Pemkab Tulungagung telah menyiapkan serangkaian tahapan proses adaptasi sosial.

Hal itu dikemukakan Ketua Pusat Studi Gender Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung Zulfatun Ni'mah berdasarkan pengamatan kualitatif. "Pemkab membuat seri proses selama sekitar enam bulan, dimulai dengan sosialisasi, pendampingan, pemberian modal kerja dan sarana kerja, disusul pendampingan lagi untuk pindah profesi lain. Pertanyaannya, apakah mental wirusaha bisa dengan mudah ditumbuhkan," tutur Zulfatan, Kamis (23/2/2012).

Mereka juga merupakan bagian dari jejaring ekonomi mucikari dan ekonomi prostitusi yang tidak kecil jumlahnya. "Kesulitan kami, hampir mustahil melakukan dialog terbuka tentang aspirasi mereka tanpa pengawasan dari mucikari," katanya.

Pemkab Tulungagung sudah memutuskan unuk membubarkan kegiatan prostitusi di wilayah itu, yang juga merupakan kebijakan Pemprov Jatim. "Berdasar survei LSM Cesmid tahun 2011, ada sekitar 600 PSK di Tulungagung tersebar di sejumlah konsentrasi," kata staf Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Ifada Nurahmania.

Sumber: KOMPAS.com | Kamis, 23 Februari 2012
Sabtu, 25 Februari 2012 | 0 komentar

Disuruh Mengaku Pelajar

Jumat, 17 Juni 2011 | 11.07.00 | 0 komentar

Tulungagung - Penangkapan dua pelaku sindikat trafficking oleh tim Reskrim Umum bidang Trafficking Polda Jatim dua hari lalu, menyisakan kepanikan bagi para gadis yang menjadi korban aksi tersebut. Dua dari empat perempuan yang mengaku menjadi korban trafficking, itu pun kemarin angkat bicara.

Mawar, gadis asal Bono ini mengaku, kedatangan dia ke Hotel Tanjung sekitar pukul 19.00, karena diajak rekannya yang bernama Cici, asal Kelurahan Karangwaru, Tulungagung. Itu, setelah Cici mendapat telepon dari Rita (pelaku, Red) untuk melayani tamu di kamar 220. “Ketika tiba di lokasi, Rita menyuruh kami menemui seorang pria bernama Lukas, yang sudah nunggu di dalam kamar,” ujarnya.

Saat menemui pria tersebut, Mawar mengaku merasa was-was. Pasalnya, orang tersebut tidak menghiraukan kedatangannya.

Melainkan, terus saja berkomunikasi dengan orang lain melalui handphone. ”Tak lama kemudian, pintu kamar terdengar suara di­ketok-ketok. Namun, ketika dibuka ternyata ada dua orang perempuan yang mengaku dari polda dan seorang laki-laki,”terangnya.

Selanjutnya, Mawar melanjutkan, mereka langsung menginterograsi dan menyeretnya keluar dari kamar. Anehnya, pria yang mengaku bernama Lukas itu ternyata juga menginterograsi dia. “Saya sempat beberapa kali ditampar oleh perempuan yang mengaku dari polda, dan dipaksa mengaku. Bahkan karena takut, saya akhirnya lari keluar. Namun, akhirnya saya menyerah setelah diancam hendak ditembak,” paparnya.

Mawar melanjutkan, bahwa kedatangan dia ke kamar 220, itu tak lain untuk bekerja melayani para tamu. Namun, saat itu dia dipaksa oleh Rita untuk mengaku sebagai pelajar. Jika bersedia, dia mendapat bagian Rp 300 ribu, di potong Rp. 100 ribu. “Setelah diancam dari tim polda, saya akhirnya mengakui, bahwa sejatinya saya berusia 22 tahun. Meskipun, Rita meminta saya mengaku pelajar,”katanya.

Cici rekan korban menambahkan, dirinya bersama rekannya terjun di dunia prostitusi itu sudah setahun, dan itu dilakukan karena himpitan ekonomi. “Kami ini sejatinya bukan korban traficcking, tapi kami ditipu disuruh untuk mengaku pelajar saat melayani tamu,”pungkasnya. (tri/ris)

Sumber: radartulungagung.co.id
Jumat, 17 Juni 2011 | 0 komentar

Bongkar Prostitusi Terselubung

Germo Dibawa ke Polda, Anak Buah Dibebaskan

TULUNGAGUNG – Petugas Reskrim Polda Jatim membongkar sindikat prostitusi terselubung di Tulungagung kemarin. Dua warga kota mermer ini ditangkap saat transaksi di dua hotel di Tulungagung. Mereka adalah Rita, asal Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru; dan Eni, warga Kelurahan Kutoanyar, Kota Tulungagung. Ke­dua perempuan itu diduga sebagai germo atau penyedia jasa esek-esek.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tulungagung AKBP Agus Wijayanto, melalui Kasatreskrim AKP I Gde Dewa Juliana. Penangkapan Rita dan Eni merupakan rangkaian untuk membongkar sindikat trafficking atau perdagangan perempuan di Tulungagung.

“Sindikat Rita dan Eni disinyalir ada keterkaitan dengan sindikat trafficking di Surabaya yang belum lama digulung Polda Jatim. “Agenda kemarin merupakan suatu rangkaian untuk mengungkap jaringan traffi­cking di Jatim. Kedua sudah diamankan ke Polda Jatim,” papar perwira kelahiran Bali ini.

AKP I Gde Dewa Juliana melanjutkan, pe­nangkapan Rita dan Eni melalui skenario yang disiapkan tim reskrim Polda Jatim. “Kedua pelaku ditangkap di Hotel Tanjung dan Hotel Panorama Tulungagung, saat menawarkan para PSK kepada petugas yang menyaru sebagai pelanggan,” katanya.

Informasi yang dihimpun Radar Tulungagung (RaTu), petugas Polda Jatim menyaru sebagai pemesan layanan kepuasan batin itu. Dua petugas di Hotel Panorama dan dua petugas di Hotal Tanjung. Mereka memesan wanita penghangat ke Rita dan Eni. Begitu “pesanan” datang, langsung dimasukkan ke kamar. Sedang Rita dan Eni menunggu di luar hotel.

Nah, begitu umpan sudah masuk, petugas pun beraksi. Keempat wanita penjual keha­ngatan itu dikeler ke Polsek Kota Tulungagung. Begitu juga dengan Rita yang menunggu di Hotel Tanjung dan Eni di Hotel Panorama, juga dikeler.

Keempat korban itu mengaku bernama Mawar, asal Desa Bono, Boyolangu; Cici, Karangwaru, Tulungagung; Sarah, Kutoanyar; dan Me, warga Rejoagung, Kedungwaru. “Sebelum kedua pelaku dibawa ke Polda, mereka dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung. Untuk keempat korban, dibebaskan,” katanya. (tri/her)

Sumber: radartulungagung.co.id
| 1 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan