Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Puting Beliung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puting Beliung. Tampilkan semua postingan

Puting Beliung Sapu Puluhan Rumah di Tulungagung

Kamis, 28 Januari 2016 | 20.39.00 | 1 komentar

Tulungagung-Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung, Jawa Timur. Akibatnya puluhan rumah serta sejumlah fasilitas umum rusak.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut, namun beberapa nelayan dan pengendara dilaporkan terluka akibat tertimpa pohon tumbang serta atap bangunan yang beterbangan diterpa puting beliung.

"Fenomena pusaran puting beliung itu sempat terekam kamera dan saat ini menyebar di media sosial. Saya dapat gambarnya juga dari grup whatsapp kantor," ungkap Mega, salah satu netizen di Tulungagung, Rabu (27/1/2016).

Menurut saksi mata, pusaran angin yang menggulung pekat dari langit sempat terlihat bergerak dari arah Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek menuju Tulungagung melalui Kecamatan Besuki yang ada di perbatasan.

Jejak kerusakan teridentifikasi di bangunan utama tempat pelelangan ikan (TPI) Prigi, wilayah perbatasan Trenggalek-Tulungagung di Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki, Desa Pojok Kecamatan Campurdarat, Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu, serta Desa Tugu Kecamatan Rejotangan.

"Tidak ada laporan korban jiwa. Namun, rumah yang rusak sejauh ini tercatat mencapai 45 rumah. Untuk kerugian masih kami hitung," ujar Kabid Kedaruratan dan PMK BPBD Tulungagung Nadlori Alwi.

Efek puting beliung juga menyebabkan puluhan pohon perdu peneduh jalan di sepanjang jalan raya di wilayah Besuki, Boyolangu, Tulungagung hingga Kedungwaru juga bertumbangan.

Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua maupun empat yang sedang melintas ataupun berteduh di pinggir jalan ikut tertimpa dan mengalami kerusakan parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Tulungagung, Sutrisno mengatakan pohon tumbang terjadi di beberapa titik terutama di jalan protokol.

Laporan yang ia terima hingga pukul 15.00 WIB, pohon tumbang terjadi di wilayah Boyolongu, Sumbergempol, Tamanan dan yang paling parah di depan Kantor Dinkes Tulungagung dan menimpa sebuah mobil pikap yang sedang melintas.

"Kami akan evaluasi kondisi tegakan (pohon) di pinggir jalan yang sekiranya berisiko tumbang dan membahayakan pengendara," kata Sutrisno. [tar/inilah.com]
Kamis, 28 Januari 2016 | 1 komentar

Puting Beliung Terjang Dua Desa di Tulungagung

Sabtu, 14 Februari 2015 | 01.15.00 | 1 komentar

Tulungagung - Belasan rumah warga dua desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rusak parah akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut saat turun hujan, Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 15 unit rumah, satu bangunan masjid dan sebuah tembok pabrik mi mengalami kerusakan.

"Kondisi yang paling parah tejadi di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Angin bertiup kencang mengakibatkan tembok sebuah pabrik mi di desa tersebut roboh dan menimpa lima rumah warga lainnya," ungkap Juli (52), salah satu korban yang bangunan kandang ternaknya ikut ambruk total tertimpa tembok pabrik.

Selain menerjang Desa Plosokandang, angin puting beliung juga sempat bergerak hingga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu dan menyebabkan sedikitnya 11 atap bangunan porak-poranda.

Belum diketahui kerugian akibat bencana lokal tersebut. Kepala Desa Plosokandang, Sunari yang daerahnya mengalami kerusakan paling parah akibat robohnya sejumlah bangunan warga, memgaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Untuk tafsir kerugian masih dilakukan penghitungan, dan kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak BPBD," ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya akan memfasilitasi warga untuk berdialog dengan pemilik pabrik mi Cap Nyonya untuk mendapatkan ganti rugi.

"Warga berharap ada sedikit ganti ruigi dari pihak pabrik nanti akan kita fasilitasi," terangnya
Beberapa saksi mata dan korban yang rumahnya ikut roboh atau rusak menuturkan, saat kejadian beberapa dari mereka berada di teras depan rumah.

Menurut warga, saat itu hujan turun tidak begitu deras, namun angin betiup kencang dan berputar. Tidak lama kemudian ada suara gemuruh seperti robohnya tembok.

Juli, salah satu korban yang saat itu telah siaga mengantisipasi puting beliung, segera berlari ke belakang rumah dan melihat dinding pabrik mi roboh menimpa kandang ternaknya.

"Saya beruntung bisa menyelamatkan beberapa hewan ternak saya," ujarnya. (Ant)

Sumber: Antara Jatim | Jumat, 13/02/2015
Sabtu, 14 Februari 2015 | 1 komentar

Puting-Beliung Ancam Daerah Dataran Rendah Tulungagung

Kamis, 08 November 2012 | 03.00.00 | 0 komentar

Tulungagung - Sejumlah pemukiman yang berada di daerah dataran rendah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur rawan bencana puting-beliung, terutama selama masa pergantian musim (pancaroba) hingga datangnya musim hujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Joko Purwanto, Rabu mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah meningkatkan kesiagaan seiring keluarnya peringatan dari BMKG terkait potensi bencana angin kencang (puting beliung) di kawasan pesisir selatan.

"Bencana satu ini sulit diprediksi karena peristiwanya yang sangat cepat dan bisa terjadi dimana saja karena adanya perbedaan tekanan udara yang sangat ekstrem di satu daerah tertentu," ujarnya.

Beberapa daerah yang menjadi pusat perhatian dan kesiagaan terutama dikonsentrasikan di daerah dataran rendah, seperti di Kecamatan Pakel, Sumbergempol, Boyolangu, Ngunut, serta sebagian wilayah kota (Tulungagung).

Di empat daerah dataran tersebut, bencana puting-beliung hampir setiap tahun terjadi dengan lokasi berpindah-pindah.

Selain merobohkan pohon-pohon dan merusak bangunan yang dilaluinya, angin kencang dan berputar yang oleh orang Jawa akrab disebut leysus tersebut tidak jarang menyebabkan korban jiwa.

Terakhir bencana puting beliung melanda pemukiman penduduk Desa Doroampel dan Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, (18/5/2012). Saat itu seorang balita tewas dan dua lainnya luka-luka.

Tidak ada data resmi yang mencatat rentetan peristiwa puting beliung di Kabupaten Tulungagung.

Namun pihak BPBD mengkonfirmasi bahwa beberapa daerah dataran di wilayahnya selama ini memang menjadi langganan bencana angin kencang yang biasanya berputar di suatu area lokal dengan kecepatan rata-rata 63 kilometer per jam tersebut.

Sumber: antarajatim.com | 07 Nov 2012
Kamis, 08 November 2012 | 0 komentar

Puting beliung landa 11 daerah di Jatim

Jumat, 25 November 2011 | 19.49.00 | 0 komentar

Pacitan - Bencana puting beliung melanda 11 kabupaten di Jawa Timur dalam kurun dua bulan terakhir dan menyebabkan kerusakan ratusan bangunan, demikian laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

"Kalau berdasar laporan yang sudah masuk, saat ini sudah ada 10 daerah yang terkena puting beliung. Namun ada satu daerah lain yang sebenarnya juga mengalami bencana serupa tetapi belum melapor ke kami," kata Koordinator Pusat Informasi Bencana BPBD Jatim, Abdul Hamid, Jumat.

Daerah terakhir yang dimaksud Hamid adalah Kabupaten Blitar. Sementara 10 daerah yang telah melaporkan tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami masing-masing adalah Kabupaten Bangkalan, Tulungagung, Mojokerto, Jombang, Ngawi, Malang, Bondowoso, Bojonegoro, Situbondo, serta Kediri.

Tidak ada penjelasan secara spesifik apakah puting beliung maupun angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jatim tersebut masuk kategori badai yang membahayakan.

Hamid hanya menjelaskan bahwa fenomena tersebut sebagai hal yang biasa terjadi setiap memasuki masa pancaroba. Diperkirakan, bencana semacam itu akan reda setelah musim penghujan tiba. "Fenomena angin kencang terjadi secara periodik karena hanya muncul saat masa pancaroba saja," jelasnya.

Bencana angin puting beliung pada umumnya bersifat "melokal". Maksudnya, hembusan angin dengan kecepatan tinggi yang biasanya membentuk semacam pusaran tersebut terjadi pada beberapa desa yang saling berdekatan dan menimbulkan efek merusak.

Sebagaimana data di BPBD Jatim, kasus puting beliung terparah dalam kurun dua bulan terakhir, terjadi di Kabupaten Bangkalan serta Tulungagung.

Di Bangkalan, misalnya, bencana puting beliung melanda sekitar akhir bulan Oktober lalu dan menyebabkan 166 bangunan rusak. Bencana serupa menimpa Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Minggu (20/11).

Di daerah ini, angin menyapu sedikitnya enam desa, yakni Desa Aryojeding, Tugu, Buntaran, Tenggur, Banjarejo, dan Sukorejo. Kencangnya terjangan angin membuat 437 unit rumah dan tiga sekolah dasar (SD) rusak ringan.

Bencana serupa juga smepat melanda wilayah Kota Madiun dan Trenggalek, namun kerusakan tak separah dua kabupaten lain. Angin kencang yang menerjang kedua daerah yang disebut terakhir itu hanya menyebabkan puluhan pohon di beberapa titik jalan tumbang.

Dia mengungkapkan, di Jatim sendiri ada tiga bencana alam yang cukup dominan terjadi, yakni kekeringan, banjir, dan tanah longsor.(ANT-130)

Sumber: ANTARA News | Jumat, 25 November 2011
Jumat, 25 November 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan