Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Polisi Investigasi Peredaran Foto Biduan Dangdut Tulungagung

Minggu, 10 November 2013 | 00.30.00 | 1 komentar

Tulungagung - Polisi mulai menginvestigasi kasus peredaran foto-foto seronok (porno) seorang biduan dangdut asal Tulungagung, Jawa Timur, di media jejaring sosial facebook dengan nama akun ASIKK, selama dua hari terakhir.

Kapolres Tulungagung, AKBP Whisnu Hermawan Februanto, Sabtu memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli IT Polda Jatim untuk menyelidiki lokasi pertama foto tersebut diunggah serta mengidentifikasi pelaku penyebaran.

Belum ada satupun tersangka dalam kasus pornografi tersebut. Namun Whisnu menegaskan kasus tersebut akan diusut tuntas, dimulai dengan memeriksa saksi korban RD yang diketahui beralamat di Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

"Kasus ini masih diselidiki. Fokus polisi pada siapa yang mengunggah foto-foto porno tersebut, karena secara logika tidak mungkin pemeran sendiri yang mengunggahnya (di galeri facebook)," kata Whisnu Hermawan Februanto.

Selain foto-foto pada galeri foto juga terpampang berbagai dokumen gambar kegiatan Ratna Dewi saat menyanyi di atas panggung ataupun aktivitas lain di luar pekerjaannya sebagai biduan dangdut.

"Pada tampilan gambar pertama galeri foto tersebut, ada terpampang KTP korban yang sepertinya sengaja dipotret dan diunggah pelaku sehingga memudahkan siapa saja yang membuka akun tersebut mengetahui identitas RD dengan jelas," kata Fendi Herlambang, salah seorang facebooker Tulungagung.

Sumber: Antara Jatim | 09 Nov 2013
Minggu, 10 November 2013 | 1 komentar

Foto Seronok Penyanyi Tulungagung Beredar di Facebook

Sabtu, 09 November 2013 | 03.16.00 | 0 komentar

Tulungagung - Puluhan foto seronok dengan berbagai pose bugil seorang biduan (penyanyi) dangdut asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, beredar luas di dunia maya melalui situs jejaring sosial facebook.

Antara di Tulungagung, Jumat melaporkan, foto-foto seronok milik penyanyi dangdut Ratna Dewi (22) itu bisa dengan mudah diakses di facebook dengan nama akun ASIKK.

Pada galeri foto di akun tersebut, terpampang sedikitnya 37 foto nudis dengan berbagai pose, yang sebagian terlihat diambil sendiri oleh Ratna Dewi, mengacu pada posisi salah satu tangan pada sudut gambar.

Selain foto nudis dan seronok lainnya, pada galeri foto juga terpampang berbagai dokumen gambar kegiatan Ratna Dewi saat menyanyi di atas panggung bersama grub musiknya yang sedang naik daun, ataupun aktivitas lain di luar pekerjaannya sebagai biduan dangdut.

"Pada tampilan gambar pertama galeri foto tersebut, ada terpampang KTP korban yang sepertinya sengaja dipotret dan diunggah pelaku sehingga memudahkan siapa saja yang membuka akun tersebut mengetahui identitas Ratna Dewi dengan jelas," kata Fendi Herlambang, salah seorang facebooker Tulungagung.

Belum diketahui pelaku penyebaran foto bugil tersebut, serta motif yang melatarbelakanginya.

Keberadaan akun berisi puluhan foto seronok itu diketahui wartawan maupun kalangan facebooker, setelah beredar pesan berantai berisi alamat (akun) facebook ASIKK, melalui jaringan blacberry massanger (bbm), Jumat pagi.

"Kami akan selidiki siapa dan apa motif pelaku pengunggah foto porno ini," kata Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Dwi Hartaya.

Sebagaimana foto KTP Ratna Dewi yang terpajang di galeri gambar akun facebook ASIKK, diketahui biduan dangdut dengan NIK (nomor induk kependudukan) 350404441091002 tersebut beralamat di Dusun Balong, RT 01/RW 02, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Keaslian gambar biduan dangdut kelahiran 4 Oktober 1991 ini telah dikonfirmasi sejumlah penggemar maupun tetangganya yang mengenali wajah gadis yang masih tercatat sebagai mahasiswi ini.

"Dia anak seorang satpam, dan selama ini memang berprofesi sebagai penyanyi dangdut," kata Doni, penggemar sekaligus tetangga Ratna.

Informasi yang berkembang dari mulud ke mulud, pengunggah foto-foto bugil Ratna Dewi adalah mantan kekasihnya yang sakit hati.

Akun ASIKK berikut foto-foto tersebut diunggah pada Kamis (8/11) malam, sebelum kemudian disebar melalui pesan berantai.

Sumber: Antara Jatim | 08 Nov 2013
Sabtu, 09 November 2013 | 0 komentar

"Kanopi" Pamerkan Foto Dampak Letusan Merapi

Senin, 21 Maret 2011 | 20.08.00 | 0 komentar

Kediri - Komunitas Ngopi-ngopi (Kanopi) memamerkan sekitar 50 foto dampak letusan Gunung Merapi (2.968 mdpl) 26 Oktober 2010 dalam kegiatan fotografi di Kediri, Jawa Timur, sebagai upaya memberi kesadaran akan bahaya dan keselamatan diri bagi fotografer saat pengambilan gambar di daerah bencana.

"Pameran ini sebagai diskusi bersama tentang pengambilan sudut yang baik dalam fotografi. Tetapi, juga disadarkan akan keselamatan diri saat pengambilan objek foto," kata Arief Priono, penggagas pameran itu ditemui saat kegiatan di Kediri, Minggu (21/3) malam.

Arief yang juga fotografer di LKBN Antara itu mengatakan, pengambilan sudut sebagai bahan fotografi harus diambil sisi yang menarik. Namun, berbagai pelengkap untuk keselamatan diri saat peliputan di daerah bencana juga harus diutamakan.

Fotografer The Associated Press (AP) Trisnadi Marjan yang didaulat menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi itu mengatakan, insting seorang fotografer haruslah peka dan tinggi. Seluruh objek apapun, layak untuk dijadikan objek.

Ia mengungkapkan, saat peliputan bencana letusan pada 26 Oktober 2010 lalu, memerlukan teknik yang tepat. Berbagai trik juga harus dilakukan, agar mendapatkan gambar terbaik, juga keselamatan diri.

Ia menceritakan, dalam pengambilan gambar, seorang fotografer seharusnya tidak sendiri dan selalu membawa perlengkapan seperti HT (handy Talky), sepatu khusus tahan panas, masker, dan beberapa perlengkapan penunjang keselamatan lainnya.

"Yang penting, kunci kendaraan jangan dilepas, dan selalu menghadap ke jalan. Jika sewaktu-waktu ada letusan langsung meninggalkan lokasi," katanya.

Yudi Kusumo Mulyo, nara sumber lainnya mengatakan totalitas seorang fotografer sangat diperlukan. Selain mental yang memang harus kuat, juga harus mempunyai kepekaan dalam pengambilan objek menarik.

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya peninggalan sejarah yang justru tidak dipedulikan. Bahkan, ada beberapa bangunan bersejarah yang kini hanya tinggal fotonya saja, karena bangunan yang ada sudah hancur.

Kegiatan pameran yang disertai diskusi itu diikuti beberapa komunitas penikmat fotografi, di antaranya Community Lens in Kediri (CLIK), komunitas foto Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri (Foster), Fotografer Kediri Raya, serta Fotografi Tulungagung.

Karya fotografi milik Fotografer The Associated Press (AP) Trisnadi Marjan yang dipamerkan dalam kegiatan itu, tidak dicetak maupun ditempelkan di dinding, melainkan ditampilkan lewat gambar "slide show", menggunakan layar lebar dan disorot seperti film layar tancap.

Wartawan senior Tempo, Dwijo Utomo Maksum menilai kegiatan seperti ini penting dilakukan. Selain sebagai ajang diskusi, hal ini juga sebagai media mengasah keterampilan akan fotografi. "Kegiatan ini penting untuk melatih keterampilan," kata Dwijo. [Sumber: Antara Jatim]
Senin, 21 Maret 2011 | 0 komentar

Pameran dan Workshop Fotografi

Tulungagung - Bagi penggemar foto yang berada di Kabupaten Tulungagung untuk saat ini merasa lega lantaran di Gedung Balai Rakyat Kabupaten Tulungagung digelar Pameran Fotografi yang dibuka oleh Bupati Tulungagung diwakili Asisten Administrasi Umum Drs. Eko Handayanto, Sabtu, 19/3/2011. Di tempat ini bukan hanya digelar Pameran Fotografi saja tetapi juga workshop tentang fotografi, sehingga berlangsung mulai Sabtu 19/3/2011 sampai dengan Rabu, 23/3/2011.

Foto memiliki kandungan makna yang sangat besar dan adanya pameran foto yang menyuguhkan tentang budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Tulungagung maka pengunjung dapat tahu dan dapat menikmati alam panorama dan tempat wisata serta bangunan bersejarah yang ada di kota marmer. Demikian antara lain sambutan Bupati Tulungagung yang dibacakan oleh Drs. Eko Handayanto dan selanjutnya mendatangani prasasti serta melihat-lihat foto yang dipamerkan/dipajang di tempat tersebut.

Ketua panitia penyelenggara Pameran Fotografi Kabupaten Tulungagung Triwidiono Agus Basuki atau Okky Agusta melaporkan jumlah peserta pameran foto 50 orang dan karya yang dipamerkan sebanyak 100 foto budaya, pariwisata dan humas interest. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata melalui foto, sekaligus untuk mewadahi fotografer yang ada di Kabupaten Tulungagung baik yang profesional, amatir maupun otodidak.

Panitia Pameran dan Workshop Fotografi 2011 menurut Okky, juga merasa peduli terhadap penderita kanker, sehingga diwujudkannya dengan memberi bantuan kepada Yanca Nicholas Zahra Sugandi anak dari Joko warga Desa Ngubalan Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.

Workshop dibagi menjadi empat tahap, pertama Sabtu, 19 Maret, tentang Kamera Lubang Jarum, kedua Minggu, 20 Maret, tentang Teknik Dasar Fotografi dan tahap ketiga tentang Fotografi Jurnalistik sedangkan tahap terakhir Senin, 21 Maret, tentang Fotografi Lighting Secret. (Humas/Her) [Sumber: Tulungagung]
| 2 komentar

Kediri Gelar Pameran Foto Layar Tancap Merapi

Kamis, 17 Maret 2011 | 16.24.00 | 0 komentar

Kediri – Kreatifitas para fotografer di Kediri, Jawa Timur mulai menggeliat. Hasil karya mereka merekam berbagai peristiwa seputar meletusnya Gunung Merapi tak lagi hanya menghiasi halaman media massa dan jejaring sosial dunia mata semata, tapi akan hadir di hadapan masyarakat secara langsung. Detik-detik menjelang erupsi hingga kepanikan warga Yogyakarta dan sekitarnya terekam dalam pameran foto bencana yang diselenggarakan "Komunitas Ngopi-ngopi" (Kanopi) Kediri, Ahad (20/3) lusa.

Arief Priyono, penggagas Kanopi menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya menyalurkan kegelisahan para fotografer di Kediri. Mengambil tema "Insting Foto Jurnalis di Tengah Bencana", Kanopi akan memamerkan tangkapan kamera fotografer The Associated Press (AP) Trisnadi Marjan. "Foto-foto ini diambil ketika dia meliput letusan Merapi," kata Arief yang sehari-hari menjadi juru foto Lembaga Kantor Berita Antara, Kamis (17/3).

Kanopi Foto Forum itu akan digelar di Larizzo Cafe Jalan Airlangga, Kota Kediri Minggu (20/3) sejak pukul 19.00 WIB. Sebanyak 60 fotografer dan club fotografi di Kediri dan sekitarnya akan menghadiri pameran ini. Diantaranya Community Lens in Kediri (CLIK), komunitas foto Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri (Foster), Fotografer Kediri Raya, serta Fotografi Tulungagung.

Berbeda dengan pameran foto pada umumnya yang dicetak dan ditempelkan di dinding, pameran ini akan menampilkan gambar lewat slide show. Menggunakan layar lebar yang disorot seperti film layar tancap, penggalan letusan Gunung Merapi ditampilkan dengan ukuran besar. Konsep ini diselaraskan dengan ruang pamer. Pameran juga dirancang sebagai media kritik buat para komunitas fotografi yang sering mengabaikan kualitas karya.

Pesatnya perkembangan teknologi fotografi mempengaruhi perilaku masyarakat menjadi suka memotret. Dengan kamera poket atau telepon seluler, siapa saja bisa mengabadikan peristiwa. "Itu adalah karya foto," kata Arif. "Dengan pemahaman teknik fotografi yang baik, tentu akan menghasilakn karya lebih baik."

Arief memaparkan kondisi terkini perkembangan fotografi di kotanya. Teknik yang seharusnya perlu ketekunan belajar diabaikan. Fotografer cenderung bangga dengan predikat fotografer. Hanya dengan berbekal kamera canggih dan mahal, mereka berani menamakan diri sebagai fotografer. "Padahal pemahaman dan kemampuan teknisnya jauh di bawah standar," kata Arie. Menurut dia, fotografer tak sekedar merekam peristiwa atau obyek yang menarik, tapi juga harus memahami teknik pencahayaan, komposisi, spektrum, sehingga pesan yang ingin disampaikan pada publik lebih akurat.

Para fotografer di Jakarta mengapresiasi positif pameran foto di Kediri. Menurut Redaktur Foto Majalah Tempo, Bismo Agung, banyak karya fotografer daerah menjadi foto monumental dan bersejarah. Lewat pameran yang digelar Kanopi Kediri, secara otomatis kesadaran belajar dan meningkatkan kemampuan teknik akan terbangun. "Foto-foto dari seluruh pelosok negeri ini telah tersebar dan berhasil menyandera mata dunia," kata Bismo.

Oscar Motuloh, kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara mengatakan, pada abad visual seperti sekarang ini, konten memori otak kecil tiap insan harus terasah. Dengan begitu bisa bersaing dalam peradaban informasi. "JAngan takut belajar. Mainkan kameramu seperti engkau memetik hari-harimu," kata Oscar. HARI TRI WASONO, DUM (Sumber: TEMPO Interaktif)
Kamis, 17 Maret 2011 | 0 komentar

Tunjukkan Eksistensi Dengan Gelar Karya

Selasa, 15 Maret 2011 | 18.50.00 | 0 komentar

Komunitas Fotografi Tulungagung unjuk gigi. Pada tanggal 19-23 Maret mendatang, kelompok yang diketuai M. Zulkarnain ini akan memamerkan lebih dari 100 karya mereka di Gedung Balai Rakyat Tulungagung. Komunitas yang awalnya dibentuk dari jejaring sosial fotografitulungagung.com ini, beranggotakan hampir 2000 orang, baik sebagai anggota aktif maupun pasif dengan mayoritas berasal dari Kabupaten Tulungagung.

Dengan anggota yang berlatar belakang fotografer profesional, amatir ataupun sekedar hobi ini, komunitas Fotografer Tulungagung sering mengadakan hunting bareng, baik dengan sesi pemotretan model, landscape, maupun budaya khususnya di Tulungagung.

“Pameran ini bertujuan memberikan ruang bagi anggota kita, untuk menunjukkan eksistensi dan keberadaan mereka, kepada masyarakat Tulungagung dan sekitar pada umumnya,” jelas Sopir, julukan untuk Ketua Fotografer Tulungagung. Pria berputra satu ini menjelaskan, selain pameran hasil karya para anggota Fotografi Tulungagung, akan ada pula workshop tentang fotografi.

Tidak tanggung tanggung, Nain, panggilan akrabnya mengatakan, Fotografi Tulungagung (FT), akan mendatangkan pakar fotografer kelas nasional dari Jakarta dan Surabaya. Diantaranya Hubbert yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi, Anton dan juga Sujianto yang punya keahlian sendiri-sendiri di bidangnya.

Sementara itu Ketua Panitia pameran Triwidyono Agus Basuki mengungkapkan, selain ingin menunjukkan potensi Budaya, Pariwisata dan Human Interest Kabupaten Tulungagung lewat fotografi, pameran ini ingin pula memberikan pembelajaran bagi fotografer pemula ataupun mereka yang ingin mendalami fotografi.”

Selain yang sudah disampaikan oleh ketua FT, workshop juga akan melibatkan beberapa wartawan Nasional, diantaranya Trisnadi Fotografer AP, Arief Priyono dari Antara dan juga Choirur Rozaq dari Radar Tulungagung,” terang pria berbadan subur ini.

Panitia Pameran dan Workshop Fotografi Tulungagung, mengajak masyarakat baik pelajar maupun umum untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan yang akan diadakan. ”Oh ya jangan dilupakan di acara tersebut kami juga akan menggelar lomba foto dan juga aksi sosial untuk membantu saudara kita yang kebetulan terkena kanker. Beberapa kelompok seniman juga akan meramaikan acara kami tersebut. Jadi rugi kalau ndak hadir,” kata Triwidyono menutup pembicaraan. (Okky FT) (sumber: tulungagung
Selasa, 15 Maret 2011 | 0 komentar

Sebarkan Foto Bugil, Kasun Diprotes Warganya

Selasa, 28 Desember 2010 | 16.54.00 | 0 komentar

Seputar Tulungagung – Arif Yunizar (33), kepala Dusun Wonodadi Desa/Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yang diduga menyebarkan foto-foto bugil kekasihnya mulai mendapat tekanan warganya. Beberapa perwakilan warga mendatangi Polres Tulungagung, Selasa (28/12/2010), meminta Arif diproses secara hukum.

Menurut salah satu perwakilan warga Arum Ahmad Aris (39), selama ini perilaku Arif memang tak mencerminkan sebagai perangkat desa. Meski sudah beristri dan mempunyai 1 anak, Arif masih suka mabuk-mabukan dan main perempuan. Puncaknya, saat Arif menjalin hubungan asmara dengan Riris Eki Saputri (20), warga Desa dukuh Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Demi mendekatkan diri dengan Riris, Arif nakat memalsukan tanda tangan kepala desa, untuk membuat Kartu Keluarga (KK) baru. Dalam KK tersebut, Riris dimasukan dalam anggota keluarganya dan dibuatkan KTP sebagai warga Desa Wonodadi.

Kasus pemalsuan tanda tangan tersebut sempat bergulir di polisi, namun dihentikan lewat rapat koordinasi tingkat kecamatan. Namun kegeraman warga masih berlanjut, mereka melaporkan kasus ini ke DPRD Kabupaten Blitar. DPRD setempat pun telah mengagendakan pertemuan dengan warga, membahas kasus pemalsuan yang dilakukan Arif.

“Dia sempat buatkan Riris KTP Wonodadi, sebelum ketahuan ada pemalsuan tanda tangan dan KTP-nya lalu ditarik oleh pak Camat,” terang Arum.

Maka setelah muncul kasus peredaran foto-foto bugil Riris, warga pun kian geram dengan Arif. Warga meyakini, Arif adalah pelaku pemotretan Riris dan penyebaran foto-foto telanjangnya. Meski demikian, warga mempercayakan proses hukumnya kepada polisi.

“Kami sengaja datang ke Polres Tulungagung, untuk memberikan dukungan kepada polisi agar kasus ini dibongkar sampai tuntas. Sebab kami sudah muak dengan kelakukan Arif,” imbuhnya.

Lebih jauh Arum mengatakan, dasar proses hukum nantinya akan dijadikan landasan kuat, untuk menghentikan Arif sebagai kepala dusun.

Sementara KBO Satreskrim Polres Tulungagung, IPTU Siswanto mengatakan pihaknya kesulitan mencari bukti-bukti. Meski Riris sudah mengaku foto telanjang yang beredar adalah dirinya yang diambil oleh Arif, pihaknya kesulitan mencari bukti secara digital. Sebab foto-foto tersebut hanya dicetak di atas kertas foto, sementara HP yang disebut Riris milik Arif dinyatakan sudah hilang.

“Yang bisa kami lakukan adalah berusaha mencari pelaku penyebarannya. Dari pelaku kami berharap nantinya bisa ditelusuri dari mana sumbernya. Tapi sampai sekarang kami pun kesulitan melacak pelaku penyebaran,” terangnya. [vid/but]

Sumber: beritajatim.com
Selasa, 28 Desember 2010 | 0 komentar

Diputus Cinta, Foto Bugil Sang Pacar Disebar

Seputar Tulungagung - Foto-foto perempuan dengan pose telanjang, beredar di sejumlah warung kopi, di lingkungan Pasar Ngemplak, Kelurahan Botoran, Kecamatan Kota, Tulungagung.

Sebanyak 25 foto dengan empat pose vulgar itu tercetak di atas dua lembar kertas folio. Aparat Polres Tulungagung tengah menyelidiki penyebar gambar-gambar cabul tersebut, setelah berhasil menemukan identitas perempuan bergaya menantang itu.

Menurut keterangan KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto, motif penyebaran foto tersebut diduga karena sakit hati.

“Diduga pelaku sakit hati setelah hubunganya berakhir. Pelaku kemudian menyebarkan foto telanjang yang diabadikan di sebuah hotel di Tulungagung. Saat ini kami masih menyelidikinya, “ ujar Siswanto kepada wartawan, Senin (27/12/2010).

Ditemui petugas, perempuan berinisial Rr (20), warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Kota Tulungagung, mengakui bahwa 25 foto itu gambar dirinya. Foto diambil oleh AF (33) warga Desa/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar sekira November lalu di sebuah kamar hotel, di Kota Tulungagung. Saat itu AF yang juga perangkat desa Wonodadi itu masih berstatus sebagai kekasih Rr.

“Menurut pengakuan Rr pengambilan foto yang menggunakan kamera hand phone produk cina itu tanpa persetujuan dirinya,“ terang Siswanto.

Saat memperlihatkan kepada Rr, AF sempat mengancam akan menyebar semua foto tersebut, jika Rr berani memutuskan hubungan. Sebab pada saat itu hubungan keduanya sering dilanda percekcokan. “Rr memutuskan hubungan karena mengetahui AF sudah beristri,“ papar Siswanto.

Polisi pun lantas memeriksa AF. Namun dalam keteranganya AF membantah semua tuduhan Rr. Meski mengakui pernah menjalin hubungan, AF mengatakan tidak pernah mengabadikan Rr dengan kamera, apalagi dalam pose telanjang.

“Sampai saat ini kita belum bisa menentukan tersangka. Sebab AF membantah semua itu,“ tukas Siswanto.
(Solichan Arif/Koran SI/ded)

Sumber: okezone.com
| 0 komentar

Foto Bugil Disebar Mantan Pacar, Gadis 20 Tahun Lapor Polisi

Seputar Tulungagung - Gadis berusia 20 tahun melaporkan mantan pacarnya ke polisi. Pasalnya sang pria yang pernah menjalin kasih dengannya melakukan tindak pidana asusila menyebarkan foto bugil miliknya.

Adalah Riris-bukan nama sebenarnya-, warga Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Dia mendatangi Mapolres Tulungagung untuk melaporkan apa yang dialaminya.

KBO Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Siswanto membenarkan adanya laporan penyebarluasan foto bugil tersebut. Dalam laporannya Riris menyertakan juga 2 lembar kertas ukuran folio, yang di dalamnya terdapat lebih dari 20 pose bugil.

"Korban menemukan kertas itu di warung kopi milik ibunya. Ada seorang pengunjung yang memberikan dan oleh korban disertakan dalam laporan yang dibuatnya," ungkap Siswanto kepada wartawan di Mapolres, Senin (27/12/2010).

Siswanto mengungkapkan, sesaat setelah memberikan laporan korban langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dugaan sementara foto itu disebar mantan pacar korban berinisial AY, seorang perangkat desa di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

"Korban sudah putus hubungan dengan pacarnya dan dugaan sementara pelaku melakukan perbuatan itu atas dasar sakit hati. Kami masih dalami dan berusaha
mengamankan pelaku kasus ini," ungkapnya.

Pengambilan foto itu, kata Siswanto pada pertengahan November lalu di sebuah hotel di Tulungagung. Saat itu korban dan pelaku usai melakukan hubungan layaknya suami istri, di mana pengambilan foto dilakukan dengan menggunakan kamera handphone.

"Korban tahu dia difoto telanjang. Tapi dia tidak menyangka kalau akhirnya disebarluaskan," tutur Siswanto.

Pelaku, apabila nantinya tertangkap dan terbukti melakukan perbuatannya akan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara, karena dianggap melanggar UU Pornografi nomor 44 tahun 2008.

Pantauan detiksurabaya.com, dari 2 lembar kertas folio terdapat sekitar 25 foto dengan 4 pose utama. 1 pose mempertontonkan adegan ciuman antara Riris dan pelaku. 3 foto lain menunjukkan pose korban tanpa sehelai kain menutup tubuhnya dan posisi terlentang di atas tempat tidur. (wln/wln)

Sumber: detik.com
| 0 komentar

Penyebar dan Korban Foto Bugil Bisa Jadi Tersangka

Seputar Tulungagung - Disebarnya foto-foto telanjang RES (20), masih diselidiki polisi. Namun menurut polisi, penyebar foto serta perempuan yang dijadikan obyek foto sama-sama bisa jadi tersangka.

Demikian ditegaskan KBO Satreskrim Polres Tulungagung, IPTU Siswanto, Senin (27/12/2010) di Mapolres Tulungagung. menurutnya, sesuai dengan undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, seseorang yang dengan sadar membiarkan dirinya dijadikan obyek pornografi bisa dijerat dengan hukuman.

Hal ini diungkapkan Siswanto, saat memeriksa foto-foto telanjang milik RES. Dari pose-pose yang dicetak, secara kasat mata gambar tersebut diambil secara sadar dan sepenuhnya disadari oleh obyek yang difoto, dalam hal ini Riris. Meski demikian, Siswanto tak mau gegabah dan buru-buru menetapkan Riris sebagai tersangka.

Sedangkan Arif Yunizar (33), seseorang yang disebut RES sebagai orang yang telah mengambil fotonya, sudah dimintai keterangan. Namun Arif membantah, bahwa dirinya telah memfoto RES dalam keadaan telanjang, apalagi menyebarkannya.

"Kalau mentah-mentah meganalisa foto, penyebar dan yang difoto sama-sama bisa dihukum. Tapi kita tunggu sampai penyelidikan selesai, bagaimana nanti hasilnya,"tegas Siswanto.

Sedangkan RES yang dihubungi terpisah membantah dirinya sengaja difoto telanjang. Secara gamblang, Riris menginap di hotel bersama Arif, di Bulan November 2010 lalu. Keduanya masuk kamar setelah sebelumnya mabuk minuman keras di sebuah kafe. Dalam keadaan mabuk itulah, terjadi hubungan suami istri di antara dirinya dan Arif.

Dalam kondisi masih di bawah pengaruh alkohol itu pula, Arif lalu mengambil gambarnya dalam pose telanjang. Foto diambil dengan sebuah kamera HP buatan China.

"Jadi tidak benar saya dengan sadar rela difoto telanjang. Saya waktu itu mabuk dan tidak sadar sepenuhnya. Siapa orangnya yang mau difoto telanjang, mas?" katanya.

Lanjut RES, foto-foto tersebut diketahui keesokan harinya, saat dirinya memeriksa HP milik Arif. Dengan nada protes kepada Arif, RES mengaku telah menghapus 4 foto di dalam HP Arif. Namun dengan enteng menjawab, telah menyimpan foto-foto tersebut di komputernya. Arif pun mengancam akan menyebarkan foto-foto tersebut, jika Riris memutuskan jalinan asmara di antara mereka.

Namun sekitar awal Desember lalu, RES benar-benar memutuskan cintanya dengan Arif. Sebab Riris mengaku kecewa, setelah mengetahui Arif sudah beristri dan mempunyai anak. Padahal saat berpacaran, Arif megaku masih perjaka.

"Siapa yang tidak sakit hati, ngakunya masih perjaka, tak tahunya sudah punya istri dan anak,” katanya.

Hingga akhirnya peristiwa yang memalukan itu terjadi. Foto-foto telanjang itu dicetak dalam dua lembar kertas foto ukuran folio. Tak hanya disebarkan di warung kopi milik ibunya, foto-foto itu juga ditempelkan di dinding rumah-rumah tetangga di mana Riris tinggal.[vid/ted]

Sumber: beritajatim.com
| 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan