Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label DPR RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPR RI. Tampilkan semua postingan

Bupati Tulungagung Akui lebih Setuju Pilkada Langsung

Selasa, 23 September 2014 | 20.38.00 | 1 komentar

Tulungagung - Bupati Tulungagung Sahri Mulyo mengakui dirinya lebih setuju sistem pemilihan kepala daerah secara langsung daripada melalui mekanisme demokrasi perwakilan di DPRD, karena menurutnya lebih demokratis dan sesuai aspirasi masyarakat.

"Kalau pertanyaannya secara pribadi, saya katakan lebih setuju pilkada langsung," kata Sahri Mulyo dikonfirmasi usai pembukaan pameran layanan publik di halaman Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, Selasa. Read More

Sumber: antarajatim.com | 23 Sept 2014
Selasa, 23 September 2014 | 1 komentar

Eva: TNI AD Arogan

Rabu, 27 Juni 2012 | 04.28.00 | 2 komentar

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dinilai telah bertindak arogan bahkan telah meneror warga terkait latihan perang di Desa Kersikan, Kecamatan Kaligentong, Tulungagung, Jawa Timur. Latihan perang tetap digelar meskipun ditolak oleh warga.

Hal itu dikatakan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari di Jakarta, Selasa (25/6/2012).

Eva menjelaskan, pasukan Kompi Yonif 511 /DY Brigif 16 Wira Yudha sempat berdebat dengan warga yang memblokir jalan masuk kampung Kersikan. Warga, kata dia, keberatan kampung mereka dijadikan latihan perang.

"Setelah bertahan tiga hari memblokir, tanggal 22 Juni jam 5 pagi tentara memutar dan melakukan tembakan-tembakan di tengah kampung. Seorang warga, Wakijah, kaget lalu tak sadarkan diri. Dia dirawat di Rumah Sakit Campur Darat Tulungagung," kata politisi dari daerah pemilihan Tulungagung itu.

Bahkan, Eva menambahkan, sejak tanggal 20 Juni pihak TNI melakukan razia KTP dan melarang penduduk dari luar Kersikan untuk masuk. Hingga saat ini, lanjut Eva, pasukan TNI masih melakukan latihan perang meski telah melampaui batas waktu dalam surat pemberitahuan.

"Saya mendukung protes warga atas arogansi TNI AD yang sewenang-wenang melakukan latihan tempur di tengah pemukiman. TNI sengaja melakukan intimidasi dan teror dengan latihan perang dalam waktu panjang," pungkas Eva.

Sebelumnya, Eva mengaku telah mengirim surat kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo untuk membatalkan latihan perang yang dijadwalkan tanggal 19-22 Juni.

Alasannya, lahan perkebunan itu disebut telah lama dikelola oleh warga secara sah berdasarkan Surat Bupati Tulungangung Nomor 590/109/301/2005 dan Nomor 590/346/424.13/2001. Selain itu, hasil pemeriksaan atas Buku Inventaris Tanah Tahun 2005/2006 oleh Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan bahwa tanah perkebunan itu tidak masuk dalam daftar inventaris tanah yang dikuasai oleh Kodam V.

Sumber: KOMPAS.com | Selasa, 26 Juni 2012
Rabu, 27 Juni 2012 | 2 komentar

Eva Ajari Guru Desa Bersikap Kritis

Kamis, 15 Maret 2012 | 15.44.00 | 0 komentar

Jakarta - Banyak cara yang dilakukan oleh anggota DPR ketika turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Salah satunya adalah dengan memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA.

Hal itu yang dilakukan oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Eva memberikan pengajaran kepada puluhan guru SMP dan SMA terkait dengan 4 pilar kebangsaan yang juga disosialisasikan oleh MPR.

"Ada 67 orang guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP dan SMA se Kabupaten Tulungagung Jawa Timur," ujar Eva kepada INILAH.COM, Rabu (14/3/2012).

Jelas Eva, pengajaran ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis guru-guru terhadap prinsip dan konsekuensi berkonstitusi (Constitutionalism) dan ber-ideologi Pancasila. Hal ini yang dinilainya masih kurang dipahami oleh para pengajar.

"Paham konsensus berbangsa berupa 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) beserta tantangan-tantangan terhadapnya di masyarakat," lanjutnya.

Bagi perempuan asal Kediri Jawa Timur ini, masalah internalisasi Pancasila kini sudah mulai menipis di kalangan pelajar dan juga pengajarnya. Sehingga perlu kurikulum dan pemahaman dari pengajar. Untuk itu, Eva mengaku dalam pembelajarannya, mengajak para guru tersebut untuk berpikir dan mengambil kesimpulan dari hasil analisanya.

"Dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan kunci, peserta diajak menganalisa dan menyimpulkan," katanya.

Jelasnya, para guru diajak untuk berpikir dan menganalisa masing-masing sila. Seperti sila pertama yang harus dianalisa dalam konteks terkini. Contoh, persoalan penutupan gereja, penyerangan Ahmadiyah, maupun persoalan keagamaan seperti maraknya aliran sesat.

"Prosesnya dimulai dengan pengantar dari seorang pakar untuk memancing peserta merenungikan kembali Pancasila. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan makna dari tiap-tiap sila dalam Pancasila," jelasnya.

Menurutnya, hal ini dinilai ampuh terutama di daerah-daerah. Apalagi, pemahaman tentang kebangsaan dan persoalan-persoalan yang sensitif sering menjadi pemicu lahirnya konflik sosial. Jelas Eva, banyak yang dihasilkan dari program mengajar para guru ini.

"Sepuluh buah spanduk di 4 kota, 1 kali audiensi dengan Gubernur, 2 kali dengan Walikota, 1 kali dialog dengan parlemen dihadiri 10 orang Wakil Rakyat, 1 kali dialog dengan Kapolres," jelasnya.[dit]

Sumber: inilah.com | Kamis, 15 Maret 2012
Kamis, 15 Maret 2012 | 0 komentar

Venna melinda jadi dosen tamu di Tulungagung

Minggu, 15 Januari 2012 | 23.40.00 | 0 komentar

Tulungagung - Artis yang juga anggota Komisi I DPR RI, Venna Melinda, menjadi pusat perhatian ratusan mahasiswa saat di dapuk menjadi dosen tamu di kampus Universitas Tulungagung (Unita), Jumat.

Venna, yang datang bersama keluarga dan sejumlah staf ahlinya, langsung dikerubuti para mahasiswa untuk sekadar berfoto bersama dan meminta tanda tangan. Mantan Putri Indonesia itu berkecimpung di dunia politik bersama Partai Demokrat.

"Saya datang ke sini dalam rangka reses, dan atas undangan pihak Universitas Tulungagung untuk menyampaikan kuliah khusus sesuai dengan bidang yang saya tekuni," ujarnya kepada wartawan, usai menjado dosen tamu di Kota Marmer tersebut.

Venna mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas sambutan hangat yang ditunjukkan oleh civitas kampus Unita.

Kesempatan itu setidaknya berhasil ia manfaatkan untuk memberikan materi pendidikan politik kepada para mahasiswa, selaku pemilih pemula. Beberapa isu yang disampaikan Venna terkait penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu).

Meski tidak serta merta mempromosikan diri, ia mengingatkan kepada para mahasiswa maupun seluruh civitas akademika Unita agar menggunakan hak pilih dalam pemilu secara cerdas.

"Pesan saya, jangan pernah memilih kembali anggota DPR yang hanya menjual pepesan kosong. Carilah wakil kalian yang benar-benar bisa menjembatani aspirasi dan memiliki komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat," cetusnya.

Vena juga mengingatkan bahwa tahun 2014 tidak lama lagi datang, dan pada momentum politik itu akan banyak bermunculan para calon anggota legislatif yang mencoba mendekatkan diri kepada rakyat.

"Hati-hati terhadap calon legislatif seperti ini, biasanya begitu terpilih mereka terus lupa dengan rakyat yang memilihnya," kata Venna, disambut tepuk-tangan para mahasiswa.

Disinggung mengenai peran yang telah dilakukannya di Daerah pemilihan (Dapil VI) meliputi Tulungagung dan Kediri, Jawa Timur, ia mengaku bahwa sudah menjalankan semua amanah yang selama ini diletakkan di pundaknya.

Venna membuktikan komitmennya terhadap rakyat pemilihnya itu dengan mencontohkan inisatifnya dalam mendirikan rumah aspirasi rakyat di Kediri.

"Insya Allah tahun ini juga akan kami bangun di Kabupaten Tulungagung. Rumah aspirasi ini menjadi media saya dalam menjaring aspirasi masyarakat, sekaligus agar bisa menjalankan semua kegiatan reses dengan baik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Venna tidak lupa mendorong para perempuan untuk lebih aktif dalam dunia politik. Sebab menurutnya, hingga saat ini keterwakilan perempuan di parlemen masih baru mencapai kisaran 18 persen dari kuota minimal 20 persen yang diatur undang-undang.

"Jika semakin banyak perempuan yang bisa menjadi anggota dewan, maka mereka akan semakin mudah memperjuangkan hak gendernya," ujarnya.

Sumber: ANTARA | Jumat, 13 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012 | 0 komentar

Demo Mahasiswa Tuntut Pembubaran Banggar Diwarnai Saling Dorong

Selasa, 20 September 2011 | 18.40.00 | 0 komentar

Surabaya - Aksi saling dorong mewarnai aksi demo Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jatim yang dilakukan di depan gedung DPRD Jatim. Saling dorong puluhan mahasiswa dan polisi itu terjadi saat massa mahasiswa merangsek masuk ke gedung dewan.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, Selasa (20/9/2011), aksi saling dorong itu tidak berlangsung lama. Perwakilan mahasiswa akhirnya diperbolehkan masuk untuk bertemu anggota dewan. Mahasiswa sendiri menggelar aksi demo menuntut pembubaran badan anggaran (banggar) yang dinilai hanya menjadi tempat korupsi.

"Banggar sebagai alat kelengkapan DPR sarat dengan masalah terutama soal transparansi anggaran," kata koordinator aksi, Mubarok, dalam orasinya.

Dengan suara lantang Mubarok mengatakan banggar berpotensi memunculkan mafia baru yakni mafia anggaran. Sebelumnya sudah ada mafia pajak dan mafia hukum. Banggar, kata Mubarok, dinilai sudah melampaui kewenangannya yakni mengintervensi kebijakan fiskal yang sudah dirumuskan oleh para menteri.

"Alokasi dana yang seharusnya 100 % bisa menyusut menjadi 50 % bila sudah melewati banggar," tambah Mubarok.

Mubarok meminta agar banggar baik di daerah dan pusat harus dibubarkan. Solusi untuk pembubaran banggar adalah mengembalikan fungsi komisi di lembaga legislatif untuk mengurusi keuangan negara.

Demo diikuti 11 BEM di Jatim. Diantaranya BEM Ubhara, BEM Tulungagung, BEM Arrosyid dan BEM Bangkalan. Dalam aksinya, demo dijaga cukup ketat personel dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Krembangan.(iwd/fat)

Sumber: detikSurabaya | Selasa, 20/09/2011
Selasa, 20 September 2011 | 0 komentar

Kunjungi TK, Venna Melinda Dicurhati Bu Guru

Minggu, 07 Agustus 2011 | 00.32.00 | 0 komentar

Kediri - Meski sudah tidak lagi di Komisi X DPR RI, tetapi Venna Melinda masih saja peduli terhadap pendidikan. Politisi dari Partai Demokrat itu mengisi massa reses tahun 2011-2012 dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sekolah-sekolah yang ada di dapil VI (Kediri, Blitar dan Tulungagung).

Sejak tiga bulan lalu Venna sudah pindah ke Komisi I bidang Pertahanan, Luar negeri, Intelejen, dan Informasi. Namun dalam kunjungan kerjanya, Vena malah dicurhati soal ruang kelas baru saat bertemu para guru dan siswa-siswi Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Tosaren II, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

"Saya memang sudah tidak lagi di Komisi X. Tetapi saya berjanji akan memperjuangkan permintaan tersebut melalui teman-teman saya di Komisi X. Silahkan saja, nanti mengajukan proposal ke rumah aspirasi yaitu, Omahe Venna Melinda yang berada di Jalan Joyoboyo, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri," ujar Venna menjawab permintaan para guru, komite dan masyarakat yang hadir, Jumat (5/8/2011).

Venna datang bersama suaminya Ivan Fadilla dan para stafnya. Anggota DPR RI yang juga seorang artis cantik itu langsung disambut dengan berbagai macam kesenian tradisional yang dibawakan siswa-siswi TK Dharma Wanita Tosaren II. Diantaranya adalah, tari-tarian dan musik khas Kota Kediri yaitu, musik patrol.

Di TK Dharma Wanita Tosaren II, Venna menyempatkan diri untuk melihat suasana TK dan berdialog dengan siswa-siswi. Selain itu, dia juga menggelar cerdas cermat, melontarkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan ke Negaraan serta ideologi Pancasila.

Rombongan Venna Melinda meneruskan kegiatan itu ke SMA Negeri 4 Kediri. Disana Venna menggelar sosialisasi Putusan MPR-RI kepada para dewan guru dan siswa-siswi khusunya, keanggotaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Model sosialisasi yang diterapkan seperti halnya di TK, yaitu dengan sistem cerdas cermat. Setelah dari SMAN 4 Kediri dilanjutkan ke SMAN 8 Kediri.

Usai kegiatan, Venna mengatakan, tujuan dari kunker ke sekolah-sekolah tersebut adalah memberikan penyadaran akan arti pentingnya ideologi Pancasila, serta memberikan pengertian tentang hukum di Negara Indonesia serta menampung aspirasi dari daerah pemilihannya.

Venna sempat menyinggung masalah program pemerintah tentang Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Menurutnya, RSBI adalah program pendidikan yang hanya berorientasi pada materi. Sehingga, dirinya akan mendorong Komisi X untuk mengevaluasinya.

Selain wilayah Kota Kediri, rombongan Venna akan melanjutkan kunkernya ke TK DW Junjung Tulungagung, SMK Veteran I Tulungagung, SMA PGRI I Tulungagung pada Sabtu (6/8/2011) besok. Kemudian dilanjutkan pada hari Minggu (7/8/2011) Sahur bareng kaum dhuafa, MI Darusalam Pikatan, Wonodadi Kab. Blitar, Buka Bersama DPC Kabupaten Blitar, dan terakhir pada Senin (8/8/2011) ke Sekolah PAUD Ngadiluwih. [beritajatim/lal]
Source: INILAH.COM
Minggu, 07 Agustus 2011 | 0 komentar

PEMILIHAN UMUM 2014

Sabtu, 12 Februari 2005 | 21.03.00 | 0 komentar


10 partai politik peserta Pemilu 2014 :
(1) Partai Amanat Nasional (PAN), (2) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), (3) Partai Demokrat, (4) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), (5) Partai Golongan Karya (Golkar), (6) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), (7) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), (8) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), (9) Partai NasDem, (10) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sumber: Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor : 05/Kpts/KPU/TAHUN 2013


Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2014

1. Partai NasDem
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Sumber: Keputusan KPU Nomor 06/Kpts/KPU/TAHUN 2013

Peraturan :
UU NO 8 TAHUN 2012 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD



DAFTAR ALAMAT PARTAI POLITIK DI KABUPATEN TULUNGAGUNG


NONAMA PARPOLALAMAT
1Partai NasDem
2Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)Kepatihan, Tulungagung
3Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Kepatihan, Tulungagung
4Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5Partai Golongan Karya (Golkar)Jl. MT. Haryono
6Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)Rejoagung
7Partai Demokrat
8Partai Amanat Nasional (PAN)Jaksa Agung Suprapto
9Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)Jl. Mayor Sujadi Timur
14Partai Bulan Bintang (PBB)
15Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

DAFTAR ANGGOTA DPRD KABUPATEN TULUNGAGUNG
PERIODE 2014 - 2019


NOPARTAI POLITIKNAMA
1Partai NasDemH.R. JANTA WIWAHA, MM
2Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)ADIB MAKARIM,S.Ag., MH
3Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)H. ABDULAH ALI MUNIB, SH
4Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)CHOIRURROHIM
5Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)Drs. H. MASHUD
6Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)LILIK HERLIN, SP
7Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)H.M. ZAENUDIN, BA
8Partai Keadilan Sejahtera (PKS)FARUQ TRI FAUZI, M.Pdi.
9Partai Keadilan Sejahtera (PKS)ADRIANTO, S.Pd
10Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUPRIYONO, SE., M.Si.
11Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Drs. WIWIK TRIASMORO.W
12Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUHARMINTO, SH
13Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUMARNO
14Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)AGUNG DARMANTO
15Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)JOKO TRI ASMORO
16Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SAMSUL HUDA
17Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Hj. SUSILOWATI, SE
18Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUPRAPTO, S.Pt
19Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUNARKO
20Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)H. SAIFUL ANWAR, SH
21Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)HERU SANTOSO, M.Pd
22Partai Golongan Karya (Golkar)LEMAN DWI PRASETYO, SE
23Partai Golongan Karya (Golkar)RIYANAH, SH.,MH.,MM
24Partai Golongan Karya (Golkar)H. PONIDI
25Partai Golongan Karya (Golkar)GUNARTO, ST., MM
26Partai Golongan Karya (Golkar)ASRORI
27Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)GUNAWAN
28Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)AHMAD BAHARUDIN
29Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)IMAM SAPINGI
30Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)SUPARLAN
31Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)WIDODO PRASETYO, SP
32Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)BASRONI
33Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)AGUS BUDIARTO
34Partai DemokratSOFYAN HERYANTO, SE
35Partai DemokratNURHAMIM
36Partai DemokratH. ISROIL MUSLIMIN
37Partai DemokratSUTOMO
38Partai Amanat Nasional (PAN)IMAM KHOIRUDIN, S.Ag
39Partai Amanat Nasional (PAN)Drs. IMAM NGAQOIB, MH
40Partai Amanat Nasional (PAN)Drs. H. MISBACH, MM
41Partai Amanat Nasional (PAN)AMANG ARMANTO A., SH
42Partai Amanat Nasional (PAN)H. FENDY YANUAR MARHENDRA, SE
43Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Ir. MARSITO
44Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)MICHAEL UTOMO, SE
45Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)MUTI’IN, SE
46Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)TUTUT SHOILIHAH
47Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)IMAM KAMBALI, SE
48Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)Drs. SUBANI SIRAB
49Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)MARIKAN AL GATOT SUSANTO
50Partai Bulan Bintang (PBB)H. MAKIN

DAFTAR ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TIMUR
DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR VI
PERIODE 2014 - 2019


NOPARTAI POLITIKNAMA
1Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)CHUSAINUDDIN, S.Sos.
2Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)H. AHMAD TAMIM, SH.I.
3Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)ISLAN GATOT IMBATA
4Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)SUHARTI, S.Psi, MM
5Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)BAMBANG SUHARTONO
6Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)Ir. TJUTJUK SUNARIO, MM.
7Partai DemokratDrs. H. SUBIANTO, MM.
8Partai DemokratH. RENVILLE ANTONIO, SH., MH., MM.
9Partai Golongan Karya (Golkar)H. MOCH. ALIMIN, S.Sos, MM.
10Partai Amanat Nasional (PAN)A. BASUKI BABUSSALAM, SH, MH
11Partai Keadilan Sejahtera (PKS)H. JA'FAR TRI KUSWAYONO, ST.
12Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)BAMBANG RIANTO

DAFTAR ANGGOTA DPR RI
DAERAH PEMILIHAN : JAWA TIMUR VI
PERIODE 2014 - 2019


NOPARTAI POLITIKNAMA
1Partai NasDemMOHAMMAD MAHARDIKA SUPRAPTO
2Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)H. AN'IM FALACHUDDIN MAHRUS
3Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Ir. H. PRAMONO ANUNG WIBOWO. MM
4Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)ARTERIA DAHLAN, S.T., S.H.
5Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Ir. BUDI YUWONO, DIPL, SE
6Partai Golongan Karya (Golkar)M. SARMUJI, SE., M.Si.
7Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)Ir. ENDRO HERMONO, MBA
8Partai DemokratVENNA MELINDA, SE.
9Partai Amanat Nasional (PAN)Ir. H. AHMAD RISKI SADIG



Sabtu, 12 Februari 2005 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan