Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Lagi Belajar Nyetir Mobil, Guru Tabrak Rombongan Siswa SD

Kamis, 29 Januari 2015 | 01.47.00 | 1 komentar

Tulungagung - Seorang guru MTs di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang sedang belajar mengemudikan mobil Toyota Kijang di jalan Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, menabrak serombongan siswa SD yang hendak ke lapangan mengikuti pelajaran olah raga.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang dilaporkan terjadi Rabu pagi tersebut, namun 10 siswa dikabarkan mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat. Read More
Sumber: harianterbit.com | 28 Januari 2015
Kamis, 29 Januari 2015 | 1 komentar

Persebaya Berambisi Jaga Rekor Belum Terkalahkan

Kamis, 06 Juni 2013 | 20.55.00 | 0 komentar

Surabaya - Tuan rumah Persebaya Surabaya berambisi menjaga rekor belum terkalahkan sepanjang musim ini saat menjamu Perseta Tulungagung pada pertandingan lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (7/6).

Pelatih Persebaya Divisi Utama (DU) Tony Ho kepada wartawan di Surabaya, Kamis mengatakan timnya dalam kondisi bagus, kendati ada tiga pemain utama yang tidak bisa dimainkan menghadapi Perseta, yakni Jean Paul Boumsong, Uston Nawawi dan penjaga gawang Thomas Ryan Bayu.

"Kami bertekad menjaga rekor belum terkalahkan musim ini, tetapi Perseta juga pasti ingin menang untuk menjaga peluang lolos ke babak 12 besar," kata Tony.

Dari 12 pertandingan yang sudah dijalani, Persebaya berhasil meraih delapan kemenangan dan empat hasil imbang untuk memimpin klasemen Grup III dengan nilai 28.

Sedangkan Perseta berada di peringkat empat dengan nilai 19 atau sama dengan yang dikumpulkan Perseba Super Bangkalan di posisi ketiga. Kedua tim tersebut terpaut dua angka dari penghuni peringkat kedua PSBK Kota Blitar.

Pada pertemuan putaran pertama di Tulungagung, Perseta mampu menahan imbang Persebaya dengan skor 1-1.

"Perseta termasuk tim yang bagus dan pertahanannya cukup solid, tapi kami akan memanfaatkan kelemahan mereka dalam menyerang," tambah Tony.

Asisten Manajer Persebaya DU, Amran Said Ali, menambahkan kemenangan di kandang sendiri harus diamankan, kendati beberapa pemain penting tidak bisa diturunkan lawan Perseta.

"Dua laga tersisa di kandang sendiri, termasuk lawan Perseta, harus bisa diambil. Motivasi seluruh pemain untuk menang juga tinggi," katanya.

Sementara itu, Pelatih Perseta Agus Armada menegaskan bahwa pertandingan lawan Persebaya sangat krusial bagi timnya untuk mengamankan peluang ke babak 12 besar.

"Dua pertandingan terakhir ini sangat menentukan, sehingga kami bertekad mengambil angka dari Persebaya. Laga ini cukup sulit buat kami, karena Persebaya adalah tim kuat," ujarnya.

Menghadapi "Bajul Ijo", Perseta akan mengandalkan beberapa pemain pilarnya untuk menyerang, seperti Nelson Chaparro Aquero, Dede Hugo dan Harmoko.

Sumber: antarajatim.com | 06 Jun 2013
Kamis, 06 Juni 2013 | 0 komentar

Perseta syukuri hasil imbang dengan Persebaya

Rabu, 20 Februari 2013 | 20.33.00 | 0 komentar

Tulungagung - Pelatih Perseta Tulungagung, Kurnia Patmedi tetap mensyukuri hasil imbang 1-1 kala menjamu Persebaya DU di Stadion Rejoagung, Tulungagung, Rabu (20/2).

Menurutnya, mampu menahan Persebaya DU adalah sebuah prestasi bagi anak asuhannya yang relatif masih muda. "Persebaya tim yang sudah matang dan terbentuk. Kami memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi mereka," urainya usai laga.

"Hasil seri ini tetap disyukuri karena target kami memang minimal draw," lanjut Kurnia yang mengaku mengantarkan Perseta ke Divisi Utama sejak berada di Divisi III ini.

Tambahan satu poin memang pantas disyukurinya. Sebab, hal itu membuat posisi Perseta naik setingkat ke posisi 4 klasemen sementara Grup 3 Divisi Utama PT Liga Indonesia.

Sementara terkait kemenangan yang hilang di menit-menit akhir, Kurnia juga tak begitu kecewa. Menurutnya, anak asuhnya sudah kehilangan konsentrasi karena keputusan wasit dan kelelahan.

"Kalau sudah lelah, emosi nggak bisa kontrol, pemain juga akan kehilangan konsentrasi," tandasnya. (fjr/dzi)

Sumber: merdeka.com / bola.net | Rabu, 20 Februari 2013
Rabu, 20 Februari 2013 | 0 komentar

Tren kemenangan Persebaya DU terhenti di Tulungagung

Tren kemenangan Persebaya Surabaya di Grup 3 Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013 akhirnya terhenti. Adalah Perseta Tulungagung yang mampu menahan mereka 1-1 di Stadion Rejoagung, Rabu (20/2).

Perseta yang tampil semangat langsung menggebrak sejak menit awal. Persebaya yang masih meraba-raba permainan lawan akhirnya dikejutkan oleh gol Dede Hugo pada menit ke-10. Buruknya koordinasi lini belakang Persebaya antara Rasmoyo dan Suroso membuat Dede dengan leluasa melepaskan tendangan yang tak mampu diantisipasi Thomas Ryan Bayu. Perseta unggul 1-0.

Setelah gol tercipta, laga pun berlangsung keras. Kiper Perseta, Surrahman pun terpaksa ditandu keluar dan digantikan dengan Edi Purwanto usai bertabrakan dengan Serdjan Lupicic. Lebih dari itu, pertandingan keras ini membuat wasit Budi asal Malang terpaksa mengeluarkan empat kartu kuning di babak pertama. Masing-masing dua untuk pemain Persebaya, Basuki dan Thomas Ryan Bayu. Sedangkan dari Perseta, Aan Andik Prayitno dan Nanda Setiawan.

Serangan balik tuan rumah acap kali membahayakan pertahanan tim tamu. Demi mengantisipasinya, pelatih Persebaya Tony Ho menarik keluar Rasmoyo dan menggantikan bek mungil Imam Yulianto di menit ke-27.

Pergantian tersebut membawa perubahan bagi Bajul Ijo. Pada menit ke-30 mereka mendapatkan peluang ketika Uston Nawawi melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola deflected tendangan Uston melintir mengarah ke sudut kanan gawang, namun kiper Edi Purwanto masih bisa menepisnya.

Persebaya menguasai jalannya laga di penghujung babak pertama. Tercatat lima tendangan dilepaskan oleh Angga Pratama, Basuki, Gesio Carvalho, dan Lupicic dari luar kotak penalti. Namun semuanya belum ada yang mengarah ke gawang dan skor 1-0 mengantarkan kedua tim menuju ruang ganti.

Perseta kembali menguasai jalannya laga di menit-menit awal babak kedua. Hal ini membuat pelatih Tony Ho, kembali melakukan rotasi pemain. Basuki ditarik keluar dan digantikan Firmansyah. Beberapa menit kemudian giliran Suroso yang cedera dan digantikan Zaenal Arifin.

Jatah pergantian tiga pemain yang sudah dihabiskan tersebut akhirnya membawa resiko pada tim tamu. Persebaya akhirnya bermain 10 orang saja ketika Gesio Carvalho ditandu keluar lapangan karena cedera parah di menit ke-71.

Akan tetapi, bermain dengan 10 orang malah melecut semangat Persebaya. Mereka bahkan mampu menyamakan kedudukan di menit ke melalui Serdjan Lupicic ke-84. Gol ini pun menghapus kemenangan Perseta yang sudah di depan mata karena skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Meski gagal menang, tambahan satu angka ini tetap membuat Persebaya kokoh di puncak klasemen Grup 3 dengan mengantongi 10 poin. (fjr/mac)

Sumber: merdeka.com / bola.net | Rabu, 20 Februari 2013
| 0 komentar

Perseta Anggap Perebaya DU Berkulitas

Selasa, 19 Februari 2013 | 20.45.00 | 0 komentar

SURABAYA - Manajer Perseta Agus Armada mengatakan, pertarungan Perseta lawan Persebaya di kompetisi Divisi Utama (DU) di Stadion Rejoagung Tuluagung, Rabu (20/2/2013) dipastikan seru.

Persebaya DU dinilai tim yang memiliki materi cukup bagus.

"Kami sudah siap menghadapi Persebaya. Pemain pasti memiliki motivasi untuk mengalahkan mereka (Persebaya DU) di depan pendukung. Kami punya pemain-pemain muda yang cukup berkualitas," jelas Agus, Selasa (19/2/2013).

Agus menuturkan, tim Perseta memiliki motivasi tinggi menghadapi Uston Nawawi dkk. Kemenangan menjadi target yang diincar Dede Hugo dkk.

"Pelatih sudah menyiapkan tim secara baik. Persebaya merupakan tim yang sudah punya nama dengan dukungan pemain bagus, tapi kami tidak takut," tutur Agus.

Sumber: SURYA Online | Selasa, 19 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013 | 0 komentar

Dianggap Merugikan, Wasit Jadi Sasaran Amuk

Kamis, 05 April 2012 | 01.59.00 | 0 komentar

Tulungagung: Aksi kericuhan mewarnai laga sepak bola Divisi I Grup VII, Liga Indonesia putaran pertama di Stadion Rejoagung, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/4). Kedua tim ramai-ramai menghakimi wasit dengan bogem mentah.

Pertandingan tersebut mempertemukan PSID Jombang dengan Persenga Nganjuk. Kericuhan pecah di sepanjang babak pertama dan kedua. Wasit Yusman asal Makassar, menjadi sasaran pemukulan dan tendangan pemain kedua tim.

Sang wasit dikejar pemain hingga ke pinggir lapangan. Tidak berhenti menjadi bulan-bulanan pemain, Yusman pun dihakimi oficial kedua kesebelasan.

Penyebabnya, keputusan Yusman dianggap merugikan kedua kesebelasan. Namun ironis, meski dipukuli pemain dan oficial, Yusman hanya mengeluarkan satu kartu merah. Pertandingan pun berakhir dengan skor seri 3-3.(Wtr4)

Sumber: Metrotvnews.com | Kamis, 5 April 2012
Kamis, 05 April 2012 | 0 komentar

Divisi Satu | Dibuka di Tulungagung, Divisi Satu Resmi Bergulir

Sabtu, 31 Maret 2012 | 21.50.00 | 0 komentar

Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia XVII tahun 2012 resmi bergulir. Ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon ke udara, kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Liga Sepak Bola Amatir Indonesia (BLAI) itupun diharapkan nantinya bisa membantu meningkatkan pesepakbolaan di tanah air.

Demikian kata CEO BLAI, Syauqi Suratno dalam kata sambutannya di depan publik Tulungagung di Stadion Rejo Agung, Tulungagung, Sabtu (31/3). "Komitmen kami untuk meningkatkan sepak bola Indonesia melalui pembinaan usia muda sangat kuat," jelas Syauqi. "Hal ini terlihat lewat upaya kami menggelar Divisi Satu, Divisi Dua, Divisi Tiga, dan liga remaja U-15 dan U-18.

Selain lepas burung dan balon ke udara, pembukaan Divisi Satu juga diisi oleh beraneka hiburan, seperti modern dance dari Yamaha Tulungagung selaku pihak sponsor Perseta hingga musik dangdut yang dibawakan artis lokal Tulungagung.

Setelah itu, agenda pembukaan Divisi Satu pun dilanjutkan dengan pertandingan antara sang tuan rumah, Perseta Tulungagung melawan PSID Jombang di Grup VII. Dalam pertandingan itu, kedua tim yang bermain di bawah guyuran hujan berkali-kali membuat publik Tulungagung berteriak.

Hasil akhir, Tulungagung memetik kemenangan dengan skor tipis 2-1. Dua gol kemenangan Perseta diciptakan Dedik Kristiawan pada menit ke-40 dan ke-44 melalui titik putih. Sementara itu, gol milik PSID dicetak oleh Kadaffi ketika laga berjalan 19 menit. Berkat kemenangan itu, Perseta pun duduk di puncak klasemen Grup VII dengan tiga poin.

Selain di Tulungagung, dua pertandingan serupa yang notabenenya pembuka juga digelar di dua daerah berbeda, yakni di kota Asahan, Sumatera Utara dan Blora, Jawa Tengah. Di Asahan, PSSA Asahan melawan Medina Medan Jaya, sementara di Blora, Persikaba Blora ditantang Persipa Pati.

Sedikit catatan, Divisi Satu yang diselenggarakan BLAI diikuti oleh 56 tim dari berbagai daerah. Ke-56 tim itu dibagi ke dalam 12 grup, dengan perincian tiap grup berisi empat sampai enam tim.

Berbeda dibanding dengan ISL ataupun Divisi Utama, kompetisi amatir ini dimainkan dengan sistem home turnamen setengah kompetisi. Juara dan runner-up dimasing-masing grup nantinya berhak melaju ke putaran selanjutnya sebelum akhirnya dibagi kembali dalam enam grup.

Berikut tim-tim yang berkompetisi di Divisi Satu:

Grup I
-Persass Sabang
-Aceh Utara FC
-PSAB Aceh
-Pidie Jaya
-Persal Aceh Selatan
-Persidi Idi
Tempat: Banda Aceh, Aceh; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup II
-PSSA Asahan
-Medina Medan Jaya
-Poslab Labuhan Ratu
-PSSD Dairi
-PSTS Tanjung Balai
-PSDS Deli Serang
Tempat: Asahan, Sumatera Utara; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup III
-PS Bungo
-Persisko Bangko
-PSPP Padang Panjang
-Persiju Sijunjung
-PS Pasaman Barat
-Persis Solok
Tempat: Bungo, Jambi; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup IV
-Jakarta Timur FC
-PSBL Bandar Lampung
-Persista Sintang
-Persibabar Bangka Barat
-PS Bangka
Tempat: Jakarta Timur, DKI Jakarta; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup V
-Persibas Banyumas
-Persekap Kota Pekalongan
-PSISRA Sragen
-Persitas Kab Tasikmalaya
-Persikad Kota Depok
Tempat: Banyumas, Jawa tengah; Tanggal Dimulai: 2 April 2012

Grup VI
-Persikaba Blora
-Persipur Purwodadi
-Persipa Pati
-PSISA Salatiga
Tempat: Blora, Jawa Tengah; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VII
-Perseta Tulungagung
-PSID Jombang
-Persenga Nganjuk
-Persedikab Kab Kediri
Tempat: Tulungagung, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 31 Maret 2012

Grup VIII
-Perseba Bangkalan
-Persida Sidoarjo
-Persekap Kota pasuruan
-Persisum Sumbawa
Tempat: Bangkalan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 15 April 2012

Grup IX
-Persekabpas
-Persebo Bondowoso
-Persikapro Probolinggo
-Protaba Bantul
Tempat: Pasuruan, Jawa Timur; Tanggal Dimulai: 8 April 2012

Grup X
-Penajam Pasir Utara
-Persipas Paser
-PS Kabupaten Tapin
-Persehan Marahan
Tempat: Penajam, Kalimantan Timur; Tanggal Dimulai: 12 April 2012

Grup XI
-PSKT Tomohon
-Persipal Palu
-Persewar Waropen
-Yahokimo FC
Tempat: Tomohon, Sulawesi Utara; Tanggal Dimulai: 14 April 2012

Grup XII
-Persifa Fak Fak
-Perseka Kaimana
-Persigubin GN Bintang
-Persipan Paniaire
Tempat: Fak Fak, Papua Barat; Tanggal Dimulai: 14 April 2012


Sumber: bolanews.com | Sabtu, 31/03/2012
Sabtu, 31 Maret 2012 | 0 komentar

56 Tim Tampil di Divisi 1 PSSI Versi KPSI

Jumat, 30 Maret 2012 | 00.25.00 | 0 komentar

Sebanyak 56 tim segera tampil mengikuti kompetisi kompetisi Divisi I musim 2012/2013 PSSI-KPSI, yang menggunakan home tournament dan sistem setengah kompetisi.

Kompetisi amatir tersebut akan dibuka secara nasional di Tulungagung, Jawa Timur, 31 Maret, di mana akan digelar babak penyisihan Grup VII yang dihuni oleh tuan rumah Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, dan Persedikab Kabupaten Kediri.

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) Syauqi Suratno menjelaskan, sebenarnya pihaknya menyediakan slot 66 klub untuk mengikuti kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012. Namun, sampai batas akhir pendaftaran, hanya 56 klub yang mendaftar. Jumlah itu dinilai sudah lebih dari cukup, karena sudah mewakili seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan amanat dari PSSI yang tertuang dalam PO (peraturan organisasi), maka kami wajib menggulirkan kompetisi Divisi I. Pasalnya, kompetisi yang menjadi jembatan akhir klub sebelum menuju level profesional, juga akan menentukan klub yang akan promosi ke jenjang profesional. Apalagi, kompetisi Divisi Utama juga sudah bergulir,” papar Syauqi yang didampingi Acting Sekjen PSSI, Tigor Shalom Boboy.

Menurut Syauqi, 56 tim tersebut dibagi dalam 12 grup. Masing-masing grup ada yang terdiri dari empat klub sampai enam klub. Itu juga telah sesuai dengan PO kompetisi Divisi I.

Pada hari pertama, 31 Maret, selain di Tulungangung, juga digelar pertandingan di dua grup lainnya yaitu Grup VI di Blora yang dihuni oleh Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, dan PSISRA Sragen, serta Grup II di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara.

Grup II ini dihuni tuan rumah PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, dan PSDS Deli Serdang. Untuk grup-grup lainnya kompetisi mulai bergulir antara 8 April – 15 April.

Menurut Syauqi, BLAI benar-benar sangat komunikatif sejak melakukan sosialisasi pendaftaran Januari lalu. Sejak itu, BLAI selalu menjalani komunikasi dengan klub-klub yang terdaftar sebagai anggota Divisi I, baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Terakhir, BLAI mengirimkan formulir pendaftaran dan klub wajib mengembalikan beserta kesiapan mereka untuk mengikuti kompetisi.

“Kami selalu mengingatkan mereka sejak manager meeting di Golden Boutique Hotel. Setelah itu, kami kembali mengingatkan mereka juga Pengprov masing-masing klub saat Kongres di Swissbel Hotel. Terakhir di Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure. Artinya, klub-klub ini memang sudah siap berlaga,” jelas Syauqi.

Terkait sponsor dan pendanaan, lanjut Syauqi, pelaksanaan kompetisi semua dibiayai BLAI, termasuk biaya perangkat pertandingan. Namun, BLAI juga tetap memberikan peluang klub mencari sponsor sendiri.

“Klub bebas mencari sponsor. Mereka hanya wajib melaporkan nama sponsor itu. BLAI sama sekali tidak meminta bagian dari sponsor yang didapat klub,” tandas Syauqi.

Sementara itu, Acting Sekjen PSSI Tigor Shalom Boboy mengatakan, pelaksanaan kompetisi merupakan program kerja yang telah diputuskan dalam Kongres Luar Biasa (KLB). Selain itu, kompetisi ini memang wajib digelar sesuai PO PSSI.

“Kompetisi amatir tidak bisa dilepaskan begitu saja. Apalagi Divisi I adalah jenjang terakhir klub sebelum masuk level profesional. Sinergi inilah yang harus berjalan dengan baik, sehingga pembinaan di PSSI juga berjalan dengan baik,” tandas Tigor.

Pembagian Grup Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2012.

Grup I : Persass Sabang, Aceh Utara FC, PSAB Aceh Besar, Pidie Jaya, Persal Aceh Selatan, Persidi Idi

Grup II : PSSA Asahan, Medina Medan Jaya, Poslab Labuhan Batu, PSSD Dairi, PSTS Tanjung Balai, PSDS Deli Serdang.

Grup III: PS Bungo, Persisko Bangko, PSPP Padang Panjang, Persiju Sijunjung, PS Pasaman Barat, Persis Solok.

Grup IV : Jakarta Timur FC, PSBL Bandar Lampung, Persista Sintang, Persibabar Bangka Barat, PS Bangka.

Grup V : Persibas Banyumas, Persikap Kota Pekalongan, PSISra Sragen, Persitas Kab Tasikmalaya, Persikad Kota Depok.

Grup VI: Persikaba Blora, Persipur Purwodadi, Persipa Pati, PSISa Salatiga.

Grup VII: Perseta Tulungagung, PSID Jombang, Persenga Nganjuk, Persedikab Kab Kediri.

Grup VIII: Perseba Bangkalan, Persida Sidoarjo, Persekap Kota Pasuruan, Persisum Sumbawa.

Grup IX: Persikabpas Pasuruan, Persebo Bondowoso, Persikapro Probolinggo, Protaba Bantul.

Grup X: Penajam Pasir Utara, Persipas Paser, PS Kabupaten Tapin, Persehan Marabahan.

Grup XI: PSKT Tomohon, Persipal Palu, Persewar Waropen, Yahukimo FC.

Grup XII: Persifa Fak Fak, Perseka Kaimana, Pesigubin Gn Bintang, Persipan Paniai. (esa/end)

Sumber: Bola.net | 29-03-2012
Jumat, 30 Maret 2012 | 0 komentar

PSSI Versi KLB Mulai Gulirkan Liga Amatir

Rabu, 28 Maret 2012 | 23.55.00 | 0 komentar

Rencananya kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012

CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) versi PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Syauqi Suratno, mengatakan pihaknya bakal segera menggulirkan kompetisi liga amatir Divisi I, II, dan III.

Syauqi menegaskan BLAI menjadi satu-satunya pengelola liga amatir di Indonesia. Selain Divisi I, II, dan III, Syauqi mengatakan pihaknya juga mengagendakan liga remaja U-18 Piala Soeratin, serta liga U-15 Piala Kemenpora.

Rencananya, kompetisi Divisi I akan mulai digelar 31 Maret 2012. Sementara Divisi II akan dimulai pada 21 April 2012. Adapun untuk penyelenggaraan Divisi III, Syauqi mengatakan rencanaya digelar pada 30 April 2012.

"Pembukaan secara nasional Divisi I akan digelar di Tulungagung, Jawa Timur. Bersamaan dengan Tulungagung juga digelar pertandingan di tiga grup lainnya, di Blora dan Asahan, Sumatera Utara. Kami berharap dengan bergulirnya kompetisi liga amatir, sistem mata rantai kompetisi akan berjalan. BLAI dalam hal ini tidak hanya sebagai wadah kompetisi, tetapi juga menjaring bibit-bibit pemain," ujar Syauqi di Kantor BLAI, Senayan, Rabu 28 Maret 2012.

Untuk gelaran Divisi I akan menggunakan sistem home tournament dengan format setengah kompetisi. BLAI menyiapkan 66 slot untuk klub Divisi I, yang bisa diikuti oleh klub-klub amatir tanpa melihat batasan umur. Untuk gelaran musim 2012 ini, tercatat sudah 56 klub yang mendaftar kepada BLAI.

Sedangkan untuk gelaran Divisi II, Syauqi mengatakan saat ini sudah ada 100 klub yang bersiap mengikuti kompetisi. Sementara untuk gelaran Divisi III tidak ada batasan jumlah peserta. Kompetisi digulirkan oleh masing-masing Pengprov PSSI untuk kategori klub-klub sepakbola U-21.

"Pada saatnya, kami akan bekerjasama dengan klub-klub profesional ISL, untuk memaksa mereka membuat tim kelompok umur. Ini juga sejalan dengan tujuan PSSI meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini," papar Syauqi.

Saat ini, kompetisi Divisi III diakui Syauqi sudah berjalan terlebih dahulu. Sebanyak delapan Provinsi di Indonesia telah secara serentak menggelar kompetisi di tingkat Provinsi masing-masing. Rencananya, pada 30 April nanti, Provinsi-Provinsi tersebut sudah mendapatkan wakil mereka untuk berlaga di babak wilayah. Setelah tembus babak wilayah, klub pemenang akan tampil di tingkat nasional. (eh)

Sumber: VIVAbola | Rabu, 28 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012 | 0 komentar

Supriyono Klaim Tidak Terlibat

Jumat, 09 Maret 2012 | 02.00.00 | 1 komentar

TULUNGAGUNG – Ketua Pengcab PSSI Tulungagung Supriyono mengklaim tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI ke PSSI. Dia mengaku tidak pernah secara langsung terlibat dalam kegiatan keuangan yang menjadi wewenang bendahara.

Atas dasar itu, Supriyono yang juga anggota DPRD Kabupaten Tulungagung ini menyebut adalah di luar pengetahuannya jika penyidik kejaksaan menemukan indikasi korupsi Rp750 juta dan menetapkan bendahara Aang Pungky sebagai tersangka.“Karena semuanya ada bagiannya sendiri.Termasuk saya sendiri,” kata Supriyono. Dalam organisasi, tutur Supriyono yang juga Ketua DPC PDIP Tulungagung, semua pekerjaan terbagi atas masingmasing bidang.

Jenis kegiatan, jumlah kegiatan,jadwal pelaksanaan kegiatan hingga besaran anggaran, kata Supriyono disusun berdasarkan keputusan rapat bersama di masingmasing bidang. Hasil yang ada tersebut disampaikan ke dalam rapat pleno yang dipimpinya secara langsung. “Setelah itu semua kegiatan dikembalikan ke masing-masing bidang terkait, termasuk berapa besar anggaran yang dibutuhkan,tuturnya. Namun faktanya, penyidik Kejaksaan Negeri Tulungagung menemukan dugaan mark up.

Dana yang dibutuhkan dalam kegiatan tidak sebesar dengan apa yang dibelanjakan. Selain itu penyidik juga menemukan sejumlah kegiatan yang bersifat fiktif alias yang tidak pernah dilakukan, namun anggaran tetap dikucurkan. Dari alokasi dana Rp1,75 miliar dari APBD 2010 kepada KONI dan digelontorkan ke Pengcab PSSI, negara telah dirugikan sebesar Rp750 juta. Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan, jaksa akhirnya menahan bendahara Aang Pungky.

Aang dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Tulungagung. Dalam keterangannya kepada penyidik,tersangka Aang mengatakan apa yang dilakukannya atas sepengetahuan pimpinan, yaitu Ketua Pengcab PSSI Tulungagung Supriyono dan sekretaris pengcab Edi Tetuko.Artinya apa yang menjadi arah kegiatan organisasi merupakan hasil keputusan bersama.

Supriyono enggan menjelaskan soal evaluasi kegiatan dalam Pengcab PSSI.Dia hanya menyebutkan, secara garis besar, dia sebagai pimpinan tidak sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi di dalam organisasi.“ Ada hal-hal tertentu yang saya ketahui dan ada yang tidak, ”kilahnya. Namun,secara implisit Supriyono menolak membenarkan apa yang dilakukan tersangka Aang merupakan hasil inisiatifnya sendiri.“Saya tidak bisa mengatakan itu hasil inisiatifnya bendahara,”ucapnya.

Supriyono sempat mengeluhkan sebelum dirinya menjabat sebagai ketua, Pengcab PSSI Tulungagung sudah sarat masalah. Keadaan itu nyaris dipersamakan dengan mencuci piring kotor. Supriyono menyebut nama Edi Suyanto sebagai ketua lama pada tahun 2006. “Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan kepada beliaunya,”katanya.

Kasipidsus Kejari Tulungagung Santosa Hadi Pranawa mengatakan, selain Aang Pungky, tidak tertutup kemungkinan muncul tersangka baru.Namun untuk itu kejaksaan masih akan melakukan pendalaman penyidikan. “Sebab untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka minimal harus ada dua alat bukti,”ujarnya. ● solichan arif

Sumber: seputar-indonesia.com | Thursday, 08 March 2012
Jumat, 09 Maret 2012 | 1 komentar

Yongki Aribowo dan Kebiasaan Menggoyang Jala Gawang

Jumat, 10 Februari 2012 | 01.49.00 | 0 komentar

SAMARINDA - Penyerang Persisam Putra Samarinda Yongki Aribowo punya kebiasaan unik sata beryanding. Khususnya, ketika menunggu tendangan pojok atau bola mati di wilayah pertahanan lawan.

Pria kelahiran Tulungagung 23 November 1989 ini, selalu menggoyang jala gawang lawan. Namun kebiasaan Yongki itu, tidak memiliki makna ritual khusus soal menggoyang jala gawang lawan.

Kebiasaan ini juga pernah dilakukan pemain Persipura Jayapura Titus Bonai. "Gak ada ritual, itu cuma iseng-iseng saja. Siapa tahu jadi gol," kata Yongki Aribowo, memberikan alasan soal menggoyang jala gawang lawan, Kamis (9/2/2012) sore, usai latihan.

Namun saat pemain bernomor punggung 23 ini mengoyang jala gawang Persela Lamongan, Persisam justru kalah 0-1. Dalam pertandingan itu, Persisam Samarinda menggempur habis-habisan pertahanan Persela Lamongan.

Namun Yongki membantah, jika menggoyang jala gawang lawan meniru gaya Titus Bonai pada saat memperkuat Tim Nasional Indonesia. Dia menegaskan, menggoyang jala gawang itu, tidak memiliki maksud percaya dengan hal-hal yang mustahil. Ia melakukan hanya sekadar iseng, dengan harapan bisa membuahkan gol. "Semua itukan terserah yang diatas," katanya.

Pada saat Persisam Putra menjamu Persela Lamongan, Yongki gagal menjebol gawang lawan, membuat Yongki tidak habis pikir. Padahal pada laga Senin (6/2/2012) lalu Yongki sempat mendapat satu peluang emas. Sayangnya, sepakan Yongki masih membentur tiang gawang.

Padahal, lanjut Yongki, posisi kiper sudah tertinggal. "Masak tinggal taruh bola saja masih kena tiang," kenang Yongki yang masih terheran-heran pada laga itu.

Data Pemain

Nama Lengkap : Yongki Aribowo
Lahir : Tulungagung, 23 November 1989
Tinggi Badan : 175 cm.
Berat Badan : 63 Kg.
Posisi : Gelandang
Nomor Punggung : 23
Klub : Persisam Putra Samarinda


Sumber: Tribunnews.com | Kamis, 9 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012 | 0 komentar

Musdalub PSSI Jatim Digelar Sebelum 22 Juli

Selasa, 31 Januari 2012 | 17.02.00 | 0 komentar

MALANG – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pengda PSSI Jatim ditargetkan digelar sebelum 22 Juli nanti. Saat ini, pengurus sementara PSSI Jatim secepatnya melakukan persiapan sebelum Musdalub digelar.

“Saya diberi deadline oleh PSSI Pusat menjabat ketua sementara sampai 22 Juli. Secepat mungkin kami menyiapkan musdalub itu. Beberapa pengurus cabang di daerah-daerah juga sudah menyatakan dukungannya,” urai Plt Pengprov PSSI Jawa Timur, Peni Suparto, Senin (30/1).

Peni yang juga Walikota Malang ini menambahkan, Surat Keputusan dari PSSI Pusat tentang penunjukkan dirinya sebagai Plt PSSI Jatim sudah diterima. SK itu juga sudah difoto-copi dan diberikan ke seluruh Pengcab PSSI di berbagai daerah.

Semua pengcab juga menyatakan dukungannya, bahkan ada yang datang secara langsung menemui Peni. Di antaranya, PSSI Probolinggo, Pasuruan, Situbondo Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk dan Lumajang. “Minggu ini juga kami menggelar pertemuan dengan pengurus daerah lain untuk persiapan musdalub ini,” papar Peni.

Selain Pengcab PSSI yang mengakui Djohar Arifin Husein sebagai ketua, sambung Peni, klub peserta Indonesia Premier League (IPL) juga akan diundang. “Tentu saja kami tidak akan mengundang klub peserta kompetisi ISL. Karena ISL itu kan kompetisi yang tidak diakui oleh FIFA,” tegas Peni.

Politisi PDIP ini juga mengaku belum bisa memutuskan lokasi dimana digelarnya musdalub. Musdalub ini untuk membentuk kepengurusan PSSI Jatim yang baru setelah dipecatnya La Nyala Mataliti sebagai ketua PSSI Jatim.

“Lokasi belum bisa dipastikan, tunggu hasil pertemuan selanjutnya,” tutur Peni.

Sekretariat PSSI Jatim sendiri memilih berkantor di Kota Malang. Pertimbangannya, demi efektifitas dan efisiensi waktu dari Peni Suparto yang juga Walikota Malang. “Kalau di Surabaya, saya sendiri juga bisa kelabakan, makanya sekretariat di Malang saja,” tandasnya.

Terkait beredarnya isu penolakan dari sejumlah klub terhadap penunjukkan dirinya sebagai Plt ketua PSSI Jatim, Peni menanggapinya dengan santai. Menurutnya, kubu penolak adalah mereka yang bergabung dalam kompetisi illegal. “Tidak ada penolakan, kemungkinan mereka itu klub yang ikut kompetisi yang tidak diakui FIFA,” pungkas Peni.

Sementara ketua Pengcab Surabaya, Cholid Ghoromah mengatakan, pengcab Surabaya sudah mendapat undangan dari Plt ketua PSSI, Peni Suparto dalam acara pertemuan untuk membahas pelaksanaan musdalub. Cholid menambahkan, para anggota atau pengcab baik yang berdiri dibawah naungan PT Liga Indonesia (kubu La Nyalla Mattaliti) atau pun Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dibawah naungan PSSI akan diundang. “Semua Pengcab yang berada di Jawa Timur harus diundang. Masalah datang atau tidak itu terserah mereka,” ungkap Cholid, Selasa (31/1) pagi tadi.

PSSI Pengprov bukan Jatim bukan satu-satunya yang dibekukan oleh PSSI Pusat. Ada sembilan pengurus provinsi di Indonesia yang dibekukan yaitu, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung dan Pengprov PSSI Bengkulu.

Selanjutnya, PSSI pusat menunjuk caretaker yang berperan sebagai pengganti di masing-masing provinsi. Mereka menjalankan tugas dan amanat organisasi dan hanya memiliki kewenangan sesuai dengan amanat dalam surat keputusan. Salah satunya menggelar Musdalub.zar, m39

Sumber: surabayapost.co.id | Selasa, 31/01/2012
Selasa, 31 Januari 2012 | 0 komentar

67 Biker Ikuti Wim Cycle Downhill Championship

Kamis, 15 Desember 2011 | 04.46.00 | 0 komentar

Tulungagung - Sirkuit Downhill Bukit Watupapak Waduk Wonorejo Sabtu dan minggu 10-11 Desember 2011 sejak pukul 08.00 wib menjadi ajang pertarungan sengit bagi 67 Biker peserta lomba Wim Cycle Downhill Championship Piala Bupati Tulungagung I tahun 2011.

Kegiatan yang mempertandingkan 6 (enam) klas kejuaraan diikuti selain para Biker dari Tulungagung dan sekitarnya juga para biker dari kota kota besar di Indonesia diantaranya, Jakarta, Malang, dan Surabaya.

Menurut Panitia kegiatan, Ardian Kristanto kegiatan ini selain bertujuan memperingati Hari Jadi Kota Tulungagung yang ke 806, juga sebagai ajang menampung, menyalurkan dan menjaring bibit – bibit atlit Downhill Indonesia agar nantinya bisa memberikan prestasi terbaik untuk bangsa Indonesia.

Bahkan tak hanya itu maksud dan tujuan digelarnya kegiatan sepeda Downhill pada tahun ini yang terpenting adalah mempromosikan dan memperkenalkan obyek wisata unggulan di Tulungagung ke luar daerah, selain itu juga lebih memasyarakatkan olah raga Downhill pada masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.

Perlu diketahui bahwa ke enam klas yang di lombakan adalah Klas yunior Open, Klas Youth open, klas Master A Open, Klas Master B Open, klas Hard tail open, dan klas Men open atau klas Men elite, sementara untuk hadiah peserta dari masing masing klas diambil juara satu hingga tiga untuk juara satu mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta, juara dua Rp. 500,000,- dan juara tiga Rp. 250.000,-. Khusus untuk klas Man Open hadiah pertama uang tunai sebesar Rp. 2 Juta sedangkan juara dua 1 juta dan juara tiganya Rp. 750.000,- (NUG / Humas).

Sumber: tulungagung.go.id | Rabu, 14 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011 | 0 komentar

Indonesia Mantap di Puncak

Senin, 14 November 2011 | 23.03.00 | 0 komentar

PALEMBANG– Kontingen Indonesia makin mantap di puncak klasemen perolehan medali sementara SEA Games XXVI/2011 kemarin. Pencapaian semakin indah ketika Timnas U-23 membuka peluang meraih emas sepak bola.

Pada hari ketiga kemarin,secara keseluruhan kontingen Indonesia meraih 17 medali emas, 15 perak,dan 9 perunggu.Pada klasemen perolehan medali hingga pukul 23.00 WIB tadi malam,Indonesia sudah mengumpulkan 40 emas,29 perak,21 perunggu. Peringkat kedua diduduki oleh Thailand dengan 20 emas,16 perak, dan 24 perunggu. Emas untuk kontingen Indonesia mulai berdatangan sejak pagi hari dari cabang kano.

Pada perlombaan di Danau Cipule, Karawang, Indonesia mengoleksi tiga medali emas. Anwar Tarra merebut emas dari nomor kano tunggal 200 meter putra.Emas kedua Indonesia di cabang olahraga dayung dipersembahkan pasangan Anwar Tarra dan Eka Oktarorianus di nomor kano double 200 meter putra.

Sementara Masrifa, Rasima, Sarce Aronggear, dan Kanti Satyawati menyumbang medali emas di nomor kayak beregu 200 meter K4 putri. Cabang olahraga sepatu roda menjadi penyumbang terbanyak dengan 4 medali emas dan 2 perak. Emas diraih dari nomor 1.500 meter putra atas nama Johanes Wihardja, 1.500 putri milik Sylvia Setiawan,nomor 3.000 meter relayputri (Dela Olivia,Anindia Wening Melati, dan Latifa Hikmawati), dan 3.000 meter relay putra (Alan Chandra, Norman Faisal, dan Evan Cristian).

”Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami yang telah berhasil mempersembahkan medali emas, tetapi semuanya itu tidak terlepas dari dukungan dan doa masyarakat Indonesia,” kata Johanes Wihardja,atlet kelahiran Provinsi Riau itu. Kejayaan juga diberikan atlet dari cabang atletik yang sukses menyabet 3 medali emas,3 perak,dan 3 perunggu. Agus Prayogo merebut emas di nomor 10.000 meter putra.Pencapaian itu mengulang prestasi gemilangnya di SEA Games XXV/2009 Laos.

Emas kedua disumbang Heru Astrianto di nomor 400 meter putra.Kemudian, emas ketiga direbut Ridwan di nomor 1.500 meter. Agus mengaku senang dengan pencapaian itu meski sedikit kurang puas akibat gagal memecahkan rekor atas namanya sendiri.

“Sebenarnya saya ingin memecahkan rekor pribadi di sini.Tapi,cuaca panas di Palembang kurang mendukung. Bahkan, sejak 5.000 meter, saya sudah terasa bakal berat memperbaiki rekor. Beruntung keluarnya Eduardo Bonavista (Filipina) membuat saya enjoy melanjutkan perlombaan,” ujar atlet yang merupakan anggota TNI AD berpangkat sersan dua itu.

Heru Astrianto mengaku terkejut dengan hasil yang dicapainya. Sebab,pada SEA Games XXV/2009 Laos,dia hanya meraih medali perak.Apalagi, pada lomba tadi malam,dia hanya ditargetkan meraih medali perak.“Kemenangan ini untuk semua penonton yang ada di sini dan orang tua saya yang hadir jauh-jauh dari Tulungagung,” papar Heru. Medali lainnya datang dari cabang olahraga renang dengan 2 emas, 1 perak, 3 perunggu.

Bahkan,rekor SEA Games mampu dipecahkan perenang Indonesia ketika Yessy Yosaputra meraih emas 200 meter gaya punggung putri dengan waktu 2 menit 15,73 detik. Dia memecahkan rekor Akkiko Thomson asal Filipina 2 menit 16,76 detik. Satu medali emas lainnya di renang disumbangkan Indra Gunawan pada nomor 50 meter gaya dada putra dengan catatan waktu 20,25 detik.

Kontingen loncat indah Indonesia tak mau ketinggalan menyumbang 1 emas dan 1 perak.Medali emas datang dari nomor 10 meter synchronize putra melalui pasangan Muhammad Nasrullah dan Luthfi Niko Abdill. Sementara karate mempersembahkan tiga emas melalui Donny Dharmawan di kelas kumite -60kg putra, Jintar Simanjuntak di kelas -67kg putra, dan Yolanda Asmuruf di kelas kumite -68kg putra.

Sepak Bola ke Semifinal

Dari cabang olahraga sepak bola, tim nasional (timnas) U- 23 Indonesia memastikan diri melaju ke semifinal setelah menundukkan Thailand,3-1,di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tadi malam.Tiket semifinal sudah langsung dikantongi skuad asuhan Rahmad “RD”Darmawan itu walau masih menyisakan satu pertandingan sisa di Grup A kontra timnas Malaysia, Kamis (17/11).

Kemenangan yang diraih timnas U-23 diawali gol indah lewat sundulan Titus Bonai pada menit ke-32.Thailand bisa menyamakan kedudukan melalui penalti yang diselesaikan sempurna Rannachai Rangsiyo pada menit ke-50. Namun, skuad muda Merah Putih bisa bangkit mendominasi jalannya pertandingan setelah dua pemain Thailand,Theeraton Bunmathan dan Ekkasit Chaobut,diganjar kartu merah masing-masing pada menit ke- 12 dan 79.

Bagi Theeraton Bunmathan, kartu merah ini tragis rasanya setelah pada Jumat (11/11),dia juga mendapat kartu merah ketika memperkuat timnas senior Thailand lawan Arab Saudi pada laga kualifikasi Piala Dunia 2012 di Riyadh. Dari Riyadh,Theeraton langsung menuju Jakarta untuk melangsungkan laga lawan Indonesia.

Bukan performa bagus yang dia berikan untuk negaranya, tetapi kartu merah kedua dalam kurun tiga hari. Wajar jika Theeraton tampak menutup muka dengan kostumnya seusai mendapat kartu merah. Unggul jumlah pemain membuat Egi Melgiansyah dkk mudah mengacak lini pertahanan Thailand.

Buktinya Patrich Wanggai mencetak gol kedua timnas pada menit ke-61 setelah memanfaatkan bola liar di depan mulut gawang Ukrit Wongmeema. Gol itu membuat Patrich melengkapi koleksi golnya menjadi empat gol.Sementara gol penentu kemenangan timnas U-23 tercipta lewat Ferdinand Sinaga pada menit ke-90 memanfaatkan umpan matang Patrich.

Berbagai catatan atas hasil yang diraih timnas muda Merah Putih disampaikan RD.Pelatih asal Metro, Lampung, ini berpendapat ada hal positif dan negatif yang diraih timnya.RD bersyukur anak-anak asuhnya bisa mengatasi atmosfer pertandingan yang begitu besar.

“Secara umum anak-anak sudah berusaha keras keluar dari tekanan pertandingan yang cukup besar. Bermain di hadapan penonton yang banyak, tentu bukan pekerjaan yang mudah. Sudah saya katakan sejak awal bahwa atmosfer yang sebenarnya adalah seperti ini. Saya bersyukur, ini jadi situasi bagus dan akan jadi pelajaran berharga untuk semua pemain,” ungkap RD seusai pertandingan.

Kepuasan mampu mengatasi atmosfer dan lawan yang berat juga disampaikan gelandang timnas U-23 Mahadirga Lasut. Pemain yang sudah dikontrak Persija Jakarta ini menyatakan bahwa ini pertandingan yang tidak mudah. Dengan hasil yang maksimal yang diraih,hal itu tentu akan membuat skuad timnas U-23 menjadi semakin bersemangat menatap tahap selanjutnya.

”Kami sudah bermain sangat bersemangat.Awalnya kami memang merasakan ketegangan karena lawan yang kami hadapi juga adalah tim yang kuat. Kami terus berusaha sekeras mungkin mengikuti apa yang diinstruksikan pemain, dengan itulah kami akhirnya mampu mengatasi suasana dan kembali bermain santai,”tutur Dirga. Walau sudah memastikan satu tiket di babak semifinal, RD berjanji akan tetap bermain maksimal saat bertemu Malaysia.

Kemenangan tetap menjadi incaran timnas muda Merah Putih walau akan banyak rotasi yang akan dilakukan timnya. Hal itu harus dilakukan RD karena jarak laga kontra Malaysia dan semifinal hanya satu hari. Jadi RD akan menyimpan beberapa pemain agar tetap tampil bugar saat berlaga di semifinal.

“Hari ini (kemarin), kami memastikan satu tempat di babak semifinal walau masih menyisakan satu pertandingan sisa. Kami ingin tetap menang pada laga terakhir,hal itu demi mengunci posisi pertama di klasemen,”papar RD. Jika timnas muda Merah Putih memastikan satu jatah tiket ke babak semifinal,hal sebaliknya dialami timnas Thailand.

Sutjarit Jantakol dkk harus menutup targetnya meraih medali emas pada cabang olahraga sepak bola SEA Games XXVI/2011.Thailand harus angkat koper setelah menelan dua kekalahan dan satu kali bermain imbang. Manajer Thailand Kasem Jaliyawat Wong menilai wasit terlalu mudah memberikan kartu merah.

“Pertandingan jika tidak ada kartu merah pasti akan lebih menarik. Harusnya wasit juga lebih bijak, jangan terlalu cepat memberikan kartu,”papar Kasem. decky irawan jasri/ iwan setiawan

Sumber: seputar-indonesia.com | Monday, 14 November 2011
Senin, 14 November 2011 | 0 komentar

Dua Perak Persembahan Atletik

Sabtu, 12 November 2011 | 17.44.00 | 0 komentar

PALEMBANG - Dua medali perak dipersembahkan atlet cabang atletik di ajang SEA Games XXVI/2011, Sabtu (12/11/2011) di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang.

Medali perak pertama dipersembahkan oleh Hermanto di nomor lempar cakram putra. Atlet asal Tulungagung, Jawa Timur itu melempar sejauh 50,56 meter. Hermanto harus mengakui keunggulan atlet Singapura Wong Tuck Yim yang meraih emas dengan lemparan 51,32 meter.

Di nomor lompat jauh putri, Maria Londa menyumbangkan perak kedua dengan lompatan sejauh 6,47 meter. Juara pertama diraih Torres Marestella dari Filipina dengan lompatan 6,71 meter. Lompatan Torres itu merupakan pemecahan rekor SEA Games.

Sumber: kompas.com | Sabtu, 12 November 2011
Sabtu, 12 November 2011 | 0 komentar

Syamsir Alam dan Yongki Aribowo Tampik Isu Perpecahan Antara Mereka

Jumat, 11 November 2011 | 00.13.00 | 0 komentar

Tersingkirnya nama Syamsir Alam dari skuad inti Timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 ini berbuntut panjang. Serangkaian isu tak sedap mengiringi terdepaknya nama pemain berusia 19 tahun ini dari Skuadra Garuda Muda, termasuk rumor ketidakcocokannya dengan rekan-rekan satu timnya, terutama Yongki Aribowo.

Namun, rumor bahwa dirinya 'bermasalah' dengan Yongki buru-buru ditampik oleh Syamsir. Melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, Syamsir mengatakan bahwa pencoretannya sama sekali tidak terkait dengan Yongki. Bahkan, hubungannya dengan pemain yang kini membela Persisam Samarinda itu bisa dikatakan sangat baik.

"Tidak ada hubungan dengan Yongki, saya dicoret. Kami sangat bersahabat dan kebetulan kami sekamar," ungkapnya melalui akun @syamsiralam miliknya.

Kontan, kicauan pemain kelahiran 6 Juli 1992 tersebut langsung ditanggapi Yongki. Penyerang asal Tulungagung ini juga menampik bahwa hubungannya dengan Syamsir tidak baik. "(Permasalahan, red) Itu semua tidak benar. Semua tidak ada masalah. Semua baik-baik," ungkapnya melalui akun @yongki_ari.

"Masih aja ada yang mau hancurin persaudaraan dan kekompakan di tim ini. Ampun dah.. Bikin gosip gak bener sabar aja lah,, #ngelusdada hahahha," sambungnya.

Selain dua pemain tersebut, kabar ini juga mendapat tanggapan dari Bambang Pamungkas. Melalui akun Twitter miliknya, Kapten Timnas Senior Indonesia tersebut mewanti-wanti agar semua pihak menghentikan rumor-rumor yang merugikan perjuangan Timnas U-23. "Jangan rusak konsentrasi mereka dgn rumor" yg tidak penting..!!" tulisnya melalui akun @bepe20 miliknya. (bola/den/lex)

Sumber: bola.net | 10-11-2011
Jumat, 11 November 2011 | 0 komentar

Kejaksaan Bidik Bendahara Pengcab PSSI Tulungagung

Jumat, 28 Oktober 2011 | 15.03.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kejaksaan menetapkan bendahara pengurus cabang (Pengcab) PSSI Tulungagung, Jawa Timur, Aang Pungki, sebagai tersangka korupsi dana hibah APBD setempat tahun 2010, senilai Rp1,75 miliar.

"Sementara ini masih baru dia yang kami tingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, karena sudah ada dua alat bukti dan itu cukup untuk menjeratnya," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agus Rujito, Kamis.

Peningkatan status Aang sebenarnya telah dilakukan sejak semingguan lalu, namun pihak kejaksaan sengaja belum mempublikasikan dengan alasan proses penyidikan dimungkinkan masih terus berkembang.

Selain Aang, sebenarnya masih ada beberapa nama pejabat penting terkait kuasa pengguna anggaran di Pengcab PSSI yang diduga terlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana hibah APBD 2010, dari KONI ke Pengcab PSSI Tulungagung.

Tiga nama yang kerap disebut sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kasus tersebut adalah ketua, wakil ketua, serta sekretaris Pengcab PSSI Tulungagung yang masing-masing berinisial Spy, Shmt, dan Ed.

"Tiga nama ini masih kami dalami seberapa jauh keterlibatannya. Apakah terseret atau tidak, lihat perkembangan (penyidikan) nanti saja," ujar Agus.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah APBD Tulungagung yang dialokasikan dari KONI ke Pengcab PSSI terjadi sekitar pertengahan triwulan kedua tahun 2010.

Saat itu, KONI atas perintah ketua umumnya saat itu (Maryoto Bhirowo - saat ini menjabat Sekda Tulungagung) membuat kebijakan pemberian dana hibah kepada salah satu organisasi salah satu cabang olahraga yang dinaunginya, yakni PSSI.

Anggaran yang dikucurkan sesuai kebijakan yang telah diteken adalah sebesar Rp1,75 miliar.

Dana itu dicairkan dalam dua tahap, pertama melalui APBD induk tahun 2010 senilai Rp1,25 miliar dan pencairan kedua melalui PAK atau APBD perubahan tahun 2010 senilai Rp500 juta.

Namun dari dana yang telah dikucurkan itu, berdasar hasil investigasi atau penyelidikan pihak kejaksaan, tidak semua dipergunakan untuk kepentingan operasional dan pengembangan PSSI serta organisasi Perseta (Persatuan Sepakbola Tulungagung).

Sebaliknya, berdasar informasi dari sumber kejaksaan, separuh dana hibah atau sebesar Rp900 juta diselewengkan oleh empat orang pejabat teras Pengcab PSSI saat itu, yakni Spy, SHmt, Ed, serta Aang.

Nama yang disebut terakhir ini lebih dulu ditetapkan tersangka karena kejaksaan menemukan fakta bahwa dialah yang melakukan pencairan dana hibah itu dikucurkan pihak KONI saat itu. (Destyan)

Sumber: Antara | 28 Okt 2011
Jumat, 28 Oktober 2011 | 0 komentar

SEA Games 2011: Yongki Berharap Dukungan Penuh Pemain Ke-12

Senin, 24 Oktober 2011 | 23.04.00 | 1 komentar

Indonesia berada di Grup A dengan Singapura, Thailand, Kamboja, dan Malaysia.

Striker timnas U-23, Yongki Aribowo berharap dukungan penuh masyarakat Indonesia saat tampil di SEA Games 2011. Menurutnya, kehadiran pemain ke-12 menjadi energi kedua Garuda Muda saat bertemu lawan-lawannya.

Pada SEA Games 2011, Indonesia berada di 'Grup Neraka' bersama Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja. Yongki dalam jumpa pers Senin siang, 24 Oktober 2011 mengatakan kalau persiapan timnya sudah memasuki tahap akhir.

Kepada wartawan, Yongki juga mengatakan timnya sedang berusaha memperbaiki komunikasi antar pemain. "Sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam pertandingan," kata Yongki.

Di luar masalah teknis, Yongki tak lupa meminta dukungan dari masyarakat. Sebab, bagi striker kelahiran Tulungagung, 23 November 1989 itu, suntikan moral dari masyarakat sangat membantu timnas U-23 tampil bersemangat di tiap laga.

"Ya, pengaruh suporter itu besar sekali, ketika lelah, dukungan suporter menjadi energi kedua," beber pemain berusia 21 tahun itu.

Pada kesempatan yang sama, Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan mengatakan kalau persiapan timnya sudah memasuki fase akhir. Menurut Rahmad, saat ini tim pelatih sedang berusaha untuk membakar semangat para anak asuhnya.

"Kami sudah tiga bulan latihan dan uji coba dalam maupun luar negeri. Persiapan sudah memasuki fase akhir. Timnas berada di grup berat, tapi itu tidak masalah," kata Rahmad.

"Kami tentu memohon doa restu dari bangsa Indonesia, sehingga bisa melalui SEA Games dengan baik. Kami di tengah perbedaan. Kami ada satu misi untuk menyatukan perbedaan yang terjadi saat ini," pungkas mantan pelatih Persija itu.

Timnas U-23 baru saja mengukir hasil gemilang saat beruji coba dengan Mitra Kukar, Jumat, 21 Oktober lalu. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan itu, timnas mampu unggul telak 5-1.

Selanjutnya Rahmad masih menyisakan dua pertandingan lagi. Yang terdekat adalah lawan Timor Leste, 25 Oktober 2011. (sj)

Sumber: VIVAnews | Senin, 24 Oktober 2011
Senin, 24 Oktober 2011 | 1 komentar

Off Roaders se-Indonesia Adu Ketangkasan di Tulungagung

Senin, 10 Oktober 2011 | 23.42.00 | 0 komentar

Tulungagung - Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono,MM pada hari Sabtu (09/10/2011) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangso melepas para peserta Off Road Challenge 2011 yang dilaksanakan di Sirkuit Bukit Cemenung Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Ketua Panitia kegiatan off road dr. Supriyanto dalam laporannya mengatakan, off road kali ini digelar selama dua hari mulai tanggal 8-9 Oktober 2011 di Sirkuit Bukit Cemenung dan diikuti 126 peserta dengan memperebutkan hadiah sebuah mobil dan sepeda motor sport.

Kejuaraan Nasional Tulungagung 4x4 Offroad Challenge tersebut diikuti dari berbagai daerah di Indonesia dan merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian memperingati hari jadi ke-806 Kabupaten Tulungagung Tahun 2011.

Bupati dalam kata pelepasannya mengucapkan terima kasih atas pertisipasi para pecinta 4x4 Offroad Challenge dan untuk selalu junjung jiwa sportifitas yang tinggi. Selanjutnya Bupati mengangkat bendera start sebagai tanda peserta berangkat menuju bukit Cemenung dengan menempuh rute Jl. RA Kartini ke selatan - perempatan Tamanan ke timur - perempatan Jepun ke timur - pertigaan pasar Ngunut ke selatan - perempatan Tenggong ke timur - bukit Cemenung. (Udin/Humas)

Sumber: tulungagung.go.id | Senin, 10 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011 | 0 komentar

Yongki Aribowo Gabung Persisam

Senin, 03 Oktober 2011 | 23.19.00 | 0 komentar

Samarinda - Mantan skuad Arema Malang Yongki Ariwibowo memilih gabung dengan tim Persisam Putra Samarinda meskipun banyak klub yang menawari pemain tersebut paska terjadinya dualisme kepengurusan di Arema.

Presiden direktur Persisam Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, di Samarinda, Senin, mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Iwan Budianto terkait kepastian bergabungnya Yongki ke tim berjuluk "Pesut Mahakam" itu.

Iwan Budianto memang bukan agen pemain namun dikatakan Harbiansyah Iwan punya kedekatan emeosional dengan Yongki dan menjamin pemain kelahiran Tulung Agung Jawa Timur itu masuk dalam skuad Persisam musim ini.

"Intinya sudah tidak ada masalah, karena saya juga berkomunikasi langsung dengan Yongki, ya untuk sementara dia memang belum bisa bergabung dengan latihan persisam di Jogja karena masih menjalani latihan bersama timnas U-23," papar Harbiansyah.

Sumber: Antara | 03 Okt 2011
Senin, 03 Oktober 2011 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan