Seputar Tulungagung™  ~   Berita Tulungagung Hari Ini 
Tampilkan postingan dengan label Perampokan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perampokan. Tampilkan semua postingan

Gudang makanan dijebol, brankas berisi Rp150 Juta raib

Rabu, 05 Juni 2013 | 00.13.00 | 0 komentar

Tulungagung - Gudang makanan ringan milik PT Distrindo Tbk yang berada di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung disatroni kawanan penjahat.

Selain merusak pintu, pelaku kejahatan yang diperkirakan lebih dari satu orang itu juga membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp150 juta.

“Saat kami hendak masuk gudang, kondisinya sudah berantakan. Setelah tahu brankas hilang, kami langsung melapor ke kepolisian setempat,“ ujar Budi Utomo (35), warga Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, yang juga karyawan perusahaan kepada petugas, Senin (3/6/2013).

Lemari baja itu berada di ruang supervisor. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan petugas, pengerusakan pintu ruangan diduga menggunakan alat sejenis pengungkit (linggis). Mengingat brankas baja itu memiliki berat jenis yang tidak ringan, pelaku menjalankan aksinya tidak seorang diri.

“Butuh lebih dari dua orang untuk mengangkat brankas itu. Diperkirakan pelaku mengendarai roda empat,“ terang Budi.

Sementara menanggapi aksi kejahatan tersebut, Kapolsek Kedungwaru, Ajun Komisaris Polisi Irwantono, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan.

“Kita juga belum bisa memastikan apakah para pelaku merupakan pelaku kejahatan lama ataukah kelompok baru. Saat ini kita masih meminta keterangan saksi termasuk karyawan perusahaan,“ ujarnya singkat.
(rsa)

Sumber: Sindonews.com | Selasa, 4 Juni 2013
Rabu, 05 Juni 2013 | 0 komentar

Polisi Tembak Perampok Spesialis Nasabah Bank

Sabtu, 13 April 2013 | 07.41.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG - Seorang pelaku perampokan spesialis nasabah bank, ditembak petugas Satuan Reskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Sementara dua rekannya diringkus tanpa perlawanan.

Ketiga pelaku adalah Ahmad, Fathoni, dan Safei, keduanya warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Mereka yang sudah sejak beberapa bulan belakangan menjadi target polisi ditangkap di Blitar saat tengah beraksi. Petugas terpaksa menembak kaki Fathoni karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Kapolres Tulungagung, AKBP Wisnu Hermawan Februanto, menjelaskan, selain para tersangka, masih ada dua orang yang kini dalam pengejaran. Keduanya merupakan otak perampokan di setiap aksi.

Para pelaku merupakan komplotan perampok spesialis nasabah bank di wilayah Tulungagung, Blitar, Malang, Kediri, dan Banyuwangi. Di setiap aksi, pelaku menaklukkan korbannya dengan lebih dulu mengempiskan kendaraan target lalu memecah kaca untuk mengambil uang.

“Mereka membuntuti korban sejak dari bank. Setelah yakin korban membawa uang, pelaku menaruh paku pada jalan yang akan dilalui oleh korban. Setelah ban korban kemps, pelaku mengambil uang yang ada di dalam mobil korban dengan cara memecah kaca mobil dengan busi motor,” ujar Wisnu di Tulungagung, Rabu (10/4/2013).

Dia menambahkan, ketiganya berperan sebagai joki dan pengawas situasi. Apabila ada pengejaran dari warga, mereka bertugas memotong laju kendaraan pengejar agar terjatuh. Tiap aksi, pelaku memperoleh Rp2 juta, sedangkan hasil rampokan diserahkan pada pimpinan mereka berinisial S.

Salah satu aksi mereka pada Februari lalu di Jalan Pahlawan, Kabupaten Tulungagung. Kawanan tersebut berhasil membawa kabur ratusan juta dari korbannya. (Sindo TV / Robby Ridwan / ris)

Sumber: okezone.com | Rabu, 10 April 2013
Sabtu, 13 April 2013 | 0 komentar

Polres Tulungagung Buru Perampok Polisi

Selasa, 12 Juni 2012 | 02.47.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG - Tim buru sergap Polres Tulungagung, Jawa Timur saat ini tengah memburu dua perampok yang melakukan perampasan uang milik anggota kepolisian setempat, Sabtu (9/6/2012).

"Ciri-ciri pelaku sudah kami identifikasi berdasar keterangan saksi korban, saat ini keduanya masih dalam pengejaran," kata Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Dwi Hartaya, Senin (11/6/2012).

Hartaya tidak menyebut asal komplotan yang telah merampas uang milik Mukadi (35), anggota Polsek Karangrejo, senilai Rp60 juta yang sedianya digunakan untuk membeli mobil tersebut.

Ia berdalih, informasi mengenai pelaku berikut komplotannya sengaja tidak disampaikan kepada wartawan dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan. "Kalau kami buka semua, nanti malah pelaku kabur. Kalian senang, polisi yang susah," ujarnya.

Hartaya menjelaskan, perampokan terjadi pada Sabtu siang, di depan sebuah showroom mobil bekas yang berlokasi di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.

Saat itu, korban bersama istri dan anaknya berniat membeli mobil bekas, dengan terlebih dahulu memilih kendaraan di beberapa showroom Tulungagung.

Nahas menimpa mereka saat tiba di salah satu shoowroom mobil bekas di Desa Ketanon. Saat Mukadi masuk ke dalam shoowroom untuk melihat kendaraan, dua pelaku yang diduga telah membuntuti korban tiba-tiba menghampiri istri korban, Ratna Fadillah, yang ada di halaman.

Hanya dalam tempo sekejap, pelaku langsung merampas tas berisi uang senilai Rp 60 juta yang dibawa istri korban. "Pelaku yang berjumlah dua orang itu akhirya berhasil merebut tas berisi uang tersebut dan membawanya kabur ke arah utara," papar Hartaya.

Sejak peristiwa perampokan/perampasan tersebut dilaporkan ke Polres Tulungagung, tim buru sergap langsung disebar untuk memburu pelaku.

Namun hingga dua hari setelah kejadian, perburuan belum membuahkan hasil. Sumber di internal kepolisian menyebut kedua pelaku merupakan anggota sindikat lokal dengan mengambil sasaran di lingkungan transaksi jual-beli kendaraan, termasuk showroom kendaraan roda dua dan empat.

Sumber: KOMPAS.com | Senin, 11 Juni 2012
Selasa, 12 Juni 2012 | 0 komentar

PERAMPOKAN DENGAN PENYEKAPAN KORBAN, MENIMPA WARGA PERUMAHAN RINGIN PITU PARK

Selasa, 20 Maret 2012 | 09.44.00 | 0 komentar

Setelah menimpa kantor dinas Pendidikan, kali ini Perampokan dengan modus penyekapan, menimpa warga perumahan Ringin pitu Park-Bayu. Istri Bayu-Anis Agustin mengisahkan, sepulang dari mengantar anaknya ke sekolah, mendapati salah seorang anaknya telah disekap di ruangan lantai dua, dan 4 unit telivisi serta laptop milik anaknya berhasil dibawa kabur perampok.

Setelah menimpa kantor dinas Pendidikan, kali ini Perampokan dengan modus penyekapan, menimpa warga perumahan Ringin pitu Park-Bayu. Istri Bayu-Anis Agustin mengisahkan, sepulang dari mengantar anaknya ke sekolah, mendapati salah seorang anaknya telah disekap di ruangan lantai dua, dan 4 unit telivisi serta laptop milik anaknya berhasil dibawa kabur perampok.


Sumber: liiur.com | 19 March 2012
Selasa, 20 Maret 2012 | 0 komentar

Gaji Pegawai Tulungagung Digondol Perampok

Selasa, 06 Maret 2012 | 11.33.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kawanan perampok menjarah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Senin dini hari, 5 Maret 2012. Pelaku membawa kabur satu unit brankas berisi gaji pegawai senilai Rp 109 juta yang seharusnya dibayarkan hari ini. "Penjaga kantor kami diikat dan disekap," kata Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Bambang Sukarjono, Senin siang, 5 Maret 2012.

Menurut Bambang, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah 15 orang mengendarai dua buah mobil dan langsung masuk ke dalam kantor setelah melumpuhkan dua penjaga malam.

Para pelaku diduga mengetahui seluk-beluk kantor. Mereka langsung mencongkel jendela ruang bendahara dan mengetahui terdapat uang ratusan juta yang disimpan di dalam brankas. Namun Bambang enggan mencurigai keterlibatan orang dalam pada kasus tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Tulungagung, Ajun Komisaris Besar Whisnu Hermawan, menjelaskan pihaknya sudah mengumpulkan petunjuk ihwal pelaku. Diperkirakan mereka bukan orang asli Tulungagung. "Ini terlihat dari logat bicara mereka yang didengar penjaga," ujarnya.

Saat ini dua penjaga sedang menjalani pemeriksaan di Markas Polres Tulungagung. Keduanya bisa menjadi saksi kunci untuk menguak identitas pelaku. "Soal keterlibatan orang dalam juga kami selildiki," ucap Whisnu.

HARI TRI WASONO

Sumber: TEMPO.CO | Senin, 05 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012 | 0 komentar

Pelaku Perampokan Antar Kota berhasil Dilumpuhkan

Selasa, 14 Februari 2012 | 01.40.00 | 0 komentar

Surabaya - Hartono (35) saat ini sudah tidak bisa berkasi lagi merampok rumah di antara kota di Jawa Timur. Pasalnya, setelah menjadi incaran polisi, warga Sumber Suko, Probolinggo itu akhirnya dilumpuhkan anggota Resmob Ditreskrimum Polda Jatim.

"Pelaku sudah kita amankan. Pelaku terpaksa kita tembak kaki kanannya, karena berusaha melakukan perlawanan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim Kombes Agus K Sutisna di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Senin (13/2/2012).

Mantan Direskrimsus Polda Metro Jaya ini menerangkan, pelaku bisa beraksi merampok ke rumah di berbagai daerah di Jawa Timur seperti di Tulungagung, Gresik dan beberapa daerah lainnya, bersama kelompoknya.

Bahkan saat melakukan aksinya, mereka tak segan-segan melukai penghuni rumah dengan cara menggunakan senjata tajam dan mengikatnya.

"Setelah korbannya berhasil dilumpuhkan, pelaku menguras habis harta benda korban," ujarnya.

Saat ini, anggota Resmob anak buah AKBP Heru Purnomo masih melakukan penyelidikan, untuk mencari pelaku komplotan lainnya. Pasalnya, saat beraksi di Gresik, Hartono bersama kelompok Tosan, Eka, Ciput dan Jumari. Sedangkan, saat berkasi di Tulungagung, dia bersama kelompoknya Eko, Edi, Endin, Murkam, Rudi dan Hasis.

"Dia berganti-ganti kelompok. Saat ini, komplotannya kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang)," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Kombes Pol Hilman Thayib mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap pelaku kejahatan saat meninggalkan rumah.

"Kalau meninggalkan rumah, bisa menitipkan ke tetangga terdekat atau security setempat. Kita imbau agar warga meningkatkan kewaspadaan," ujar Hilman.

(roi/fat)

Sumber: detikSurabaya | Senin, 13/02/2012
Selasa, 14 Februari 2012 | 0 komentar

Bersenjata Pistol Mainan, 2 Pemuda Coba Rampok Pengunjung Warnet

Jumat, 25 November 2011 | 01.35.00 | 0 komentar

Jombang - Dua perampok bersenjata api (bersenpi), beraksi di warnet O2 jalan Setya Budi, Kota Jombang, Kamis (24/11/2011) dini hari. Beruntung, aksi dua pemuda tersebut berhasil digagalkan. Bahkan satu dari dua pelaku berhasil ditangkap.

Menurut keterangan pemilik warnet, Achmad (49), aksi nekat dua pemuda yang membawa senpi tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dan di dalam warnet terdapat 6 orang sekaligus penjaganya, Yudha. Saat itu, masuk dua pemuda yang bertubuh besar sembari menodongkan pistol jenis revolfer kepada Yudha.

Layaknya perampok, kedua pria ini kemudian meminta kelima pengunjung warnet untuk menyerahkan semua barang berharganya. "Kedua pria ini meminta HP dan semua uang yang dimiliki para pengguna warnet," kata Achmad kepada wartawan di warnetnya.

Tidak puas dengan meminta HP dan sejumlah uang, kedua pria ini lalu meminta kunci motor. Namun, tanpa disadari oleh kedua pelaku, ternyata salah satu pelanggan warnet tersebut adalah anggota polisi bernama Dedi.

Dengan sigap, Dedi pun mencoba melakukan perlawanan dengan ilmu bela dirinya. Dia langsung menyabetkan pisau ke tangan satu dari pemuda ini.
Melihat temanya terkapar terkena sabetan pisau, pria yang sedang memegang senpi ini langsung lari tunggang langgang.

Selanjutnya, para pengguna warnet ini pun langsung menghajar pelaku yang terkapar hingga babak belur.

Sementara, Kasubag Humas Polres Jombang menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami modus pelaku yang tercatat sebagai warga Kauman, Kecamatan Kalangbret, Kabupaten Tulungagung ini.

"Kita masih lakukan pengembangan dari pelaku tertangkap. Pelaku berinisial RJ ini diduga kuat modusnya menakuti korban dengan senpi palsu," kata AKP Yogas di Mapolres Jombang.(gik/gik)

Sumber: detikSurabaya | Kamis, 24/11/2011
Jumat, 25 November 2011 | 0 komentar

Perampok Satroni Juragan Ikan
Uang Masjid Ikut Dirampas

Sabtu, 12 Maret 2011 | 16.17.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kawanan perampok bersenjata tajam beraksi di rumah suami istri Malik (48) dan Maria (45), pedagang ikan gurami di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Jumat (11/3) pukul 02.00 WIB dini hari.

Kawanan berjumlah 10 orang tersebut menyekap seluruh penghuni. Mereka berhasil menggasak sejumlah uang dan perhiasan, serta barang elektronik dari rumah Malik.

Antara lain Rp 11 juta uang kas masjid, karena Malik bendahara takmir masjid setempat, emas senilai Rp 17 juta, uang Rp 50 juta, empat buah BPKB sepeda motor, dan satu laptop merk Acer senilai 5 juta.

Maria menuturkan, pada saat kejadian dia dan suaminya, serta tiga anak laki-lakinya tengah tertidur. Maria terbangun lantaran mendengar salah satu anaknya menangis. Merasa aneh dengan tangisan tersebut, Maria bangun hendak memeriksa.

Alangkah terkejut Maria, sebab di ruang tengah sudah banyak lelaki memakai penutup wajah dan sebagian menggenggam senjata tajam. Orang-orang tak dikenal tersebut juga sudah menyekap ketiga anaknya serta melakban mulut mereka.

Mereka menodongkan senjata ke arah Maria, lalu nasibnya sama seperti ketiga anaknya. Maria dan Malik lalu diikat dan dilakban mulutnya. Satu keluarga ini lalu dimasukan ke dalam kamar, sementara kawanan pencuri bebas beraksi.

Para perampok kemudian mengobrak-abrik setiap isi lemari, mencari uang dan benda-benda berharga. Setelah lama mengobrak-abrik isi rumah, kawanan perampok berhasil menemukan sejumlah uang dan perhiasan.

Perampok juga menyikat barang elektronik, seperti TV dan peralatan audio. Meski sudah mendapatkan jarahannya, mereka masih sempat menganiaya Malik. Dalam kondisi dilakban mulut dan matanya, Malik dipukul dengan palu hingga kepalanya bocor.

Setelah yakin para perampok sudah pergi, Maria berusaha melepaskan lakban di mulutnya. “Saya sudah ketakutan karena suami saya kepalanya berdarah. Sambil saya gesek-gesekan, akhirnya lakban di mulut saya terbuka dan saya berteriak minta tolong,” katanya.

Mendengar teriakan Maria, warga kemudian datang dan membebaskan keluarga ini. Mereka kemudian meneruskan laporan ke Polres Tulungagung. Polisi yang datang kemudian, segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Tulungagung, AKBP Heri Wahono yang memimpin olah TKP mengatakan, para pelaku sudah mengamati korban cukup lama. Mereka sangat paham dengan kondisi seluk beluk rumah, dan masuk dengan sangat mudah melalui jendela samping, dengan cara mencongkel. Mereka kemudian menyekap penghuni rumah dan menguras harta bendanya. Pelaku diduga mengendarai mobil.

“Kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban. Kemungkinan para pelaku bukan berasal dari Tulungagung,” terangnya. st37 (Sumber: SURYA Online)
Sabtu, 12 Maret 2011 | 0 komentar

Gagal Sikat 1 Kg Emas, Korban Dibacok, Warga Datang, Perampok Kabur

Sabtu, 04 Desember 2010 | 15.54.00 | 0 komentar

SEPUTAR TULUNGAGUNG – Empat perampok yang beraksi di jalan Raya Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, harus ngaplo kemarin (2/12). Mereka gagal menggondol sekilogram emas, bahkan lari terbirit-birit karena takut dihajar warga.

Kawanan penjahat jalanan itu menghadang Tantowi, 55, dan anaknya bernama Masitoh, 19, warga Jalan Basuki Rahmat Gang 2, Kota Tulungagung. Ayah dan anak ini berhasil menyelamatkan emas dagangan mereka meski si anak mengalami luka bacok.

Tantowi menjelaskan, dirinya bersama anaknya sekitar pukul 09.00 menutup toko emas miliknya di Pasar Desa Sumberdadi, Kecamatan Pucanglaban. Dirinya membonceng Masitoh pulang dengan menggunakan motor Honda Supra X AG 6442 TV miliknya.

“Karena ada urusan, sehingga toko tutup agak cepat. Saya membawa emas seberat 1 kilogram yang ditaruh di dalam jok motor,” jelasnya.

Saat melintas di Jalan Raya Desa Demuk, lanjut Tantowi, dari belakang muncul dua sepeda motor sport, yang masing-masing ditumpangi dua orang. Dirinya tidak menyangka jika para pengendara tersebut bermaksud jahat.

“Tiba-tiba dua motor langsung dipepetkan di sebelah kiri dan kanan motor saya. Saya melihat lelaki yang dibonceng di sebelah kanan mengeluarkan parang dan langsung dibacokkan ke tangan saya. Saya berusaha menangkis,” terangnya.

Beruntung Tantowi mengenakan jaket kulit yang tebal. Bacokan penjahat tidak sampai menyebabkan tangannya berdarah. Hanya memar-memar saja.

Sambil menangkis, dirinya lalu menghentikan motor. Sementara pria yang membawa parang terus menyerang. Setelah turun dari motor, terjadi duel yang tidak seimbang.

Di saat Tantowi berduel, pengendara motor satu mendekati motor korban. Dia menarik motor Tantowi. “Kebetulan anak saya yang dekat dengan motor langsung balas menarik motor. Si penjahat mengeluarkan clurit dan menyabetkannya ke tangan Masitoh hingga luka. Akibat merasa sakit, dia berteriak minta tolong, dan didengar warga,” ujarnya.

Melihat beberapa warga berdatangan, seorang dari penjahat berteriak ke temannya untuk mengambil langkah seribu. Mereka pun naik motor kemudian kabur ke arah Tulungagung.

Setelah beberapa warga mendekat, Tantowi dan Masitoh dilarikan ke seorang dokter praktek yang ada di Tulungagung. “Anak saya mendapatkan sembilan belas jahitan di tangan. Saat ini anak saya masih trauma dengan kejadian tersebut,” jelasnya.

Sementara polisi yang mendapatkan laporan, langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Menurut KBO Reskrim Iptu Siswanto, di wilayah tersebut memang sering terjadi penghadangan motor, lalu merampas motor warga. “Lokasinya memang sepi, dan sangat mendukung para penjahat melakukan aksinya,” ujarnya. (c1/her)

Sumber : radartulungagung.co.id
Sabtu, 04 Desember 2010 | 0 komentar

Perampokan Toko Emas Ramayana | Komplotan Perampok Emas Diduga Beraksi di Daerah Lain

Selasa, 30 November 2010 | 20.09.00 | 1 komentar

SEPUTAR TULUNGAGUNG — 7 Orang komplotan perampokan Toko Emas Ramayana di Situbondo, ternyata tak hanya beraksi di kota tersebut, tapi juga beraksi di kota lain di Jawa Timur lainnya.

Ke-7 tersangka yang ditangkap gabungan anggota Polres Situbondo, Polres Jember dan Unit Resmob Polda Jatim di Jember yakni, Mulyadi (54) warga Pakis Sidokumpul, Hari Prasetyo (38) warga Putat Jaya, Slamet Riyadi (42) warga Banyu Urip Kidul, dan Bambang Sunaryo (47) warga Putat Jaya. Mereka ini adalah warga Surabaya.

Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Gunawan (50) warga Sedang Bedagai Sumatera Utara, Kokoh Budiono (44) warga Persil Jatiroto Lumajang dan Rita Yani (35) juga warga Jatiroto Lumajang.

"Karena TKP-nya di Situbondo dan barang buktinya juga di Situbondo, mereka kita serahkan ke Polres Situbondo," kata Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Awang Joko Rumitro di mapolda, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (30/11/2010).

Awang mengatakan, dari pengakuan sementara para tersangka, setiap beraksi mereka hingga 8 orang. Modus operandinya, sebagian berpura-pura menyaru sebagai pembeli dan ketika penjaga lengah, sebagian menyilet karet perekat kaca etalase dan mengambil emas dengan menggunakan kawat.

Saat dikonfirmasi dengan banyaknya kasus perampokan emas di Kota Surabaya, Awang belum bisa memastikannya.

"Sementara ini, mereka mengaku beraksi di beberapa kota di Jawa Timur lainnya seperti Gresik, Lamongan, Tulungagung, Kediri dan Situbondo," tuturnya.

Setiap kali berhasil merampasi emas di toko emas, kadang hasil jarahannya dijual ke kawasan Keputran Surabaya. "Ini masih kita kembangkan dan kita masih menetapkan seorang dari komplotan mereka sebagai DPO," jelasnya.(roi/fat)

Sumber : detik.com
Selasa, 30 November 2010 | 1 komentar

Melawan, Tembak di Tempat

Senin, 30 Agustus 2010 | 05.04.00 | 0 komentar

TULUNGAGUNG - Polisi tak mau kecolongan dengan aksi perampokan seperti yang terjadi di daerah lain. Bahkan beberapa wilayah strategis saat ini diperketat.

Kapolres Tulungagung AKBP Heri Wahono melalui Wakapolres Kompol Wiyogo Pamungkas, membenarkan hal itu. Perwira pangkat melati satu di pundak ini mengatakan, pengamanan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan merupakan atensi dari Polda Jawa Timur. "Sudah barang tentu, atensi itu kami tindaklanjuti dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik yang kami anggap rawan," ujarnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Surabaya Utara ini menambahkan, Polres Tulungagung menyiapkan personel minimal satu kompi setiap hari. Mereka berjaga-jaga di beberapa titik yang dianggap rawan. "Setidaknya, ada beberapa titik yang kami anggap rawan. Seperti toko emas, perbankan serta pusat perbelanjaan," terangnya.

Dalam proses penjagaan, Wiyogo Pamungkas melanjutkan, pihaknya melakukan pengamanan secara bergiliran. Yakni, selain menempatkan beberapa personel untuk berjaga-jaga di sekitar titik rawan, juga menyiapkan tim buru sergap yang setiap kali melakukan patroli keliling.

Bahkan, Wiyogo Pamungkas melanjutkan, dalam upaya pengamanan pihaknya juga menginstruksikan kepada anggota, untuk tidak segan-segan melakukan tindakan represif kepada pelaku kejahatan. Itu, jika pelaku memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam atau senjata api terhadap petugas. Dan, memang mengancam keselamatan petugas. "Ibaratnya, jika mereka jual kita harus beli," tegasnya.

Sementara itu, mengenai proses pengamanan jelang Lebaran, Wiyogo belum bisa memberikan keterangan secara detail. Pasalnya, pembahasan pengamanan Lebaran akan digelar pada Senin 30 Agustus mendatang. "Untuk operasi pengaman ketupat, masih kami rancang minggu depan," paparnya. (tri/ris)
Sumber: Jawapos.com
Senin, 30 Agustus 2010 | 0 komentar

Kawanan Perampok Satroni Mobil Guru

Kamis, 05 Agustus 2010 | 12.25.00 | 0 komentar

Tulungagung - Kawanan perampok beraksi di tempat parkir SMK 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/8). Setelah memecahkan kaca mobil seorang guru, kawanan itu menjarah laptop, empat flash disk, dan sebuah modem.

Korban, Anita, meninggalkan mobil menuju ruang guru tidak lebih dari 15 menit. Korban merasa kehilangan, karena laptop itu menyimpan data penting untuk kenaikan pangkat keguruannya.

Polisi menemukan sejumlah sidik jari di bagian kaca pecah dan pintu mobil. Diduga, pelaku lebih dari satu orang.(WIL/SHA)

Sumber : Liputan6.com
Kamis, 05 Agustus 2010 | 0 komentar

Tembok Dilubangi, Emas 1,5 Kg Raib

Jumat, 23 Juli 2010 | 22.02.00 | 0 komentar

Aksi penjarahan toko emas kembali terjadi di wilayah Kediri. Namun, modus yang dilakukan kawanan perampok kali ini agak berbeda. Pelaku tidak datang dengan tiba-tiba lalu menodongkan senjata api kepada korbannya, melainkan dengan cara membobol tembok dan menggasak isi toko.

Kali ini yang menjadi sasaran kawanan perampok yakni Toko Emas Matahari di ruko Pasar Kras Kabupaten Kediri, milik Siti Khomariah, 60. Toko emas milik perempuan asal Jl Kapten Kasiin, Kelurahan Plandaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung ini dibobol, Kamis (22/7) dini hari. Akibat aksi perampokan tersebut, berbagai macam perhiasan emas seperti kalung, cincin, dan gelang seberat 1,5 kilogram milik korban yang disimpan dalam brankas baja amblas digasak pelaku. Diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta.

Informasi yang diperoleh di lokasi, aksi perampokan tersebut baru diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh anak korban, Leyin, 39. Seperti biasa, pagi itu, Leyin, dan pegawainya, Titin, 21, hendak membuka toko. Begitu masuk ke toko, korban terkejut melihat barang-barang dalam toko acak-acakan. “Begitu saya buka pintu, barang-barang di dalam toko sudah tidak karuan,” ujar Leyin ditemui di lokasi.

Leyin lebih terkejut lagi saat melihat brankas yang digunakan untuk menyimpan berbagai perhiasan milik ibunya sudah terbuka. Saat diperiksa, isi brankas tersebut sudah kosong. “Pelaku merusak brankas, dan menguras isinya,” jelas Leyin yang biasa membuka toko milik ibunya sekitar pukul 08.00 WIB dan tutup sekitar pukul 15.00 WIB itu.

Bagaimana pelaku masuk ke dalam toko? Diceritakan Leyin, pelaku masuk dengan cara membobol tembok belakang toko. Setelah berhasil menjebol tembok tersebut, diduga pelaku merayap masuk ke dalam toko. “Ukuran lubangnya kecil, hanya cukup untuk badan manusia saja,” cerita Leyin yang kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kras dibantu petugas dari Polres Kediri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Petugas menemukan sebilah gergaji dan karung yang diduga milik pelaku. “Mungkin saja karung ini digunakan pelaku untuk membawa alat-alat yang dibawanya,” terang KBO Reskrim Polres Kediri Iptu Sukarman.

Sukarman menjelaskan, dari olah TKP sementara, diduga pelaku lebih dari dua orang. Pelaku masuk dengan cara membobol tembok toko bagian belakang. “Di belakang ruko ini kan pasar, jadi pelaku masuk, lalu membobol dinding toko. Kalau melihat lubangnya, sepertinya pelaku menggunakan linggis untuk melubangi tembok,” ujarnya.

Kok, pelaku bisa leluasa melubangi dinding toko? Dijelaskan Sukarman, kondisi ruko tersebut memang sepi. Biasanya, para pedangang di ruko tersebut setelah tutup, pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan satpam pasar hanya satu orang saja. “Kiri kanannya tidak ada orang, jadi saat pelaku menggangsir tembok tidak ada yang mendengarkan,” jelasnya.

Dalam olah TKP tersebut petugas juga mendatangkan dua ekor anjing pelacak (K9) milik Detasemen B Sat Brimob Polda Jatim. Hal itu untuk mengetahui jejak pelaku saat melakukan aksinya. Begitu dilepas, anjing pelacak tersebut berlari-lari mengitari lokasi, termasuk di dalam pasar. “Hanya untuk mengetahui, jejak pelaku saja. Mungkin mereka (pelaku) sempat berhenti di suatu tempat dan ada barang bukti lagi yang tertinggal,” ucap Sukarman.

Olah TKP dengan menggunakan anjing pelacak tersebut mengundang perhatian warga yang berada di sekitar. Puluhan warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses olah TKP.

Sumber : surya.co.id
Jumat, 23 Juli 2010 | 0 komentar

Iklan

Terkini

Pendidikan